Evangelism Unlimited

Lagu Sukacita Seluruh Dunia NKI 44 "Kesukaan Bagi Dunia" Flashback

Lagu Sukacita Seluruh Dunia NKI 44 "Kesukaan Bagi Dunia" Flashback

6 10 99
Lagu Sukacita Seluruh Dunia NKI 44 "Kesukaan Bagi Dunia" Flashback 10 6 99
Dari tahun 1712 sampai dengan tahun 1748, kota London menjadi tempat tinggal dua orang pria yang terkenal pada masa hidupnya, dan yang masih tetap terkenal sampai sekarang. Kedua orang pria itu saling berkenalan. Kedua-duanya adalah orang kristen yang saleh. Kedua-duanya hidup membujang sepanjang umur, sambil bekerja keras dan berjasa besar demi sesama manusia. Kedua-duanya kini dihormati dengan ukiran peringatan di dalam Westminster Abbey, yaitu gereja kenegaraan ibu kota Inggris Raya.
Walau ada sekian banyak kesamaan antara riwayat hidup mereka masing-masing, namun kedua penduduk kota London itu akan menjadi heran sekali, seandainya pada masa hidupnya mereka diberitahu bahwa hasil karya mereka berdua akan digabung menjadi salah satu lagu Natal yang paling disukai diseluruh dunia.
Mengapa kenyataannya sejarah itu akan sangat mengherankan mereka? Bagaimana hasil karya mereka berdua sampai dipersatukan?

" Mazmur Daud Ditiru"
Bisakah umat Kristen menyanyikan mazmur pada hari Natal? Tidak bisa, bukan? Memang ada aliran gereja yang masih sangat berpaut pada kitab Mazmur sebagai sumber utama nyanyian pujian. Namun gereja seperti itu pun, syair-syair rohani dari zaman Perjanjian Lama dianggap kurang cocok untuk dipakai dalam perayaan kelahiran Sang Juru Selamat.
Sungguh pun demikian, hampir semua aliran gereja - baik yang bisa mengutamakan nyanyian mazmur maupun yang tidak- sudah biasa menyanyikan mazmur pada hari Natal. Mengapa? Oleh karena lagu Natal kesayangan Issac Watts yang disoroti dalam artikel ini, tidak lain dan tidak bukan ialah saduran Mazmur pasal 98!
Pada masa hidup Isaac Watts, kebanyakan gereja di negeri Inggris sangat terikat pada kitab Mazmur. Lagu-lagu rohani yang lain tidak diterima. Lagi pula terjemaahan Kitab Mazmur yang dipakai pada masa itu jelek sekali. Tidaklah mengherankan bahwa nyanyian  sidang pada masa itu kurang bersemangat!
Isaac watts berusaha memperbaiki keadaan itu , melalui dua cara yang berbeda . Ia mengarang banyak nyanyian pujian baru, yang hingga kini diperdengarkan seluruh dunia. Dan ia pun menggarap kembali isi kitab Mazmur.

"Mengapa kita harus menyanyikan nama-nama tempat di tanah Palestina yang belum pernah kita lihat?" tanya Dr Watts, " Mengapa kita harus menyanyi tentang busur dan panah, tentang memerangi musuh-musuh dengan tombak dan pedang? Mengapa Raja Daud, pengarang utama kitab Mazmur, tidak boleh diajak berbicara seperti orang masa kini?"
Maka justru itulah dilakukan oleh Isacc watts. Pada tahun 1719 ia menerbitkan sebuah koleksi lagu rohani yang berjudul : Mazmur Daud Ditiru Dalam Bahasa Perjanjian Baru dan diterapkan pada Keadaan dan Kebaktian Umat Kristen. Pdt. Isacc Watts tidak menuntut bahwa karangannya itu sungguh merupakan terjemahan kitab mazmur: Lebih tepat malah, jika buah penanya disifatkan sebagai buah saduran atau parafrasis. Bahkan ia kadang-kadang bertindak secara keterlaluan dalam hal memasuki "Inggris" dan "Skotlandia" sebagai pengganti "Yehuda" dan "Israel" atau menyebut nama-nama raja semasanya.

Sejak hidup Isaac Watts, kebanyakan dari isi Mazmur Daud ditiru itu telah dibuang dan isinya yang tersisa telah mengalami banyak perubahan. Namun masih ada diantara syair-syair rohani itu telah menjadi lagu pilihan umat kristen diseluruh dunia. Salah satu nyanyian di antaranya adalah sebuah lagu natal yang penuh sukacita, berdasarkan Mazmur  98:4-9.

"Si Gemuk Dari Jerman"
Di samping Isaac  Watts, siapakah orang pria yang satunya lagi itu, yang juga tinggal di kota London pada masa Dr.Watts menjadi seorang pendeta dan sastrawan ternama disana?
Namanya George F. Handel: Ia lahir pada tahun 1685 dan meninggal pada tahun 1759. Tidak pada tempatnya di sini untuk menceritakan segala sesuatu mengenai orang itu, karena sesungguhnya ia seorang komponis besar, dan riwayat hidupnya dimuat dalam banyak buku sejarah, biografi, ensiklopedia dan lain-lain. Disini hanya disoroti: Mengapa George F Handel, sama seperti Isaac Watts, akan sangat heran, seandainya diberitahu bahwa hasil karya mereka berdua di kemudian hari akan dijodohkan.
George Handel lahir di negeri Jerman: Ibunya putri seorang Pendeta, dan sejak kecil anak laki-laki itu diajarkan isi Alkitab.Seumur hidup ia merasa akrab dengan Tuhan. Namun cara hidupnya sering membuat orang-orang Kristen lain meragukan kesetiaannya pada Kristus.

Si George oleh ayahnya dilarang belajar musik. Tetapi bakat musik begitu mendarah daging dalam diri anak laki-laki itu sehingga tak mungkin diabaikan. Sering ia bangun tengah malam dan memainkan sebuah piano kecil pelan-pelan, agar ayahnya jangan terjaga. Akhirnya orang-orang lain mengetahui tentang talenta si George dan membujuk bapaknya sampai ia rela keadaan bocah kecilitu.

Pada umur sebelas tahun George Handel sudah mulai mengarang musik. Ia belajar dari guru-guru besar, baik di Jerman maupun di Italia. Setelah Merantau beberapa tahun di Italia dan berkeliling dari negara ke negara, akhirnya pada umur 27 tahun Ia menetap di negeri Inggris.
Banyak Orang Inggris tidak begitu suka akan George F Handel,tubuhn ya besar dan ia terus menjadi semakin gemuk karena gemar makan-makanan lezat. Cara berpakaiannya agak mentereng , suaranya keras dengan logat jerman yang khas, sering ia marah-marah kepada orang-orang cekcok dengannya.
Tidaklah mengherankan jika si gemuk dari Jerman itu tidak digolongkan sebagai orang kristen yang baik oleh kebanyakan anggota gereja bangsa Inggris. Memang G.F. Handel dihormati sebagai musikus besar. tetapi kebanyakan orang Kristen semasanya kurang insaf bahwa dibalik penampilan luarnya yang agak kurang menyenangkan itu ia seorang pengikut Kristus yang saleh dan setia.     

Musik Surgawi

Setelah banyak menghasilkan banyak Opera (drama dengan Musik) dan karangan-karangan lainnya, George F Handel mulai menulis oratorium (kantata agung, atau gubahan musik berdasarkan isi Alkitab). Pernah seorang pemimpin Kristen menawarkan kepada Handel suatu susunan ayat-ayat untuk diterapkan dengan musik karangannya. Handel menolak tawaran itu dengan ucapan yang menyatakan kejengkelannya : "Saya tahu isi Kitab suci; saya sanggup memilih sendiri ayat-ayat yang cocok!"
Oratorium-oratorium hasil karya Handel dengan judul -judul seperti Ratu Ester dan Raja Saul dan Bangsa Israel di Mesir, dipentaskan bukan di gereja melainkan di teater. Maka banyak orang Kristen menentang pertunjukan-pertunjukan itu "Kurang layak jika isi Firman Tuhan ditonjolkan di atas panggung" mereka mengeluh. Dan dengan sengaja mereka menjadwalkan kegiatan-kegiatan gereja pada hari dan jam berbentrokan waktunya dengan pertunjukan-pertunjukan oratorium karangan Handel.

Karangan Handel terbesar, oratorium Mesias, diciptakannya dalam tempo 24 hari saja. Selama hari-hari itu ia sering lupa makan dan tidur. Selama itu juga ia tidak tidur di rumahnya, satu kalipun tidak. Pernah ada seorang pelayan rumah tangga yang membawa masuk makanan, dan ia menyaksikan sang komponis yang berbadan besar itu berjalan-jalan kian kemari di kamarnya. Saat itu George Handel sedang menyerukan "Haleluya! Haleluya!' sambil mencucurkan air matanya. Dalam menjelaskan pengalamannya kemudian, musikus itu bersaksi : Rasanya Isi Surga terbentang didepan mata saya, dan saya melihat Yang Mahabesar sendiri!

Tapi G.F Handel sudah mendapat pelajaran dari pengalaman-pengalamannya yang sudah-sudah. Ia tidak ingin menimbulkan permusuhan lagi dari pihak umat Kristen dengan mementaskan oratorium "Mesias' di kota London. Maka Ia menyimpan saja naskah musik yang tebal itu di dalam laci meja tulisnya.

Pada tahun 1742 G. F Handel mendapat kesempatan untuk pergi ke Dublin ibukota Irlandia. Disana Mesias di panggungkan untuk pertama kalinya, dan dari sanalah pula oratorium yang paling agung itu memulai perjalanannya yang kini telah mengitari bola bumi.

Sikap hati G. F Handel sebagai seorang musikus Kristen yang sesungguhnya mempersembahkan bakatnya kepada Tuhan itu cukup digambarkan dalam suatu peristiwa yang pernah terjadi beberapa tahun kemudian, setelah "Mesias" menjadi tenar: Seorang bangsawan Inggris mengucapkan selamat kepada G.F Handel.

Jawab G. F Handel : "ya Tuan, saya menyesal kalau hanya menghibur mereka saja: maksud tujuan saya ialah untuk menjadi kan mereka orang-orang lebih baik.

Menjelang akhir hayatnya, G.F Handel menjadi buta . namun ia masih tetap sanggup memainkan organ dan memimpin konser. Sesuai dengan doa permohonan sendiri, saat meninggalnya jatuh tepat pada Hari Jumat Agung tahun 1759.." agar saya dapat betemu Tuhan dan Juru selamat saya tepat pada hari kebangkitanNya" demikianlah kata Handel menjelang ajalnya.

Baru Dijodohkan Satu Abad Kemudian
pada tahun 1836, hampir satu abad sejak GF Handel maupun isaac Watts meninggal, seorang musikus Amerika bernama Lowel Mason (1792-1872) menjodohkan hasil karya mereka berdua menjadi "Joy To The World / Lagu Sukacita Seluruh Dunia" yang dalam terjemahan NKI no 44 "Kesukaan Bagi Dunia"
Lowel Mason giat sekali mengarang lagu sendiri dan juga giat menyusun kembali lagu karangan orang lain.
Soal yang sering timbul di kalangan penyidik musik gerejawi adalah manakah yang karangan asli Lowel mason dan manakah yang hanya gubahan saja.
(Hendaklah pembaca jangan menarik kesimpulan bahwa Lowel Mason suka menjiplak hasil karya orang lain : Justru sebaliknya ia suka membubuhi nama orang lain pada karangan yang rupanya sebagian besar adalah buah penanya sendiri)

Dua bagian dari oratorium Mesias Karangan George F. Handel itu agaknya digabung oleh Lowel Mason sehingga menjadi sebuah melodi yang diterapkan pada "tiruan" Mazmur 98 karangan Isaac Watts. Dan nyanyian gabungan itulah yang selalu terdengar tiap hari natal sebagai " Joy To The World"
Pada masa hidupnya Pdt. Isaac Watts mungkin sekali termasuk kalangan orang kristen yang tidak begitu setuju dengan caranya G.F Handel mengarang musik yang bertemakan Alkitab, lalu mementaskan Gubahannya itu dalam teater umum. Tapi Tuhanlah yang tahu hati manusia. Dan tentu saja baik Isaac watts maupun G.F Handel akan merasa senang, seandainya mereka dapat mendengar hasil karya mereka berdua yang senantiasa berkumandang dari tahun ke tahun pada saat Umat Kristen merayakan kedatangan Sang Juru Selamat.

Simak Lagu " Kesukaan Bagi Dunia" dari NKI no 44

Hai dunia bersyukurlah menyambut Tuhanmu
Sediakan Dia tempat mulia
Dan angkat suaramu
Dan angkat suaramu
Dan angkat, dan angkat suaramu.

Hai dunia bersukalah elukkan rajamu
Dan sungai, padang, lembah dan gunung
Nyanyikan syukurmu
Nyanyikan syukurmu
Nyanyikan, nyanyikan syukurmu.

Dosa keji tak berdaya derita pun lenyap
Dilimpahkan-Nya kasih karunia
Melawan kuasa g’lap
Melawan kuasa g’lap
Melawan, melawan kuasa g’lap.

Dunia seg’nap dip’rintah-Nya dengan sejahtera
Penuh keadilan rahmat karunia
Ajaiblah kasih-Nya
Ajaiblah kasih-Nya
Ajaiblah, ajaiblah kasih-Nya.

Dalam format Inggris
"Joy To The World"

Joy to the world, the Lord has come!
Let earth receive her King
Let every heart prepare Him room
And Heaven and nature sing
And Heaven and nature sing
And Heaven, and Heaven, and nature sing

Joy to the World, the Savior reigns!
Let men their songs employ
While fields and floods, rocks, hills and plains
Repeat the sounding joy
Repeat the sounding joy
Repeat, repeat, the sounding joy


No more let sins and sorrows grow
Nor thorns infest the ground
He comes to make His blessings flow
Far as the curse is found
Far as the curse is found
Far as, far as, the curse is found

He rules the world with truth and grace
And makes the nations prove
The glories of His righteousness
And wonders of His love
And wonders of His love
And wonders, wonders, of His love


Note
- Terdapat di :  Kidung Agung no. 150 ; Kidung Jemaat no. 119; Kidung-kidung Kesukaan no. 153 ; Lagu Sion no 214 ; Muliakanlah Kristus no. 142 ; Nama Yesus Terus Bersuara no. 176; Nyanyian Anugerah no. 60; Nyanyian Bala Keselamatan no. 396; Nyanyian Gerejani no .50; Nyanyian Pujian no 59.  ........
- Sumber : Riwayat Lagu Pilihan dari Nyanyian Pujian jilid 4 by : HL Cermat.(Lembaga Literatur Baptis)
- Sebagian Tulisan asli kami edit tanpa merubah makna aslinya untuk menyesuaikan dengan bahasa artikel / kebutuhan.


Publish/ Editing : Manasje Malan

Baik Untuk Dibaca 
Influence 
Tidak Ada Anak Yang Sulit 
Previous
Newer
Next
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top