Evangelism Unlimited

Berebut Pacar dengan Sahabat? Siapa yang Harus Kamu Pilih : Cinta atau Persahabatan?

Berebut Pacar dengan Sahabat? Siapa yang Harus Kamu Pilih : Cinta atau Persahabatan?

6 10 99
Berebut Pacar dengan Sahabat? Siapa yang Harus Kamu Pilih : Cinta atau Persahabatan? 10 6 99

    “Gawat! Sepertinya saya sedang terjebak cinta segitiga, saya dan sahabat menyukai lelaki yang sama."

Pernahkah kamu merasa salah jatuh cinta?

Saya pribadi pernah mengalaminya. Suatu hari saya berniat membantu seorang sahabat untuk mendekati lelaki yang disukainya. Sebagai perantara, saya selalu ikut tiap kali sahabat saya bersama pujaannya. Tanpa diduga kebersamaan kami justru menimbulkan perasaan khusus di hati lelaki tersebut kepada saya. Alhasil rasa takut mengecewakan sahabat membayangi rasa senang yang semula timbul di hati saya.

Pada kesempatan yang lain, pengalaman serupa kembali terjadi. Setelah lama melakukan pendekatan, seorang lelaki yang saya sukai akhirnya merasakan hal yang sama. Belum sempat kami meresmikan hubungan, sahabat saya yang lain mengakui rasa sukanya pada lelaki tersebut. Lagi-lagi saya tidak tahu harus berbuat apa. Perlukah saya marah atau bahkan membenci sahabat saya? Tapi, bukankah cinta adalah hak setiap orang?

Pengalaman memang guru yang paling baik. Dua pengalaman di atas memberikan pelajaran yang bisa saya petik kini. Katanya, orang bijak adalah yang dapat belajar dari pengalaman orang lain tanpa perlu mengalaminya sendiri terlebih dulu. Pengalaman saya barangkali dapat menjadi gurumu juga. Sehingga jika ternyata kamu mengalami hal yang serupa, tiga hal ini dapat menjadi bahan perenunganmu sebelum membuat keputusan. Persahabatan atau cinta.

1. Jujur adalah Bukti Cinta, Sekalipun Melukai

Bagaimana caranya kita tahu bahwa kita mencintai orang yang tepat? Menemukan orang yang tepat tentu bukan hal mudah tapi juga bukan tidak mungkin. Coba ingat berapa kali kita menjalin hubungan cinta dan berakhir begitu saja. Bukankah katanya, jodoh ada di tangan tuhan dan jika jodoh tidak akan kemana.

    Terlepas dari berjodoh atau tidak, cinta selalu membutuhkan usaha dan pengorbanan dari kedua belah pihak. Pengorbanan bisa berupa apapun.

Apakah mengorbankan persahabatan salah satunya?

Walau bagaimanapun sahabat adalah orang terdekat yang selama ini menemani kita dan lebih dulu bersama sebelum calon kekasih datang. Karenanya, perasaan sahabat juga merupakan hal yang perlu kita pertimbangkan agar hubungan yang telah lama dibina akan tetap langgeng.

Komunikasi adalah kuncinya. Walau menyakitkan bersikap terbuka dan jujur pada sahabat adalah wujud cinta kita terhadap mereka. Tanpa berniat menyembunyikan sesuatu apalagi merebut pasangan yang diidolakan sahabat. Pengakuan kita adalah upaya kita untuk tetap jujur bukan pengkhianatan.

2. Pilihlah Waktu yang Tepat

Walau sudah bersahabat lama, urusan cinta kadang bisa menimbulkan masalah yang tidak kecil. Saat ingin mengungkapkan kejujuranmu, pemilihan waktu dan suasana sangatlah krusial. Sebagai seorang sahabat tentu kamu bisa menduga suasana hati sahabatmu. Jangan terburu-buru mengakui perasaanmu usai sahabatmu bercerita. Lakukanlah secara pelan-pelan agar tidak terkesan menyalahkan. Cari tempat yang nyaman agar kalian bisa mengekspresikan emosi dengan baik. Jika sahabatmu marah atau bertindak negatif, beri dia waktu untuk menerimanya. Jangan sampai emosimu ikut terpancing. Yakinkan padanya bahwa kamu menghargai persahabatan yang kalian miliki dan tidak ingin hubungan itu hancur begitu saja.

Walau prosesnya bisa jadi tidak mudah, tapi cinta butuh keberanian untuk mengambil keputusan.

3. Apakah Saya Telah Cukup Usia Untuk Mencintai?

Memangnya ada usia yang tepat untuk mencintai?

Adakah patokan usia kapan seseorang boleh mencintai dan dicintai? Bukankah cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja bahkan tanpa melihat usia?

Bukan maksud saya membatasi usia dalam cinta, tapi alangkah baiknya mencintai ketika usiamu telah matang atau dewasa. Memang tak mudah mengukur kedewasaan seseorang. Kamu bisa bertanya pada dirimu sendiri apa tujuan hubungan cintamu. Apakah sudah terpikir untuk ke arah yang lebih serius seperti pernikahan? Jika kamu pikir kamu belum cukup siap untuk hubungan yang serius, maka tampaknya mendahulukan sahabatmu jauh lebih penting untukmu saat ini.

Pastikan kamu dan pasanganmu memiliki tujuan yang sama. Jika pikiran untuk menikah tidak ada di dalam benak pasanganmu, sementara kamu sudah merencanakannya, maka barangkali dia bukanlah orang yang tepat. Cinta itu buta, katanya. Tapi tidak berarti kamu kehilangan akalmu demi cinta yang bisa jadi keliru.

Jadi apakah perlu mengorbankan persahabatanmu demi cinta? Bagi saya tentu tidak perlu, pertimbangkan tiga hal ini agar kamu bisa mendapatkan cintamu tanpa kehilangan sahabatmu.




Author : Lany Inawati
From: RR








Baik Untuk Dibaca
Kajian Atas Kepemimpinan Model Gembala 
Facebook-BlackBerry 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top