Evangelism Unlimited

Kasus Kopi Sianida: Rekam Jejak Seseorang adalah Penentu Masa Depannya. Renungkanlah 3 Hal ini Demi Meraih Kesuksesan

Kasus Kopi Sianida: Rekam Jejak Seseorang adalah Penentu Masa Depannya. Renungkanlah 3 Hal ini Demi Meraih Kesuksesan

6 10 99
Kasus Kopi Sianida: Rekam Jejak Seseorang adalah Penentu Masa Depannya. Renungkanlah 3 Hal ini Demi Meraih Kesuksesan 10 6 99
 Kasus kopi sianida telah menarik perhatian publik. Ada perdebatan tentang siapa yang bersalah. Ketika data di masa kini tak dirasa cukup, orang menengok rekam jejak tersangka. Kasus ini mengingatkan kita betapa rekam jejak adalah faktor penting penentu masa depan seseorang.

Kasus pembunuhan dengan kopi bersianida telah diputuskan oleh hakim. Meski bukan pengamat atau ahli hukum, perbincangan di arisan hingga warung kopi ramai membahas kemungkinan-kemungkinan putusan akhir perkara ini. Ibarat menonton kisah sinetron, inilah klimaks yang ditunggu-tunggu oleh para pemirsa. Pro kontra mewarnai perdebatan kedua kubu, pendukung Jessica dan Mirna. Pendukung Jessica memprotes keras, tidak terbukti tetapi divonis 20 tahun penjara. Sebaliknya, pendukung Mirna Salihin merasa ini sudah selayaknya; Bayangkan penderitaan keluarga Mirna sekian lamanya.

Saya bukan pendukung keduanya. Hanya pengamat dari luar, merenungkan perjalanan persidangan yang berlangsung berbulan-bulan. Sebagai seorang awam yang hanya penonton, jika mendasarkan pada proses pembuktian perkara yang berlangsung di Indonesia semata, saya pun ‘yakin’ belum tentu Mirna meninggal karena sianida. Bukankah tidak ada jejak sianida di lambungnya? Namun, jika menilik sejarah perjalanan Jessica selama di Australia, dengan berbagai kejadian yang melatari: mulai dari pelanggaran hukum yang pernah dilakukannya, mengancam sang mantan pacar hingga akan bunuh diri, kemungkinan besar kasus kopi sianida ini memang benar ulahnya. Faktanya?.........  Hanya Tuhan yang tahu.

    Bahwa rekam jejak sejarah kehidupan seseorang sangatlah penting, itu bisa kita petik dari kasus ini.

Seandainya saja rekam jejak kehidupan Jessica betul-betul mulus dan bersih, maka masyarakat mungkin tidak akan pernah meragukan integritas serta karakternya.

Ada ‘fakta-fakta’ yang mungkin sulit untuk dibuktikan atau diramalkan, namun dari rekam jejak sejarah kehidupan seseorang, setidaknya bisa diramalkan atau diprediksi. Inilah 3 di antaranya:



1. Hidup Manusia itu Satu Kesatuan

Jika seseorang bersikap kasar dan tidak bisa dipercaya dalam satu bidang, maka di bidang lain pun dia akan bersikap sama. Banyak orang tidak percaya hal ini, terutama jika sedang jatuh cinta.

Seorang teman sudah diperingatkan untuk tidak berpacaran dengan pria - yang menurutnya, selain ganteng juga macho. Kami teman-teman satu kost kerap merasa heran, Wulan yang cantik dan anggun bisa tergila-gila dengan pria yang di mata para mahasiswa dipandang sebagai ‘preman kampus’: jarang kuliah dan kerap bikin onar di luar. Padahal, pria baik-baik yang mengejar Wulan berderet panjangnya. Selain cantik, Wulan pintar, berasal dari keluarga mampu. Sempurna! Saat itu, sikap sang preman kampus terhadap Wulan sungguh berbeda dengan tingkahnya di luar sana. Penuh perhatian, sabar, baik, dan senantiasa mengayomi. Wulan selalu mengatakan, sikapnya mungkin kasar terhadap orang lain, tetapi terhadapnya, berbeda. Mereka pun akhirnya menikah.



Waktu berlalu dengan cepatnya. Saat kami reuni, Wulan tidak hadir. Seorang teman yang bertetangga dengannya bercerita, hidup Wulan kacau-balau. Suaminya terus menerus berganti pekerjaan dan sering melakukan KDRT.



Sebaliknya, saya dan suami mendapatkan kemudahan dalam berbisnis karena nama baik Papa. Karena Papa mantan kepala sekolah dan terkenal bisa dipercaya, beberapa kali kami membeli mobil dengan harga spesial, plus diberi tenggang waktu pembayaran, ketika sang penjual - yang bekas muridnya, tahu kami anak Beliau. Bahkan, saat membeli gudang di sebuah kota di Jawa Tengah, kami diberi kesempatan untuk memakai lebih dulu sebelum membayar DP, apalagi ke notaris, hanya karena si pemilik mengenal baik Papa saya. Dengan memercayai karakter Papa, orang lain ‘meramalkan’ dan memercayai kami sebagai anaknya.



2. Perubahan Tidak Mudah

Bukankah sikap manusia bisa berubah? Ya, tetapi tetap membutuhkan proses dan waktu. Dan waktu yang diperlukan tidak sebentar. Butuh waktu lama, naik turun, jatuh bangun hingga menjadi pilihan sikap yang tetap.

Sikap bisa berubah seiring dengan perubahan mindset, tetapi proses untuk mengubah kebiasaan yang sudah mewarnai seluruh aspek kehidupan dan sudah berlangsung lama, tidak bisa dalam sekejap mata. Perlu usaha dan ketekunan mengubah kebiasaan. Dengan rajin serta konsisten, membangun sikap baru hingga menjadi kebiasaan baru yang menetap inilah, terbentuk karakter yang baru.


Seorang teman bertobat dari kecanduan narkoba. Oleh mukjizat Tuhan dia bisa lepas tanpa harus menjalani pengobatan yang lama. Dia berubah menjadi orang yang taat beribadah, suka melayani dan menolong orang. Namun, sifat dasarnya yang kurang bertanggung jawab, suka menunda dan cepat mengambil jalan pintas, masih tidak diubah. Sifat dasar inilah yang dulu menyeretnya pada kecanduan narkoba. Akibatnya, dia berkali-kali ganti jenis usaha dan mengalami kegagalan.

    Perlu perubahan total, bukan parsial, untuk mengubah hidup. Sekadar niat dan doa saja tidak cukup, perlu dilengkapi dengan strategi dan ketekunan untuk memperbaikinya.



3. Karakter Dasar Seseorang Tidak Bisa Berubah

Ada 4 tipe dasar kepribadian manusia yang tidak dapat diubah dan saling melengkapi:

Sanguin ? dijuluki si "Populer" karena pandai memersuasi dan ingin terkenal.

Koleris ? dijuluki si "Kuat" karena dominan dan kompetitif.

Melankolis ? dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.

Plegmatis ? dijuluki si "Cinta Damai" karena setia dan menghindari konflik.

Tuhan menciptakan masing-masing kepribadian ini sama baik, namun berbeda satu dengan yang lain. Pada umumnya, setiap orang memiliki 2 atau 3 kepribadian dengan kadar kekuatan yang berbeda-beda. Itulah yang menjadi penanda keunikan satu per satu diri manusia.

Belajar dari hal-hal di atas, kita bisa menjaga rekam jejak yang baik dalam sejarah kehidupan dan terus membangun perbaikan secara menyeluruh.

    Orang bijaksana adalah orang yang mampu mengubah apa yang bisa diubah, menerima yang tidak bisa diubah, serta bijak membedakannya.

Memperbaiki kualitas kepribadian secara konsisten dan memastikan kita menulis sejarah kehidupan yang cantik, akan membuka peluang kesuksesan secara natural.

Sebaliknya, kita dapat memanfaatkan pemahaman ini agar dalam membina hubungan dengan teman, relasi bisnis maupun keluarga, menghasilkan hubungan yang berkualitas dan langgeng. Dengan membaca rekam jejak sejarah hidup seseorang, kita bisa menentukan, perlukah kita ber-partner bisnis dengannya atau cukup sekadar berteman biasa saja. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang cerdik seperti ular namun tulus seperti merpati, menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Selamat menulis rekam jejak sejarah kehidupan dengan tinta emas!

“You must have control of the authorship of your own destiny. The pen that writes your life story must be held in your own hand.” - Irene C. Kassorla


by : Yenny Indra
Penulis Motivasi








Baik Untuk Dibaca
Mutasi Gembala 
Awas Gereja Pendukung LGBT 



 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top