Evangelism Unlimited

Sepucuk Surat Untuk Gembala

Sepucuk Surat Untuk Gembala

6 10 99
Sepucuk Surat Untuk Gembala 10 6 99

______________________
"Jangan fokus pada memperbanyak anggota gereja sampai tidak fokus
merawat jemaat. Jangan juga sibuk melayani organisasi sampai domba
Anda kelaparan dan kurang gizi rohani. "
~ J. Simanjuntak
______________________________





Ada masanya Jemaat merasa sangat dekat dengan Anda. Kagum, mendukung
serta loyal pada visi pelayanan anda. Tapi akan ada waktunya dia pergi
meninggalkanmu atau komunitas (Gereja) yang pernah membesarkannya.

Sebab mungkin ia lagi butuh aktualisasi diri. Mungkin merasa sudah
mampu mandiri, dan ketika ia merasa aktualisasi dirinya tak terpenuhi,
dia merasa tidak puas. Jangan heran ia akan mencari komunitas baru
yang bisa mengakomodir keinginannya tadi.

Kalau nanti ia bosan atau tidak puas, dia bisa saja pergi lagi mencari
komunitas baru. Mencari lembaga atau pemimpin (gembala) yang sesuai
harapannya. Sebab selalu ada orang yang belum merasa puas selama
kebutuhan pribadinya belum terpenuhi.

Tak jarang, lembaga dan pemimpin tertentu ia jadikan sekedar
"asesoris" pelayanan. Ia bangga pernah berada dan aktif di lembaga ini
dan itu. Dia bisa kenal dengan tokoh A dan pemimpin B. Mungkin. Lihat
saja cara orang tersebut bicara, lebih banyak mengutip ucapan tokoh
yang ia idolakan.

Saat Kristus populer, berbondong-bondong orang datang kepadanya dan
mengikuti Dia. Namun lama kelamaan, satu demi satu mundur teratur. Tak
sedikit yang kecewa. Tinggal sisa dua belas. Guru yang hebat-pun, tekun
mendidik (hati) dua belas orang saja.

Kristus pernah menegaskan dalam kotbahNya, pada para pengikutNya
"Banyak yang dipanggil, tapi sedikit yang dipilih".

Yesus tidak pernah menyerahkan diri pada pengikutNya, tapi IA yang
memilih. Yesus malah senang jika murid yang motif-nya tidak jelas,
keluar dari komunitas. Pengikut yang tidak satu visi, dibiarkanNya
pergi.

Banyak orang ingin jadi murid, tapi hanya sebagian kecil yang siap
dibentuk menjadi murid. Sebagian lain hanya memanfaatkan popularitas
Yesus.

Ada yang hanya mencari keuntungan posisi atau uang seperti Yudas atau
sekedar mendapat roti alias makanan. Ada juga yang tekun mencari
mujizat, atau kesembuhan gratis.

Tak jarang pula mereka meninggalkan Anda karena "dimanfaatkan"
pemimpin-pemimpin yang tahu cara memuaskan kebutuhan mereka yang
tersembunyi. Bukankah "rebutan domba" istilah yang populer dewasa ini?
Mungkin ada benarnya. Lagi pula, sesungguhnya mereka bukan benar-benar
jemaat Anda, mereka itu Domba Kristus.

Teman, pemimpin lembaga atau Gembala jemaat, kuatkan dan teguhkan
hati. Bersiaplah saat ada orang yang Anda didik dengan susah payah,
akhirnya pergi meninggalkanmu. Mendukung pemimpin lain, bahkan
diam-diam membicarakan kekuranganmu di komunitas barunya.

Jika mereka merasa kecewa pada Anda, janganlah balas dengan rasa
kecewa. Doakan dan serahkan mereka dalam kasih karunia Tuhan. Agar
mereka dipakai di ladang yang baru. Menemukan komunitas yang pas dan
bikin mereka bertumbuh serta berguna.

Bersyukurlah jika ada orang yang kamu percaya dan andalkan akhirnya
pergi meninggalkanmu. Itu mungkin lebih baik, daripada setengah hati
bersama Anda.

Janganlah berdoa supaya jemaatmu bertambah banyak, tapi supaya anda
bisa menjadi gembala jemaat yang berfungsi dengan baik.

Jangan fokus pada bagaimana memperbanyak anggota gereja sampai Anda tidak
fokus merawat jemaat. Jangan juga sibuk melayani organisasi sampai
domba Anda kelaparan dan kurang gizi rohani.

Fokuslah merawat jemaat yang ada, latih mereka menjadi murid yang
baik. Jangan merasa puas hanya karena jemaatmu banyak, tetapi puas
karena mereka sudah digembalakan sebagaimana mestinya.

Akhirnya, meski Anda sibuk jangan lupa prioritaskan keluarga. Mereka
jemaat utama Anda. Saat nanti tua dan raga tak lagi berdaya, jemaat
tak lagi bersama Anda. Tapi pasangan dan anak selalu sedia menjaga.
Cintailah mereka sekuat tenaga, supaya engkau akhirnya tidak kecewa.


 
Author : Pdt.Dr.Julianto Simanjuntak (Konselor Rohani)

Baik Untuk Dibaca
Kajian Atas Kepemimpinan Model Gembala 
Ketamakan Pemimpin 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top