Evangelism Unlimited

NKI 289 “Terpujilah Allah” Flashback

NKI 289 “Terpujilah Allah” Flashback

6 10 99
NKI 289 “Terpujilah Allah” Flashback 10 6 99
Bayangan 
Kami sekeluarga mengalami banyak pengalaman yang tak terduga ketika liburan akhir tahun di kampung halaman. Beberapa hari lingkungan kami mengalami mati lampu serentak pada jam menjelang malam, dan pastinya ketika klik mati, semua penghuni rumah dan tetangga serentak berteriak tanda tidak puas. Ketika klik hidup semua bergembira girang tanda memulai aktifitas kembali dengan normalnya, rasanya tidak pingin lagi terulang. Ketika terulang Klik mati dan waktunya sampai beberapa jam, tanpa cahaya kami tidak bisa melihat apa-apa, maka mulailah kalimat yang tidak membangun keluar dari mulut masing-masing orang. Saya pun meraba-raba ke kamar tidur mencari  titik cahaya seperti  lilin atau senter HP.  Saya mulai menghentikan kegiatan, bahkan menunda waktu makan malam sampai tengah malam lampu menyala.

Saya tiba- tiba mengingat cerita Fanny J Crosby, wanita buta yang menghasilkan ribuan karya dan sampai sekarang karya itu menjadi berkat buat semua Jemaat. Bagi Pelayan dan musisi gereja, nama Fanny adalah nama yang tidak asing untuk menjadi kesaksian, dan saya adalah salah seorang yang kagum pada kehidupannya, karena jika menurut ukuran manusia, Ia sangat terbatas.

Bagaimana mungkin Ia tidak mengeluh karena buta akibat kesalahan penanganan dokter (menurut cerita)?. Bagaimana mungkin Ia bisa menghasilkan ribuan karya melebihi kondisi normal orang yang sempurna?
Saya akan berusaha mengexplore keajaiban yang diberikan Tuhan kepada-mu "Fanny" di beberapa title lagu berbeda.

Kisah Gadis Buta Fanny dan komposer Doane

Nama Lengkapnya Frances Jane Crosby. Sesuai adat bangsanya di tahun 1820, yakni saat ia lahir di AS, gadis kecil itu diberi julukan “Fanny”. 

Ketika si Fanny berumur enam minggu, Ia menderita sakit mata, seorang dokter pengganti memberikan pengobatan namun bayi itu menjadi buta. Ketika umur satu tahun, ayahnya meninggal sehinggga Fanny dirawat oleh neneknya. Nenek Fanny adalah seorang Kristen yang taat. Ia menggandeng tangan Fanny untuk mengenalkan tumbuhan, binatang dan ciptaan-Nya melalui indra selain mata, menceritakan keajaiban Tuhan terhadap dunia ini dan mengajarkan ucapan syukur lewat doa.

Efeknya sangat menggembirakan, Fanny bisa merekam dengan baik karya Allah dan isi Firman Tuhan melalui daya ingat dan pendengaran yang luar biasa.   Umur 10 tahun, Fanny sudah bisa menghafalkan kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama, dan Keempat Kitab Injil dalam Perjanjian Baru! Ia pun menjadi teladan di sekolahnya dan  setelah dewasa, Ia diminta untuk menjadi guru di sekolah tersebut.

Pada tahun-tahun selama Fanny mengajar anak-anak buta di New York, Ia banyak berkenalan dengan anggota Dewan Pemerintahan. Dialah Wanita pertama yang di izinkan berpidato di depan Kongres Ibu kota Washington, "luar biasa".

Ia banyak menggubah lagu-lagu populer (duniawi) yang diterbitkan dan dinyanyikan di seluruh pelosok Amerika, sehingga membuatnya makin tersohor. Pertemuannya dengan William B. Bradbury seorang ahli musik terkenal, membuat ia merubah haluannya untuk mengarang lagu rohani yang dimulai sekitar tahun 1864.

Diperkirakan sekitar tahun 1872, Fanny menghasilkan karya rohani “To God Be the Glory”, yang pertama kali diterbitkan tahun 1875 dalam koleksi lagu Lowry dan Doane  "Brightest and Best". Dalam Nyanyian Kemenangan Iman no 289, teks ini diterjemahkan “Terpujilah Allah” oleh E.L. Pohan. Beberapa sumber menyatakan, bahwa lagu ini berdasarkan kitab Masmur 126:3 dan Galatia 1:3-5 yang menuliskan pujian sukacita akan penyertaan Kasih Allah.

Lagu ini dikomposeri oleh sahabat baik Fanny yakni William Howard Doane yang lahir tahun 1832. Doane pandai memainkan beberapa macam alat musik dan mendapat gelar  Doktor kehormatan bidang Musik dari Universitas Denison di Negara bagian Ohio.

Simak Lagu ini dari koleksi buku Brightest and Best

To God be the glory
1. To God be the glory, great things He hath done;
So loved He the world that He gave us His Son,
Who yielded His life an atonement for sin,
And opened the life gate that all may go in.

Refrain
Praise the Lord, praise the Lord,
Let the earth hear His voice!
Praise the Lord, praise the Lord,
Let the people rejoice!
O come to the Father, through Jesus the Son,
And give Him the glory, great things He hath done.

2. O perfect redemption, the purchase of blood,
To every believer the promise of God;
The vilest offender who truly believes,
That moment from Jesus a pardon receives.

3. Great things He hath taught us, great things He hath done,
And great our rejoicing through Jesus the Son;
But purer, and higher, and greater will be
Our wonder, our rapture, when Jesus we see.

Kutipan NKI No.289 (Sumber buku NKI @ Yayasan Kalam Hidup)


Terpujilah Allah
1 Terpujilah Allah hikmat-Nya besar
    Begitu kasih-Nya ‘ntuk dunia cemar
    Sehingga dibrilah putra-Nya kudus
    Mengangkat manusia serta menebus.
Ref.
    Pujilah, pujilah buatlah dunia
    Bergemar, bergemar mendengar suara-Nya
    Datang pada Allah demi putra-Nya
    B’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.

2 Tebusan sempurna kar’na dibayar
    Dengan darah Yesus yang tak bercemar
    Orang yang terhina pun dijanji-Nya
    Sesaat percaya diampuni-Nya

3 Tiada terukur besar hikmatnya
    Penuhlah hatiku sebab Anak-Nya
    Dan amatlah k’lak hati kita senang
    Memandang Yesus dalam surga cerlang.


Note:
- Dikelola dari berbagai sumber
- Mayor Referensi cerita dari buku “Riwayat Lagu Pilihan dari Nyanyian Pujian” karangan H.L. Cermat , Penerbit Lembaga Literatur Baptis.
- Punya referensi otentik tambahan tentang sejarah lagu NKI no 289 ini? silahkan email di laman kontak, kami akan sertakan nama anda sebagai penyumbang tulisan.

Evangelism Unlimited : Manasje Malan; Yuli Bonggatasik (Editor)


Baik Untuk Dibaca
Mempengaruhi Situasi

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top