Evangelism Unlimited

Bila Kadung "Having Sex" Dengan Pacar

Bila Kadung "Having Sex" Dengan Pacar

6 10 99
Bila Kadung "Having Sex" Dengan Pacar 10 6 99
Kasus

Klien saya kali ini  datang dari Hongkong. Sebutlah bernama Farah (samaran). Dia asli Jogja  yang lama bertugas di sana sebagai TKW. Ia belum lama menikah dengan  Fendi (samaran)  yang sudah dipacarinya sejak kuliah. Mereka sempat "tidur bersama" saat pacaran.


Farah sendiri pernah punya pacar sebelum Fendi dan pernah melakukan hubungan intim. Namun karena nggak cocok, dia berkenalan dengan Fendi dan hubungan mereka berlanjut ke pernikahan.

Farah seorang yang taat beragama. Dia merasa tidak nyaman menyembunyikan pengalaman dengan Fendi.  Saat pacaran Fendi merasa oke oke saja dengan pengakuan Farah.

Namun setelah menikah, setiap kali mereka bertengkar,  Fendi suka mengungkit masa lalu  Farah dan mengatainya sebagai perempuan murahan yang  suka tidur dengan laki-laki. Sedihnya, Fendi punya kebiasaan buruk: memukul. Farah sering ditampar,  ditendang, hingga kepalanya dibenturkan ke tembok.

Saat datang konsultasi, wajah Farah masih biru dan benjol di beberapa sisi. Dia memutuskan bercerai saja dengan suaminya.

Dampak Hubungan Seks Pranikah

Salah satu masalah paling menakutkan bagi perempuan saat melakukan hubungan seks dengan pacar adalah kehamilan. Namun  ada dampak lain yang jauh lebih serius. Antara lain:

Pertama, perasaan bersalah.

Jika Anda memiliki nurani dan moral yang baik akan ada perasaan bersalah setelah melakukannya. Apalagi jika yang melakukannya mempunyai hubungan yang baik dengan ayah dan ibu yang sungguh mencintai dirinya. Guilty feeling ini akan menimbulkan gangguan perasaan tidak nyaman, terutama saat bertemu orangtua. Perasaan bersalah menyita konsentrasi dan energi emosi Anda. Sebaliknya, bisa  juga Anda malah ketagihan untuk melakukannya berulang. Untuk itu Anda harus berbohong pada orangtua sebab harus izin ke tempat yang khusus seperti pusat rekreasi, hotel atau lainnya.

Kedua, perasaan takut ditinggal pacar.


Perasaan muncul dari self esteem (harga diri) yang rendah. Perasaan tidak aman  membuat Anda takut kehilangan pacar yang sudah tidur dengan Anda. Jika pacar Anda membaca gelagat ini dia akan memanfaatkan Anda. Dia akan terus meminta melakukannya berulang dan berulang. Jika Anda menolak, maka dia  bisa mengancam akan meninggalkan Anda. Karena takut ditinggal, maka Anda menyerah pada kemauannya. Hubungan berbasis rasa takut sangat tidak sehat dan rentan dengan konflik yang mengakibatkan mudahnya hubungan itu putus tanpa alasan yang jelas.

Ketiga, merasa cemas dan kehilangan rasa percaya.


Dalam beberapa kasus klien kami, mereka berpikir jangan-jangan pacar saya juga pernah tidur dengan pacar sebelumnya. Perasaan trust yang rendah mempengaruhi respek atau rasa hormat pada pasangan. Mudah curiga dan cemburu akan membumbui hubungan itu.

Keempat, berpotensi terinfeksi penyakit menular seksual


Jika Anda melakukan hubungan seks dengan pacar yang juga pernah melakukan hal yang sama dengan orang lain dan ia terinfeksi, maka ada risiko terkena penyakit menular seksual. Hamil tidak membuat Anda mati, tapi jika terinfeksi penyakit seperti HIV/AIDS sangat menakutkan dan membuat masa depan Anda bisa-bisa suram.

Kelima, kehilangan makna relasi seksual


Pria khususnya yang masih muda belia, biasanya melakukan hubungan seks dengan takut dan tergesa-gesa. Kalau itu dilakukan dengan tergesa karena takut, (takut ketahuan dan sebagainya), maka sesungguhnya hubungan seks itu  kehilangan makna dan kenikmatannya. Pacar Anda bisa memandang rendah karena merasa hanya bisa memberikan kepuasan begitu-begitu saja.

Keenam, merasa takut bila punya pacar baru.

Pergumulannya,  apakah Anda harus terbuka dengan pacar baru. Jika terbuka bisa berisiko Anda ditinggal. Jika tertutup, hati Anda menuduh Anda curang. Tidak jujur.  ”Bagaimana pula jika  suami saya akhirnya tahu setelah kami menikah, wah bisa berabe nantinya!”

Ketujuh, tergoda aborsi

Bila ternyata hubungan itu membuat Anda hamil bisa saja berpikir kalap lalu ambil keputusan aborsi karena benar benar tidak siap. Aborsi itu akan meninggalkan bekas trauma yang amat sangat berdampak buruk, bahkan bisa seumur hidup.

Inilah beberapa pergumulan yang  umum dirasakan perempuan yang kadung sudah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Pada pria kekuatiran atau risiko di atas tidak seperti perempuan, kecuali pada perasaan bersalah (guilty feeling) dan penyakit menular seksual (itupun kalau sadar).


Beberapa Saran


Janganlah Anda menikah HANYA karena Anda sudah pernah melakukan hubungan seks, bahkan jika hamil sekali pun. Jika Anda tahu pasangan Anda seorang yang tidak matang, tidak bertanggung jawab dan suka melakukan kekerasan, jangan pernah memaksakan diri menikah dengan dia.

Jangan terkecoh dengan “kejujuran” yang hanya menarik simpati. Waspadai jika ternyata Anda tahu pasangan Anda itu orang yang berulang melakukan hubungan seks dengan Anda atau mantan pacarnya, bahkan dengan pekerja seks komersial (PSK). Jangan terkecoh dengan penampilan, atau “kejujuran” masa lalunya. Sebab kejujuran itu bukan segalanya, Anda harus mempertimbangkan masa depan pernikahan Anda. Jika ia ternyata  impulsif, tidak mampu menguasai dorongan-dorongan seksualnya, kalau tidak dilayani marah-marah dan melakukan ancaman dan kekerasan, waspadalah!

Jangan pernah menikahi pasangan hanya karena KASIHAN. Misalnya karena dia mengancam, akan bunuh diri jika Anda putuskan. Atau Dia mengancam tidak akan pernah menikah selamanya, dsb dsb. Kasihan adalah motif nikah yang sangat lemah. Menikah hanya karena motif kasihan anda telah membunuh pernikahan Anda sendiri.

Keterbukaan melakukan hubungan seks dengan mantan pacar Anda harus dipertimbangkan dengan bijak. Apakah harus menceritakannya, kapan sebaiknya, apa dampaknya, dsb. Sebaiknya temui seorang konselor untuk memahami kondisi pasangan, kesiapan pasangan, dan sistem kesehatan pernikahan Anda.


Jika akhirnya pasangan Anda cerita bahwa dia pernah melakukan hubungan dengan mantan pacarnya, maka Anda tidak boleh menceraikannya hanya karena alasan itu. Sebab sesungguhnya Andapun tidak lebih suci dari pasangan Anda.

Semua kita insan berdosa. Memaafkan adalah jalan terbaik demi kelangsungan dan kelanggengan pernikahan Anda. Lebih baik menatap masa depan. Putuskan rantai marah dan sesal, fokuslah membangun masa depan anak cucu.

Jika ini terjadi pada sahabat atau kerabat yang mengalaminya, mereka butuh pendampingan dan penerimaan, bukan penghakiman. Carilah pusat konseling yang bisa membantu, terutama jika terjadi kehamilan di luar nikah.

Penutup

Dampak hubungan seks sebelum nikah menimbulkan banyak risiko yang tak mudah. Karena itu, hai rekan muda, hindarilah melakukan hubungan seks sebelum nikah, sebab risiko-risiko di atas bisa menghantui Anda, mengganggu dan bisa bisa merusak hingga pada pernikahan Anda kelak.

Bagaimanapun mencegah  lebih baik daripada mengobati. Tapi jika Anda merasa (berpikir) ingin hidup bebas sesuka hati Anda menggunakan seks, Anda tidak mau dibatasi siapapun dan apapun, silahkan. Risiko pikul sendiri.

Akhirnya, seandainya sudah kadung terjadi dan anda menyesal,  ingatlah anugerah Allah melampaui kesalahan Anda. Ia dekat dengan orang yang hancur hatinya, siap menampung air mata dan memulihkan jiwa Anda.

Kita boleh gagal. Tapi kegagagalan kita tidak dapat menggagalkan rencanaNya dalam hidup kita.

Sungguh, PengampunanNya tersedia limpah, asal jangan berbuat lagi

Author : Pdt. Julianto Simanjuntak
Founder Pelikan Indonesia
 










Baik Untuk dibaca
Ber-IMAN atau ke DOKTER? 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top