Evangelism Unlimited

HOW TO KEEP SUCCESS?

HOW TO KEEP SUCCESS?

6 10 99
HOW TO KEEP SUCCESS? 10 6 99
“Ability can take you to the top,

but it takes character to keep you there.”

Kecakapan dapat membawa Anda ke puncak,

Namun hanya karakter, yang membuat Anda dapat bertahan di sana.

Zig Ziglar


.

Ungkapan bijaksana di atas adalah kutipan dari kata-kata Zig Ziglar yang terkenal. Kita sering mendengarnya, tetapi jarang mempedulikannya. Buktinya, kita begitu heboh saat matematika  anak kita mendapat nilai 5 namun kita tidak peduli ketika nilai agamanya 5. Secara tidak sadar kita lebih peduli pada pendidikan intelektualnya daripada pendidikan moralnya. Padahal kepandaian intelektual hanya dapat mengantarnya kepada pencapaian tertentu, namun tanpa didukung sikap yang baik, bijak dan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain akan sulit sekali mencapai puncak kesuksesan, apalagi mempertahankannya.
Hasil penelitian membuktikan, dalam dunia kerja yang nyata, perusahaan besar lebih suka mempekerjakan orang yang lulus kuliah dengan nilai rata-rata B namun pandai membina hubungan dengan orang lain, daripada orang yang lulus dengan nilai rata-rata A, namun kurang luwes bergaul.

.

The foundation stones for a balanced success are

honesty, character, integrity, faith, love and loyalty.

Fondasi untuk mencapai kesuksesan yang seimbang adalah

Kejujuran, karakter, integritas, iman, kasih dan kesetiaan.

Zig Ziglar


.

John dan Dona berteman sejak SMU dan mereka menikah begitu selesai kuliah. John dari keluarga sederhana. Dona tahu hal itu dan dia memang siap mendampingi John dalam suka dan duka. Mereka pun merintis bisnis dari nol, bekerja keras siang dan malam. Tuhan memberkati mereka dari waktu ke waktu hingga bisnis mereka kian berkembang.
.
Perlahan-lahan tanpa disadari, sikap John mulai berubah. Jika dulu John begitu rendah hati dan senantiasa bersyukur atas segala berkat yang diterimanya, maka sekarang dia lebih suka menuntut. Jika keinginannya tidak dituruti, amarahnya meledak. Kata-kata yang kasar dan ketus meluncur deras dari mulutnya. Dia menganggap semua kesuksesan yang dicapai hanya karena dirinya. Dia melupakan Dona, teman-teman serta keluarga yang sudah menemani dan mendukungnya hingga dapat naik ke tingkat setinggi sekarang. John lupa asalnya.

.

Teman-teman lama mulai meninggalkannya. John kerap memandang rendah mereka yang dianggapnya kurang ‘berbobot’ dan bergengsi. John hanya mau bergaul dengan kalangan atas. Dia ingin sesukses orang-orang dari golongan ini. John menggunakan segala cara untuk mencapainya, halal atau haram semua dilakoninya.

.
John yang tampan sekarang tampil dengan mobil mewah dan kantong yang tebal, tentu saja banyak gadis-gadis muda yang terpikat. John mulai membandingkan Dona yang sudah bertambah usia dengan gadis-gadis muda yang mengelilinginya. John mulai melupakan anak istrinya…. John merasa hebat, kemana pun dia pergi disambut dengan perlakuan khusus. John sudah lupa diri. Dia tidak bisa menerima masukan dari orang-orang yang mengasihinya. John hanya suka mendengar input yang sesuai dengan keinginannya. Orang-orang Yes-man yang mengelilinginya. John tidak sadar bahwa dia sudah mengelola bisnisnya dengan cara yang tidak benar. Dia menghambur-hamburkan uangnya dengan para wanita yang mencintai uangnya belaka.

.

Saat kejatuhan pun tiba. John tidak dapat mempertahankan kesuksesannya. Karakter dan sikapnya yang buruk membuat orang-orang kepercayaannya meninggalkan dia.  Pembayaran yang mundur-mundur membuat para pemasok meninggalkannya pula. ‘Teman-teman’ baiknya mendadak sulit ditemui. Bank dan debt collector yang rajin mencarinya. Para gadis cantik sudah tidak kelihatan batang hidungnya lagi. Akhirnya, kembalilah John pada Dona dan keluarganya. Dalam keadaan bangkrut. John menyesal namun terlambat.
.
Itulah bukti kebenaran hikmat dari Zig Ziglar, kecakapan John bisa membawanya naik tetapi karakternya tidak mendukung, sehingga dia tidak dapat mempertahankan kesuksesannya.

.

Ada kunci penting lainnya, orang yang ingin mempertahankan kesuksesan harus menyadari bahwa setiap orang memiliki BLIND SPOT, alias titik buta. Kita tidak bisa melihatnya, namun orang lain bisa. Karena itu kita harus memiliki kerendahan hati untuk menerima ‘kritik’ atau feedback – umpan balik. Tanpa ada input yang benar, kita tidak pernah tahu di mana posisi kita sebenarnya. Dengan mengetahui kondisi kita dengan jujur, maka kita bisa menghadapi masalah yang ada dengan strategi dan solusi yang benar  maka hasil yang baik pun bisa kita capai.
.
Kisah yang diceritakan dari bbm teman saya, Yusup Sunaryo, ini bisa memberi kita pemahaman baru tentang hal blind-spot.

.

Muhammad Ali petinju professional yang terkenal di seantero jagad, siapa yang tidak kenal Ali? Namun sehebat-hebatnya Ali, dia tetap memiliki pelatih.

Apakah pelatihnya lebih hebat dan kuat daripada Ali? Ternyata tidak! Jika Ali harus bertanding dengan pelatihnya, maka dalam hitungan menit saja pelatihnya akan jatuh terkapar. Lalu untuk apa Ali harus membayar mahal pelatih yang tidak lebih hebat dan jago daripadanya?

.

Muhammad Ali butuh pelatih untuk melihat hal-hal yang tidak dilihatnya – Blind Spot. Dengan mengetahui kekurangannya, maka Ali bisa meningkatkan tekniknya bertinju sehingga menjadi juara dunia.

.
Dalam hidup kita butuh orang yang mengawal, membimbing bahkan menegur kita jika prioritas hidup kita mulai bergeser kearah yang tidak baik. Kita memerlukan nasehat, ide perbaikan dan bahaya yang menghadang di masa depan. Kita perlu rendah hati menerima kritik, masukan dan nasehat dari orang lain. Kedengaran tidak menyenangkan, namun membawa kebaikan dan kemajuan. Ibarat obat pahit yang tidak enak, tetapi menyembuhkan.
.
Selain itu hal yang paling penting dalam mempertahankan kesuksesan adalah membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Dialah sumber segala sesuatu! Dengan satu sentuhan, Tuhan bisa membuat mujijat yang tak bisa kita bayangkan. Jika kita bersinergi dengan Tuhan, siapa yang dapat melawan kita?

Bersama Tuhan kita tidak hanya dipuaskan secara materi namun segala kebutuhan kita baik tubuh, jiwa, roh, mental dan spiritual akan terpuaskan. Jadikan Tuhan prioritas yang utama dan terutama dalam hidup kita, maka selebihnya akan berada pada tempat yang seharusnya.

.
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah,

sia-sialah usaha orang yang membangunnya;

jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota,

sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam,

dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah—

sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

The book of Psalm


.

by: YENNY INDRA











Baik Untuk Dibaca
What not to do in marriage 
Pemimpin Hebat Adalah Pembicara Hebat 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top