Evangelism Unlimited

Mengapa Pelayanan Tidak Berkembang? (Bag. 2)

Mengapa Pelayanan Tidak Berkembang? (Bag. 2)

6 10 99
Mengapa Pelayanan Tidak Berkembang? (Bag. 2) 10 6 99
Secara alamiah sebuah organisasi itu harusnya bertumbuh. Tapi idealisme itu tidak selalu terjadi, bahkan sebaliknya banyak organisasi itu stagnan dan tidak sedikit yang kemudian mati. Hal yang sama terjadi juga pada gereja, walaupun gereja tidak bisa dikategorikan sebagai organisasi biasa. Tentu ada beberapa penyebabnya. Penulis sudah menyebutkan beberapa hal, saat ini saya menyebutkan beberapa lagi mengapa sebuah pelayanan tidak berkembang:



Pertama, khotbah dilakukan ala kadarnya dan dibiarkan tanpa evaluasi dan perhatian yang mendalam. Sudah menjadi rahasia bahwa khotbah sangat menentukan sebuah kesehatan gereja. Tapi yang ironi justru ini dibiarkan hadir ala kadarnya dan tidak dilakukan evaluasi bagaimana khotbah yang sudah disampaikan. Atau ada juga yang pakai jalan pintas dengan mengundang hamba-hamba Tuhan luar sehingga tidak ada tanggung jawab secara penuh dalam memberikan makanan firman Tuhan yang bergizi dan mengubahkan. Tanggung jawab sentral mimbar tidak boleh dianggap sepele dan harus dirancang secara khusus dan penuh tanggung jawab serta bergantung di bawah tuntunan Roh Kudus.



Kedua, melibatkan kaum awam jemaat dengan cara yang salah.  Kesadaran melibatkan jemaat itu sudah baik, tapi seringkali banyak dilibatkan dalam hal struktural, kepanitiaan dan hal seremonial. Padahal yang lebih diperlukan adalah sukarelawan dalam hal-hal fungsional dalam pelayanan. Jabatan struktural penting, tapi mengajak mereka dalam tim perkunjungan, tim diakonia, tim penyembahan, tim doa, tim pelayanan-pelayanan yang langsung menyentuh jemaat jauh memiliki pengaruh yang luar biasa dalam pelayanan.



Ketiga, gereja tidak memperhatikan kehangatan persekutuan. Ibadah beda dengan menonton film atau drama dalam teater. Mereka hanya memerlukan hiburan dan sudah itu pulang. Tapi gereja bukan teater, gereja adalah sebuah persekutuan yang hangat, maka harus diupayakan kehangatan apa yang dapat diciptakan mulai dari penyambutan sampai kepulangan mereka. Dalam jemaat raksasa sekalipun, mereka menyiapkan berbagai even termasuk menyediakan banyak sukarelawan menjadi penyambut dan layanan lainnya, ada perpustakaan, bahkan ada kantin di mana jemaat saling berkontak satu kepada yang lain. Tiap gereja tentu berbeda dalam konteksnya, tapi prinsipnya tetap sama adalah penting ada sebuah kehangatan dari sebuah jemaat mulai dari pemimpin, majelis sampai semua pelayan Tuhan.



Keempat, musik dan penyembahan yang kreatif dan inspiratif. Sudah menjadi suatu kenyataan bahwa liturgi itu membosankan karena berulang dan sama dari waktu ke waktu bahkan generasi.  Padahal sesuatu yang monoton akan menjadi masalah yaitu merosotnya minat yang berujung kepada kemalasan menghadiri ibadah.  Ibadah dan penyembahan sudah waktunya melibatkan generasi yang lebih muda dan generasi tua tidak egois dalam memikirkan kepuasan diri dalam penyembahan dan belajar mendengar gagasan kaum muda dalam penyembahan sepanjang fokusnya adalah kepada Tuhan.  Ibadah yang hidup membawa kepada perubahan.



Evangelism Unlimited : Pdt. Dr.Daniel Ronda
Rektor STT Jaffray Makassar






Baik Untuk Dibaca
Dua Jam Bersama Tuhan 
Selingkuh Dengan Smartphone 









0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top