Evangelism Unlimited

Dua Jam Bersama Tuhan

Dua Jam Bersama Tuhan

6 10 99
Dua Jam Bersama Tuhan 10 6 99
Budaya

Seperti biasa hari minggu pagi suasana gaduh karena dikejar waktu untuk ke gereja, anak-anak  setengah ngantuk masih  diatas tempat tidur karena tahu hari ini tidak ke sekolah. Istri saya sudah menyisir dan menyiapkan sarapan karena hari ini pula gilirannya untuk jadi Worship Leader di gereja kami. Saya pun menggendong yang kecil untuk segera mandi sambil membisikkan bahwa ia harus berlomba dengan kakaknya sehingga memotivasinya segera bersiap.

“Tolong sediain sendiri air putih yang mau dibawa dan taruh di mobil!” begitu teriakan ibunya kepada putra pertamaku ketika mobil butut  mulai kunyalakan. Rasanya kami masih sangat terlambat untuk tiba di gereja. Ketika mamanya masuk ke pastori, sayapun bersama si kecil memilih kursi agak didepan sambil noleh kiri kanan dan tersenyum. Saya mengambil inisiatif keluar kedepan pintu menyambut jemaat setelah menaruh alkitab dikursi yang kami pilih. Rasanya nyaman juga datang lebih cepat bisa sedikit menguasai suasana.

Saya mengulurkan tangan kepada kakek, nenek, bapak,ibu dan pemuda sambil senyum, mereka pun membalas senyum yang rasanya sangat bersahabat. Seorang Ibu muda datang menghampiri dan tertawa, entahlah?

Ketika ibadah selesai sambil duduk didepan teras nungguin sekolah minggu, ibu muda tadi menyapa" wah tumben  kepagian kegereja", begitu dia menghampiriku, saya pun tertawa  karena menyadari kami sering terlambat jika ke gereja.

Yah kebiasaan buruk yang jadi budaya, kadang jadi lelucon diantara jemaat, jika kami dah tiba di gereja itu tandanya sudah nggak ada lagi yang dibelakang kami, dan jika kami cepat itu adalah sesuatu yang aneh bagi jemaat!

Gereja tidak pernah menghukum kami jika  terlambat seperti di sekolah, tempat kerja bahkan tiketing di bandara. Gereja tetap tersenyum ramah menerima kami setiap saat, walau  sengaja atau tidak datang terlambat. Kehadiran kami dapat membuat suasana gereja berubah, bisa menjadi kesaksian yang baik bahkan  juga buruk. Ada keteladanan dalam sikap –sikap yang kelihatan dan bisa menjadikan kami lebih baik jika sikap kami baik pula.

Hal yang simpel saja, memulai ibadah dengan ikut dari pujian pertama dibandingkan jika  hadir pada saat setelah 3 – 4 pujian, rasanya ada yang hilang, belum lagi jika jelang akhir ibadah ada perasaan gelisah untuk keluar ngobrol, sebenarnya apa yang dicari dan obrolkan diluar, bisakah  ditunda sementara?

Matematika

Era sekarang, beberapa gereja  kadang ibadahnya juga sudah dibawah peraturan lisan utamanya dalam hal waktu, dua jam sudah maksimal, jika tidak, siap-siap saja adu argument diluar setelah ibadah. Anggaplah duniawi dalam satu minggu itu hanya dua jam buat hal ini, maka kita bisa estimasi waktu kita untuk bersekutu mengucap syukur seumur hidup.

Dalam hitungan matematika standar coba kita menghitung kasar waktu kita bersekutu bersama Tuhan, mungkin karena kesibukan atau alasan lain, kita  bisa ke gereja dalam seminggu hanya 2 jam. 2 jam ini dikalikan 52 minggu (1 tahun)  hasilnya 104 jam.104 jam dikalikan 60 tahun (estimasi umur rata-rata manusia) hasilnya 6240 jam. Jumlah jam yang fantastis jika dilihat sepintas.
Namun bagaimana jika dibandingkan kehidupan  kita didunia sekitar 525.600 jam (jika sampai umur 60 tahun)? Persekutuan itu hanyalah 1 persen  dari seluruh hidup kita seandainya kita disiplin dari umur 0 tahun , persen yang sangat tipis rasanya. Semakin tipis lagi jika waktu kita di hitung dengan waktu terlambat atau pulang cepat, bukan?

Beberapa waktu lalu seorang Rohaniawan mengatakan, latihlah dirimu beribadah dan berikan waktu terbaik untuk Tuhan, bukan dari sisa waktumu! Secara konsep mungkin maknanya sangat dalam yang terjemahannya sangat luas, dan baiknya kita persempit lingkupnya dalam ibadah  setiap minggu apa bisa diaplikasikan.    Jika pembaca masih seperti kami rindu berubah, kita  berdoa dalam hati dan berusaha supaya  bisa tidak terlambat lagi di minggu berikutnya, atau setidaknya frekuensinya berkurang supaya kita lebih mendisiplinkan diri dalam hal ini.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah (Roma 12: 2)

Evangelism Unlimited: Manasje Malan; Yuli Bonggatasik (editor)

Baik Untuk Dibaca
Anggota-anggota Gereja Diperlengkapi dari Surga 
Gembala Yang Dirindukan Jemaatnya 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top