Evangelism Unlimited

NKI 291. “Mungkinkah?” Flashback

NKI 291. “Mungkinkah?” Flashback

6 10 99
NKI 291. “Mungkinkah?” Flashback 10 6 99
Malam  tanggal 21 Mei 1738, John Wesley (saudara Charles)  mengalami pengalaman rohani yang luar biasa karena Ia merasa ada  cahaya menyinari ruangan pribadi bawah tanahnya dan  Kristus hadir pada saat itu. Banyak cerita yang menggambarkan kejadian tersebut miriplah ketika Rasul Paulus pertama kali menerima Kristus saat perjalanannya ke Damsyik.

Di tahun yang sama, tanggal 24 Mei 1738 catatan harian Charles Wesley dituliskan juga bahwa Wesley bersaudara sangat terkesan mendengarkan  Peter Bohler , seorang Moravia, sewaktu persekutuan doa di jalan Aldersgate, yang membacakan kata pengantar buku yang ditulis oleh Marten Luther tentang Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma. Disitu dituliskan “ Iman adalah karya Sang ilahi didalam diri kita, yang mengubahkan, membawa dan membuat lahir baru di dalam Allah,  mematikan Adam yang lama, membuat kita menjadi orang yang sungguh-sungguh berbeda di dalam hati, watak, pikiran, segenap kekuatan, dan membawa Roh Kudus bersamanya”.  Peristiwa yang dialami Wesley ini dikenal dengan istilah pengalaman “Aldersgate”. Pengalaman Aldersgate ini  menjadi “salah satu” cikal  berdirinya gereja Methodist di Inggris dan kemudian Bapak John Wasley dikenal sebagai Bapak Gereja Methodist. (Penulis ref: Kaset Kotbah  K.A.M. Yusuf Roni di Manado tahun 1980-an)

Mungkin banyak yang berfikir bahwa sebelum kedua peristiwa diatas,  Wesley bersaudara bukanlah orang Kristen, atau orang Kristen tapi dunianya penuh dengan kegelapan. Tidak, mereka  berlatar belakang  Kristen  yang baik, bahkan Charles Wesley adalah seorang Pendeta dari Gereja  Anglikan Inggris. Namun mereka merasa kehidupan Kristen-nya bukanlah sebuah panggilan dan tidak ada perdamaian dengan Allah sebelum kejadian tersebut.   

Sebagai Respon dari kejadian yang di alami oleh Charles Wesley (bersaudara), akhirnya Ia menuliskan hymne tentang bagaimana Kehidupan Orang Kristen yang sesungguhnya, dan referensi hymnenya terdapat dalam kitab Roma 5:8. Hymne ini jika diterjemahkan kompak sepertinya sebuah “sindiran”  bagi orang Kristen yang hidup tanpa ada tanggung jawab rohani dalam kehidupannya, padahal Kristus sudah meninggalkan kekudusannya dan datang menebus dosa umat di dunia. Hymne ini  diberi title “And Can It Be?” dan di publish pertama kali oleh John Wesley di buku nyanyian “Psalms and Hymns (1738)” yang selanjutnya teks ini diterjemahkan oleh E.L Pohan ke dalam bahasa Indonesia “Mungkinkah?” (NKI no. 291)

Musiknya dikenal dengan istilah “SAGINA” yang dibuat oleh Thomas Campbell sekitar tahun 1800-an. Ia  anak pedagang tembakau yang lahir 27 Juli 1777 di Glasgow, Schotlandia. Lulus Universitas  di bidang hukum, namun lebih menyenangi menjadi seorang sastrawan dan puncaknya Ia  menjabat sebagai Rektor Universitas Glasgow (1827-1829).. Tahun 1825, Thomas menerbitkan sebuah buku musik rohani dengan 23 judul hymne. Ia kemudian meninggal pada tanggal 15 Juni 1844 di Boulogne, Prancis. 


Simak Teks lagunya   dalam bahasa Inggris (6 Bait)

And Can It Be?

And can it be that I should gain
An interest in the Savior’s blood?
Died He for me, who caused His pain—
For me, who Him to death pursued?
Amazing love! How can it be,
That Thou, my God, shouldst die for me?
Amazing love! How can it be,
That Thou, my God, shouldst die for me?

’Tis mystery all: th’Immortal dies:
Who can explore His strange design?
In vain the firstborn seraph tries
To sound the depths of love divine.
’Tis mercy all! Let earth adore,
Let angel minds inquire no more.
’Tis mercy all! Let earth adore;
Let angel minds inquire no more.

He left His Father’s throne above
So free, so infinite His grace—
Emptied Himself of all but love,
And bled for Adam’s helpless race:
’Tis mercy all, immense and free,
For O my God, it found out me!
’Tis mercy all, immense and free,
For O my God, it found out me!

Long my imprisoned spirit lay,
Fast bound in sin and nature’s night;
Thine eye diffused a quickening ray—
I woke, the dungeon flamed with light;
My chains fell off, my heart was free,
I rose, went forth, and followed Thee.
My chains fell off, my heart was free,
I rose, went forth, and followed Thee.

Still the small inward voice I hear,
That whispers all my sins forgiven;
Still the atoning blood is near,
That quenched the wrath of hostile Heaven.
I feel the life His wounds impart;
I feel the Savior in my heart.
I feel the life His wounds impart;
I feel the Savior in my heart.

No condemnation now I dread;
Jesus, and all in Him, is mine;
Alive in Him, my living Head,
And clothed in righteousness divine,
Bold I approach th’eternal throne,
And claim the crown, through Christ my own.
Bold I approach th’eternal throne,
And claim the crown, through Christ my own.

Kutipan NKI No.291 (Sumber buku NKI @ Yayasan Kalam Hidup)
 

   Mungkinkah?

    Mungkinkah aku pun serta
    Tertolong oleh darah-Nya
    Karna ku Yesus disiksa
    Yang menyebabkan mati-Nya
    Agung benar, ya Tuhanku
    Engkau tersiksa gantiku
    Agung benar, ya Tuhanku
    Engkau tersiksa gantiku.

    Para malaikat s’kalipun
    Tiada dapat berperi
    Apa sebab yang abadi
    Menanggung siksa yang keji
    Kasih-Nyalah alasan-Nya
    Menanggung dosa dunia
    Kasih-Nyalah alasan-Nya
    Menanggung dosa dunia.

    Ditinggalkan-Nya tahta-Nya
    Menuju dunia yang cemar
    Ditinggalkan-Nya kuasa-Nya
    Didorong kasih yang benar
    Dan aku pun tertolonglah
    Terpilih jadi milik-Nya
    Dan aku pun tertolonglah
    Terpilih jadi milik-Nya.

Note:
Baik dinyanyikan pada saat baptisan dewasa (sidi)
Dikelola dari berbagai sumber, jika Pembaca mempunyai referensi otentik tentang Nyanyian Kemenangan Iman no 291, kontak admin dan akan kami sertakan nama anda sebagai penyumbang tulisan.

Evangelism Unlimited: Manasje Malan; Yuli Bonggatasik (Editor)

Baik Untuk Dibaca
Sejarah Lagu Rohani "Peperangan Siksa Tlah Lalulah" 
Master Mind 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top