Evangelism Unlimited

Kiat Ditengah Krisis Ekonomi

Kiat Ditengah Krisis Ekonomi

6 10 99
Kiat Ditengah Krisis Ekonomi 10 6 99
1 Samuel 17 : 12 – 58

Pemberitaan di media elektronik menjadikan sebagian dari kita menjadi galau, bagaimana tidak, imbas karena pertumbuhan ekonomi yang lemah dan nilai rupiah yang semakin merosot terhadap dolar Amerika, menjadikan harga-harga import kebutuhan pokok merangkak naik. Pembaca pasti tidak melupakan trauma krisis Indonesia tahun 1998, bahkan pemerintahan sampai ikut terguling.
Kita tidak bisa terus menerus mengeluh dan apatis melihat tantangan yang berat ini, namun secara pribadi, saya mengajak pembaca melihat 3 cara yang dipilih Daud sewaktu Israel pesimis menghadapi Goliat, pahlawan bangsa Palestina.

1.    Memiliki mental yang matang, Daud waktu itu bukanlah seorang prajurit yang terdaftar sebagai pasukan, Ia hanya seorang pengantar makanan. Waktu itu, secara status pekerjaan, Ia bukanlah orang yang membidangi bidang yang tepat. Banyak yang meragukan akan kemampuannya, namun Daud sendiri mempunyai mental yang luar biasa, sehingga bisa meyakinkan Raja Saul untuk menghadapi tantangan besar.
Kadang-kadang sebenarnya kita mempunyai keahlian yang luar biasa dalam menghasilkan sesuatu, namun mental yang lemah mengalahkan segalanya sehingga pekerjaan  standar pun kadang menjadi masalah yang tak terselesaikan. Setiap kita harus terlatih supaya dapat maju dalam menghadapi tantangan baru.

2.    Peka terhadap perkara- perkara kecil, Dalam setiap tindakan yang kita lakukan “sering” kita ingin menyelesaikan masalah dalam konsep yang besar agar menghasilkan kepuasan lebih. Pemikiran ini tentulah juga tidak salah jika kita sudah biasa menyelesaikan dengan perhitungan yang matang. Walaupun begitu, ada saja blank spot (titik buta)  kecil yang bisa mempengaruhi sehingga pekerjaan tidak terselesaikan.  Daud terdidik menjaga kawanan Domba dari terkaman binatang buas, sehingga Ia besar dan terbentuk  penuh perhitungan walau dalam hal kecil. Setia melakukan dan peka terhadap segala kemungkinan walau itu kecil merupakan kunci sukses!

3.    Memiliki ketajaman Iman. Pengusaha sukses melewati berbagai krisis boleh saja telah memiliki kedua kiat diatas bahkan lebih,  di Negara maju, Perusahaan yang memiliki manajemen resiko yang baik  malah kondisinya terbalik dari keadaan umumnya yakni mendapat keuntungan luar biasa. Tidak sedikit dari perusahaan tersebut mempekerjakan orang yang takut akan Tuhan di posisi strategis, bahkan menjadi pemimpin di dalamnya.  Tentu mereka sebagai anak Tuhan memiliki sifat seperti Daud yakni mendahulukan Tuhan dalam segala hal dan kondisi. Daud selalu menyebut nama Tuhan Allah Israel dalam melakukan setiap pekerjaan dan tentu memiliki akhir yang luar biasa memuaskan.

Siapkah kita memiliki  kiat seperti  Daud? Semua pilihan ada di tangan pembaca!   


Author : Pdt. Pither Pakka. 









Baik Untuk Dibaca
Master Mind 
Jangan Dilakukan Dalam Pernikahan 

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top