Evangelism Unlimited

Bagaimana Menjaga Pernikahan Tetap Awet

Bagaimana Menjaga Pernikahan Tetap Awet

6 10 99
Bagaimana Menjaga Pernikahan Tetap Awet 10 6 99
Kawin cerai sudah menjadi konsumsi berita biasa dalam dunia televisi kita, terutama dipertontonkan oleh para artis. Hal itu juga justru dialami artis yang mengaku beragama Kristen. Seolah tidak malu dan menyesal bahwa mereka bercerai, malah bangga memamerkan perceraian mereka di publik. Sebuah ironi. Ini membuat dalam dunia "pop culture", jemaat seolah mendapatkan contoh atau teladan yang buruk untuk mengikuti jejak para artis, di mana kalau tidak cocok bercerai saja. Ini tentu sesuatu yang memprihatinkan. Bagaimana sebenarnya memelihara pernikahan?

Sebenarnya ada dua cara yaitu cara tradisional dan cara modern. Pertama, cara tradisional adalah tetap berpegang kepada komitmen pernikahan di hadapan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai kepala rumah tangga di mana mereka terlibat aktif dalam gereja, ikut terlibat dalam persekutuan gereja di samping ibadah Minggu, memiliki komunitas pertemanan yang baik sebagai keluarga, punya pekerjaan, dan ada waktu bersama dengan keluarga. Kedua, sedangkan cara modern adalah membantu pasangan kerja di rumah, kualitas hubungan seks yang baik, menunjukkan kemurahan dengan pasangan (alias tidak kikir dengan pasangan sendiri), masih berkencan seperti masa pacaran, merancang masa depan bersama termasuk sekolah ataupun karir. Kedua cara ini diharapkan dapat mempertahankan pernikahan tetap awet dan bahagia. Tentu pernikahan tiap pasutri berbeda pendekatan dan nilai. Ada yang lebih tradisional atau ada yang lebih modern. Kedua nilai di atas perlu dipelihara dan dilakukan. Tapi menjaga pernikahan perlu waktu dan usaha. Ini tidak terjadi dengan sendirinya. Maka akan terjadi masalah bila seseorang berpikir bahwa kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Perlu ada upaya dan harus diingat bahwa kesesuaian atau kecocokan itu sejalan dengan waktu pernikahan. Artinya tidak secara otomatis pernikahan itu bahagia, ada sebuah proses yang perlu dilalui. Bagaimana agar proses itu dapat dilalui dengan baik sehingga pernikahan kita terpelihara? Pertama, selalu pertimbangkan perasaan, pikiran dan keinginan pasangan. Kedua, usahakan sedapat mungkin banyak kompromi tentang hal-hal keseharian. Ketiga, jadikan penguat dan penghibur pasangan di kala mengalami kesusahan dan penderitaan. Keempat, tiap hari (selalu) memuji dan berterima kasih atas pasangan sehingga menimbulkan rasa aman dan mengangkat pasangan. Tuhan memberkati pernikahan Anda

By : Daniel Ronda
Rektor STT Jaffray Makassar
Sumber tulisan dan gagasan: Kaiser, "How Can I Save My Marriage? Seek Faith, Family and Friends" tersedia di mysavemarriagetips.com, 22 Februari 2014.




Baik Untuk Dibaca
Kepemimpinan
Portal English
Portal Sahabat

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top