Evangelism Unlimited

Terpesona Dusta

Terpesona Dusta

6 10 99
Terpesona Dusta 10 6 99
"...pada sebagian gereja atau lembaga gerejawi, uang persembahan jemaat itu dikelola seenaknya oleh pemimpin dan keluarga untuk kepentingan pribadi, bersenang-senang di atas keringat dan air mata doa jemaatnya"

Suatu hari di negeri China diadakan kontes menulis dengan topik anti narkoba. Seorang pecandu heroin yang sudah kehabisan duit tertarik mengikuti lomba tersebut. Ia butuh duit untuk membeli narkoba. Oleh karena dia sendiri pecandu, dan memang berbakat menulis maka tulisannya sangat menyentuh hati para Juri. Ia akhirnya menjuarai lomba menulis tersebut. Dia sangat senang, karena hadiah uang yang dia terima dari hasil lomba bisa membeli narkoba lagi.

Ironis bukan? Juri tidak pernah mau tau sejarah kehidupan penulis ini.

Hal seperti ini hampir setiap hari terjadi di sekitar kita. Misal, saat Pilkada berlangsung. Rakyat dengan cepat memilih kepala daerah atau anggota dewan yang pidatonya hebat dan memikat serta berjanji memberantas korupsi. Tak lama menjabat, ee..kita membaca sang Gubernur ditangkap KPK. Kita tertipu karena dia seorang orator ulung, putra daerah dan kaya.


Barusan Mahkamah Agung dan pemerintahan Obama melegalkan perkawinan sejenis di Amerika serikat. Menyusul 20 negara yang sudah lebih dulu menyatakan dukungan dengan perkawinan sejenis.

Langsung dunia tersontak. Mereka yang anti langsung menolak hingga mencaci maki. Namun...beberapa waktu lalu saya berbicara dengan Penginjil yang sangat anti Gay dalam seminarnya, dan bersaksi sebagai mantan Gay. Namun, kepada kami dia mengakui kadang masih melakukan hubungan sejenis. Beberapa tahun lalu ia dikeluarkan dari tempatnya bekerja atau melayani.

Sebut saja contoh, ada salah satu Pendeta di Jawa Timur yang rumah tangganya dalam keadaan yang sangat buruk, anak-Ayah penuh perselisihan hingga saling gugat menggugat ke pengadilan, tetap saja jemaatnya datang berbondong-bondong ke gereja itu dan keluarga Pendeta tetap menjadi pemimpin disana.

Begitulah jemaat tak jarang begitu naif terpesona dengan kesaksian-kesaksian palsu, apalagi diadakan di gereja. Bahkan begitu cepat terpesona dengan mantan narapidana nusakambangan yang katanya sudah "bertobat". Mengagungkan artis yang baru masuk kristen, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup pribadinya. Tidak pernah tahu latar belakang artis atau narapidana tersebut. Bagaimana kehidupan keluarga dan pernikahannya atau cara hidup diluar mimbar.

Tak jarang hidup mereka di gereja dan di rumah bagai langit dan bumi. Ada masalah dalam kepribadian yang membuat keluarganya menderita. Sementara kita terpesona dengan Dusta si pendeta. Padahal Kitab suci tegas meminta kita untuk mengamati kepribadian dan latar belakang keluarga Pelayan di gereja. Apakah dia seorang kepala rumah tangga yang baik atau tidak.

Gereja yang telah diracuni hedonisme, kadang hanya mementingkan entertain supaya banyak orang yang datang. Jemaat yang ribuan jumlahnya itu kemudian memberikan persembahan dan perpuluhan.

Namun pada sebagian gereja atau lembaga gerejawi, uang persembahan jemaat itu dikelola seenaknya oleh pemimpin dan keluarga untuk kepentingan pribadi, bersenang-senang di atas keringat dan air mata doa jemaatnya.

Sebagian jemaat yang tidak memahami teologi dengan baik memang sulit membedakan mana pemimpin yang sungguh menggembalakan dan yang hanya memanfaatkan anggota jemaat untuk mendapatkan kekayaan.

Sebagian jemaat cuek atau acuh tak acuh. Sebab mereka datang ke gereja lebih untuk menunaikan kewajiban. Asal dosanya tidak disinggung, dia sudah senang. Soal bagaimana kehidupan pribadi si pendeta, tidak menjadi persoalan baginya. Sementara yang berani menegur atau mengancam posisi si pemimpin akan digeser dengan licik.


Author : Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak
Terapis keluarga dan kesehatan mental
Founder Pelikan Indonesia








Baik Untuk Dibaca
Portal Pdt. Pither Pakka
Portal Sahabat
Keluarga Cerdas

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top