Evangelism Unlimited

IMAN DAN ILMU PENGETAHUAN

IMAN DAN ILMU PENGETAHUAN

6 10 99
IMAN DAN ILMU PENGETAHUAN 10 6 99
PENDAHULUAN
Mengapa kita perlu mengetahui masalah ini? Mengingat karena terkadang seorang yang memiliki disiplin ilmu yang tinggi sehingga tidak lagi mempercayai isi Alkitab. Segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan oleh rasio sangat sulit diterima, sementara Alkitab menyatakan sesuatu yang secara pemikiran manusia sulit dipahami dan hanya dapat diterima melalui iman. Misalnya langit dan bumi berasal dari mana? Siapa yang menciptakan segala isinya? Mengapa terjadi.

Tidak dapat disangkal bahwa masalah ini selalu menggemparkan orang.  Pada Abad Pertengahan belum dirasakan adanya pertentangan antara iman dan ilmu pengetahuan.  Dengan ringkas  sekali boleh diterangkan bahwa ahli-ahli pikir pada Abad Pertengahan itu (termasuk Thomas Aquinas) berhasil untuk menyatupadukan ilmu pengetahuan dengan agama. Pada zaman itu ilmu pengetahuan mendasarkan diri atas azas-azas seperti diajarkan oleh Aristoteles, filsuf Yunani itu yang huidup pada tahun 384-322 sM. Di sini Thomas Aquinas dkk, memilih jalan yang bagus sekali. Akallah yang dianggap berkuasa penuh atau otonom atas lapangan ”natura” atau alam ini. Agamalah yang membuka rahasia dari alam atas. Dengan jalan ini seakan-akan ilmu pengtahuan diselaraskan dengan pengajaran Gereja dan tiada pertentangan.

Akan tetapi pada akhir Abad Pertengahan keselarasan itu mulaui runtuh, karena diserang dari dua pihak. Di saat pihak filsafat Aristoteles tidak lagi diterima umum. Dengan timbulnya ilmu-ilmu alam modern banyak pendapat yang sudah berabad-abad dipertahankan oleh ahli-ahli mulai disangsikan dan diganti oleh teori-teori baru yang berdasarkan experimen-experimen. Di lain pihak aliran reformasi mempunyai keyakinan bahwa pengajaran Gereja Roma menyimpang dari isi Kitab Suci dan perlu disesuaikan lagi dengan asal-usul agama Kristen.

Hal itu belum berarti bahwa pada waktu itu sudah timbul pertentangan hebat antara ilmu pengetahuan dan agam Kristen. Ahli-ahli pikir saat itu kebanyakan menerima pengajaran Gereja Roma Katolik atau Protestan seperti misalnya Descrates dan Newton. Akan tetapi lama kelamaan pertentang itu mulai dirasakan. Descrates (1596-1650) adalah bapak dari rasionalisme zaman baru. Dia tak mau menerima apapun juga kecuali kalau berdasarkan pengertian-pengertian akal yang jelas dan tepat. Mula-mula gama Kristen masih dipertahankan karena rupanya cocok dengan akal manusia. Tidak lama kemudian agama Kristen mulai ditolak karena rupanya tidak cocok dengan akal. Perkembangan ini memuncak pada abad ke-20.

Di jaman modern ini para ahli semakin mempermasalahkan antara iman dan ilmu pengetahuan. Apalagi ilmu pengetahuan semakin meningkat karena didukung oleh berbagai alat elektronika yang semakin berkembang pesat. Dalam situs-situs selalu memaparkan sesuatu yang masuk akal dan segala sesuatu yang tidak masuk akal sulit diterima.

“Apakah anda sungguh-sungguh yakin bahwa Yunus ditelan oleh ikan paus? Dan apakah anda sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus memberi makan 5000 dengan lima roti dan dua ikan?” seperti  inilah kecenderungan dan nada pertanyaan banyak orang dalam abad modern ini. Mereka yakin bahwa cerita-cerita kuno yang mengasyikkan untuk menyampaikan kebenaran rohani dan cerita-cerita itu tidak dimaksudkan untuk diterima dalam arti yang sebenarnya.


APAKAH ILMU PENGETAHUAN DAN IMAN ITU?
Sebelum uraian ini dilanjutkan, memang perlu diketahui  apa yang maksudkan dengan “ilmu pengetahuan” dan “iman atau kepercayaan”.

Ilmu pengetahuan  adalah suatu macam berpikirnya manusia. Dalam kamus bahasa Indonesia “ilmu pengetahuan” adalah gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan  sebab dan akibat. Hal itu akan disetujui oleh semua ahli pengetahuan. Tetapi perlu dikupas macam itu macam apa. Karena tidak semua pikiran manusia adalah bersifat atau bermutu ilmu pengetahuan. Ada juga pikiran-pikiran manusia yang untuk sementara boleh disebut “pikiran biasa” atau “pikiran sehari-hari”. Di sini perlu dihindari suatu salah paham. Berpikir sehari-hari itu mempunyai harganya sendiri atau nilainya sendiri dan tidak boleh dianggap rendah. Walaupun tinggi juga ilmu pengetahuan seorang ahli pikir, tetapi ahli pikir itu tetap dan senantiasa membutuhkan pikiran-pikiran yang biasa atau sehari-hari itu.

Berpikir yang bersifat ilmu pengetahuan itu seakan-akan menjauhkan diri dari kenyataan sekitarnya, kemudian berhadapan dengan suatu lapangan kenyataan yang tertentu atau dengan gejala-gajala yang tertentu dengan maksud menyelidiki segala sesuatu itu secara teratur dan tersusun. Dan di sini sudah dapat dinyatakan bahwa kemampuan itu sebaiknya dipergunakan oleh manusia, termasuk juga manusia yang beragama Kristen.

Adapun iman atau kepercayaan atau agama perlu juga diketahui  apa arti dari istilah itu. Menurut  W.R.F. Browning dalam buku Kamus Alkitab mengatakan, “pengertian modern mengenai iman adalah semacam pengetahuan yang lebih rendah atau penerimaan pendapat atau cerita yang tidak sepenuhnya dapat dibuktikan. Makna alkitabiah iman lebih terletak pada hakikat komitmen, meskipun  dalam kenyataan tersirat juga adanya dasar yang membuat iman tak dapat didukung dengan bukti historis secara meyakinkan.

Dalam PL, “iman”  menunjuk kepada perjanjian yang telah ditawarkan Allah kepada umat Israel di gunung Sinai. Sejak itualah umat Israel percaya bahwa Allah, Pencipta dunia ini, telah memberikan Taurat dan janji kepada mereka, bahwa kesetiaan mereka akan mendapat berkat. Tanpa iman seperti itu, umat Israel tidak akan bertahan hidup, sebagaimana diingatkan oleh para nabi (Yes 30:15-16).

Dalam PB, definisi klasik mengenai iman terdapat dalam Ibrani 11:1, yang menerangkan bahwa berdasar imannya orang percaya telah memegang segala realitas yang benar, sekalipun untuk sementara waktu belum terlihat. Realitas itu adalah: Pertama, seperti dalam PL, Allah adalah pencipta semesta alam (Ibr 11:3), dan Kedua, Allah adalah pemrakarsa  PL yang sekarang digenapi dalam penyelamatan yang dibawa Yesus sebagai yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr 12:2).

Jadi dalam PB objek iman itu adalah Allah yang telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Di kalangan orang Yahudi iman kepada Allah itu dianggap ada dengan sendirinya (Yoh 14:1), namun bagi orang bukan Yahudi, pertama-tama mereka harus percaya kepada Allah (1Tes 1:9), sebelum mereka dapat menerima  Kristus yang telah bangkit, yang menyatakan Allah itu.

Dalam PB penjelasan yang paling dalam mengenai iman terdapat dalam surat-surat Paulus yang menunjukkan bahwa iman tidak tinggal statis, iman itu bertumbuh (Flp 1:27; 2Kor 10:15) dan terlahir dalam kasih. Tanpa kasih, iman itu hampa.

ADAKAH ILMU PENGETAHUAN KRISTEN?
Sudah kita tahu bahwa segala sesuatu yang tidak masuk akal manusia sangat sulit diterima oleh ilmu pengetahan. Kemudian muncul pertanyaan, “adakah ilmu pengetahuan Kristen?” sudah dipaparkan bahwa seorang ahli pikir mau tidak mau memakai suatu titik berangkat atau pangkal pikiran,  kemudian pangkal pikiran itu mengemudikan seluruh jalan pikirannya.

Untuk orang Kristen tentu tidak ragu-ragu lagi. Orang-orang Kristen sudah mempunyai suatu keyakinan, yang tidak dibuat-buat sendiri, melainkan diterimanya dari terang Kitab Suci.menurut keyakinan itu Tuhan Allah menjadikan segala sesuatu dan menyelamatkan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Keselamatan itu dikerjakan oleh Tuhan Allah dengan jalan mengutus anak-Nya  yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Manusia yang adalah ciptaan Allah, berpaling dari Tuhannya, kemudia diselamatkan lagi oleh rahmat Tuhan yang tiada bandingnya.

Apakah ini berarti bahwa di samping ilmu pengetahuan bukan Kristen, ada ilmu pengetahuan Kristen?  Untuk menjawab pertanyaan ini harus dipahami dengan teliti dan sungguh supaya jangan muncul salah paham.

Pertama, perlu diterangkan bahwa tiada ilmu pengetahuan Kristen dengan arti bahwa ilmu pengetahuan itu seluruhnya berdasarkan kepercayaan akan Injil  Kristus.

Kedua, ilmu pengetahuan Kristen tidak berarti bahwa terdapat ilmu pengetahuan dari pihak ahli pikir Kristen yang berbeda seratus persen dengan ilmu pengetahuan yang diusahakan orang-orang bukan Kristen.

Akan tetapi dilihat dari sudut keyakinan Kristen dapat didirikan beberapa petujnjuk jalan yang selalu harus diperhatikan oleh ahli-ahli pikir yang hendak menerima terang Injil dalam usaha-usahanya.

Pertama, ahli pikir Kristen berkeyakinan bahwa alam semesta ini berasal dari pada tangan Tuhan .

Kedua, ahli pikir Kristen berkeyakinan bahwa Allahlah yang menentukan hukumNya atas segala sesuatu dan segala sesuatu itu tunduk kepada hukum Allah itu.

Ketiga, Orang Kristen berkeyakinan bahwadunia dan kehidupan manusia telah dirusakkan oleh dosadan dosa itu tidak terletak di dalam atau berasal dari salah satu lapangan yang tertentu, melainkan dosa itu merupakan suatu pemberontakan manusia seluruhnya melawan Tuhan Allah.

Keempat, seorang Kristen berkepercayaan bahwa dunia ini telah diselamatkan dari dosa oleh pekerjaan Tuhan Yesus Kristus dan akan disempurnakanNya pada hari terakhir.

ISI KITAB SUCI DAN HASIL-HASIL ILMU PENGETAHUAN
Tidak sedikit orang pada zaman modern yang menolak Kitab Suci karena menurut mereka sangat bertentangan dengan hasil-hasil ilmu pengetahuan modern. Dan memang menurut kesan yang pertama yang kita terima dari Kitab Suci seakan-akan berlawanan sekali dengan hasil-hasil ilmu itu. Misalnya yang merupakan kesukaran yaitu mengajarkan Kitab Suci tentang asal-usul dunia dan umat manusia apalagi cerita-cerita  mengenai terjadinya mujizat-mujizat dan pada umumnya yang disebut pandangan dunia dari Kitab Suci itu.

Mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan memang  tidak sedikit yang masih ragu-ragu. Tidak dapat disangkal. Memang juga selalu ada perbedaan antara gejala-gejala pada dirinya dan interpretasi dari gejala-gejala itu yang bersifat hiphotesa atau pengandaian. Tetapi hal yang lebih dahsyat lagi, yaitu Kitab Suci diberi tafsir yang tak sesuai dengan maksudnya.

Kitab suci tidak membahas bermacam-macam soal melainkan sebenarnya hanya satu soal saja, yaitu soal tentang hubungan antara Allah dan manusia, atau boleh dirumuskan juga: Kitab Suci hanya memberikan satu hal saja, yaitu pekerjaan Allah di dalam penciptaan dan menyelamatkan manusia.

Hal yang menimbulkan pertentangan antara iman dan ilmu pengetahuan adalah persoalan mengenai apakah hal-hal yang dapat dibuktikan secara ilmiah tetap benar dan nyata. Secara sadar atau tidak, beberapa orang mengakui bahwa kalau sebuah pernyataan tidak dapat dibuktikan dalam laboratorium dengan metode ilmu-ilmu alam, maka pernyataan itu lalu dianggap tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima sebagai sesuatu yang dapat dipercaya dan. Penemuan ilmu pengetahuan dianggap sebagai sesuatu yang objektif oleh karena itu sungguh-sungguh nyata, sedangkan pernyataan-perntyataan yang harus diterima secara iman dianggap sebagai sesuatu yang disangsikan.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan modern tidak diikat atau diganggu oleh kepercayaan kepada Kitab Suci. Ahli-ahli supaya menjalankan tugas-tugas mereka dengan rasa bebas. Akal manusia tidak dapat menjawab soal-soal pokok mengenai Tuhan Allah, mengenai asal manusia atau tujuan kehidupannya, jika tidak diterangi oleh pernyataan Tuhan Allah sendiri. Karena hanya Tuhanlah yang mengerti dari manakah manusia itu dan ke manakah dia.

KESIMPULAN
Pertama, perlu diterangkan sejelas-jelasnya bahwa dari pihak agama Kristen tiada satu keberatanpun terhadap pekerjaan yang diusahakan oleh ilmu pengetahuan. Mengejar ilmu pengetahuan secara teratur dan berani  tentu tidak bertentangan dengan menaruh kepercayaan akan pernyataan Tuhan Allah ala Yesus Kristus

Kedua, karena Allah adalah tidak lain dari pada Allah Bapa dari Tuhan Yesus yang disaksikan oleh Kitab Suci itu, maka hasil-hasil ilmu pengetahuan yang tepat dan benar itu mustahillah  bertentangan dengan kabar injil.

by : GI. Dominggus Taruk Tiku, M. Th.
Pelayan GKJ Buntudatu Klasis Mengkendek Toraja   

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top