Evangelism Unlimited

NKI 294 “Sekarang Bri Syukur” Flashback

NKI 294 “Sekarang Bri Syukur” Flashback

6 10 99
NKI 294 “Sekarang Bri Syukur” Flashback 10 6 99
Seperti biasa saya membaca  teks NKI dan mendengarkan musik format midinya berulang-ulang untuk membayangkan apa yang di maksudkan oleh penulisnya. Dan saya sangat setuju lagu ini dipakai pada saat acara “Thanksgiving” atau “Wedding” di Eropa bahkan di negeri kita sebagai bentuk sukacita atas anugrah yang Tuhan berikan.
Ketika saya pelajari lebih lanjut, saya malah "merasa" keliru mendeskripsikan secara garis besar lagu  Nun danket alle Gott (Jerman) ini. Keliru karena saya membayangkan  kehidupan sukacita penulis dalam kondisi yang baik, namun ternyata tidak demikian. Kehidupan Penulis lebih banyak hidup dalam kondisi yang pahit dan memilukan apalagi saat-saat menulis lagu ini.

Teksnya ditulis oleh Martin Rinkart sekitar tahun 1636 yang terinspirasi dalam kitab Apokrif (wiki:tulisan yang diragukan keasliannya) yakni Pengkhotbah 50: 22-24 dan  Alkitab 1 Tesalonika 5:18, yang berbunyi mengucap syukur dalam segala hal.

Setelah melewati sekolah Latin di Eilenburg,  Ia bergabung menjadi anggota paduan suara dari Sekolah St. Thomas di Leipzig. Disini Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya ke Universitas Leipzig sebagai mahasiswa theology dan lulus Sarjana Strata satu.

Bulan Maret 1610 ia menawarkan dirinya sebagai calon untuk jabatan diaken di Eilenburg, sebagai bentuk pengabdiannya kepada Dewan Kota tempat kelahirannya. Namun untuk menjadi bagian dari dewan kota Eilenburg, Ia harus menjalani terlebih dahulu uji coba di daerah lain. Tanggal 28 Mei 1611 Rinkart akhirnya menjadi diaken di Gereja St. Anne, di Neustadt  Eisleben dan kemudian tanggal 5 Desember 1613 menjadi Pendeta di Erdeborn dan Lyttichendorf (Lütjendorf), dekat Eisleben.  Karena prestasinya yang cukup baik ia akhirnya menjadi Pendeta di Dewan Kota Eilenburg pada bulan November 1617.

Ketika terjadi pertikaian di Eropa Tengah, Jerman adalah daerah tempat medan pertempuran (perang selama 30 tahun, 1618-1648). Sebagai salah satu kota di Jerman, kota Eilenburg tempat Rinkart mengabdi, menjadi kota perlindungan karena memiliki tembok penghalang.. Semua korban perang dilarikan ke kota ini sebagai perlindungan terakhir. Namun saking banyaknya korban yang masuk, membuat kota ini tidak muat lagi dan penuh sesak. Disinilah awal penderitaan Pendeta Rinkart, korban perang mulai berjatuhan sakit karena wabah dan pasokan makanan berkurang. Akibatnya banyak yang meninggal dan setiap hari Pendeta Rinkart memimpin upacara Kematian sekitar 40-50 orang. Semakin hari semakin parah, bahkan dalam sehari ia pernah memakamkan  sampai 4480 orang dalam satu parit panjang tanpa di upacarakan lagi. Seluruh korban yang meninggal sekitar 8.000 orang termasuk istri pertama Rinkart, yang meninggal 8 Mei 1637. (Saya tidak bisa membayangkan kengerian  yang dialami Rinkart).

Rinckart menulis dua bait pertama teks ini, bukan sebagai sukacita  keberhasilannya dalam gereja, namun ucapan syukur atas makan bersama keluarga dan doa di tengah kepahitan akibat gangguan perang . Pada akhir perang,  lagu “Nun danket alle Gott”  dinyanyikan untuk merayakan penandatanganan Perdamaian Westphalia yaitu perjanjian yang mengakhiri perang pada tahun 1648 . Rinkart meninggal pada tanggal 8 Desember 1649 dan dikuburkan di kota kelahirannya.

Seorang wanita Inggris Catherine Winkworth kemudian  menerjemahkan himne Jerman ini ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Now Thank We All Our God” yang kemudian diterjemahkan kedalam NKI no 294 “Sekarang Bri Syukur”.

Musik “Nun danket alle Gott” dibuat oleh seorang komponis Jerman  terkenal Johann Crüger,  sekitar tahun 1647. Crüger lahir pada tanggal  9 April 1598 di Groß Breesen (sekarang bagian dari Guben perbatasan Polandia) sebagai anak dari pemilik sebuah penginapan. Ia belajar di Lateinschule di Guben sampai tahun 1613, setelah itu ia melakukan perjalanan ke Sorau, ke Breslau dan akhirnya ke Regensburg, di mana ia menerima latihan pertama musiknya dari Paulus Homberger. Pada tahun 1615 ia pergi ke Berlin dan belajar teologi di Berlinisches Gymnasium zum Grauen Kloster. Di tahun selanjutnya 1616, ia terlibat sebagai tutor rumah untuk keluarga von Blumenthal; muridnya termasuk Joachim Friedrich von Blumenthal. Mulai umur  40 tahun, ia menjadi guru di gimnasium Zum Grauen Kloster dan penyanyi dari Nikolaikirche, Berlin.

Crüger meninggal pada tanggal 23 February 1662  di kota  Berlin Jerman.


Simak Teksnya dalam bahasa Jerman
Nun dancket alle Gott

Mit Hertzen Mund vnd Händen
Der grosse Dinge thut
An vns vnd aller Enden
Der vns von Mutter Leib
Vnd Kindes Beinen an
Vnzehlig viel zu gut
Vnd noch j[e]tzund gethan.

Der ewig reiche Gott
Woll vns auff vnser Leben
Ein jmmer frölich Hertz
Vnd edlen Frieden geben:
Vnd vns in seiner Gnad
Erhalten fort vnd fort
Vnd uns aus aller Noth
Erlösen hier vnd dort.

Lob / Ehr v[n]d Preis sey Gott
Dem Vater vnd dem Sohne
Vnd dem der beyden gleich
Im höchsten Himmels Throne:
Dem dreymal einen Gott
Als Er vrsprünglich war
Vnd ist / vnd bleiben wird
Jetzund vnd jmmerdar.


Teks Bahasa Inggris
Now thank we all our God

Now thank we all our God, with heart and hands and voices,
Who wondrous things has done, in Whom this world rejoices;
Who from our mothers’ arms has blessed us on our way
With countless gifts of love, and still is ours today.

O may this bounteous God through all our life be near us,
With ever joyful hearts and blessèd peace to cheer us;
And keep us in His grace, and guide us when perplexed;
And free us from all ills, in this world and the next!

All praise and thanks to God the Father now be given;
The Son and Him Who reigns with Them in highest Heaven;
The one eternal God, whom earth and Heaven adore;
For thus it was, is now, and shall be evermore.


NKI N0 294 (Kutipan @ Yayasan Kalam Hidup)
Sekarang B’ri Syukur

Sekarang b’ri syukur, besarkan nama Tuhan
Pemimpin hidupmu yang mendengar seruan
Yang oleh Anak-Nya memb’ri anugerah
Dan tak terbilang pun mujizat berkat-Nya.

Sempurna kaya-Nya, oleh-Nya diberkati
Segala anak-Nya dengan sejaht’ra hati
Roh Tuhan memberi kekuatan dan t’rang
Di atas bah’ya maut kuasa-Nya menang.

Muliakan Allahmu hai makhluk sekalian
Kepada arasy-Nya bubungkanlah pujian
Ya Bapa, Anak, Roh, ketiga yang esa
Engkaulah yang besar selama-lamanya.

Note:
- Dikelola dari berbagai sumber
- Jika Pembaca mempunyai referensi otentik tentang NKI no 294,kontak admin dan akan kami sertakan nama anda sebagai penyumbang tulisan.

Evangelism Unlimited : Manasje Malan; Yuli Bonggatasik (editor)

Baik Untuk Dibaca
Sejarah Lagu-lagu NKI
Portal NKI 
Gaya Hidup Pemimpin  

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top