Evangelism Unlimited

Ber-IMAN atau ke DOKTER?

Ber-IMAN atau ke DOKTER?

6 10 99
Ber-IMAN atau ke DOKTER? 10 6 99

Seorang teman meminta saran, dia sakit kanker dengan stadium awal. Apakah dia boleh beriman saja bahwa Tuhan mampu membuat mujijat atau dia tetap harus ke dokter? Banyak orang yang bingung bagaimana harus bersikap dalam hal ini.
.
Seorang pendeta bersaksi, suatu hari putranya sakit panas tinggi. Saat bapak dan ibu pendeta berdoa pribadi secara terpisah, mereka berdua mendapat rhema dari Tuhan bahwa tidak perlu ke dokter. Tuhan akan menyembuhkan putra mereka secara supranatural. Mereka sepakat dan mereka sudah bersatu hati bahwa apa pun resikonya mereka akan menerima dan tidak akan saling menyalahkan. Hati mereka damai dan ada keyakinan yang kuat baik dalam hati bapak dan ibu pendeta mau pun putra mereka, bahwa Tuhan akan menyembuhkan secara supranatural. Benar juga setelah beberapa hari, putranya sembuh.
Patut diingat, bahwa pengalaman pribadi seseorang bukanlah kebenaran. Tuhan Yesus beberapa kali menyembuhkan orang buta dengan cara yang berbeda.
.
Ada dua orang buta yang minta disembuhkan. Lalu Tuhan Yesus bertanya kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Pada kesempatan lainnya, ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia

Peristiwa lainnya, Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?” Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.” Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
.
Inti dari ke tiga kisah di atas, untuk penyakit yang sama: buta, Tuhan Yesus menyembuhkan dengan cara  yang berbeda-beda. Artinya, kita perlu berdoa mohon hikmat Tuhan, bagaimana caranya agar penyakit kita disembuhkan. Kita tidak bisa meniru pengalaman orang lain dan menganggap Tuhan akan menyembuhkan kita dengan cara yang sama. Tidak ada rumusan yang baku.
Jangan pernah meniru pengalaman orang lain kecuali Anda memang benar-benar yakin bahwa Tuhan memang memerintahkan Anda dengan cara itu. Perlu peka dan koreksi diri, apakah keyakinan Anda benar-benar suara dan petunjuk Tuhan atau suara keinginan hati Anda sendiri. Untuk kasus-kasus yang besar, resikonya bisa mengakibatkan kematian. Hanya Anda yang tahu isi hati Anda sendiri dan apakah memang Tuhan berbicara demikian kepada Anda.
.
Saya pribadi tidak pernah mendapat rhema seperti itu.  Jika sakit, saya akan ke dokter. Dokter juga alat bagi Tuhan untuk menyembuhkan kita. Secara umum jika di kota sendiri, saya akan mendatangi dokter langganan. Tetapi saya tetap berdoa agar Tuhan memberi hikmat pada dokter tersebut untuk menganalisa dan mengobati dengan obat-obat yang tepat. Yang bisa menyembuhkan hanya Tuhan, dokter dan obat sekedar sarana saja. Jika di luar kota, saya berdoa minta Tuhan atur agar saya bisa bertemu dengan dokter pilihan Tuhan saat saya ke rumah sakit. Meski saya tidak kenal dokternya, kadang-kadang dokter umum yang baru saja lulus, hasilnya baik. Dari pengalaman saya, Tuhan selalu mengatur yang terbaik. Selalu sembuh. Saya percaya itu campur tangan Tuhan.
Beberapa waktu yang lalu, putra saya memerlukan operasi untuk tulang hidungnya yang bengkok. Kami berdoa minta Tuhan untuk menentukan dokter yang akan dipakaiNya. Saya berdoa minta Tuhan menunjukkan dengan cara yang mudah dan jelas. Saya bukan orang yang peka terhadap penglihatan, mimpi atau hal-hal supranatural lainnya. Biasa Tuhan berbicara kepada saya melalui buku, artikel, kotbah atau kadang-kadang film. Tuhan berbicara secara unik kepada setiap kita sesuai karakter kita. Yang penting kita harus terus membangun hubungan pribadi yang dekat dengan Tuhan melalui doa dan tekun mempelajari firmanNya. Sehingga ketika Tuhan berbicara, kita tahu karena kita mengenalNya.

Saya broadcast di berbagai grup Blackberry baik grup teman-teman SD, SMP, SMA, Kuliah dan grup teman-teman lainnya untuk mencari dokter THT yang baik, yang pernah menangani kasus yang mirip dengan anak saya. Kami sekeluarga sepakat ingin operasi di Singapura.
Sungguh ajaib, hanya 2 nama dokter yang muncul padahal teman-teman saya tersebar dari seluruh Jawa dan Bali. 99% menyarankan dokter A dan hanya 1 orang yang menyarankan dokter B. Beberapa teman memperkenalkan dengan teman atau saudaranya yang pernah dioperasi untuk kasus serupa. Menurut saya ini cara Tuhan untuk menunjukkan tuntunannya. Banyak sekali dokter THT di Singapura, namun seolah-olah saat itu saya diarahkan untuk memilih dokter tersebut.. Kasus anak saya cukup rumit, karena bentuk tulang hidungnya. Operasi berlangsung jauh lebih lama dari seharusnya. Operasi berjalan lancar dan hasilnya sangat baik. Anak saya lebih sehat berkat operasi itu. Tidak ada lagi gangguan pilek yang muncul setiap pagi. Kami juga tidak selalu memakai dokter di Singapura. Beberapa kali Tuhan justru mengarahkan kami pada dokter di Surabaya. Kami belajar untuk taat pada tuntunanNya.
Saya selalu berprinsip, kecuali untuk kasus yang sangat spesial seperti menerima rhema atau petunjuk dari Tuhan yang sangat jelas maka saya selalu menyarankan untuk tetap ke dokter. Ketika penyakit masih stadium awal, lebih mudah ditangani dan kemungkinan penyembuhan lebih besar. Jika memang Tuhan hendak menyembuhkan secara supranatural tetap bisa.
.
Dodie Osteen, ibu dari pendeta terkenal Lakewood Church di Houston, Texas: Joel Osteen, menderita sakit kanker lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu. Dodie seorang yang cinta Tuhan dan dia punya kebiasaan melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya. Saat mesin cucinya ‘ngadat’ atau mobilnya mogok, dia akan berdoa keras-keras memastikan Tuhan mendengar doanya, lalu mengusir segala kuasa-kuasa yang mengganggu mesin cuci atau mobilnya. Berulang kali doanya berhasil. Tiba-tiba mesin menyala lagi. Kebiasaan ini nampak ekstrem namun saat Doddie terkena kanker kebiasaan ini menolong sekali.
Dokter sudah memvonis bahwa usianya tinggal beberapa bulan lagi. Maka dokter meminta Dodie mempersiapkan saja kematiannya. Dodie tidak percaya vonis dokter. Seperti biasa dengan yakin Dodie berdoa mengusir roh-roh penyakit kanker dan setiap kali mengucapkan janji penyembuhan dari Firman Tuhan. Hasilnya?
Dodie tetap hidup dengan sangat sehat di usianya yang ke 80 tahun ini, dan masih mengendarai mobil sendiri! Yang menarik, justru dokter yang memvonisnya hidupnya tinggal beberapa bulan lagi, sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu.
Mujijat Tuhan tetap nyata. Hiduplah dekat denganNya. Apa yang kita anggap mustahil itu hanya karena otak kita tidak mampu memahaminya. Tuhan yang menciptakan alam semesta dan menciptakan diri kita secara detil. Jika ada sesuatu yang rusak, bermasalah, kurang sempurna, tentunya jalan yang terbaik adalah datang kepada Sang Pencipta! Tidak ada yang sulit bagiNya. Percayalah!Ayoo kita gapai mujijatNya dengan iman dan doa. Tuhan memberkati.
.
by: YennyIndra
Inspirator Dan Motivator Kristen
.
Dipersembahkan untuk sahabat-sahabatku tercinta: MT & SL.
Bibliografi:
Kisah Dodie Osteen dirangkum dari berbagai kotbah Joel Osteen di Youtube.






Baik Untuk Dibaca
Dua Jam Bersama Tuhan

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top