Evangelism Unlimited

PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI SIKAP KERENDAHAN HATI DAN KETEGASAN DALAM PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI SIKAP KERENDAHAN HATI DAN KETEGASAN DALAM PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

6 10 99
PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI SIKAP KERENDAHAN HATI DAN KETEGASAN DALAM PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN 10 6 99

Kis 3:11-26


11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.

12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.

18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.

23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.

24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.

25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."



Pendahuluan

Kesuksesan pemimpin jemaat dalam penyembuhan itu, bisa terulang kapan pun dan di mana pun.  Akan tetapi bukannya tanpa syarat. Ada banyak pemimpin jemaat sangat berhasil dalam pelayanan awal, tetapi setelah itu langsung hilang dari pelayanan seolah-oleh tenggelam.  Ada yang lainnya melayani dalam kesuksesan-lepas kesuksesan tetapi dalam perjalanan meningkat sampai puncak, tiba-tiba terjadi anti klimaks.  Disingkirkan Tuhan dari pelayanan-Nya, atau masih tetap dalam pelayanan tetapi tidak lagi nyata adanya konfirmasi otoritas Tuhan dalam pelayanannya.

Mengenai Petrus dan Yohanes Alkitab memberi kita catatan bahwa mereka terus-menerus dipakai Tuhan secara luar biasa sepanjang hidup pelayanan mereka.  Tuhan melimpahkan anugerah-Nya kepada kedua hamba-Nya tersebut, karena mereka memuliakan Tuhan dan bukan diri sendiri di dalam pelayanan mereka

1.       Kerendahan hati kedua pemimpin: ay 12 dan 16

 Pernyataan dalam ayat 12, mengisyaratkan kekaguman atas penyembuhan itu, dialamatkan kepada kedua pemimpin. Dianggap bahwa mereka yang menyembuhkan karena mereka memunyai kuasa dan paling sedikit karena kesalehan hidup mereka.  Tantangan terhadap mereka kini lebih menantang hidup mereka dibandingkan tantangan pelayanan yang sukar itu.  Mudah sekali kita menerima sanjungan melalui suatu prestasi, walaupun hal itu bukan karya kita.  Jawaban tegas kedua hamba Tuhan itu disimpulkan dalam ayat 16, bahwa karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.  Bukan kami yang menyembuhkan melainkan Nama Yesus yang berkuasa yang diimani orang itu.

Mereka mengangkat  tinggi Nama Tuhan ketika orang banyak itu mau meninggikan mereka. Nama Tuhanlah yang harus dimuliakan karena oleh Dialah keajaiban itu terjadi.

 2.       Ketegasan Dalam PelayananTanpa keraguan mereka menyatakan dosa kriminal orang Yahudi dalam hal kematian Tuhan Yesus.  “Kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus;  Kamu memaksa Pilatus melanggar hukum dan keadilan karena secara hukum Pilatus menyatakan Tuhan Yesus harus dilepaskan, tidak pantas dihukum apalagi dibunuh. Betapa keterlaluannya dosa kamu karena kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar.  Usaha baik Pilatus untuk membebaskan Yesus dengan memberi mereka hak pilih siapa yang akan dibebaskan bagi mereka, Barabbas ataukah Tuhan Yesus mereka responi dengan keji.  Hati kamu telah membatu sehingga kamu sudah kehilangan pertimbangan yang baik dan benar dengan menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu, dan menolak anugerah Allah yang penuh kasih dan kuasa. Kamu memilih seorang pembunuh karena kamu juga bernafsu membunuh. Pembunuh menyukai pembunuh.  Kamu berdosa karena kamu membunuh Pemimpin kepada kehidupan, dan dengan demikian kamu membunuh diri sendiri.”

Ruang Bait Suci yang sempit dan tanpa banyak jalan untuk melarikan diri dari amukan jika mereka marah karena tuduhan dan dakwaan kedua pemimpin tersebut, tidak masuk dalam pertimbangan kedua pemimpin itu. Dosa adalah dosa dan  harus ditelanjangi secara tegas.

“Kami adalah saksi” dalam ayat 15, dalam dua hal yaitu saksi dosa kriminal orang Yahudi dalam membunuh Yesus dan saksi kuasa Allah yang membangkitkan Yesus.  Orang Yahudi membunuh Yesus tetapi Allah membangkitkan Dia.  Mereka juga pelawan Allah secara terang-terangan

3.       Pemberitaan yang jelas dan tegas tentang Mesias, 13-24

Sama seperti khotbah para rasul kepada orang-orang Yahudi di hari Pentakosta, dalam khotbah Petrus dan Yohanes dalam ceritera ini, Mesias sejati diberitakan dengan utuh. Orang Yahudi menunggu kedatangan Mesias, yang Allah janjikan.  Persoalannya ialah Mesias yang mereka harapkan itu, bukan Mesias sebagaimana yang diberitakan para nabi PL.

Mesias yang diyakini dan yang ditunggu-tunggu orang Yahudi adalah Mesias yang berkuasa dan Agung yang akan segera mengangkat bangsa Yahudi sebagai bangsa utama di dunia, utama dalam kekuasaan, utama dalam kemuliaan dan kemakmuran, ya utama dalam segala hal yang dibanggakan oleh manusia.  Mereka sama sekali tidak menantikan Mesias yang hina, yang menderita apalagi yang bisa diludahi, disalibkan dan mati.  Nubuat-nubuatan PL tentang penderitaan Mesias seperti di dalam Yes 53, mereka anggap ayat-ayat itu bebicara mengenai orang lain yang bukan Mesias mereka.

Petrus dan Yahanes berusaha meyakinkan mereka bahwa Mesias yang dijanjikan kepada umat Yahudi, sudah mewujud di dalam Diri Yesus dari Nazaret itu.  Dia telah mereka hina, telah mereka tolak, telah mereka bunuh melalui tangan hukum dan pemimpin Roma.  Tetapi Allah telah membangkitkan Dia.  Kesembuhan orang lumpuh ini yang mereka saksikan menjadi bukti nyata betapa berkuasa-Nya Yesus orang Nazaret itu.  Dia bukan hanya dapat menyembuhkan penyakit jasmani melainkan Dia adalah Tuhan atas kehidupan umat manusia yang telah mati di dalam dosa.  Hal itu lebih kuat lagi karena Musa, pemimpin yang paling dihormati di kalangan umat Yahudi juga sudah menubuatkan mengenai Yesus tersebut.    

4.       Penghiburan dan pengajakan, 25-26

Dalam dua ayat ini kedua pemimpin jemaat itu meyakinkan pendengar-pendegarnya bahwa walaupun umat Yahudi itu tidak mengenal dengan benar Mesias yang Tuhan janjikan kepada mereka, walaupun mereka telah menolak dan membunuh Dia, dan dengan demikian menambahkan dosa kejahatan dalam diri umat Yahudi itu, tetapi ada harapan kelepasan.

Hal itu disebabkan karena umat Yahudi lah pewaris nubuat-nubuat tentang Mesias tersebut.  Juga karena mereka telah terhisab ke dalam perjanjian antara Allah dengan nenek moyang mereka sejak Abraham.  Janji itu menyatakan bahwa umat Yahudi akan menjadi berkat kepada semua manusia dari semua bangsa di bumi.  Bangsa Yahudi dapat menjadi berkat jika mereka menerima Tuhan Yesus untuk memberkati mereka dengan beriman dan bertobat kepada-Nya dan dengan demikian Dia menjadi Juruselamat mereka.  Dasar yang kuat adalah Yesus dibangkitkan Allah di tengah-tengah umat Yahudi dengan maksud supaya Dia menjadi utusan Allah untuk memberkati dan untuk memimpin mereka serta membebaskan mereka dari segala kejahatan melalui pertobatan sehingga mendatangkan pengampunan-Nya atas mereka.  Dia akan membaharui umat-Nya seperti telah dijanjikan-Nya melalui Nabi Yermia, 31:31-33: “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Kedua pemimpin itu menuntun para pendengarnya kepada keselamatan yang berdasar atas kematian dan kebangkitan Yesus.  Isi keselamatan itu adalah berkat Allah, pimpinan Allah dan kuasa penyucian hati mereka dari dosa.  Dan setelah itu mereka harus hidup dalam hidup yang merdeka, untuk hidup baru dalam Kristus.  Kedua pemimpin mengajak mereka menerima Dia karena Dialah pemimpin yang diutus Allah kepada mereka.  Hasil dari pengajakan itu adalah ada petobat baru sebanyak kurang lebih 5000 laki-laki, belum dihitung wanita, 4:4.

Pemimpin jemaat yang Tuhan pakai menumbuhkan jemaat-Nya harus tahu benar akan langkah-langkah penyelamatan di dalam Kristus.  Tidak boleh hanya tahu menyatakan dosa dan kejahatan pendengar-pendengarnya melainkan harus menghibur mereka dengan pemberian harapan bahwa  ada jalan keluar dari dosa dan kebinasaan.  Lalu dalam otoritas Tuhan mengajak pendengar-pendengar tersebut mengambil langkah tegas dan berani beriman kepada Kristus.  Hasil yang tercapai hari itu menyebabkan jemaat Yerusalem bertambah anggotanya menjadi kira-kira 6 ribuan jiwa. Para petobat 3 ribu jiwa di hari Pentakosta adalah para pendatang dari 15 negara dan mungkin sudah banyak yang kembali ke negerinya tetapi lebih 5000 jiwa petobat dalam peristiwa penyembuhan orang lumpuh di Bait Suci ini adalah orang-orang Yahudi di Yerusalem dan sekitarnya. 

Puji Tuhan, pemimpin rohani menjadi alat Tuhan mengembangkan jemaat-Nya secara kuantitas dan secara kualitas. Dengan syarat harus menjadi pemimpin jemaat yang siap diberdayakan oleh otoritas Ilahi.

Selamat Paskah 2014!  

by : Pdt. Dr. John S. Dana, MTh  Profile Penulis

Baik Untuk Dibaca
Portal Pdt. Markus Lingga'
Portal Pdt John Dana
Portal Pdt. Aris Mangosa
Portal Sahabat

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top