Evangelism Unlimited

GEREJA YANG BERTUMBUH DIPERLENGKAPI DARI SURGA MELALUI PARA PEMIMPINNYA

GEREJA YANG BERTUMBUH DIPERLENGKAPI DARI SURGA MELALUI PARA PEMIMPINNYA

6 10 99
GEREJA YANG BERTUMBUH DIPERLENGKAPI DARI SURGA MELALUI PARA PEMIMPINNYA 10 6 99

Kis 2:37-47
37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.



Pendahuluan

Ayat-ayat di atas mencatat mengenai perlengkapan dari surga atas gereja Tuhan, melalui para pemimpin yang Tuhan tetapkan.  Kuasa Allah menciptakan kehidupan luar biasa di dalam jemaat baru tersebut.  Gereja dilengkapi dengan kuasa untuk bersaksi tentang nama Tuhan Yesus yang berkuasa menyelamatkan jiwa-jiwa sehingga menambah jumlah warga jemaat.

Ayat-ayat 14-36 mencatat mengenai perlengkapan dari atas di dalam diri tiap orang percaya, sedangkan ayat-ayat 37-47 mencatat mengenai perlengkapan dari atas di dalam institusi Tubuh Kristus.

Ayat-ayat teks ini menjadi bukti perlengkapan dari atas itu benar-benar dari surga, dari Allah.  Dan yang diperlengkapi itu komunitas yang baru yaitu institusi dari atas yang hadir di dalam dunia ini tetapi bukan dari dunia ini

Peran kepemimpinan jemaat sangat penting dalam pertumbuhan jemaat.  Hal itu sangat jelas dari Efesus 4:11-12: “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”

Tuhan Yesus memerlengkapi warga jemaat melalui para pemimpin yang Dia tetapkan dan berikan kepada jemaat.

Kepemimpinan jemaat memerlengkapi warga jemaat Kristus dalam ayat-ayat ini meliputi tiga bidang yaitu keanggotaan Tubuh Kristus ditambahi, program pembinaannya dan pertumbuhannya.



1.              Keanggotaan Tubuh Kristus ditambahi. 37-41

Kotbah Petrus sangat efektif.  Semua yang mendengarnya tertusuk  hatinya, karena hati mereka diyakinkan oleh Roh Kudus bahwa mereka adalah orang berdosa kepada Tuhan.  Lalu mereka bertanya: “Apa yang harus kami lakukan?  Suatu pertanyaan dari hati yang telah diolah dengan baik oleh kuasa Tuhan dan siap menerima taburan Injil yang menyelamatkan itu. Petrus menjawab bertobatlah, dan beri dirimu dibaptis di dalam nama Yesus Krtistus.

Jawaban Petrus itu merupakan ayat dalam Perjanjian Baru yang banyak disalah mengerti.  Perhatikanlah dengan seksama bahwa ayat itu khusus ditujukan kepada orang Yahudi dalam kaitan dosa kriminal mereka membunuh Tuhan Yesus, Mesias mereka.  Ayat tersebut tidak menghubungkan baptisan air sebagai cara untuk terlepas dari dosa.  Karena ayat tersebut tidak menyatakan bahwa keselamatan tergantung pada baptisan air.

Dalam ayat-ayat 1Kor 1:17; 1Kor 15:1-4, Paulus dengan tegas menjelaskan mengenai apa yang dimaksudkan dengan Injil dan dalam penjelasan-penjelasan tersebut Paulus menegaskan bahwa baptisan air tidak termasuk di dalam Injil.  Baptisan air hanya “baju” Injil bukan inti Injil.  Mereka yang masih bersikukuh mengajarkan bahwa kelahiran baru diperoleh melalui baptisan air, tidak memunyai dasar yang benar dari Firman Tuhan, 2Pet 3:15-16.

Baptisan air yang diajarkan Petrus adalah baptisan dalam nama Tuhan Yesus supaya mereka memeroleh pengampunan dosa, 38. Sebagai orang Yahudi mereka sudah mengetahui baptisan Yohanes Pembaptis yaitu baptisan pertobatan, dengan mengakui dosa-dosa yang telah dilakukan.  Tetapi baptisan Yohanes bukan atas nama Tuhan Yesus Kristus, artinya tidak didasarkan atas iman kepada Tuhan Yesus Kristus.  Baptisan air yang dianjurkan Petrus untuk dilakukan dalam Tubuh Kristus adalah baptisan air model Perjanjian Baru.  Elemennya adalah air dan dilaksanakan dengan cara penyelaman untuk melambangkan kematian dalam dosa bersama-sama dengan Kristus, Rom 6:4-5.  Dalam ayat-ayat Kis 2:38-40 Petrus menekankan pentingnya pertobatan atau pengakuan dosa, sebelum dibaptiskan, dan pertobatan tersebut dilakukan kepada Tuhan Yesus bukan kepada yang membaptiskan.  Pengampunan telah Tuhan Yesus lakukan kepada orang bertobat kepada-Nya baru sesudah itu disaksikan dalam lambang baptisan air, jadi pengampunan dosa bukan baru dilakukan ketika diselam ke dalam air baptisan.  Itulah makna dari dibaptiskan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Jumlah mereka yang bertobat hari itu ada 3000 jiwa sehingga pada hari Pentakosta jumlah anggota jemaat Kristus paling kurang 3120 orang.  Ada dua persyaratan untuk menjadi anggota jemaat yaitu persyaratan doktrinal dan persyaratan seremonial.  Persyaratan doktrinal meliputi bertobat dan menerima atau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.  Sedangkan persyaratan seremonial yaitu baptisan air.



2.              Program Pembinaan Tubuh Kristus, 41-46

 Roh Kudus yang menjadi kehidupan Ilahi tinggal di dalam Tubuh Kristus untuk menjadi sumber kehidupannya.  Dalam empat program Roh Kudus memakai para pemimpin jemaat membina kehidupan gereja Yesus Kristus yaitu: Pengajaran, Persekutuan, Penginjilan,dan pelayanan sosial.



Pertama, Pengajaran, 42

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul...”  Para pemimpin jemaat bertekun mengajar dan warga jemaat bertekun belajar.  Karakter ketekunan mereka menyatakan bahwa kegiatan pengajaran tersebut berlangsung terus menerus, terprogram dan dilaksanakan dengan konsekwen serta efektif.  Sudah pasti materi pengajaran para rasul itu adalah dari Firman Tuhan.  Mirip kegiatan pendidikan warga Yahudi yang dilakukan oleh guru-guru profesional mereka yaitu orang-orang Farisi, menggunakan bahan pengajaran berdasar  PL yang disusun oleh para ahli torat.  Tuhan Yesus mendidik para rasul selama 3 tahun dan salah satu kegiatan utama yang diajarkan-Nya kepada mereka adalah hal memberikan pengajaran Firman Tuhan.  Perbedaan utama antara pengajaran Tuhan Yesus dan para rasul-Nya dibandingkan dengan pengajaran kaum Farisi adalah bahwa Tuhan Yesus dan para rasul mengajar dengan dan dalam otoritas Roh Kudus yang diteguhkan dengan keteladanan hidup mereka.  Sedangkan metode para Farisi hanyalah cara legalistik belaka dan teoritis semata-mata di mana terdapat jurang pemisah antara pengajaran mereka dengan praktik hidup mereka.

Proses pengajaran Firman Tuhan dilaksanakan antara lain melalui pelayanan pemberitaan atau mengkhotbahkan Firman Tuhan.  Hal itu dilakukan dalam kebaktian internal jemaat atau dilakukan dimuka umum.  Baik dalam rumah-rumah warga jemaat secara bergilir maupun di serambil Bait Allah dan ditempat-tempat pertemuan umum.  Mekanisme pembelajaran itu mengisinkan adanya kegiatan tanya jawab antara pendengar dengan pemberita/pengajar.

Pemimpin jemaat yang berfungsi di dalam pertumbuhan jemaat adalah pemimpin yang memahami Firman Tuhan dan setia mengajarkan Firman itu kapada warga jemaat.  Warga jemaat perlu bertumbuh secara kualitas di dalam ketekunan dan semangat belajar Firman Tuhan.



Kedua, Persekutuan, 42.

Salah satu unsur kehidupan gereja Kristus yang sangat menonjol adalah persekutuan.  Hal itu tidak terlalu susah dilakukan oleh gereja mula-mula karena mereka telah terbiasa melakukan persekutuan dalam praktik kehidupan keagamaan sebagai umat Yahudi. Kata kuncinya adalah “sekutu” jadi di dalam persekutuan dibangunlah unsur kesatuan warga jemaat sebagai wujud dari baptisan Roh Kudus.

Di dalam persekutuan jemaat mula-mula dilakukan beberapa kegiatan yaitu penyembahan, doa, puji-pujian, pemberitaan Firman Tuhan, perjamuan kudus, saling menasihati, dan perjamuan kasih/makan bersama.

Di dalam penyembahan orang-orang percaya secara bersama-sama dan secara perorangan, mengagungkan dan memuja serta memuliakan nama Tuhan, atas kebaikan-Nya, kebesaran-Nya dan kasih-Nya dan karena Dialah satu-satunya yang layak dipuja dan disembah.  Dalam penyembahan tidak ada permohonan kebutuhan, yang ada hanya hati dan hidup penyembah diperhadapkan kepada hati Allah yang mahakudus.  Penyembah larut dalam hadirat-Nya dan diliputi oleh keagungan-Nya. Dalam suasana seperti itu maka waktu persekutuan menjadi sangat indah dan sangat dirindukan.  Warga jemaat yang bersekutu tidak akan terganggu oleh berapa lama dan bagaimana liturgi dalam persekutuan, karena intinya adalah karya dan hadirat Allah meliputi suasana persekutuan, bukan karya manusia kepada Allah.  Hanya dengan menyadari makna sedalam-dalamnya akan penyembahan maka seorang percaya yang beribadah dapat berkata seperti raja Daud bahwa dia lebih suka sehari dalam bait Tuhan menyembah Dia daripada seribu hari di tempat lain.

  Jemaat mula-mula juga sangat mengutamakan kehidupan doa.  Tidak ada persekutuan jemaat tanpa kegiatan berdoa di dalamnnya.  Bahkan berulang-ulang kali saat persekutuan mereka hampir seluruhnya dihabiskan dalam acara penyembahan dan berdoa kepada Tuhan, terutama jika mereka menghadapi keadaan-keadaan tekanan di dalam masyarakat.  Warga jemaat yang berdoa menyampaikan kebutuhan mereka kepada Tuhan yang berkuasa menolong dan memberikan sesuai permohonan umat-Nya.

Kitab Kisah rasul berulang-ulang mencatat terjadinya mujizat seperti tempat ibadah doa mereka bergoncang, mereka memeroleh keberanian khusus memberitakan Firman Tuhan dan mengalami kelepasan ajaib, seperti Petrus di Yerusalem demikian juga Paulus dan Silas di Filipi dilepaskan dari penjara sebagai jawaban Tuhan atas doa warga jemaat.

Umat Tuhan yang berdoa mengakui secara langsung ketidakberdayaannya untuk menolong diri sendiri dan sekaligus meyakini bahwa Tuhan mahasanggup untuk memberikan pertolongan.  Dengan demikian doa, membangun karakter kerendahan hati orang percaya di hadapan Allah.

Di dalam persekutuan warga jemaat juga menaikkan nyanyian pujian kepada Tuhan, ay 47.  Meliputi juga unsur bersyukur, berdoa dan menyembah Tuhan di dalam dan melalui kata-kata pujian.

Tuhan Yesus telah melatih murid-murid-Nya menyanyikan lagu-lagu di dalam persekutuan mereka, Matius  26:30.  Paulus menulis kepada jemaat Efesus supaya di dalam persekutuan, mereka “berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati, Ef 5:19.  Dan kepada jemaat Kolose Paulus menulis supaya disamping memelajari Firman Tuhan di dalam persekutuan mereka juga perlu menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu, Kol 3:16.  Kitab Wahyu beberapa kali mencatat bahwa isi surga menaikkan nanyian puji-pujian kepada Allah, Wahyu  5:9; 14:3 dan 15:3.

Salah satu kegiatan persekutuan yang diutamakan jemaat mula-mula adalah mendengar atau memelajari Firman Tuhan.  Seluruh kegiatan lainnya yaitu penyembahan, doa, puji-pujian, perjamuan kudus, perjamuan kasih, saling menasihat, semuanya dilakukan berdasarkan pengajaran Firman Tuhan.  Anggota jemaat mula-mula mahir memberitakan Firman Tuhan secara khusus memberitakan Injil, Kis 8:4,5, karena mereka memeroleh pengajaran Firman Tuhan dari para rasul, yaitu para pemimpin mereka.

Perjamuan kudus dilakukan dalam persekutuan jemaat,  yang di dalam teks kita dicatat sebagai  memecahkan roti, ay 42, 46. Para rasul sangat terkesan akan perjamuan kudus yang diadakan Tuhan Yesus di antara mereka beberapa saat sebelum Dia ditangkap di taman Getsemani.  Waktu itu Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dia rindu mengadakan hal itu bersama murid-murid-Nya:  “Kata-Nya kepada mereka: Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita,” Luk 22:15.  Dan Tuhan Yesus memerintahkan supaya mereka sering melakukan hal itu, dengan kata-kata: “perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku," Luk 22:19.

Terkesan akan perbuatan dan amanat Kristus sehubungan dengan perjamuan paskah tersebut, maka para rasul menjadikan memecahkan roti dan minum cawan atau perjamuan kudus sebagai salah satu kegiatan penting di dalam ibadah persekutuan bersama, bahkan diadakan setiap kali mengadakan persekutuan. 

Menurut Tuhan Yesus ada tiga tujuan perjamuan kudus. Pertama, untuk Peneguhan. Perjamuan Kudus dilakukan untuk memperingati kematian Tuhan Yesus.  Peringatan akan peristiwa penyaliban tersebut adalah untuk meneguhkan orang percaya dalam keyakinannya akan karya Kristus yang memberikan pembebasan.  Kedua, untuk Penyaksian.  Dengan melakukan perjamuan kudus maka gereja sepanjang abad menyaksikan kematian Tuhan Yesus kepada dunia.  Ketiga, untuk Pengharapan/Penyiapan akan kedatangan Tuhan.  Penyaksian dan peringatan itu harus dilakukan gereja sampai Tuhan Yesus datang kembali.

Saling menasihati  merupakan salah satu kegiatan dalam persekutuan jemaat.  Saling menguatkan, saling menegur, memunyai arti yang sama.  Berdasarkan Firman Tuhan maka warga Tubuh Kristus saling menasihati jika ada yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan.  Mereka yang tegak berdiri artinya kuat secara rohani hendaklah menasihati dan menuntun kepada pertobatan anggota jemaat yang hidup tidak tertib.  Tujuan surat-surat jemaat yang dikirimkan oleh para rasul bertujuan utama supaya mendorong dan memberi panduan kepada warga jemaat bagaimana mereka saling menasihati tentang cara hidup yang benar di dalam Tuhan.  Firman Tuhan mengarahkan supaya ketika berlangsung persekutuan jemaat:  “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu,” Kol 3:16.  Hati warga jemaat yang bersekutu dapat penuh dengan puji-pujian, limpah pengucapan syukur dan perkataan Kristus diam di antara mereka dengan segala kekayaannya hanyalah apabila mereka saling menegur atau saling menuntun kembali kepada Tuhan apabila ada yang kehidupannya menyimpang dari kehendak Tuhan.

Di dalam persekutuan jemaat mula-mula juga melakukan  makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, ay 46.  Dengan terbentuknya jemaat rumah-jemaat rumah maka menjadi mungkin untuk setiap kelompok mengadakan kebaktian di rumah-rumah secara bergilir.  Dengan 3120 anggota jemaat di Yerusalem waktu Pentakosta, maka dengan rata-rata 32 anggota setiap jemaat rumah maka diperlukan 100 kelompok jemaat rumah di Yerusalem, suatu keadaan yang tidak sulit untuk terlaksana dan dimana melakukan perjamuan kasih atau makan bersama sangat memungkinkan.  Hal makan bersama dalam setiap persekutuan jemaat dilakukan juga di jemaat Korintus, dan tidak tertutup kemungkinan di jemaat yang lain juga walaupun tidak semuanya dicatat.  Dengan makan bersama maka warga jemaat yang berkekurangan dapat menikmati kebaikan hati sesamanya dan warga jemaat yang memunyai kemampuan ekonomis dapat menyatakan kemurahan hatinya dengan membagi makanan mereka kepada sesamanya warga jemaat  yang membutuhkan.

Ketiga, Penginjilan, 47

Kita tidak menemukan kata penginjilan dalam ayat-ayat di atas, tetapi kalimat dalam ayat 47: “Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan,” dapat menunjuk kepada adanya penginjilan yang dilakukan oleh jemaat mula-mula melalui teladan para pemimpinnya.  Roma 10:13-14 memberikan rumusan proses percaya dan diselamatkan: “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan: Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Jadi pasti ada proses pemberitaan Injil kepada orang-orang dalam masyarakat sehingga setelah mereka mendengar mereka menjadi percaya, berseru kepada nama Tuhan Yesus dengan iman dan menerima Dia, maka mereka diselamatkan dan dibaptiskan oleh Roh Kudus menjadi bagian anggota Tubuh Kristus.  Para rasul rajin memberitakan Firman Tuhan di dalam persekutuan di rumah-rumah warga jemaat di tengah-tengah perumahan warga masyarakat biasa.  Kesempatan tersebut merupakan waktu dan peluang bagi warga masyarakat yang belum percaya mendengar Injil dan akhirnya menjadi percaya kepada Kristus.

Kegiatan-kegiatan dalam jemaat, kehidupan mereka yang bersatu, bersekutu, menyembah Tuhan, memuji Tuhan, hidup dalam doa, saling mengasihi dan menasihati, mujizat-mujizat dan tanda yang Tuhan lakukan melalui para pemimpin jemaat yaitu para rasul, semua itu menjadi proses kesaksian jemaat kepada warga masyarakat sekitar mengenai keindahan hidup di dalam Kristus, sehingga banyak yang bertobat dan percaya kepada Kristus melalui kesaksian hidup yang mereka saksikan.



Keempat, Pelayanan (Diakonia), 45.

Ayat 45 menyatakan bahwa “selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Dan di dalam ayat 44 dinyatakan bahwa  “segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.”

Ini bukanlah sistem komunisme karena komunisme adalah sistem ekonomi yang diatur dan dipaksakan kepada masyarakat oleh penguasa atau pemerintah, yang mau tidak mau harus dilakukan.  Sedangkan dalam praktik kehidupan jemaat mula-mula kepemilikan bersama dan saling berbagi milik di antara mereka merupakan gerakan spontan tanpa diatur sebagai suatu sistem. Warga jemaat yang mampu melakukan hal itu sebagai wujud kasih mereka kepada warga jemaat lain yang memerlukan dan praktik seperti itu semakin meneguhkan hidup kesatuan dalam Tubuh Kristus. Kemungkinan besar keadaan itu hanya berlaku di jemaat Yerusalem dalam situasi ekonomi tertentu.  Tetapi jemaat-jemaat lain juga didorong oleh Paulus supaya mereka menolong saudara-saudara seiman yang berada di dalam kekurangan, Gal 6:10.  Tidak tertutup kemungkinan untuk warga jemaat menolong warga masyarakat di sekitar mereka yang sungguh-sungguh memerlukan pertolongan.  Dengan jalan demikian mereka memberitakan kasih Kristus melalui perbuatan baik mereka.



3.              Pertumbuhan Tubuh Kristus, 41-47

Karya Roh Kudus melalui para pemimpin jemaat menyebabkan jemaat mula-mula mengalami empat macam pertumbuhan yaitu bertumbuh ke atas (growing-up), bertumbuh bersama (growing-together), bertumbuh keluar (growing-Out) dan bertumbuh lebih besar secara kualitas dan kuantitas (growing-more in quality and in quantity).

1)          Bertumbuh ke atas (Growing-Up), 42a-Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul.
Kata “bertekun” dalam ayat tersebut mengandung arti: memusatkan pikiran, memberi banyak waktu, senantiasa bersama-sama.  Mereka merindukan Firman Tuhan bukan saja untuk mengenal Tuhan Yesus supaya diselamatkan.  Setelah mereka beroleh keselamatan di dalam Dia, mereka lebih rindu lagi belajar Firman Tuhan untuk menjadi nutrisi rohani yang dapat membawa mereka kepada kesehatan rohani dan akhirnya dapat bertumbuh.

Kita namakan ini pertumbuhan ke atas karena warga jemaat mengarahkan pikiran mereka kepada Tuhan dan Firman-Nya.  Mereka diperlengkapi dari atas supaya bertumbuh ke atas.

Tujuh orang yang terpilih dalam Kis 6:1-6 menjadi diaken dalam jemaat Yerusalem adalah contoh warga jemaat yang mengalami pertumbuhan pengertian dan pengenalan akan Firman Tuhan karena menerima dengan tekun pengajaran para rasul, sebagian waktu hidup mereka dikhususkan untuk bersekutu bersama memelajari akan Fiman Tuhan.

Demikian juga mengenai Barnabas, walaupun tidak termasuk dalam tujuh anggota diaken tersebut dia adalah warga jemaat Yerusalem yang sangat maju di dalam pertumbuhan pemahaman akan Firman Tuhan sehingga dialah akhirnya diutus oleh para pemimpin jemaat Yerusalem pergi mengembangkan pelayanan jemaat di Antiokhia.

Ketekunan warga jemaat belajar Firman Tuhan tidak hanya merupakan kewajiban warga jemaat untuk berkembang dalam karakter ketekunan tersebut, melainkan perlu juga menjadi program para pimpinan jemaat untuk membina warga jemaat untuk bertumbuh dalam sikap ketekunan tersebut.

   

2)          Bertumbuh Bersama (Growing-Together), 42-46

Program persekutuan menjadi kesempatan penting di mana tiap warga Tubuh Kristus mengusahakan diri untuk bertumbuh selangkah demi selangkah.  Dan juga menjadi kesempatan di mana setiap warga jemaat saling memerhatikan  untuk saling mendorong dan saling menolong untuk bertumbuh bersama dalam segala hal ke arah Kristus.

Dengan memelihara kesatuan mereka di dalam Tubuh Kristus, maka mereka memelihara persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan, sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, tidak mencari kepentingan sendiri, memelihara  sikap rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;  tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.  Dan yang terutama sekali dalam hidup bersama, mereka masing-masing menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, Filp 2:1-5.

Dengan hidup seperti itu maka warga Tubuh Kristus laksana taman anggur Ilahi yang tumbuh di tepi aliran air dan kesuburannya merata seluruhnya dari ujung ke ujung dan semuanya lebat berbuah pada musimnya.



3)          Bertumbuh Keluar (Growing-Out), 47b – “Mereka disukai semua orang.”

“Semua orang” menunjuk kepada warga masyarakat yang menyaksikan atau hidup bersama sehari-hari dengan warga jemaat.  Hal itu terjadi karena walaupun Jemaat Kristus adalah komunitas Ilahi tetapi mereka hidup sebagai warga masyarakat yang baik, yang taat, yang penuh kasih, hidup dalam kesucian dan menjauhi segala moralitas yang tidak berkenan.

Tuhan Yesus yang adalah Kepala gereja, juga mengalami pertumbuhan sosial sehingga Dia disukai semua orang, Luk 2:52.  Hal itu terjadi karena Dia telah bertumbuh secara rohani, secara mentalitas dan moralitas demikian juga jasmani-Nya secara seimbang dan utuh.  Jelas sekali dapat disimpulkan bahwa jemaat Yerusalem telah hidup dan bertumbuh tepat seperti hidup dan pertumbuhan Tuhan Yesus, Kepalanya.  Pertumbuhan seperti itu telah menjadi pesemaian yang sangat baik dalam masyarakat bagi pertumbuhan benih Injil di dalam hati warga masyarakat, sehingga tiap-tiap hari orang bertobat menerima Tuhan Yesus dan menggabungkan diri menjadi orang percaya.



4)          Bertumbuh Lebih Besar (Growing-More), 47

Bertumbuh lebih besar meliputi pertumbuhan jumlah dan pertumbuhan kualitas.  Pertumbuhan kualitas jemaat Yerusalem sangat jelas identifikasinya.  Mereka bertumbuh dalam kualitas pengajaran Firman Tuhan, bertumbuh dalam kualitas persekutuan, bertumbuh di dalam kualitas penginjilan dan bertumbuh di dalam kualitas pelayanan.

Sedangkan pertumbuhan jemaat secara kuantitas, jelas sekali di dalam ayat 47 bahwa: “tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”  Dalam kalimat ini terungkap bahwa kunci pertumbuhan jemaat adalah Tuhan sendiri.  Pertumbuhan itu terjadi secara kontinuitas atau terus-menerus, yang terungkap dalam kata-kata “tiap-tiap hari.”   Sedangkan jenis pertumbuhannya adalah kuantitas dan kualitas.  Kuantitas terungkap dalam kata-kata: “menambah jumlah mereka.”  Sedangkan pertumbuhan kualitas terungkap dalam kata-kata: “dengan orang yang diselamatkan.”  Yaitu penyelamatan dalam seluruh prosesnya yaitu penyelamatan secara status, penyelamatan secara pengalaman dan penyelamatan secara sempurna.  Penyelamatan secara status yaitu status orang berdosa berubah menjadi status orang benar di hadapan Allah, karena iman kepada Tuhan Yesus.  Penyelamatan secara pengalaman yaitu oleh kuasa kepenuhan Roh Kudus maka orang percaya diberi kuasa untuk mengalahkan tabiat daging/tabiat lama dan mengenakan tabiat baru, buah Roh dalam hidupnya.  Penyelamatan secara sempurna baru akan terjadi kelak pada saat gereja diangkat ke surga dan tiap orang percaya telah diberi tubuh kebangkitan, saat itu orang percaya tanpa dosa sama sekali, bahkan mereka berada dalam lingkungan tanpa dosa, lingkungan surga.



Penutup

Luar biasa hebatnya perlengkapan dari atas, dari surga, dari Allah sendiri atas jemaat-Nya di bumi melalui para pemimpin yang Tuhan Yesus tetapkan.

Keanggotaannya terus ditambahkan oleh Tuhan dengan orang yang diselamatkan, proses percaya kepada Tuhan Yesus dan pelaksanaan pembaptisan air terus berlangsung di dalamnya.

Roh Kudus juga memberi kuasa kepada pemimpin dan warga jemaat untuk semakin maju di dalam mengajarkan dan memelajari Alkitab, di dalam persekutuan yang rohani, di dalam penginjilan dan di dalam pelayanan ke dalam dan keluar, pelayanan mana disukai bahkan menarik semua orang.

Roh Allah juga membawa pemimpin jemaat dan setiap anggota jemaat ke dalam kebertumbuhan yang utuh dan terus menerus. Bertumbuh ke atas, bertumbuh bersama, bertumbuh ke luar dan bertumbuh lebih besar secara kuantitas dan secara kualitas.

Karya semacam itu terus dikerjakan oleh Roh Kudus dalam setiap jemaat dan di dalam setiap anggota jemaat Tuhan di mana saja di seluruh dunia.  Karya Pentakosta masih terus dapat terjadi sampai hari ini.  Kuncinya ialah setiap pemimpimpin jemaat, dan anggota jemaat harus mencontohi hidup warga jemaat mula-mula.  Yaitu memberi diri dipimpin sepenuhnya oleh kuasa yang dari atas, kuasa Roh Kudus yang telah ada di dalam jemaat dan di dalam setiap orang percaya untuk menyempurnakan karya Krstus,  Kepala Gereja di dalam Tubuh-Nya, di dunia ini.  Puji Tuhan!!

 Surakarta, 12 Nopember 2013


by: Pdt. Dr. John S. Dana, MTh   Profile Penulis



Baik untuk dibaca
Kuasa Doa Orang Percaya
Pengajaran Tentang Akhir Jaman
Pengorbanan Yang Memerdekakan
Gembala Yang Dirindukan Jemaatnya


0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top