Evangelism Unlimited

SEJARAH SINGKAT GEREJA KIBAID JEMAAT LONGORI

SEJARAH SINGKAT GEREJA KIBAID JEMAAT LONGORI

6 10 99
SEJARAH SINGKAT GEREJA KIBAID JEMAAT LONGORI 10 6 99

Gereja KIBAID pada mulanya didirikan pada tanggal 4 Juli 1936 dan diakui oleh Pemerintah dari  Menteri Djustisi Indonesia Timur pada tanggal 4 November 1949 dengan No A/15/1/33/1949  dengan nama GEREJA KIBAT. Pada tanggal 27 -28 November 1961 di Makasar nama tersebut  diubah menjadi GEREJA KERAPATAN INJIL BANGSA INDONESIA ( GEREJA KIBAID) dengan wilayah operasional meliputi seluruh wilayah Indonesia.

    Atas dasar semangat amanah Agung  Tuhan Yesus Kristus maka sekitar tahun 1968  gereja KIBAID masuk ke wilayah Pomalaa dan sekitarnya yang disponsori oleh 18 orang anggota Gereja KIBAID  yang bekerja dipertambangan PT ANTAM POMALAA  yang menjadi cikal bakal berdirinya GEREJA KIBAID Jemaat Pomalaa. Dari tahun ke tahun  Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa berkembang pesat dan anggota jemaatnya menyebar sampai kewilayah Desa Pulo Maniang yang sekarang dikenal dengan nama Desa Longori.,
Pada tahun 1982, keluarga Bapak Ruben Kali pindah ke Longori, dimana sebelumnya kediaman Beliau di Kompleks Antam dijadikan sebagai tempat pelayanan Sekolah Minggu. Dengan pertimbangan pelayanan Sekolah Minggu maka pengurus  Sekolah Minggu Bapak Benyamin Tappe Sangali, membuka pelayanan Sekolah Minggu di rumah Bapak Ruben Kali yang direspon positif oleh anggota Kristiani yang berdomisili di sekitar Longori. Dalam waktu relatif singkat  sekitar empat bulan, dengan melihat kemajuan yang pesat maka atas dasar pertimbangan tempat yang kurang memadai lagi sehingga tempat pelayanan ini dipindahkan ke Rumah Bapak Sattu Petrus. Selain tempat yang baru lebih memadai juga karena lebih strategis untuk di jangkau.
Sementara itu, oleh pengurus Sekolah Minggu Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa menetapkan Ibu Ludya Payung sebagai Guru Sekolah Minggu tetap, selain Pelayan dari Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa sebagai Koordinator.
Seiring dengan itu Bapak Sattu Petrus secara pribadi meminta kepada Pdt. Y. Parenta untuk membuka pelayanan orang dewasa karena sekali sudah ada  4 KK (Kepala Keluarga) yakni: Keluarga Sattu Petrus, Keluarga Ruben Kali, Keluarga YP. Taddu dan keluarga Ne’Natan juga atas pertimbangan Ne’Natan yang sudah lanjut usia yang sulit lagi mengikuti ibadah di Pomalaa.
Permintaan tersebut direspon dengan baik sehingga mulai diadakan pelayanan ibadah orang dewasa setiap hari Minggu dan dilayani secara bergilir oleh Majelis Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa yaitu: Bapak John Rupa. Alm. Muel Lewi. Alm. YR. Malan, Bapak JR. Tangko, Ny. Ester Mangalo, Ny. Kristina Salimbonga, Ny. Agustina  Mantong, dan Alm. M. Ta’bi.Pelayanan ini berlangsung sampai akhir tahun 1987 dan setiap tahun juga diadakan ibadah Paskah dan Natal.
    Pada  awal tahun 1987 terjadi rotasi pelayanan di Gereja Induk di Pomalaa yang berdampak terhadap kelancaran pelayanan ke POS PI Longori dan mulai timbul kekecawan bagi anggota Jemaat secara khusus orang dewasa. Menyikapi hal tersebut Pdt. Y. Rissing sebagai pelayan Guru di Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa menyarankan agar anggota Jemaat di POS PI Longori mengusulkan ke Sinode untuk meminta Tenaga Pelayanan Full Time.
Pada rapat Majelis Pusat Gereja KIBAID tanggal 21-22 Januari 1988 dimakale menyetujui usulan tersebut dan menetapkan .
Bapak Simon Sambolangi sebagai pelayan Full Time di POS PI Longori dan Watalara

Sejak itu POS PI Longori berubah secara resmi menjadi Gereja KIBAID lokal yang mandiri dibawah Klasis Pomalaa yang sekarang Klasis Kolaka  Bombana.

PERKEMBANGAN GEREJA KIBAID JEMAAT LONGORI

1.    Periode April 1982 – 1988
Pada kurun waktu ini masih berstatus Pos PI dengan data-data sebagai berikut.
a.    Memiliki 5 KK dengan jumlah jiwa 32 Orang.
b.    Sudah memiliki sebidang tanah ukuran 23 x 46 m yang dibeli sendiri oleh anggota Jemaat dengan harga Rp. 375.000 dengan dibantu oleh beberapa anggota Jemaat Pomalaa.
c.    Memiliki bangku bekas 5 buah sumbangan dari Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa.

2.    Periode 1988 – 1994
Pada kurung waktu ini sudah berdiri  sebagai Gereja KIBAID Jemaat Longori yang mandiri dan dilayani oleh Guru Injil Simon Sombolangi, dalam tahun pertama ibadah masih di Rumah Bapak Sattu Petrus dan Gembala Sidang, Tinggal di Rumah Anggota Jemaat Bapak Markus Biring. Kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam masa ini.
a.    Atas inisiatif Gembala Sidang mulailah dibangun Gedung Pastori dengan ukuran 5 x 7 m dalam bentuk darurat dan sederhana dan mulai difungsikan pada tanggal 30 Oktober 1988. Dan sejak itu Ibadah dipindahkan dari Rumah Bapak Sattu Petrus dan juga Gembala Sidang pindah dari Rumah Bapak Markus Biring.
b.    Dalam bidang pelayanan juga ditingkatkan dengan pelayanan Kebaktian Rumah Tangga, Kebaktian PKW, Kebaktian doa dan perkunjungan-perkunjungan.
c.    Anggota Jemaat meningkat jadi 18 KK.
d.    Dengan bertambahnya anggota Jemaat maka dibangunlah Gedung Gereja Darurat 6 x 10 m yang dikerjakan sendiri oleh Gembala Sidang dalam kurung waktu 1991-1992  dengan bantuan seng atap bekas dari Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa.
e.    Ditengah-tengah serba kekurangan dana, Pemerintahan Dati II Kab. Kolaka melalui bidang  Kesra (Kesejahteraan Rakyat) memberikan bantuan kebeberapa Gereja termasuk Gereja KIBAID Jemaat Longori sebesar. Rp. 1.500.000, yang diperuntukkan untuk pemasangan Listrik Negara 900 Watt, Pembelian Papan untuk dinding Gereja dan keperluan-keperluan lain.
f.    Pada tahun 1992 dibentuklah Persekutuan Intra Gerejawi yakni: Sekolah Minggu, PKM dan PKW. Selain itu juga dilakukan pemilihan Majelis Gereja yang I dengan Komposisi Pengurus sebagai berikut.
Ketua            : GI. Simon Sambolangi
Sekretaris        : Pilipus Rata
Bendahara        : Sattu Petrus
Anggota        : - Lidya Payung
-    Ketua PKM
-    Ketua PKW
g.    Pada Periode ini dilakukan Baptisan dewasa 2 kali dengan jumlah 10 orang , 1 kali pemberkatan Nikah dan penyerahan anak 3 kali untuk 7 orang.
h.    Tanah Gereja sudah ada Akta ganti rugi yang diserahkan oleh Kepala Desa Pulo Maniang dan Kepala Kecamatan Wundulako.


3.    Periode 1994 – 1996
Pada bulan April 1994 dilakukan rotasi Pengerja di mana GI. Simon Sambolangi di mutasi ke Toraja dan diganti oleh GI. Markus Lingga.
Selain melanjutkan program Gembala Sidang yang pertama dan beberapa kemajuan yang dicapai dalam waktu periode ini yaitu: sebagai berikut.
a.    Pelayanan bertambah luas di bidang PKM karena di gabung dengan Gereja KIBAID Jemaat Watalara yang sebelumnya ditangani oleh Gereja KIBAID Jemaat Pomalaa dan Sekolah Minggu di bagi jadi 2 kelas.
b.    Anggota Gereja KIBAID Jemaat Longori bertambah dari 18 KK menjadi 22 KK dengan jumlah Jiwa 111 dan  Simpatisan 11  Jiwa.
c.    1 x Baptisan dewasa 1 orang, 1 x Pemberkatan Nikah dan 2 x Persembahan Anak untuk 10 orang.
d.    Rumah jabatan diperluas dan dilantai
e.    Oktober 1994 Bangku Gereja di tambah 10 buah.
f.    Februari 1995 atap Gereja dari seng bekas diganti dengan atap baru.
g.    Juli 1995 di lakukan perbaikan teras Gereja dan memasang daun pintu dan jendela
h.    Juni 1995 untuk 1 x Gereja KIBAID Jemaat Longori meminta tenaga PKL dari Sekolah Teologia KIBAID yakni: Ibu Fransiska Mesi.
i.    Pelayanan diakonia dan sosial di tingkatkan dengan cara mengumpulkan beras dan uang untuk membantu Jemaat yang kekurangan.
j.    Terjadi peningkatan keuangan Gereja yang sebelumnya rata-rata 100 per bulan naik jadi Rp. 250.000 per bulan.
h. Pengurusan sertifikat tanah gereja.

4.    Periode 1996 – 2007
Pada bulan Agustus 1995, G.I Markus Lingga S.Th. melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana sehingga beliau digantikan oleh G.I  Markus Lili Paonganan.
Dalam masa pelayanan G.I Markus Lili Paonganan semakin bertambah jumlah anggota Jemaat karena banyak anggota Jemaat Pomalaa sebagai Karyawan PT. ANTAM yang Purna Jasa yang berdomisili di Longori. Dampaknya Gereja tua tidak lagi mampu menampung Jemaat, sehingga timbul pemikiran untuk membangun Gereja Permanen yang lebih besar.

Pada tahun 1997 dibentuklah Panitia Pembangunan yang pertama dan sebagai anggotanya masih merupakan anggota GKJ Pomalaa. Panitia ini mulai mencari dana, dan disepakati untuk membangun Gereja dengan luas 9 x 18 m² dan Pastori 7,5 x 14 m² dua lantai. Dalam periode ini yang terealisasi hanya pondasi Gereja tanpa pondasi cakar ayam.

Dalam bidang pelayanan juga semakin aktif dan partisipasi Jemaat ke Klasis juga sudah mulai berperan aktif, demikian juga pelayanan di bidang Intra Gerejawi semakin meningkat . Selain itu       GKJ Longori sudah menjadi tempat magang tenaga PKL Periode 2001 – 2007.

Setelah ± 6 tahun melayani, G.I Markus Lili Paonganan dirotasi ke Toraja dan diganti oleh        Pdt. Yusuf Minggu, S.Th pada tahun 2001. Selain pelayanan rutin  yang ditingkatkan , perhatian Jemaat dan Panitia  Pembangunan juga semakin bersemangat . Hal ini bisa dilihat dari system gotong royong Jemaat baik pencarian dana maupun aktivitas pekerjaan pembangunan fisik., juga disepakati untuk menambah cakar ayam pada pondasi yang sudah ada.

Dalam kurun waktu sekitar 6 tahun bangunan fisik mulai terealisasi yakni slop pondasi pengecoran tiang dan ring balk, penyelesaian rangka atap, kuda – kuda batu dan pondasi rumah jabatan.

5.    Periode Tahun 2007 – 2013
Sekitar bulan Maret 2007 Pdt Yusuf Minggu, S.Th dimutasikan ke Toraja dan diganti oleh         Pdt. Yosia Lolongan, S.Th.

Selain melanjutkan program yang ada, juga ada beberapa kemajuan pesat yang dialami oleh jemaat, baik di bidang pelayanan maupun pembangunan. Dalam bidang organisasi , penekanan – penekanan AD dan ART Gereja KIBAID mulai dioptimalkan, demikian juga di bidang Pastoral dan Administrasi Gereja.

Pada rapat pembangunan awal tahun 2008, Panitia sepakat untuk membuat target-target yang dijadwalkan setiap semester dan diupayakan untuk mematangkan setiap rencana , sehingga tidak terjadi lagi kesalahan – kesalahan dan perbedaan persepsi dari pembangunan.

Dimulai dari pembongkaran Gereja dan Pastori lama, kemudian dilanjutkan dengan pengecoran lantai kasar juga penyelesaian dinding dan pemasangan kusen pintu dan jendela. Kemudian dilanjutkan dengan pengecoran teras Gereja di pilar balkon dan pembuatan podium. Semuanya dilakukan pada tahun 2008.

Pada awal tahun 2008 G.I Berta Bokko berkeluarga dan sesuai dengan aturan Gereja KIBAID istri harus ikut suami sehingga beliau pindah ke Toraja. Namun pada Agustus 2008 G.I Milu Tandiera, S.Th diutus oleh Sinode sebagai Gembala II ke GKJ Longori.



Kehadiran Gembala II membawa angin segar dalam bidang Pelayanan Musik dan Pemuda karena Beliau punya talenta khusus untuk music dan penggembalaan kaum muda. Dan oleh usulan Beliau di PKM dibentuklah Panitia Pengadaan alat  musik yang diketuai oleh Efraim Paguling untuk pencarian dana music dan terealisasi pada tahun 2011 dengan keadaan lengkap.


Pada tahun 2009 Panitia Pembangunan beralih ke pembangunan Pastori dan Rumah Jabatan dengan pertimbangan Rumah Jabatan yang pertama sudah tidak layak , selain itu Gembala II juga dititipkan ke Jemaat yakni dirumah Bapak Sattu Petrus. Nyaris sejak tahun 2009 pembangunan di fokuskan ke Rumah Jabatan dan Pastori dan rampung pada tahun 2011.

 Setelah itu pembangunan diarahkan kembali ke Gedung yakni pemasangan Daun Pintu dan Jendela, pembuatan Balkon Gereja, Pagar keliling dan kelistrikan serta Plafon Gereja.

Dalam rapat Panitia Pembangunan awal tahun  2012 dengan iman dan semangat membangun , Panitia menargetkan penyelesaian Gedung Gereja akhir tahun 2013, karena tinggal beberapa persen. yang belum direalisasikan.   

Dibidang Pelayanan , kedua Hamba Tuhan sangat aktif, sehingga jemaat selain aktif kembali juga bertambah secara kualitas yakni 65 KK dan Simpatisan tetap juga bertambah.   Pada September 2012 Pdt. Yosia Lolongan , S.Th dan G.I Milu Tandiera dimutasikan ke Luwu Timur dan Samarinda dan diganti oleh Pdt. Andreas Mangosa , S.Th (Sebagai Gembala I) dan juni 2013 Pdt. Pither Pakka, MA (sebagai Gembala II)

 










Note
Tulisan ini admin publish sehubungan pentabishan Gereja KIBAID Jemaat Longori yang dilaksanakan hari ini tanggal 6 November 2013

by : Tim Pentabishan Gereja Longori
Evangelism Unlimited : Manasje Malan ; Yuli Bonggatasik (Editor)


Baik Untuk Dibaca
Makna Kehadiran Bait Allah Bagi Orang Percaya    (Disumbangkan Sehubungan Penthabishan)
Mikaelin Kirkko dan Tuomio Kirkko

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2017. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top