Evangelism Unlimited

Dinamis Dalam Persekutuan

Dinamis Dalam Persekutuan

6 10 99
Dinamis Dalam Persekutuan 10 6 99
Kis. 1:12-14
Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.(TB)

Ada suatu Gereja dibangun di daerah terpencil di Indonesia yang mana setiap minggunya tiap-tiap jemaatnya (Pria,wanita,anak-anak) masing-masing dengan kedua tangannya membawa pasir segenggam dan batu dari sungai yang jaraknya sekitar 6 jam dari bangunan gereja. Mereka melakukannya dengan penuh semangat setiap minggunya, tanpa ada yang merasa terbebani dan penuh harapan didalam doa. Ini adalah kesaksian nyata yang penulis berhasil dengarkan  sampai gereja tersebut sudah jadi. Mungkin pembaca salah satu dari pelaku cerita ini, yang akan tersenyum kecil ketika dibahas kembali.
Cerita ini adalah contoh kecil dari kehidupan berjemaat yang penuh semangat dan selalu bersekutu, yang membuktikan kedinamisan sebuah persekutuan.

Berbicara persekutuan dinamis, ada 2 bukti yang bisa menjadi syarat utama:

1. Hidup Kompak
Kis. 1:14
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.(TB)

Hidup kompak diperlukan kehidupan yang sehati, baik itu dalam hal berfikir, berbicara dan bertindak. Sikap seperti ini sudah mulai langka dalam kehidupan kita, lebih mementingkan pribadi, keluarga dan golongan menjadi daya tarik tersendiri. Ini adalah awasan bagi kita semua bahwa jangan sampai karena hal-hal kecil/spele kekompakan dalam berjemaat menjadi hilang. Memang dalam beberapa hal kadang-kadang kita berbeda pendapat dalam hal mencapai tujuan, tapi ingatlah hati yang tulus dengan tujuan untuk kemulian Tuhan pastilah mempunyai jalan terbaik untuk semua kepentingan jemaat. Dibutuhkan komunikasi yang baik dan doa untuk mewujudkan tujuan bersama dalam meraih cita-cita.

2. Hidup tekun didalam doa.
Siapa yang terbesar?? Siapa yang salah?? Siapa yang paling berdosa?? . Wah pertanyaan ini seharusnya sudah tidak ada lagi dari kehidupan kita. Kenaikan Tuhan Yesus Kesurga membuka cakrawala kehidupan muridnya termasuk kita bahwa tidak perlu lagi ada sikap saling menyalahkan tapi selalu bersekutu (berbagi) dan berdoa bersama untuk keberlangsungan pelayanan. Dengan tantangan yang besar menanti yakni penganiayaan,para murid-murid bersekutu dan berdoa. Jumlah mereka yang hanya 120 orang menjadikan mereka kuat dalam doa bersama untuk menata pelayanan.

Berdoa bersama walau dalam kelompok sekecil apapun dimulai dirumah tangga sangat dibutuhkan untuk kedinamisan persekutuan keluarga. Setelah itu berangkat dengan komunitas lebih besar seperti tim/sel/group doa dan akhirnya doa berjemaat untuk menunjukkan kedinamisan berjemaat.Ingatlah salah satu penipuan iblis saat ini adalah mempengaruhi orang-orang kristen untuk malas berdoa???

Berhasilkah iblis menipu pembaca???
by : Pdt. Aris Mangosa, STh    Lihat Profile Penulis
Editing : Administrator

Baik Untuk Dibaca
Mempraktekkan Pola Hidup Yang Layak
Kuasa Doa Orang Percaya
Pengaruh IPTEK dan sikap Jemaat Menghadapinya

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top