Evangelism Unlimited

ANGGOTA-ANGGOTA GEREJA DIPERLENGKAPI DARI SURGA

ANGGOTA-ANGGOTA GEREJA DIPERLENGKAPI DARI SURGA

6 10 99
ANGGOTA-ANGGOTA GEREJA DIPERLENGKAPI DARI SURGA 10 6 99
Kis 2:14-36
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,

16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:

17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,

27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.

30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.

31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.

36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

 

Pendahuluan

Perlengkapan yang tercatat dalam ayat 14-36 ini masih merupakan perlengkapan dari atas dari surga, perlengkapan dari surga tersebut menciptakan sesuatu yang baru di dalam diri anggota-anggota jemaat baru tersebut.  Sesuatu yang baru itu adalah kuasa yang melampaui kapasitas organisasi biasa dan melebihi kesanggupan diri manusia biasa.

Ay 1-13 menyatakan perlengkapan dari atas itu hinggap dan berkarya atas orang percaya, sedangkan dalam ayat 14-36 perlengkapan dari atas itu hinggap dan berkarya di dalam diri orang-orang percaya, dan dari dalam diri mereka kuasa itu berkarya ke luar, kepada orang lain dan kepada masyarakat.  Ayat-ayat 14-36 tersebut, dengan demikian, dapat dikatakan menjadi bukti bahwa perlengkapan dari atas itu benar-benar adalah perlengkapan dari surga, dari Allah, karena berdaya melebihi daya alam ini. Para murid dan seluruh dunia yang dijangkau oleh warga Tubuh Kristus dengan Injil sebagaimana ditulis dalam kitab ini, menyadari akan kuasa surgawi yang beroperasi di dalam jemaat melalui orang-orang percaya, sehingga merupakan penggenapan dari Kis 1:8

Kelompok yang diperlengkapi itu telah menjadi suatu komunitas dan institusi yang baru yaitu institusi dari surga yang hadir di dalam dunia ini tetapi bukan dari dunia ini.  Gereja itu beroperasi di dunia ini untuk memenangkan dunia ini dengan cara dan perlengkapan surgawi bukan duniawi, dia berperang dengan dosa dan kuasa kegelapan dengan segala sistem ciptaannya, tidak menggunakan alat peperangan duniawi melainkan dengan kuasa Allah.

Tampak dengan jelas ada beberapa perlengkapan di dalam diri anggota jemaat yang dipaparkan oleh Lukas dalam ayat-ayat itu yaitu pertama penerapan janji kunci kerajaan Allah di tangan Petrus,14;  Kedua bergerak dalam karya baru Baptisan & Kepenuhan Roh Kudus, 14-15;  Ketiga, karya yang berorientasi baru dan keyakinan kuat akan kuasa firman Tuhan, serta penuh keberanian16-21, 25-28, 34-36, serta keempat, pemahaman pengajaran firman Tuhan yang baru dan lengkap secara khusus tentang Mesias, 17-36.



1)              Penerapan Janji Kunci Kerajaan Surga Kepada Petrus, 14.

“Maka bangkitlah Petrus berdiri...” demikian ayat 14 dibuka.  Ya Petrus, yang di dalam Mat 16:18-19 diberi janji Tuhan Yesus sebagai berikut: “18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Batu Karang dasar jemaat itu adalah Yesus Kristus, Anak Allah, yang diyakini dan diakui oleh Petrus mewakili para rasul.  Tetapi apakah yang dimaksudkan dengan kunci Kerajaan Surga yang diberikan kepada Petrus?  Duapuluh tahun kemudian ketika diadakan konferensi gereja di Yerusalem, Kis 15, yang terjadi tahun 50 M, yang membahas perbedaan pandangan antara orang-orang percaya berlatar belakang bukan Yahudi di Antiokhia dengan orang-orang percaya yang berlatar belakang Yahudi dari Yerusalem.  Orang-orang percaya dari Yerusalem menuntut supaya anggota-anggota jemaat bukan Yahudi harus disunat baru berlayak disebut orang percaya.  Dalam dialog sengit waktu itu maka narasumber pertama yang diberi kesempatan berbicara adalah Petrus, Kis 15:7: “Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.”  Dari ayat-ayat di atas tampak jelas bahwa baik Petrus maupun warga jemaat dan para pemimpin jemaat di Yerusalem waktu itu sadar dan yakin akan penetapan Petrus oleh Tuhan Yesus untuk menjadi pemberita awal Injil ke seluruh dunia dan ke berbagai suku bangsa.  Dan kunci itulah, kunci pemberitaan Injil itulah, yang Tuhan Yesus berikan kepada Petrus.  Sejauh yang dicatat oleh Alkitab, selama pelayanannya Petrus dua kali menggunakan kunci tersebut yaitu di hari Pentakosta dalam Kis 2 ini dan dalam penginjilan orang-orang Romwi di Kaisaria, Kis 10 secara khusus ay 25-48.  Dalam Kis 2 kunci itu digunakan dalam peristiwa Pentakosta atas orang-orang Yahudi di Yerusalem sedangkan dalam Kis 10 penggunaan kunci itu menyebabkan terjadinya Pentakosta atas orang-orang percaya dari kalangan bukan Yahudi.

Baik Kis 2 maupun Kis 15 menggunakan kata-kata yang sama : “berdirilah Petrus.”  Dalam bahasa Lukas waktu itu, kata itu berarti “berdiri tegak karena ada kekuatan yang mendorong dan menegakkannya.”   Kekuatan yang menyebabkan Petrus berdiri adalah keyakinan akan penetapan dari Tuhan Yesus sendiri dan dari kuasa Roh Kudus yang datang atas dan berdiam dalam hatinya mulai saat itu.  Menyatakan sosok Petrus yang sangat lantang berbicara di hadapan umum tentang Tuhan Yesus dan tentang dosa perlawanan umat Israel kepada-Nya.  Sangat lain dari diri Petrus yang di malam penangkapan Tuhan Yesus yang sampai tega tiga kali menyangkali mengenal Tuhan Yesus sebelum terdengar kokok ayam pertama pagi itu. Ada sesuatu yang baru di dalam diri Petrus dan itu adalah perlengkapan Roh Kudus di dalam hidupnya dengan kuasa untuk memberitakan Injil dengan penuh keberanian dan kayakinan.

Memerlukan beberapa bulan antara Tuhan Yesus memberi janji kunci itu kepada Petrus dan penggunaan kunci itu oleh Petrus, namun Lukas dengan sangat jelas mencatat bahwa janji Tuhan itu, terlaksana dengan sangat efektif dalam diri Petrus.  Kita dapat yakin bahwa setiap janji Tuhan pasti terlaksana pada waktunya. Terpujilah Tuhan!



2)              Bergerak dalam kuasa Baptisan & Kepenuhan Roh Kudus, 14-16
 Telah jelas dari uraian ay 2-6 bahwa Roh Kudus melakukan tiga hal atas orang percaya yaitu baptisan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus, serta pemberian karunia Roh Kudus.  Dengan baptisan Roh maka tiap-tiap orang percaya disatukan ke dalam Tubuh Yesus Kristus; dengan kepenuhan Roh tiap anggota jemaat diberi kuasa untuk hidup dalam kepenuhan hidup Kristus dan dengan karunia Roh setiap orang percaya mendapat keterampilan untuk bekerja atau berkarya bagi Kristus.

Dalam ay 14-16 kita dapat mengikuti dengan jelas tulisan Lukas bagaimana  orang-orang percaya itu hidup dan bergerak dalam pemberdayaan Roh Kudus tersebut.  Kita dapat membaginya dalam tiga karya baru yaitu: karya bersama sebagai Tubuh Kristus, 14, karya karunia berkata-kata, 14-15,   serta karya orientasi baru, 16.



1)          Karya sebagai kesatuan tubuh Kristus, 14.

“Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu,” dapat memberi arti bahwa bukan hanya Petrus yang berkata-kata, melainkan juga 11 rasul yang lain bahkan termasuk pula 108 orang-orang percaya lainnya yang mengalami baptisan Roh saat itu. Status mereka yang telah menjadi satu dalam satu Tubuh yaitu Tubuh Kristus, mulai saat itu, menjadi dasar dan ciri seluruh aktifitas kehidupan dan pelayanan gereja.  Tulisan Paulus dalam Efesus 4:3-6: “3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua,” kurang lebih 30 tahun kemudian baru ada, tetapi kebenaran dalam ayat-ayat itu telah terwujud dalam kehidupan gereja sejak berdirinya di hari pentakosta.  Dengan demikian kelantangan suara Petrus atau salah seorang warga jemaat adalah kelantangan suara seluruh warga jemaat, pelayanan seorang warga jemaat adalah pelayanan seluruh Tubuh Kristus.  Roh Kudus berada di dalam Tubuh Kristus untuk memelihara dan terus menyempurnakan kesatuan tersebut.  Tuhan Yesus menjelang ditangkap di taman Getsemani, mendoakan kesatuan tersebut, Yoh 17: 20-21. Warga jemaat yang berdoa dalam kesatuan seperti itu, menyebabkan gedung tempat mereka berdoa bergoncang dan memberi keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan walau di tengah-tengah saat penganiayaan dan membangkitkan semangat rohani warga jemaat untuk melakukan berbagai kegiatan kasih yaitu dengan kasih Allah yang ajaib dan mengherankan, Kis 4:24-37.

Orang-orang yang menyaksikan mereka baik yang percaya maupun yang menyindir insyaf akan kesatuan hidup warga jemaat pertama itu.  Orang-orang yang mau percaya menyapa mereka dengan kata-kata: “saudara-saudara” ay 37, sedangkan para penyindir menyebut “mereka” ay 13, yang kedua-duanya berarti menyadari kebersamaan atau kesatuan orang-orang percaya tersebut.  Kuasa yang menyebabkan 3000 petobat baru dan yang menyebabkan terbungkamnya mulut para penyindir berasal dari kuasa Tuhan dengan menjadikan kesatuan Tubuh-Nya sebagai saluran atau sarananya.  Persis itulah tujuan doa Tuhan Yesus dalam Yoh 17 bahwa jika warga jemaat-Nya hidup dalam kesatuan maka dunia akan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, Yoh 17:21.

Betapa perlunya gereja kristen modern dewasa ini belajar kembali akan kehidupan jemaat pertama itu, mengenai makna dan praktek hidup sebagai satu Tubuh yaitu Tubuh Kristus.  Gejala hidup posmodern yang dinubuatkan oleh Daniel dalam Dan 2:43: “Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat,” telah memengaruhi kehidupan gereja-gereja kristen dewasa ini.  Kenikmatan sementara hidup duniawi telah mengalahkan kenikmatan kekal hidup surgawi menyebabkan anggota-anggota jemaat tidak memelihara kehidupan yang terikat dalam kesatuan oleh ikatan kasih Kristus.



2)          Karya karunia berkata-kata, 14-15.
Selama para rasul dimuridkan oleh Tuhan Yesus mereka sudah pernah diutus untuk melakukan pelayanan selama satu periode waktu yang singkat.  Tetapi dari laporan yang dapat dikumpulkan mengenai kegiatan mereka dalam masa praktik itu, tekanannya pada melakukan berbagai-bagai tanda mujizat dan menyembuhkan orang-orang sakit serta melepaskan mereka yang dirasuk oleh setan-setan. Lukas 10:17 menyatakan:  Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Mereka belum memberikan kesaksian secara verbal untuk meyakinkan para pendengar mereka tentang kemesiasan Tuhan Yesus, tentang penyaliban dan kematian dan kebangkitan yang akan dialami-Nya. Sehingga penyampaian khotbah dalam bahagian ini merupakan pengalaman baru bahkan pertama bagi mereka.

  “Dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka...”  dapat berarti Petrus berbicara dalam nada suara berteriak yang nyaring dan bergemuruh. Mengidentifikasikan adanya keyakinan yang sangat kuat akan apa yang disampaikan disertai keyakinan sepenuhnya akan isi beritanya.  Para pendengar diharapkan mendengarnya dengan jelas, memahami sebaik-baiknya pesan yang disampaikan supaya mereka dapat menerimanya.  Sikap berbicara seperti itu dapat dilakukan hanya oleh orang yang tidak ragu dan tidak takut.  Sebagaimana akan kita lihat selanjutnya, hasilnya ialah 3000 pendengar diyakinkan dan menerima Tuhan Yesus yang diberitakan oleh Petrus dengan dukungan penuh para rasul lainnya bahkan oleh semua orang percaya yang bersama mereka.

Walaupun tidak dicatat oleh Lukas di antara ayat-ayat ini, tetapi para pendengar waktu itu memunyai kesan yang sama dengan pendengar Yesus sebagaimana ditulis oleh Markus:  “Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.” Markus 1:22.  Penjelasan yang memadai terhadap keadaan itu adalah bahwa warga jemaat awal itu telah mengalami urapan dan menerima karunia Roh Kudus di dalam diri mereka.

Dalam proses khotbah sulung itu, tampak menonjol sekali sikap keberanian walaupun kata itu tidak ditulis oleh Lukas di dalam ayat-ayat yang kita renungkan.  Dalam seluruh kitab Kisah Rasul kata berani tertulis sebanyak 13 kali, yang semuanya dikaitkan dengan sikap di dalam pemberitaan Injil baik dalam berkata-kata maupun di dalam menghadapi risiko dari pelayanan pemberitaan kabar baik.  Secara tegas Kis 4:31 mencatat bahwa keberanian dalam pemberitaan Injil adalah hasil dari kepenuhan Roh Kudus. “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”  Bukan hanya rasul-rasul yang mendapat urapan keberanian dari Roh Kudus itu melainkan oleh semua warga jemaat.  Urapan Roh Kudus atas warga gereja yang bersatu dan yang berdoa dalam kesatuan dengan semangat dan beriman, akan menghasilkan orang beriman yang semakin menyangkal diri, semakin rela memikul salib, sehingga tidak akan ada lagi ketakutan atas risiko apapun yang akan timbul sebagai akibat hidup dan pelayanan mereka, dan hal itu dimungkinkan karena kuasa Roh Kudus berkarya di dalam dan melalui mereka.  Bahkan pengalaman penderitaan mereka sambut dengan gembira karena dengan pengalaman seperti itu mereka dianggap layak mengalami pengalaman Tuhan Yesus Kristus, Kis 5:41.  Hal apakah yang dapat menakutkan dan dapat menghentikan orang-orang yang bersikap seperti itu, yang bersukacita atas pengalaman penderitaan?



3)               Karya orientasi baru: Keyakinan akan kuasa Firman Tuhan 16-21, 25-28, 34-35
Ayat 16 itu tidak berdiri sendiri karena merupakan awal khotbah Petrus sampai ayat 36, akan tetapi ayat 16 itu sekaligus menunjukkan suatu orientasi baru di dalam penampilan dan pelayanan warga jemaat awal tersebut.  Para rasul, diwakili Petrus, menjadikan firman Tuhan yang telah Tuhan sampaikan di masa silam melalui para nabi, dalam hal ini Nabi Yoel, sebagai dasar pemberitaan.  Argumen yang Petrus kemukakan untuk meyakinkan umat Yahudi yang termangu-mangu itu, dan untuk membungkam para pemimpin dan ahli teologi Yahudi yang menyindir itu, bukanlah argumen berorientasi pikiran mereka karena jika mereka bertindak seperti itu pasti mereka tidak akan menang melawan para ahli Torat, imam-imam dan orang-orang Farisi.

Walaupun baru pertama kali mereka tampil sebagai pekabar Injil di muka umum sejak mereka ditinggalkan Tuhan Yesus, guru mereka yang telah naik ke surga, mereka ternyata telah menangkap maksud pengajaran Tuhan Yesus, sehingga mereka mengikuti cara Tuhan Yesus di dalam berdialog dan di dalam pemberitaan-Nya, dengan menjadikan Firman Tuhan dalam PL sebagai dasar pemberitaan.  Mereka telah mantap bahwa jika Guru mereka yang adalah Mesias Anak Allah yang Hidup itu, menjadikan Firman Allah sebagai pedang dalam pemberitaan-Nya, apalagi mereka yang hanya sebagai murid yang manusia biasa saja. Dengan cara seperti itu mereka memeroleh dua kekuatan; Yang pertama pemberitaan mereka memunyai dasar yang kokoh yaitu perkataan Allah.  Yang kedua, dapat meyakinkan ahli-ahli torat, para imam dan kaum Farisi yang memang mahir dalam hal PL, paling sedikit menurut sangkaan mereka, tetapi banyak pemahaman mereka akan PL yang tidak sesuai  dengan kebenaran dan terutama dalam hal Mesias dan Kerajaan Allah pemahaman mereka perlu diluruskan sesuai pikiran Allah.  Pada saat pelayanan itu dilakukan, tulisan Firman Tuhan dalam II Tim 3:16-17 belum ada, masih menunggu lebih 30 tahun kemudian baru Paulus dipimpin untuk menulisnya, tetapi kebenaran dalam ayat-ayat itu telah diyakini dan telah berlaku dalam kehidupan para warga jemaat awal;  Demikian juga kebenaran yang terdapat di dalam Ibrani  4:12-13 walau belum ditulis tetapi sudah berlaku di dalam hidup dan pelayanan jemaat pentakosta itu.  Ayat-ayat Firman Tuhan tersebut memang belum ditulis tetapi sudah ada di dalam hati Allah dan telah dinyatakan-Nya di dalam hidup hamba-hamba-Nya.  Puji Tuhan.

Dengan Firman Tuhan menjadi dasar pemberitaan mereka, membawa hasil yang luar biasa.  Tiga ribu orang diyakinkan dan dibawa kepada pertobatan, kelahiran kembali dan menjadi anggota dalam kesatuan Tubuh Kristus.

  

4)              Pemahaman pengajaran yang baru dan lengkap akan Firman Tuhan secara  khusus tentang Mesias, 17-36.

Khotbah berdasar Firman Tuhan dan pengajaran yang baru serta lengkap tentang Mesias menjadi bukti paling nyata di dalam diri para rasul dan warga jemaat awal itu mengenai perlengkapan dari surga yang mereka alami di dalam hidup mereka.

Dengan sangat logis Petrus menjelaskan arti nubuatan-nubuatan dari Perjanjian Lama, baik kitab Nabi maupun Mazmur.  Teristimewa pengajaran dan makna yang baru tentang Messis yang sedang ditunggu oleh orang-orang Yahudi, yang jelas berbeda dari yang disampaikan oleh Petrus dalam ayat-ayat ini.

1)          Pengajaran Tentang Keselamatan dan Pertobatan,17-21.
Ada alasan yang kuat sehingga Petrus mengutip ayat-ayat tersebut yang merupakan kutipan dari kitab Yoel 2:28-32.  Dalam ayat-ayat tersebut Yoel mengumumkan tentang hari Tuhan yang akan datang.  Yaitu hari ketika Tuhan secara aktif mencampurtangani hidup manusia baik dengan anugerah-Nya maupun dengan hukuman-hukuman-Nya. Nubuatan Yoel waktu itu diberikan di tengah-tengah umat-Nya untuk memanggil mereka kepada pertobatan, Yoel 2:12-14.  Dengan demikian kita dapat melihat dengan jelas bahwa Petrus mengutip ayat-ayat tersebut dengan maksud yang sama dengan Yoel yaitu memanggil para pendengarnya kepada pertobatan karena hari Tuhan sudah datang yaitu hari anugerah keselamatan. 

Tanda-tanda ajaib menyangkut alam akan dinyatakan sebagaimana ditulis dalam ayat 19-20.  Tanda-tanda tersebut mungkin lebih relevan dalam konteks saat ketika Petrus berkotbah ketimbang yang pernah dialami atau disadari sebelumnya.  Kurang dari tujuh minggu sejak orang-orang di Yerusalem benar-benar melihat matahari menjadi gelap sejak bagian sore awal pada hari penyaliban Tuhan Yesus.  Mungkin pada sore yang sama mereka melihat bulan purnama berwarna merah darah di langit sebagai konsekwensi dari penghukuman yang ditimpakan atas diri Tuhan Yesus di kayu salib..  Hal-hal itu dimengerti sebagai tanda dari kedatangan Tuhan, yang hebat dan dahsyat itu.  Nubuatan-nubutan yang berhubungan dengan hal-hal itu lebih dipahami orang-orang Yahudi sebagai  suatu nubuatan hari penghukuman akan tetapi dalam peristiwa sekitar bukit golgota pada saat kematian Kristus justeru tanda-tanda tersebut lebih dinyatakan sebagai hari penyelamatan dari Tuhan untuk setiap orang yang berseru kepada nama-Nya.



2)          Yesus dari Nazareth, Itulah Mesias yang Dijanjikan, 22-24
“Yesus dari Nazaret, .....yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh.... Allah membangkitkan Dia.”

Dengan ayat-ayat ini Petrus sampai kepada tema utama kotbahnya.  Dalam telingan para pendengarnya dia memperdengarkan kembali kematian, penguburan dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.  Dia yang telah menyempurnakan pekerjaan hebat dan melakukan tanda-tanda ajaib, dengan kuasa Tuhan, telah ditangkap disalibkan dan dibunuh.  Sebagai hasil dari teriakan massa: Salibkanlah Dia.

Petrus menjelaskan bahwa  semua orang yang terlibat dalam peristiwa penyaliban Anak Allah, mereka itu tidak insyaf bahwa mereka sedang menggenapi apa yang telah ditetapkan Allah sebelumnya bahwa Mesias harus menderita dan mati bagi manusia, Lk 24:25; Kis 173; 26:23.  Dalam menjelaskan akan hal ini, maksud Petrus lebih jauh lagi yaitu bahwa jika penderitaan dan kematian Messias adalah sesuai penetapan Tuhan Allah, maka demikian juga mengenai kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Petrus menghendaki sikap para pendengarnya terhadap Tuhan Yesus tidak mengikuti sikap keras hati dan menolak Dia dari orang-orang di sekitar penangkapan dan penyaliban Tuhan Yesus



3)               Tuhan Yesus, Penggenapan Maz 16:8-11, Ayat 25-28.

Untuk menunjang kotbahnya, Petrus mengutip dari PL dari Mazmur 16:8-11.  Para ahli Torat, dan kaum Farisi sama sekali tidak meyakini bahwa kegenapan nubuatan-nubuatan Mazmur tersebut adalah di dalam diri Yesus Kristus dari Nazaret itu.  Oleh karena itu dengan lantang Petrus menyatakan argumentasinya bahwa kata-kata nubuatan itu, dipenuhi di dalam Yesus Kristus dari Nazaret dan tidak oleh orang lain.  Karena itu Mesias yang dinubuatkan Daud, adalah Tuhan Yesus Kristus dari Nazaret itu.



4)              Daud bukan Mesias, Karena Daud tidak bangkit, Ay 29-32
Petrus mau menjelaskan mengenai nubuatan Daud yang baru saja dia kutip.  Terbukti bahwa penggenapan nubuatan itu bukan mengenai diri Daud sendiri karena Daud sendiri telah mati dan kuburannya masih ada diantara kita sampai hari ini.  Tetapi Tuhan Yesus yang menang atas kematian meneguhkan penggenapan nubuatan PL itu.  Karena itu nubuat itu bukan tentang diri Daud sendiri melainkan keturunannya yaitu Yesus dari Nazaret.  Para rasul dan semua orang percaya waktu itu menyatakan diri menjadi saksi kebangkitan Kristus sehingga mereka meneguhkan kebenaran nubuatan tersebut.



5)              Daud bukan Mesias Melainkan Yesus karena Yesus yang Telah Naik ke Surga dan Mengutus Roh Kudus, Ayat 33-36.

Petrus menambahkan selanjutnya bahwa nenek moyang kita Daud, bukan Mesias itu karena Daud tidak terangkat ke surga.  Pemuliaan Kristus, yang dinyatakan dalam keterangkatan-Nya ke surga,  membawa Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan mengutus Roh Kudus dari Bapa kepada orang-orang percaya.  Petrus meyakinkan pendengar-pendengarnya bahwa hal-hal itu tidak dilakukan oleh Daud karena dia tidak terangkat ke surga.  Petrus mengutip Maz 110:1 sebagai bukti bahwa Daud menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Dia yang ditinggikan Allah.  Lalu Petrus menyimpulkan : Allah telah menjadikan Yesus itu yang telah kamu salibkan  sebagai Tuhan dan Kristus.

Dari khotbah Petrus ayat 17-36 dapat disimpulkan beberapa hal yang mehyatakan bahwa mereka diperlengkapi dari atas di dalam diri mereka sebagai orang percaya.

Pertama, Petrus dan para rasul telah memahami dengan sangat dalam dan luas mengenai kebenaran-kebenaran Firman Tuhan, bahkan jauh lebih dalam dan lebih luas dibandingkan pemahaman para ahli Torat dan orang-orang Farisi.

Kedua, pengenalan mereka akan Mesias sangat tepat.  Pemahaman kaum Farisi dan ahli Torat tentang Mesis hanyalah Mesias yang agung, berkuasa dan yang akan segera menjadikan Israel sebagai negara nomor satu dan paling berkuasa atas seluruh dunia  karena mereka itu umat pilihan-Nya.  Di dalam khotbahnya Petrus memberikan penjelasan yang sungguh diluar jangkauan pemahaman para ahli teologi Yahudi bahwa Mesias itu harus menderita sengsara, di salibkan dan harus mati.  Tetapi setelah itu Mesias itu akan bangkit mengalahkan kematian, dan Dialah yang ditetapkan menjadi juruselamat semua manusia bukan hanya bagi orang Yahudi.  Mesias itu ialah Tuhan Yesus dari Nazaret yang telah disalibkan oleh orang-orang Yahudi.

Ketiga, kemahiran berkomunikasi sangat baik.  Uraian Petrus begitu teratur, menyampaikan inti berita dengan sangat jelas, dan ditujukan untuk meyakinkan dan menggugah hati para pendengar supaya mereka insyaf akan keberdosaan mereka dan yakin serta menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias dan juruselamat mereka. Ayat-ayat selanjutnya membuktikan bahwa pemberitaan para rasul mencapai hasil gemilang karena dinyatakan bahwa para pendengar mereka sangat terharu dan akhirnya 3000 orang bertobat menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat.

Author : Pdt.Dr.John s Dana,M.Th  Lihat Profile Penulis

Baik Untuk Dibaca :
Dosa Yang Tidak Dapat Diampuni Selamanya
Pendidikan Seksualitas Yang Alkitabiah
Mengapa Dunia Membenci Kekristenan

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top