Evangelism Unlimited

MAKNA KEHADIRAN BAIT ALLAH BAGI ORANG PERCAYA

MAKNA KEHADIRAN BAIT ALLAH BAGI ORANG PERCAYA

6 10 99
MAKNA KEHADIRAN BAIT ALLAH BAGI ORANG PERCAYA 10 6 99
Nas: Kej. 12:7-8; 35:1, 14-15; Hag. 1:3-8; Luk. 19:45-47

 Pendahuluan

Bait Allah menurut Perjanjian Lama

Bait Allah pada mulanya dalam bentuk mezbah, yang mula-mula  didirikan oleh Abraham (Kej. 12), kemudian dilanjutkan oleh Ishak (kej. 26), dan diperintahkan kepada Yakub sesuai dengan nazarnya (Kej. 35).  Mezbah pada jaman Yakub dinamai Betel yang didirikan di tanah Lus.

Pada jaman Musa di padang gurun, Tuhan memerintahkan untuk mendirikan kemah suci atau kemah pertemuan dengan segala perabotannya, seperti Tabut Perjanjian (Kel. 25:8-9).

Pada jaman Daud, Daud ingin mengubah kemah suci dan membangun Bait Allah, tetapi tidak diijinkan oleh Tuhan karena tangannya dinodai oleh darah musuh-musuhnya.  Niat Daud hanya sampai sebatas mempersiapkan material pembangunan dan dilanjutkan oleh Salomo (2Sam. 7:2; 1Raj. 6), tetapi bangunan Bait Suci yang didirikan oleh Salomo itu dihancurkan oleh raja Babel pada tahun 587 BC.

Pada tahun 536 BC oleh Koresy raja Media Persia mengeluarkan dekrit untuk kembali membangun kembali Bait Suci di Yerusalem, tetapi pembangunan itu mandet karena adanya tantangan dari bangsa-bangsa lain.

Pada Hagai pasal 1 kepada Zerubabel diperintahkan untuk melanjutkan pembangunan Bait Suci itu.  Bangunan itu berdiri kokoh sampai jaman Tuhan Yesus, bahkan jaman rasul-rasul, tetapi pada tahun 70 Masehi Jenderal Titus menghancurkan bangunan tersebut.

Bait Allah menurut Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru tidak jelas adanya perintah untuk membangun Bait Allah dalam bentuk gedung atau pembangunan fisik, tetapi penekanannya adalah pada pembangunan persekutuan (jemaat) sebagai tubuh Kristus (1Kor. 3:10-16).

Tidak berarti bahwa Bait Allah secara fisik tidak perlu.  Pada jaman Tuhan Yesus, kehadiran Bait Allah sangat dihormati oleh Tuhan Yesus sendiri.  Ada beberapa kali dilaporkan oleh penulis kitab Injil di mana Tuhan Yesus pernah mengusir orang-orang yang berjualan di sekitar Bait Allah dan menegur mereka dengan nada keras karena mereka menyalahgunakan Bait Allah sebagai sarang penyamun karena di sana mereka mencari keuntungan yang tidak halal, di mana Imam Besar Hanas  menjalankan bisnisnya demi pelayanan.

Kalau demikian, apakah pentingnya atau maknanya kehadiran Bait Allah bagi kita sebagai orang-orang percaya?  Kehadiran Bait Allah bukanlah sebagai menara Babel modern, kehadiran Bait Allah memunyai makna khusus.

Beberapa Makna (pentingnya) Bait Allah bagi Orang Percaya pada Masa Kini

    Sebagai tempat memanggil dan memuja nama Tuhan (Kej. 12:7-8; 22:9; 26:23-25; 35:1-15).

Ketiga bapa leluhur Israel mendirikan mezbah sebagai Betel di tempat di mana Tuhan menampakkan diri kepada mereka, seperti Abraham mendirikan mezbah di More dan Mamre, Ishak mendirikan mezbah di Bersyeba, dan Yakub mendirikan mezbah di Lus.

Kelihatannya bahwa mereka mendirikan mezbah di situ karena tempat itu khusus atau istimewa sebab di situlah Tuhan pernah menyatakan diri kepada mereka.

Mereka memanggil mezbah sebagai tempat untuk memanggil dan memuja nama Tuhan dan sebagai tempat untuk mempersembahkan korban mereka.

Pemujaan dan korban adalah menyatakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.  Itu berarti mendirikan Bait Allah adalah ungkapan luapan rasa syukur dari orang-orang percaya kepada Tuhan.

Mendirikan Bait Allah tidak bertujuan untuk mencari nama, tetapi sebagai tempat untuk memanggil dan memuja nama Tuhan.  Di mana ada Bait Allah di situ ada orang-orang yang biasa memanggil dan memuja nama Tuhan.

    Sebagai simbol kehadiran Tuhan di tengah-tengah umatNya (Kel. 25:8-9; Hag. 1:8).

Pada Kel. 25:8, Musa diperintahkan untuk membangun kemah suci supaya Tuhan berkenan diam di tengah-tengah  mereka yang dilambangkan dengan adanya tabut perjanjian yang diletakkan di ruang maha kudus.

Dengan adanya kemah suci (tabut perjanjian) di di tengah-tengah umat Tuhan adalah menggambarkan bahwa Tuhan ada di tengah-tengah mereka.  Untuk apakah Tuhan hadir di tengah-tengah umatnya?

        Untuk memberi berkat kepada umatNya.  Umat Tuhan pada jaman Hagai dikatakan bahwa mereka kurang diberkati karena mereka kurang memperhatikan Bait Allah.
        Untuk menyatakan kemuliaanNya.  Berarti Bait Allah adalah alat kesaksian bagi dunia atau sebagai alat PI bisu yang dapat disaksikan oleh orang lain.

Adanya kehadiran Bait Allah adalah gambaran bahwa di tempat itu ada nama Tuhan hadir di tengah-tengah umatNya.

    Sebagai sarana ibadah dan pelayanan sosial (Luk. 19:45-47; Mat. 21:14).

Setelah bangsa Israel berkembang menjadi satu bangsa, maka dirasa perlu membangun tempat ibadah sebagai tempat berkumpul bagi umat untuk beribadah kepada Tuhan.

Tuhan Yesus menyebut Bait Allah itu sebagai rumah doa bagi segala bangsa, berarti Bait Allah adalah sarana untuk beribadah atau berdoa kepada Tuhan.

Di samping itu, Tuhan Yesus juga memakai Bait Allah sebagai tempat untuk mengajarkan firman Tuhan atau sebagai tempat pendidikan agama bagi umat dan juga sebagai tempat menyembuhkan orang-orang sakit (Mat. 21:14).

Itu berarti Bait Allah juga adalah sarana pelayanan sosial bagi umat dan bagi orang-orang lain.

Kadang-kadang Bait Allah terlalu dikeramatkan, sehingga hanya dipakai untuk beribadah saja, yang konon hanya dibuka satu kali seminggu, tetapi tidak dipergunakan sebagai sarana pendidikan dan pelayanan sosial.  Jika Bait Allah hanya sebatas sebagai tempat ibadah saja, berarti makna kehadirannya di tengah-tengah kita terlalu sempit.

Kesimpulan
Dari uraian di atas, ternyata kehadiran Bait Allah di tengah-tengah orang-orang percaya memunyai makna khusus, yaitu:

    Sebagai tempat memanggil dan memuja nama Tuhan atau sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
    Sebagai simbol kehadiran Tuhan di tengah-tengah umatNya untuk memberkati dan menyatakan    kemuliaanNya.
    Sebagai sarana ibadah dan sarana pelayanan sosial bagi umat dan bagi sesama.


by: Pdt. Markus Lingga M.A. Lihat Profile Penulis

Baik Untuk Dibaca
Tugas Pokok Penatua dan Diaken
Gereja Yang Diperlengkapi Dari Surga
Kuasa Doa Orang Percaya
Menata Persekutuan Berdasarkan Pola Inkarnasi Kristus

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top