Evangelism Unlimited

Menata Persekutuan Berdasarkan Pola Inkarnasi Kristus

Menata Persekutuan Berdasarkan Pola Inkarnasi Kristus

6 10 99
Menata Persekutuan Berdasarkan Pola Inkarnasi Kristus 10 6 99
Filipi 2 : 1-11

Sejarah gereja telah membuktikan bahwa ancaman terbesar bagi kesatuan gereja bukan datang dari luar gereja, tetapi justru datangnya dari dalam gereja. Perselisihan dan perpecahan lebih efektif digunakan iblis untuk menghancurkan jemaat Tuhan. Salah satu sorotan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus ialah adanya komparasi di dalam jemaat.
Sebagian jemaat membanggakan Apolos, sebagian Paulus dan yang lain Tuhan Yesus. Ini ciri ketidakdewasaan jemaat sehingga selalu bangga dalam perpecahan. Dalam era kita (jemaat sekarang) sering nampak sikap membanding-bandingkan gembala/penghotbah ataulah tua-tua gereja. Sikap yang mementingkan pribadi atau golongan merupakan ancaman bagi persekutuan kristen.

Dari statement diatas, Pola apa yang harus dilakukan untuk menata persekutuan kristen?
1. Pola Pengosongan diri
Fil. 2:7
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.(TB)
Dalam Ayat ini Paulus menekankan "pengosongan diri Yesus".Mengosongkan diri artinya bahwa menanggalkan diri turun sampai ketingkat dimana dianggap tidak memiliki apa-apa. Dianggap sepi dan tidak dihargai oleh orang lain. Penerapannya yang harus dilakukan ialah dalam menata persekutuan, pola pengosongan diri seperti kristus harus dipraktekkan, dimana tidak mementingkan diri sendiri tetapi menganggap orang lain lebih penting dari dirinya.

2. Pola Penyusuaian diri.
Fil. 2:6
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,(TB)
Paulus menilai jemaat Filipi cenderung untuk mencari pujian bagi dirinya sendiri. Bagi dunia, hak diri sangatlah penting dan harus dipertahankan namun bagi Alkitab, hak diri dikesampingkan seperti Tuhan Yesus rela melepaskan "kesetaraan" dangan Allah dengan rupa seperti budak.Ini perlu diterapkan dalam persekutan, yakni menjadi setara dalam berjemaat tanpa ada rasa lebih dari orang lain.

3.Pola Pengabdian Diri
Fil. 2:7b-8
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.(TB)
Ketika Yesus menjadi sama seperti manusia, ia tidak tinggal berdiam dan dilayani, tetapi melayani setiap manusia melalui tindakannya. Mungkin jika kita sebagai pemimpin dalam persekutuan/ organisasi, sangat rumit lagi untuk melayani orang-orang. Hal ini merupakan ajaran dunia sebab alkitab katakan siapa yang menjadi pemimpin haruslah menjadi pelayan diantara sesama.

by. Pdt. Aris Mangosa, STh  Lihat Profile Penulis
Editing : Administrator 

Link Yang Berhubungan
Kualitas Rohani Pengikut Kristus

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top