Evangelism Unlimited

Refleksi Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga

Refleksi Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga

6 10 99
Refleksi Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga 10 6 99
KE ATAS tetapi juga KE DALAM dan KE LUAR

 Telah biasa kita mendengarkan bahwa perubahan total kehidupan murid-murid Tuhan Yesus terjadi oleh pencurahan Roh Kudus, bukan oleh mujizat-mujizat, kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga.
Memang hal itu dapat kita baca dalam Kitab Kisah Rasul.  Tetapi Lukas dalam Injilnya pasal terakhir,  memberi gambaran yang mungkin Anda belum pernah meneliti dan menikmatinya.  Dinyatakan  di sana bahwa justeru kenaikan Kristus ke sorga lah yang membawa pembaharuan yang luar biasa dalam kehidupan para mirid itu. dan bahwa itulah yang menjadi dasar dari pembaharuan-pembaharuan dalam kehidupan mereka selanjutnya.
Murid-murid Tuhan Yesus dibaharui dalam tiga arah hubungan kehidupan mereka.   Yang pertama, dalam hubungan ke atas. yaitu hubungan kepada Kristus. Yang kedua, dalam hubungan ke dalam yaitu kepada diri mereka sendiri dan yang ketiga, dalam hubungan ke luar yaitu kepada masyarakat umum di sekitar mereka.
Untuk memelajari kebenaran-kebenaran itu baiklah kita membaca ayat-ayat tersebut yang terdapat dalam

Lukas Pasal 24:50-53.
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. 

Yang Pertama:
PEMBAHARUAN KE DALAM


"Sujud menyembah-Nya” adalah pernyataan dalam ayat 52a yang paling jelas menyatakan bagaimana kenaikan Kristus telah membaharui para murid secara ke dalam.

         Anda perlu memerhatikan bahwa alangkah berbedanya sikap para murid terhadap Kristus setelah kenaikan-Nya dari sikap mereka beberapa waktu sebelumnya. Dalam Lukas pasal 24, mulai ayat 11 kita membaca bahwa para murid itu penuh dengan keragu-raguan, ketidakpercayaan,  prasangka dan sinisme tentang Yesus Kristus. Ketika Maria dari Magdala,  Yohana, Maria ibu Yakobus dan beberapa perempuan lain menceriterakan kepada kesebelas murid itu tentang kebangkitan Tuhan Yesus sebagaimana telah diberitakan para Malaekat, maka bagi murid-murid ceritera :para perempuan itu hanyalah omongan yang kosong dan layak untuk tidak dipercayai, ayat 11
Petrus memang akhirnya ke kubur untuk melihat bukti. Tetapi yang didapatinya hanya kubur yang kosong kecuali kain kapan di dalam kubur  terlipat rapi.  Dengan melihat kain kapan itu seharusnya Petrus berkesimpulan satu saja yaitu Kristus telah bangkit.  Tetapi,  tahukah Anda apa yang dibuatnya? Amat mengherankan bukan?  Ia segera pergi sambil hanya bertanya-tanya di dalam hati, suatu sikap keragu-raguan  yang alasannya tidak jelas, ayat 12.
            Dalam perjalanan ke Emaus di sore kelabu itu, dua orang murid Yesus yang kacau pikirannya gara-gara "omong kosong" dari para wanita pengunjung kubur Yesus tersebut.  Kedua murid itu telah melakukan suatu tindakan yang amat lucu, namun menyedihkan. Betapa tidak!  Anda baca dalam ayat 13-24  bagaimana keduanya berapi-api menceriterakan tentang "Yesus yang mati” justeru kepad,a "Yesus Yang Hidup”, yang waktu itu sedang berjalan bersama mereka.  Hanya orang yang sedang mengalami kebingungan tingkat tinggi sajalah yang dapat melakukan keanehan semacam itu. bukan?

         Ketika akhirnya Tuhan Yesus menampakkan diri kepada semua murid itu, tentu Anda berharap bahwa keragu-raguan,  ketidakpercayaan dan kebingunngan mereka akan sirna diganti semarak sukacita oleh kepercayaan.  Terpaksa Anda harus kecewa mengetahui bahwa mereka malah terkejut dan takut karena mereka menyangka melihat "hantu”, ayat 37-38
Lukas, dalam Ilham Roh Kudus menyebutkan secara gamblang bahwa mereka "belum percaya“ juga ketika Yesus sedang berdiri dan berdemonstrasi dengan makan di hadapan mereka, disertai penunjukan lobang-lobang paku pada bekas bilur-bilur penyaliban-Nya
Anda dapat mengatakan bahwa hal itu adalah puncak kebebalan dari para murid tersebut.  Dan Anda nenpunyai alasan mengatakan seperti itu.  Dalam situasi itulah Yesus membawa mereka ke luar kota, ke bukit Zaitun dekat Betania.  Di sana Ia mengangkat tangan-Nya, memberkati mereka. Dan dalam posisi itulah Ia terangkat ke sorga disambut sujud sembah para murid.  Haleluyah!
Jelaslah bagi kita bahwa kenaikan Kristus membawa perobahan yang menjadi  anti  klimaks dari sikap mereka sebelumnya.  Sikap keragu-raguan, ketidakpercayaan, dan kebingungan mereka diganti dengan penyembahan yang meliputi lahir dan batin mereka, yang diwakili dengan kata: sujud.  Kesujudsembahan para murid itu hanyalah tanda dari adanya perobahan di dalam hati dan pikiran mereka.  Kepercayaan dan pengenalan mereka terhadap Yesus Kristus telah sangat berobah.  Inilah pembaharuan ke dalan itu.  Pembaharuan dalam yang diungkapkan ke luar yaitu dengan “sujud menyembah”.
Kita harus berhenti sejenak di sini untuk merenungkan bahwa ada banyak orang yang terdapat dalam lingkungan Kristan yang satu dua tindakan mereka telah berobah tetapi sebenarnya kepercayaan dan pengenalan mereka akan Yesus Kristus sama sekali tidak berobah. Dan pada akhirnya kita menjumpai mereka menjadi orang-orang Krirsten munafik dan semu.  Sementara itu kita melihat sebahagian orang Kristen yang jumlahnya jauh lebih banyak dari yang pertama tadi, yaitu mereka yang telah mengalami perobahan konsep, kepercayaan dan pengetahuan secara teologis akan Yesus Kristus dalam pikirannya tetapi sama sekali tidak bersedia merobah tindakan dan langkah-1angkah kehidupan mereka, sesuai dengan pembaharuan kepercayaan dalam  pikiran mereka. Kita tahu pasti bahwa akhirnya mereka itu menjadi orang Kristen secara otak, berpengetahuan, tetapi hati dan hidup mereka kering laksana carang anggur yang tak berbuah sama sekali, sehingga harus dikerat oleh Bapa, Pengusaha pokok anggur itu. Tetapi syukurlah kepada Tuhan karena dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat juga menjumpai  banyak orang kristen sejati.  Pengenalan mereka kepada Tuhan Yesus Kristus yang terus menerus meningkat, mereka buktikan dalam kehidupan yang semakin berobah seteladan dengan Yesus Kristus sehingga hidup mereka sunguh memuliakan Dia.  Karena itu Anda pasti bersedia memilih sikap semacam itu untuk menjadi pola  hidup Anda, bukan?

Yang Kedua,
PERUBAHAN KE ATAS


      "Pulang ke Yerusalem dengan sukacita," ayat 52b, adalah perbuatan para murid Kristus yang menyatakan pembaharuan hidup para murid kristus dalam hubungan ke atas yaitu dalam hubungan mereka dengan Tuhan Yesus, yang dimungkinkan oleh kenaikan Tuhan Yesus ke sorga.
Apakah yang akan menjadi jawaban Anda, jika ditanyai mengapa murid-murid itu pulang ke Yeruralem dan bukan ke Galilea atau ke Samaria misalnya? Tidak tepat jika Anda berpendapat bahwa mereka pergi ke Yerusalem karena mereka berasal dari Yerusalem.  Semua murid Tuhan Yesus berasal dari  daerah Galilea, yaitu bahagian Utara Israel sedangkan Yersalem berada di bagian Selatannya. "Barangkali mereka ke Yerusalem karena di sana mereka lebih mudah memberitakan Injil” demikian mungkin Anda mencoba menerka.  Justeru sebaliknya!  Anda tahu pasti bahwa selama sekitar tiga setengah tahun pelayanan Tuhan Yesus terbanyak dia melakukan-Nya di bagian Utara karena sikap orang-orang di sana di bahagian Utara itu justeru lebih terbuka dibandingkan dengan sikap perlawanan terang-terangan dari orang-orang di Yerusalem.  Mereka tidak mungkin juga ke Yerusalem  karena alasan ekonomis.  Betapa lebih sulit untuk dapat mempertahankan hidup di kota besar dibanding di desa bagi orang-orang yang tidak terdidik seperti para murid itu. Lalu, kalau ditinjau dari segi keamanan, sebenarnya pergi ke Yerusalem terlalu berbahaya bagi mereka.  Di sanalah, di Yerusalem, bermukim para ahli Torat dan orang-orang Parisi yang sedang memasang kuda-kuda perlawanan mereka kepada Tuhan Yesus dan kalau bisa menelan habis semua orang yang menyatakan diri sebagai pengikut-Nya.
"Jadi, mengapa mereka justeru ke Yerusalem?" mungkin Anda balik bertanya.  Jawabannya dapat Anda temui dalam ayat 49: "Dan Aku  akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku.  Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dar:i tempat tinggi,” demikian  Tuhan Yesus berpesan kepada mereka sebelum Ia terangkat kesorga. 
Tentu Anda dapat melihat sekarang dengan jelas bahwa mereka ke Yerusalem karena dua sebab. Yang pertama adalah karena mereka diperintah  oleh Tuhan Yesus untuk pergi ke sana dan terhadap perintah-Nya itu mereka mengambil sikap taat sepenuhnya.  Yang   kedua adalah karena mereka ingin diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.  Tepatnya,  mereka  ingin menerina tugas untuk menjadi saksi Kristus yang berhasil.
Dengan hanya sedikit saja sikap membangkang dan rasa enggan melayani Dia, sudah cukup untuk mencegah mereka ke Yerusalem. Dan hal  yang sama juga sudah cukup untuk membuat Anda lari dari kehendak-Nya sambil mencuci tangan dari semua usaha menjadi saksi-Nya.
Anda akan rugi jika tidak memerhatikan bagaimana peraaaan mereka dalam perjalanan pulang ke Yerusalem.  Perhatikanlah baik-baik bahwa mereka “ sangat  bersukacita “ dalam perjalanan pulang ke Yerusalem itu.
Sebenarnya mereka telah biasa bergembira sebelumnya. Bersama Yesus selama sekitar tiga setengah tahun, adalah pengalaman yang penuh dengan hal-hal yang luar biasa yang diantaranya banyak yang sangat menggembirakan mereka.  Tetapi sejak Tuhan Yesus ditangkap kemudian di salibkan, sukacita mereka buyar seluruhnya. Harapan-harapan mereka menjadi hancur bersama peristiwa berdarah dibukit tengkorak itu.
Masih menjadi pertanyaan Anda barangkali: “Samakah sukacita  mereka setelah kenaikan Kristus dengan sukacita mereka sebelum penyaliban-Nya?”  Jawabannya singkat saja : "Sangat berbeda!” Yang menjadi dorongan sukacita dan ketaatan mereka sebelum kenaikan Tuhan Yesus, lain sekali.  Keinginan-keinginan mereka sebelum kenaikan-Nya, bersifat “jasmani dan materi”.  Tidak jarang mereka berdebat memperebutkan tempat tertinggi di sisi  Tuhan Yeaus,  dalam Kerajaan-Nya.  Ya, orangnya sama dan suasana serta tempatnya sama, tetapi sukacita mereka telah lain sama sekali. Berarti perobahan telah terjadi.  Oleh kenaikan Kristus ke sorga, mereka bersukacita dalam ketaatan kepada Kristus. Anda tahu betapa mulianya hal itu.  Ada orang percaya yang mungkin mudah taat tetapi dalam ketaatan itu terdapat keterpaksaan, persungutan dan dukacita.  Bagi murid-murid Kristus  ketaatan adalah keindahan bukan keterikatan. Itu adalah kebebasan bukan perbudakan.  Alangkah indahnya hidup seperti itu.  Hukum-hukum-Nya tidak berat, tetapi mendatangkan kelegaan, dan itulah inti kasih agape, kasih Allah.

                   Disamping itu, mereka bersukacita menerima tugas  untuk menjadi saksi Kristus. Mereka           bersukacita menantikan kelengkapan untuk tugas itu. Telah Anda ketahui bahwa mereka dulu bersukacita mengikut Yesus karena mereka ingin memeroleh jabatan atau kedudukan sebagai imbalan dari ketaatan dan pengabdian itu. Kini, sesuatu yang meng-herankan telah terjadi.  Mereka bersukacita justeru karena mereka berkesempatan untuk memberi waktu dan tenaga mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Mereka bersukacita dalam  berkorban dan memberi bukan dalam menerima.  Penyerahan   mereka tanpa pamrih, dan hal itu mereka lakukan dalam sukacita.  Haleluyah, Puji Tuhan!
                 Itulah pembaharuan ke atas, yaitu dalam sikap mereka kepada Kristus yang telah dibaharui oleh  kenaikan-Nya.  Lukas mencatat semuanya itu oleh Ilham Roh Kudus.  Dan kini  Roh yang sama menanyai hati Anda : "Di sana,  di kedalaman hati Anda. adakah juga sukacita ketaatan? Adakah penyerahan dan pengorbanan tanpa pamrih dalam sukacita dalam hidup Anda?"  Kepada Anda  Ia menegaskan bahwa ketaatan dan penyerahan yang kurang mutunya dari itu, tidak berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Yang Ketiga,
PERUBAHAN DALAM HUBUNGAN KE LUAR


"Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah", demikian catatan dalam ayat 53, yang sekaligus menyatakan bagaimana murid-murid mengalami pembaharuan ke luar oleh kenaikan Tuhan Yesus ke sorga.
             “Senantiasa dalam Bait Allah” tentu tidak bermakna secara hurufiah. Anda memang dapat berkilah bahwa tidak mungkin mereka makan di Bait Allah, tidur di sana terus-menerus dari waktu ke waktu. Pernyataan itu bermakna bahwa mereka bersikap “terang-terangan” sebagai pengikut Yesus Kristus tanpa ada sedikitpun rasa takut.  Anda dapat membandingkan dengan sikap mereka sebelumnya yang penuh dengan ketakutan.  Kini, di tengah-tengah masyrakat Yerusalem, dikelilingi para imam dan ahli Torat, mereka memuliakan  Allah.  Puji Tuhan! Mereka tidak ingin menjadi garam yang tawar, dan sangat keberatan menjadi cahaya yang tertutup oleh gantang, melainkan mereka mau memberi hidup mereka menjadi laksana kota yang terletak di atas bukit, yang dapat dilihat dan disaksikan oleh dunia.

Kesimpulan

Pada tanggal 9 Mei 2013 yang lalu, Anda bersama-sama dengan berjuta-juta orang percaya di dunia telah merayakan kenaikan Kristus ke sorga.  Sayang sekali bahwa kadangkala kenaikan-Nya ke sorga diartikan bahwa Ia telah pergi ke sana, ke sorga, jauh sekali dari dunia ini, dan meninggalkan dunia ini dengan segala persoalan dan kebutuhan-kebutuhannya.  Ia telah “meninggalkan dunia ini dalam arti seluas-luasnya” adalah merupakan pernyataan iman para penganut Teologi Kematian Allah.  Tentu Anda tidak menyetujui hal itu.  Anda masih ingat kata-kata-Nya: Walaupun Aku naik, Aku tidak akan meninggalkan kamu piatu.  Aku akan datang dan terus hadir menyertai kamu sampai kesudahan alam.  Kehadiran-Nya tersebut, adalah kehadiran-Nya dalam Roh Kudus.
Tegaslah bagi Anda bahwa memeringati kenaikan-Nya berarti mengingatkan diri Anda tentang kehadiran-Nya dalam hidup dan pelayanan Anda dan kehadiran itu adalah kehadiran yang membaharui Anda secara terus-menerus, kehadiran yang meningkatkan nilai ketaatan dan penyerahan Anda kepada Dia serta kehadiran yang memberanikan Anda bersaksi bagi Dia di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan Anda.


by : Pdt. Dr. Pdt John S. Dana, MTh Lihat Profile Penulis

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top