Evangelism Unlimited

Sikap-Sikap Penyambut Paskah (Yohanes 12:1-8)

Sikap-Sikap Penyambut Paskah (Yohanes 12:1-8)

6 10 99
Sikap-Sikap Penyambut Paskah (Yohanes 12:1-8) 10 6 99


Penyambutan Paskah setiap tahunnya sering disibukkan dengan persiapan-persiapan seperti ketika orang menyambut tamu-tamu yang terhormat. Lepas dari kesibukan tersebut, ada beberapa karakter manusia sebagai sikap dalam penyambutan Paskah.

1. Pengorbanan (ayat 1-2)
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.(TB)

Marta mewakili karakter pengorbanan, Ia  melayani (tenaga) dalam menyambut perjamuan, dan lebih dari itu kalau di pahami bahwa dalam perjamuan ada pengorbanan materi dalam menyediakan semuanya. Marta menjadi sejarah dalam pengorbanan jemaat seperti persiapan pelayanan konsumsi dalam paskah-paskah masa kini. Dalam aplikasinya, apakah sikap rela berkorban mewarnai hidup kita sekarang?
2. Penyerahan Diri (ayat 3)
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.(TB)

Ada tiga point yang dapat dilihat
a. Maria memberikan hidupnya kepada Tuhan dengan memberikan minyak narwastu yang mahal (300 dinar). Jaman itu nilai uang tersebut berdasarkan hitungan manusia merupakan biaya hidup dalam setahun. Namun ia berikan semuanya untuk Tuhan Yesus karena dia menyerahkan diri sepenuhnya.
b. Ia Menyeka kaki Yesus dengan rambutnya, merupakan penghormatan setinggi-tingginya kepada Yesus karena sebagai wanita terhomat di lingkup daerah palestina ia seharusnya tidak boleh menguraikan rambutnya di depan umum.
c. Bau minyak semerbak
Sikap penyerahan penuh ini memberikan kesaksian kepada semua orang dimana kita berada.

Ke tiga Point diatas menunjukkan bahwa Maria menjadi sejarah untuk pengorbanan jemaat dalam memberikan yang paling berharga (terbaik/diri) kepada Tuhan Yesus di saat-saat sekarang. Adakah sikap ini didalam hidup kita?

3. Ketamakan (:4-8)
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."(TB)

Yudas adalah ekonom yang handal, sayang hatinya licik dalam hal-hal materi. Ia selalu mengatasnamakan orang banyak untuk kepentingan pribadi. Ia mencuri perbendaharaan dan curang dalah hal-hal pembagian. Yesus mengecam ketamakan.

Ketiga karakter diatas bisa menjadi kontrol buat pembaca siapa saja, dimanakah posisi sikap pembaca dalam menyambut paskah???

By : Pdt Aris Mangosa,STh   Profile Penulis
Editing : Admin  

Artikel berhubungan
Reaksi Terhadap Natal

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top