Evangelism Unlimited

Apa yang perlu diisi dalam Hidup yang Pendek ini

Apa yang perlu diisi dalam Hidup yang Pendek ini

6 10 99
Apa yang perlu diisi dalam Hidup yang Pendek ini 10 6 99


Pengkhotbah 2:3 “Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, -- sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat --, dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu.”

Raja Salomo adalah raja ketiga Israel. Tuhan memberkatinya berlimpah sehingga ia menjadi seorang yang kaya raya. Salomo juga terkenal dengan hikmatnya yang luar biasa, yang diterima dari Tuhan melalui doa. Bahkan semua raja-raja di sekitar Israel meminta nasihat Salomo.


Namun dalam  dalam ayat di atas kita membaca bahwa ketika ia santai dan menikmati hidup ini, dia sadar bahwa hidup ini pendek adanya. Pemazmur berkata bahwa umur manusia itu 70 sampai 80 tahun sesudah itu adalah penderitaan dan kesukaran. Mazmur 90:10. Karena itu hidup ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena umur manusia pendek.

Ada tiga sosok dalam Alkitab menjadi teladan bagi kita tentang bagaimana mengisi hidupnya dengan baik sampai lanjut usia :


(1)       Abraham. Roma 4:19-21

Tuhan sudah berjanji kepada Abraham bahwa melalui Sarah akan lahir seorang anak laki-laki yang menjadi sumber keturunannya yang jumlahnya seperti bintang di langit dan seperti pasir di laut (Kejadian 17:16). Namun umur Abraham sudah hampir 100 tahun, anak perjanjian itu tidak datang-datang. Bahkan Sarah sudah sangat tua, tidak memungkinkan lagi untuk melahirkan anak. Tetapi Abraham tidak pernah kehilangan semangatnya. Abraham yakin betul akan janji Tuhan, walaupun umurnya tidak mungkin lagi untuk mendapat keturunan. Abraham adalah tokoh yang mengisi hidupnya dengan iman, percaya.

Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Anak Tuhan tidak hidup karena uang yang banyak, pangkat, gelar, dlsb, melainkan oleh IMAN. Pada kedatangan Yesus yang kedua, Ia akan bertanya apakah anak-anakNya memiliki iman. Hanya dengan iman kita bisa masuk sorga, bisa selamat. Iman itu adalah investasi kekekalan.

(2)       Kaleb. Yosua 14:7-11.

Kaleb, waktu dia diutus Musa mengintai tanah Kanaan, umurnya 40 tahun. Dan Kaleb bersama Yosua melaporkan kepada Musa tentang tanah Kanaan yang berlimpah dengan anggur, susu, dan madu, sedangkan yang sepuluh lagi melaporkan yang tidak benar dan rakyat Israel mendengar yang mayoritas sehingga Israel gagal waktu itu masuk ke Kanaan. Tuhan berkata bahwa Yosua dan Kaleb akan masuk ke tanah Kanaan karena setia dan mentaati Firman Tuhan. Yosua menjadi pemimpin bangsa Israel masuk tanah Kanaan. Waktu masuk ke tanah Kanaan Kaleb sudah berumur 85 tahun. Dia berkata kepada Yosua : "berikan aku Hebron, aku akan taklukkan penduduk Hebron, pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa." Di sini kita membaca bahwa Kaleb ngomong/berbicara sendiri. Menurut perhitungan manusia jika umur bertambah maka kekuatan pasti berkurang. Tetapi Kaleb tidak mau tahu, dia memiliki kekuatan seperti yang diucapkan, tidak tergantung dari umur. Kaleb selalu mengisi lidahnya dengan perkataan yang positif.

Hidup kita ini harus selalu diisi dengan perkataan-perkataan positif, dengan perkataan-perkataan yang berbobot berkat.

(3)       Janda Sarfat. I Raja-Raja 17:10-16

Pada waktu kelaparan menimpa Israel, Elia bertemu dengan seorang janda serta anaknya yang masih kecil. Janda itu sedang memungut dua tiga potong kayu api untuk mengolah segenggam tepung dan sedikit minyak yang dimilikinya. Jika mereka sudah makan roti itu maka mereka menunggu waktu mereka untuk mati. Tetapi Elia berkata : "...buatlah lebih dahulu begitu sepotong roti bundar kecil daripadanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kau makan bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah Firman Tuhan, Allah Israel". Janda ini tidak mengomel terhadap perkataan nabi Elia tetapi pergi dan berbuat seperti yang dikatakan Elia. Mujizat terjadi! Janda ini tidak mati tetapi umur dia dan anaknya diperpanjang Tuhan karena dia taat kepada Firman Tuhan. Bahkan Tuhan membuat tepungnya tidak habis dan minyaknya tidak berkurang sampai kelaparan berlalu.

Kita bisa mengalami masalah keuangan atau ekonomi. Karena itu kita perlu belajar dari janda Sarfat ini. Karena kepatuhannya kepada Firman Tuhan maka mujizat terjadi dalam keluarganya. Setiap orang yang taat kepada Firman Tuhan bisa berhasil melalui krisis. Setiap krisis bisa diubahkan Tuhan  menjadi berkat.

Hidup kita ini pendek. Oleh sebab itu isilah dengan iman, isi dengan semangat, dengan perkataan dan pikiran yang positif, serta ketaatan kepada Firman Tuhan. Puji Tuhan.


sumber http://www.peduligereja.com/
by : Admin   Profile Admin

Penting untuk dibaca

Kualitas Rohani Pengikut Kristus

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top