Evangelism Unlimited

6 10 99
10 6 99
TUHAN ADALAH INVESTOR



“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat,” (Mat. 25:14-15).

Perumpamaan tentang talenta yang ada di Matius 25 sangat jelas mengajarkan kepada kita tentang cara Bapa di surga memberikan berkat kepada kita. Dengan mempelajari perumpamaan ini, kita sedang mempersiapkan diri untuk menerima berkat melimpah dari Bapa.



Perumpamaan ini memberikan gambaran Bapa sebagai Investor. Oleh karena itu, kita akan melihat karakteristik seorang investor agar kita bisa bertindak dengan benar sehingga bisa mendapat kepercayaan lebih besar dari Bapa.

Mengembangkan Harta
Tujuan utama Tuan memercayakan harta kepada hamba-hambanya adalah mengembangkan hartanya. Ini adalah ciri utama seorang investor. Oleh karena itu, sang tuan tidak memercayakan hartanya dalam jumlah yang sama kepada masing-masing hamba. Ia harus memastikan kemampuan hambanya masing-masing dalam mengembangkan harta tersebut. Hamba yang terlihat tidak sanggup hanya dipercayakan satu talenta.

Sikap seperti ini sangat berbeda dengan pemberi sumbangan yang biasanya menekankan pada kesetaraan. Harta yang ada seharusnya dibagi rata kepada setiap hamba. Namun, sang Tuan bukanlah pemberi sumbangan. Ia adalah investor yang memercayakan hartanya kepada orang yang memang memiliki kemampuan untuk mengembangkan.

Misalkan ada dua warung bubur: A dan B. Warung bubur A sangat ramai dengan pengunjung, sedangkan warung bubur B sepi dan hampir tutup. Warung bubur manakah yang lebih menarik perhatian Anda?

Jawabannya tergantung kepada siapa Anda. Jika Anda menganggap diri sebagai pekerja sosial yang bertanggung jawab untuk membuat keadaan menjadi sama, Anda lebih tertarik kepada warung bubur B. Namun, jika Anda tertarik kepada Warung bubur A, berarti Anda seorang investor. Harta kita akan bertambah ika kita memercayakannya kepada Warung bubur A.

Demikian juga dengan Bapa di surga. Dia akan memercayakan harta- Nya kepada orang yang memiliki kesanggupan untuk mengembangkan harta tersebut. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mengembangkan kesanggupan kita sehingga mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari Bapa. Dalam memberikan kasih, Dia tidak pandang bulu dan tidak membeda-bedakan. Namun, dalam memercayakan berkat-Nya, Tuhan bertindak sebagai investor. Dia memberikan berkat-Nya kepada anak-anak-Nya yang memiliki kesanggupan.

Harta milik Investor
Dalam perumpamaan ini, para hamba tidak merasa memiliki harta karena mereka sangat menyadari bahwa sang Tuan hanya memercayakan harta itu kepada mereka. Hal ini sama persis dengan seorang investor yang menginvestasikan hartanya melalui suatu perusahaan investasi. Harta ini memang dikelola oleh perusahaan investasi ini, tetapi harta tersebut tetap menjadi milik si investor.

Harta bisa dipindahkan dari satu orang ke orang lain. Seorang investor bisa dengan mudah memindahkan hartanya dari satu perusahaan investasi ke perusahaan investasi yang lain jika perusahaan sebelumnya kurang memberikan keuntungan. Demikian juga dengan Bapa di surga, Dia bisa memindahkan harta yang dipercayakan dari satu orang ke orang yang lain.

“Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Mat. 25:28–29).

Sekilas, hal ini terlihat sebagai tindakan yang kejam, tetapi sebenarnya tindakan ini adalah tindakan yang sangat wajar. Untuk itu, kita tidak mempermasalahkan hal ini, tetapi berusaha untuk senantiasa mengembangkan diri sehingga Tuhan melihat kesanggupan kita yang semakin besar untuk mengelola harta yang semakain banyak.

Sumber: Majalah Bahana, Januari 2012

0 komentar:

Posting Komentar

 
LONGORI PORTAL © 2012-2018. All Rights Reserved. Design by Malan_Family - www.kibaidlongori.org
Top