• Gratis buku Rohani format Pdf.baik untuk gadget or laptop pembaca.

  • Situs ini menerima tulisan anda utamanya untuk membangun rohani setiap pembaca.

Jumat, Juli 24, 2015

"...pada sebagian gereja atau lembaga gerejawi, uang persembahan jemaat itu dikelola seenaknya oleh pemimpin dan keluarga untuk kepentingan pribadi, bersenang-senang di atas keringat dan air mata doa jemaatnya"

Suatu hari di negeri China diadakan kontes menulis dengan topik anti narkoba. Seorang pecandu heroin yang sudah kehabisan duit tertarik mengikuti lomba tersebut. Ia butuh duit untuk membeli narkoba. Oleh karena dia sendiri pecandu, dan memang berbakat menulis maka tulisannya sangat menyentuh hati para Juri. Ia akhirnya menjuarai lomba menulis tersebut. Dia sangat senang, karena hadiah uang yang dia terima dari hasil lomba bisa membeli narkoba lagi.

Ironis bukan? Juri tidak pernah mau tau sejarah kehidupan penulis ini.

Hal seperti ini hampir setiap hari terjadi di sekitar kita. Misal, saat Pilkada berlangsung. Rakyat dengan cepat memilih kepala daerah atau anggota dewan yang pidatonya hebat dan memikat serta berjanji memberantas korupsi. Tak lama menjabat, ee..kita membaca sang Gubernur ditangkap KPK. Kita tertipu karena dia seorang orator ulung, putra daerah dan kaya.


Barusan Mahkamah Agung dan pemerintahan Obama melegalkan perkawinan sejenis di Amerika serikat. Menyusul 20 negara yang sudah lebih dulu menyatakan dukungan dengan perkawinan sejenis.

Langsung dunia tersontak. Mereka yang anti langsung menolak hingga mencaci maki. Namun...beberapa waktu lalu saya berbicara dengan Penginjil yang sangat anti Gay dalam seminarnya, dan bersaksi sebagai mantan Gay. Namun, kepada kami dia mengakui kadang masih melakukan hubungan sejenis. Beberapa tahun lalu ia dikeluarkan dari tempatnya bekerja atau melayani.

Sebut saja contoh, ada salah satu Pendeta di Jawa Timur yang rumah tangganya dalam keadaan yang sangat buruk, anak-Ayah penuh perselisihan hingga saling gugat menggugat ke pengadilan, tetap saja jemaatnya datang berbondong-bondong ke gereja itu dan keluarga Pendeta tetap menjadi pemimpin disana.

Begitulah jemaat tak jarang begitu naif terpesona dengan kesaksian-kesaksian palsu, apalagi diadakan di gereja. Bahkan begitu cepat terpesona dengan mantan narapidana nusakambangan yang katanya sudah "bertobat". Mengagungkan artis yang baru masuk kristen, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup pribadinya. Tidak pernah tahu latar belakang artis atau narapidana tersebut. Bagaimana kehidupan keluarga dan pernikahannya atau cara hidup diluar mimbar.

Tak jarang hidup mereka di gereja dan di rumah bagai langit dan bumi. Ada masalah dalam kepribadian yang membuat keluarganya menderita. Sementara kita terpesona dengan Dusta si pendeta. Padahal Kitab suci tegas meminta kita untuk mengamati kepribadian dan latar belakang keluarga Pelayan di gereja. Apakah dia seorang kepala rumah tangga yang baik atau tidak.

Gereja yang telah diracuni hedonisme, kadang hanya mementingkan entertain supaya banyak orang yang datang. Jemaat yang ribuan jumlahnya itu kemudian memberikan persembahan dan perpuluhan.

Namun pada sebagian gereja atau lembaga gerejawi, uang persembahan jemaat itu dikelola seenaknya oleh pemimpin dan keluarga untuk kepentingan pribadi, bersenang-senang di atas keringat dan air mata doa jemaatnya.

Sebagian jemaat yang tidak memahami teologi dengan baik memang sulit membedakan mana pemimpin yang sungguh menggembalakan dan yang hanya memanfaatkan anggota jemaat untuk mendapatkan kekayaan.

Sebagian jemaat cuek atau acuh tak acuh. Sebab mereka datang ke gereja lebih untuk menunaikan kewajiban. Asal dosanya tidak disinggung, dia sudah senang. Soal bagaimana kehidupan pribadi si pendeta, tidak menjadi persoalan baginya. Sementara yang berani menegur atau mengancam posisi si pemimpin akan digeser dengan licik.


Author : Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak
Terapis keluarga dan kesehatan mental
Founder Pelikan Indonesia








Baik Untuk Dibaca
Portal Pdt. Pither Pakka
Portal Sahabat
Keluarga Cerdas

Jumat, Juli 17, 2015


Jika kita pernah mendengar Hukum Murphy, mungkin kita pernah mengalaminya:“If anything can go wrong, it will.” (“Apa pun yang bisa salah, akan salah”). Demikian pula dengan pernikahan, jika dasarnya salah, maka kecenderungannya akan menuju arah yang salah. Untuk membangun pernikahan yang bahagia diperlukan dasar dan fondasi yang benar. Jika dasar dan arahnya sudah benar, maka kita akan menuju arah yang benar.

.

Sesuatu yang paling sederhana yang mendasar dalam pernikahan adalah komitmen bahwa suami/istri kita menjadi SATU-SATUnya pria/wanita seumur hidup kita, titik. Tidak bisa ditawar.
.

Dasar yang ke dua adalah pernikahan itu ibarat masuk sebuah rumah kemudian didirikan tembok sehingga tidak ada pintu atau jendela untuk ke luar. NO EXIT DOOR! Hanya ada kisi-kisi kecil agar udara masuk dan kita bisa melihat ke luar namun kita TIDAK bisa keluar.


.

Mengapa banyak pasangan bercerai? Karena saat mereka menghadapi masalah kecil saja, mereka cepat-cepat mencari ‘pintu keluar’ Jika kita sudah memegang ke dua prinsip ini, maka perceraian, selingkuh dan hal-hal lainnya tidak memiliki peluang untuk menganggu. Satu-satunya jalan untuk berbahagia adalah mengusahakan kebahagiaan itu sendiri. Hanya kita dengan pasangan serta anak-anak kita yang dapat membangun kebahagiaan sesuai versi kita. Apa pun masalah yang kita hadapi, seberat apa pun, jika kita bekerja sama mencari solusi lalu kita melibatkan Tuhan sebagai Kepala dari rumah tangga kita, maka solusi baik yang melebihi apa yang bisa kita pikirkan, akan tercipta. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

.

Biasakan untuk memberi label yang membuat komitmen kita pada pasangan menjadi kuat. Saya memberi label pada suami saya sebagai “Suami yang luar biasa, Ayah yang hebat untuk anak-anak saya dan Sahabat di mana saya bisa merealisasikan mimpi-mimpi saya”. Saya berulang-ulang mengatakannya dalam berbagai kesempatan kepada suami saya. Dengan label ini mengingatkan saya bahwa dia adalah pria terbaik yang dikaruniakan Tuhan dalam hidup saya dan yang menarik, label ini membuat suami saya ingin memenuhi harapan saya. Semakin lama, hidup kami semakin bahagia.

Kami seringkali sharing dan saling mengingatkan bahwa kami hidup bahagia. Kami punya anak, pekerjaan dan kehidupan yang baik. Meski pun ukuran bahagia dan kesuksesan  itu relatif namun saat kita mau mensyukuri berkat-berkat yang Tuhan berikan, maka  Tuhan akan menambahkan secara berlimpah apa yang kita syukuri. Bukan banyaknya yang kita miliki yang membuat kita berbahagia namun kebersamaan, kerukunan dan saling mengasihi yang membuat apa yang kita miliki menjadi istimewa.

.

Dengan memegang ke dua prinsip ini, maka kita akan berkonsentrasi untuk membangun kebahagiaan kita. Cara-cara kreatif akan muncul dengan sendirinya di sepanjang kehidupan kita untuk merenda kebahagiaan yang kita dambakan. Jika bukan kita yang membangun kebahagiaan kita sendiri, lalu siapa lagi? Selamat mencoba!


By : Yenny Indra
Motivator Rohani









Baik Untuk Dibaca
Portal Administrator
Portal Sahabat
Inspirasi dan Kesaksian

Rabu, Juli 15, 2015

(Indonesia : Kebebasan dan Prostitusi)
Prostitution is now widely regarded as victimless and therefore, should be legalized. After all, shouldn’t we be free to fulfill ourselves in this manner! However, not everyone is of this opinion. Tania Fiolleau had once been a prostitute. She had also been an “overseer” of brothels who once employed hundreds of women.” Now, Fiolleau and other former prostitutes are denouncing the Ontario Court of Appeal’s decision to legalize brothels. Why? On her website, Fiolleau argues:

    First, the impact of migrant trafficking is an estimated 120 to 400 million dollars a year and accounts for roughly 8000 to 16,000 people arriving in Canada a year illegally. Vancouver B.C is also a major port for human trafficking. This goes a lot deeper than your typical prostitute on the street corner soliciting drivers. About twelve 15 to 30 year-old Asian girls are trafficked into Canada each week on visitors or work permits and then sold into prostitution. These women are working in brothels, and many of these are unlicensed establishment disguised as therapeutic massage centers, nail pedicure places, etc.  These women do not want to become prostitutes; they did not grow up with dreams of one day becoming a sex slave or being pimped.  Many of these are ‘tricked’ into coming on work visas and then forced into prostitution.

    Second, the demands for young prostitutes is very high as customers prefer the services of adolescents for their own sick reason and they are also ‘perceived’ to be more clean and less likely to harbor sexually transmissible diseases. Many teens are recruited into prostitution by friends who are already part of the trade and youths who have left broken or abusive homes. They are, in turn, susceptible to offers of shelter and emotional support and are often tricked into prostitution. The average age of entry into prostitution in Canada is 13 to 14 years old. Most of them are recruited or coerced into prostitution and many are leaving abused homes.

    Approximately 80% of women in prostitution have been victims of rape. Prostitutes are raped on average of eight to ten times per year; they are the most raped class of women in the history of our planet.  In a study, several prostitutes showed many of the same characteristics as soldiers returning from war. 76% of prostitutes met criteria for PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). That number is higher than soldiers and Prisoners of war.

    Legalizing prostitution becomes an incentive for women to enter the trade if we keep it legal…Once they enter the trade the statistics show that less than 3% of prostitutes can exit. They get addicted to the money, they get addicted to drugs, they lack education and they can’t get out.

    Statistics show that two-thirds of the children born from prostitutes end up prostitutes as well or in jail.

    The diseases that are spread are vast.

    In a 1998 report of prostitutes across five countries, 92% of women said they wanted to escape prostitution immediately and they would if they had resources.  Women who sell themselves are often coerced, forced or drugged into it—sometimes even at gun point.

Later, Fiolleau told LifeSiteNews that prostitution is a physical and psychological destroyer of women. “As the years go on they develop drug habits. Every single time that you sleep with a John, it chips away at your soul. Eventually you are the walking dead and then you try to take your life. I see it over and over and over again.”

Prostitution is no less a victimless crime than outright murder. However, it’s far more seductive. It is ironic that the feminist movement claims to have taken huge steps to liberate and elevate women. While employment and educational doors have swung open, she has also been reduced to a sexual object to be gawked at, grabbed, undressed, used, discarded, and often murdered. She has been told that what she does best, where she derives her greatest joy – child rearing – is beneath her dignity. Instead, she has been “dignified” by a stressful career from which she must return home to her children who still need diapers changed.

What promises liberation and sexual freedom can enslave. The things that we want can kill, and this is not just true of drugs. Peter described this irony regarding false teachers and their alluring false teachings:

·        For they mouth empty, boastful words and, by appealing to the lustful desires of sinful human nature, they entice people who are just escaping from those who live in error. They promise them freedom, while they themselves are slaves of depravity--for a man is a slave to whatever has mastered him. (2 Peter 2:18-19)

Indeed, our choices can “master” us. All of this raises the question: “What kind of society do we want?”  However, it raises an ever more fundamental question: “What is freedom?” Is freedom a matter of indulging all of our passions whenever we want them fulfilled? Is freedom a matter of imbibing heroin or pornography if this is what pleasures us? Won’t our pursuits and addictions deprive us of freedom? Heroin certainly is a freedom killer. Many argue the same thing about pornography – that it kills normal relationships, addicting us to images and fantasies, undermining our commitment to families.

“Choice” is now equated with “freedom” – whether regarding prostitution or porn – but should it be? Perhaps, instead, it’s more like what Jesus taught:

·        Then Jesus said to his disciples, "If anyone would come after me, he must deny himself and take up his cross and follow me. For whoever wants to save his life will lose it, but whoever loses his life for me will find it. What good will it be for a man if he gains the whole world, yet forfeits his soul? Or what can a man give in exchange for his soul?  (Matthew 16:24-26)

Perhaps, then, freedom is a matter of restraining our passion. For Jesus, freedom is also a matter of knowing and embracing the truth:

·        To the Jews who had believed him, Jesus said, "If you hold to my teaching, you are really my disciples. Then you will know the truth, and the truth will set you free." (John 8:31-32)


Author : Pastor Daniel Mann

Instructor at New York School of the Bible, New York,  February 1992 to present
Teach classes of OT, Theology and Apologetics.





Baik Untuk Dibaca
Portal EasyWorship
Portal English
Flashback Songs

Jumat, Juli 03, 2015

STT Kibaid yang berlokasi di kota Makale, Toraja, pada tanggal 26 -29 Juni 2015, kembali mengadakan misi penginjilan  ke Klasis Kolaka-Bombana Sulawesi Tenggara. Misi Penginjilan ini beranggotakan 25 orang terdiri dari 4 Pendeta, 1 dokter dan selebihnya mahasiswa STT Kibaid sendiri.
Dipusatkan di Gereja KIBAID Jemaat Longori selama 3 hari dan Bombana 1 hari, tim ini membawa segudang bahan pelajaran rohani buat Jemaat berupa kotbah dan seminar serta bakti sosial. Untuk Seminar ini lebih banyak difokuskan pada sistem pengajaran kepada Penilik jemaat dan guru-guru sekolah minggu.
Suatu pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa buat Jemaat karena banyak ilmu yang didapatkan melalui sesi-sesi yang telah diatur.  Bukan hanya sekedar teori diatas kertas yang di persentasekankan secara bergantian oleh petinggi-petinggi STT Kibaid, namun juga diwujudkan dalam praktek oleh mahasiswa STT Kibaid.

Pdt.Titus,Pdt.Simon (ketua STT),Mahasisiwa STT & Jemaat Longori



Tim STTKibaid With Resmi Longori

Ini merupakan sebuah kolaborasi yang komplit dalam misi penginjilan penjangkauan jiwa sekaligus promo STT Kibaid sebagai sekolah alkitab yang peduli memberitakan keselamatan dari Kristus kepada masyarakat.
Kotbah  diarahkan kepada seluruh jemaat untuk memberi pembekalan bagaimana menjadi jemaat yang Misioner (Visi misi KIBAID). Dalam bentuk ibadah KKR (kebaktian Kebangunan Rohani) antusias jemaat secara klasis Kolaka Bombana sangat positif, tentu ini merupakan poin tersendiri secara pelayanan.
Akhir dari kegiatan, tim STT kemudian berangkat melaksanakan misi penginjilan ke daerah Bombana (Pos Penginjilan KIBAID Cabang) untuk mengadakan pembekalan, bakti sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat.
Tidak ada kendala secara teknis ketika di Bombana karena masyarakat dan pemerintah daerah menerima dengan tangan terbuka bahkan banyak yang minta untuk didoakan.
Sukses STT Kibaid!

Thanks For
Pdt. Titus Sampe, M.Th ; Pdt.Dr Simon Runtung (Ketua STT), Pdt.Hendrik Sony M.Th, Pdt Dr. Wilayanto, dr. Elia Tombeg, Febe, Irna, Lisy, Bu'Serlin, Risma, Demar, Yunita, Yafet, Ishak, Ezra, Fandi, Linus, Martianus, Giwan, Mika, Juandi,Gabriel, Gayus, Charles, Ebenheizer dan Tim doa STT Kibaid.



Intip Galery Kegiatan STT di Klasis Kolaka Bombana
Kunjungan Tim STT Kibaid ke Pos PI Doule

Pengobatan Gratis di Pos PI Bombana


Salah satu Seminar yang dilaksanakan Tim STT Kibaid

Pujian STT Kibaid di GKJ Longori

Ibadah Pos PI Bombana


Ibadah GKJ Pomalaa



Evangelism Unlimited : Manasje Malan; Yuli Bonggatasik (Editor)
 
Baik Untuk Dibaca
Penerimaan STT Kibaid tahun 2015 
Portal KIBAID
Portal Pdt.Markus Lingga

Kamis, Juni 25, 2015

PENDAHULUAN
Mengapa kita perlu mengetahui masalah ini? Mengingat karena terkadang seorang yang memiliki disiplin ilmu yang tinggi sehingga tidak lagi mempercayai isi Alkitab. Segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan oleh rasio sangat sulit diterima, sementara Alkitab menyatakan sesuatu yang secara pemikiran manusia sulit dipahami dan hanya dapat diterima melalui iman. Misalnya langit dan bumi berasal dari mana? Siapa yang menciptakan segala isinya? Mengapa terjadi.

Tidak dapat disangkal bahwa masalah ini selalu menggemparkan orang.  Pada Abad Pertengahan belum dirasakan adanya pertentangan antara iman dan ilmu pengetahuan.  Dengan ringkas  sekali boleh diterangkan bahwa ahli-ahli pikir pada Abad Pertengahan itu (termasuk Thomas Aquinas) berhasil untuk menyatupadukan ilmu pengetahuan dengan agama. Pada zaman itu ilmu pengetahuan mendasarkan diri atas azas-azas seperti diajarkan oleh Aristoteles, filsuf Yunani itu yang huidup pada tahun 384-322 sM. Di sini Thomas Aquinas dkk, memilih jalan yang bagus sekali. Akallah yang dianggap berkuasa penuh atau otonom atas lapangan ”natura” atau alam ini. Agamalah yang membuka rahasia dari alam atas. Dengan jalan ini seakan-akan ilmu pengtahuan diselaraskan dengan pengajaran Gereja dan tiada pertentangan.

Akan tetapi pada akhir Abad Pertengahan keselarasan itu mulaui runtuh, karena diserang dari dua pihak. Di saat pihak filsafat Aristoteles tidak lagi diterima umum. Dengan timbulnya ilmu-ilmu alam modern banyak pendapat yang sudah berabad-abad dipertahankan oleh ahli-ahli mulai disangsikan dan diganti oleh teori-teori baru yang berdasarkan experimen-experimen. Di lain pihak aliran reformasi mempunyai keyakinan bahwa pengajaran Gereja Roma menyimpang dari isi Kitab Suci dan perlu disesuaikan lagi dengan asal-usul agama Kristen.

Hal itu belum berarti bahwa pada waktu itu sudah timbul pertentangan hebat antara ilmu pengetahuan dan agam Kristen. Ahli-ahli pikir saat itu kebanyakan menerima pengajaran Gereja Roma Katolik atau Protestan seperti misalnya Descrates dan Newton. Akan tetapi lama kelamaan pertentang itu mulai dirasakan. Descrates (1596-1650) adalah bapak dari rasionalisme zaman baru. Dia tak mau menerima apapun juga kecuali kalau berdasarkan pengertian-pengertian akal yang jelas dan tepat. Mula-mula gama Kristen masih dipertahankan karena rupanya cocok dengan akal manusia. Tidak lama kemudian agama Kristen mulai ditolak karena rupanya tidak cocok dengan akal. Perkembangan ini memuncak pada abad ke-20.

Di jaman modern ini para ahli semakin mempermasalahkan antara iman dan ilmu pengetahuan. Apalagi ilmu pengetahuan semakin meningkat karena didukung oleh berbagai alat elektronika yang semakin berkembang pesat. Dalam situs-situs selalu memaparkan sesuatu yang masuk akal dan segala sesuatu yang tidak masuk akal sulit diterima.

“Apakah anda sungguh-sungguh yakin bahwa Yunus ditelan oleh ikan paus? Dan apakah anda sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus memberi makan 5000 dengan lima roti dan dua ikan?” seperti  inilah kecenderungan dan nada pertanyaan banyak orang dalam abad modern ini. Mereka yakin bahwa cerita-cerita kuno yang mengasyikkan untuk menyampaikan kebenaran rohani dan cerita-cerita itu tidak dimaksudkan untuk diterima dalam arti yang sebenarnya.


APAKAH ILMU PENGETAHUAN DAN IMAN ITU?
Sebelum uraian ini dilanjutkan, memang perlu diketahui  apa yang maksudkan dengan “ilmu pengetahuan” dan “iman atau kepercayaan”.

Ilmu pengetahuan  adalah suatu macam berpikirnya manusia. Dalam kamus bahasa Indonesia “ilmu pengetahuan” adalah gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan  sebab dan akibat. Hal itu akan disetujui oleh semua ahli pengetahuan. Tetapi perlu dikupas macam itu macam apa. Karena tidak semua pikiran manusia adalah bersifat atau bermutu ilmu pengetahuan. Ada juga pikiran-pikiran manusia yang untuk sementara boleh disebut “pikiran biasa” atau “pikiran sehari-hari”. Di sini perlu dihindari suatu salah paham. Berpikir sehari-hari itu mempunyai harganya sendiri atau nilainya sendiri dan tidak boleh dianggap rendah. Walaupun tinggi juga ilmu pengetahuan seorang ahli pikir, tetapi ahli pikir itu tetap dan senantiasa membutuhkan pikiran-pikiran yang biasa atau sehari-hari itu.

Berpikir yang bersifat ilmu pengetahuan itu seakan-akan menjauhkan diri dari kenyataan sekitarnya, kemudian berhadapan dengan suatu lapangan kenyataan yang tertentu atau dengan gejala-gajala yang tertentu dengan maksud menyelidiki segala sesuatu itu secara teratur dan tersusun. Dan di sini sudah dapat dinyatakan bahwa kemampuan itu sebaiknya dipergunakan oleh manusia, termasuk juga manusia yang beragama Kristen.

Adapun iman atau kepercayaan atau agama perlu juga diketahui  apa arti dari istilah itu. Menurut  W.R.F. Browning dalam buku Kamus Alkitab mengatakan, “pengertian modern mengenai iman adalah semacam pengetahuan yang lebih rendah atau penerimaan pendapat atau cerita yang tidak sepenuhnya dapat dibuktikan. Makna alkitabiah iman lebih terletak pada hakikat komitmen, meskipun  dalam kenyataan tersirat juga adanya dasar yang membuat iman tak dapat didukung dengan bukti historis secara meyakinkan.

Dalam PL, “iman”  menunjuk kepada perjanjian yang telah ditawarkan Allah kepada umat Israel di gunung Sinai. Sejak itualah umat Israel percaya bahwa Allah, Pencipta dunia ini, telah memberikan Taurat dan janji kepada mereka, bahwa kesetiaan mereka akan mendapat berkat. Tanpa iman seperti itu, umat Israel tidak akan bertahan hidup, sebagaimana diingatkan oleh para nabi (Yes 30:15-16).

Dalam PB, definisi klasik mengenai iman terdapat dalam Ibrani 11:1, yang menerangkan bahwa berdasar imannya orang percaya telah memegang segala realitas yang benar, sekalipun untuk sementara waktu belum terlihat. Realitas itu adalah: Pertama, seperti dalam PL, Allah adalah pencipta semesta alam (Ibr 11:3), dan Kedua, Allah adalah pemrakarsa  PL yang sekarang digenapi dalam penyelamatan yang dibawa Yesus sebagai yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr 12:2).

Jadi dalam PB objek iman itu adalah Allah yang telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Di kalangan orang Yahudi iman kepada Allah itu dianggap ada dengan sendirinya (Yoh 14:1), namun bagi orang bukan Yahudi, pertama-tama mereka harus percaya kepada Allah (1Tes 1:9), sebelum mereka dapat menerima  Kristus yang telah bangkit, yang menyatakan Allah itu.

Dalam PB penjelasan yang paling dalam mengenai iman terdapat dalam surat-surat Paulus yang menunjukkan bahwa iman tidak tinggal statis, iman itu bertumbuh (Flp 1:27; 2Kor 10:15) dan terlahir dalam kasih. Tanpa kasih, iman itu hampa.

ADAKAH ILMU PENGETAHUAN KRISTEN?
Sudah kita tahu bahwa segala sesuatu yang tidak masuk akal manusia sangat sulit diterima oleh ilmu pengetahan. Kemudian muncul pertanyaan, “adakah ilmu pengetahuan Kristen?” sudah dipaparkan bahwa seorang ahli pikir mau tidak mau memakai suatu titik berangkat atau pangkal pikiran,  kemudian pangkal pikiran itu mengemudikan seluruh jalan pikirannya.

Untuk orang Kristen tentu tidak ragu-ragu lagi. Orang-orang Kristen sudah mempunyai suatu keyakinan, yang tidak dibuat-buat sendiri, melainkan diterimanya dari terang Kitab Suci.menurut keyakinan itu Tuhan Allah menjadikan segala sesuatu dan menyelamatkan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Keselamatan itu dikerjakan oleh Tuhan Allah dengan jalan mengutus anak-Nya  yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Manusia yang adalah ciptaan Allah, berpaling dari Tuhannya, kemudia diselamatkan lagi oleh rahmat Tuhan yang tiada bandingnya.

Apakah ini berarti bahwa di samping ilmu pengetahuan bukan Kristen, ada ilmu pengetahuan Kristen?  Untuk menjawab pertanyaan ini harus dipahami dengan teliti dan sungguh supaya jangan muncul salah paham.

Pertama, perlu diterangkan bahwa tiada ilmu pengetahuan Kristen dengan arti bahwa ilmu pengetahuan itu seluruhnya berdasarkan kepercayaan akan Injil  Kristus.

Kedua, ilmu pengetahuan Kristen tidak berarti bahwa terdapat ilmu pengetahuan dari pihak ahli pikir Kristen yang berbeda seratus persen dengan ilmu pengetahuan yang diusahakan orang-orang bukan Kristen.

Akan tetapi dilihat dari sudut keyakinan Kristen dapat didirikan beberapa petujnjuk jalan yang selalu harus diperhatikan oleh ahli-ahli pikir yang hendak menerima terang Injil dalam usaha-usahanya.

Pertama, ahli pikir Kristen berkeyakinan bahwa alam semesta ini berasal dari pada tangan Tuhan .

Kedua, ahli pikir Kristen berkeyakinan bahwa Allahlah yang menentukan hukumNya atas segala sesuatu dan segala sesuatu itu tunduk kepada hukum Allah itu.

Ketiga, Orang Kristen berkeyakinan bahwadunia dan kehidupan manusia telah dirusakkan oleh dosadan dosa itu tidak terletak di dalam atau berasal dari salah satu lapangan yang tertentu, melainkan dosa itu merupakan suatu pemberontakan manusia seluruhnya melawan Tuhan Allah.

Keempat, seorang Kristen berkepercayaan bahwa dunia ini telah diselamatkan dari dosa oleh pekerjaan Tuhan Yesus Kristus dan akan disempurnakanNya pada hari terakhir.

ISI KITAB SUCI DAN HASIL-HASIL ILMU PENGETAHUAN
Tidak sedikit orang pada zaman modern yang menolak Kitab Suci karena menurut mereka sangat bertentangan dengan hasil-hasil ilmu pengetahuan modern. Dan memang menurut kesan yang pertama yang kita terima dari Kitab Suci seakan-akan berlawanan sekali dengan hasil-hasil ilmu itu. Misalnya yang merupakan kesukaran yaitu mengajarkan Kitab Suci tentang asal-usul dunia dan umat manusia apalagi cerita-cerita  mengenai terjadinya mujizat-mujizat dan pada umumnya yang disebut pandangan dunia dari Kitab Suci itu.

Mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan memang  tidak sedikit yang masih ragu-ragu. Tidak dapat disangkal. Memang juga selalu ada perbedaan antara gejala-gejala pada dirinya dan interpretasi dari gejala-gejala itu yang bersifat hiphotesa atau pengandaian. Tetapi hal yang lebih dahsyat lagi, yaitu Kitab Suci diberi tafsir yang tak sesuai dengan maksudnya.

Kitab suci tidak membahas bermacam-macam soal melainkan sebenarnya hanya satu soal saja, yaitu soal tentang hubungan antara Allah dan manusia, atau boleh dirumuskan juga: Kitab Suci hanya memberikan satu hal saja, yaitu pekerjaan Allah di dalam penciptaan dan menyelamatkan manusia.

Hal yang menimbulkan pertentangan antara iman dan ilmu pengetahuan adalah persoalan mengenai apakah hal-hal yang dapat dibuktikan secara ilmiah tetap benar dan nyata. Secara sadar atau tidak, beberapa orang mengakui bahwa kalau sebuah pernyataan tidak dapat dibuktikan dalam laboratorium dengan metode ilmu-ilmu alam, maka pernyataan itu lalu dianggap tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima sebagai sesuatu yang dapat dipercaya dan. Penemuan ilmu pengetahuan dianggap sebagai sesuatu yang objektif oleh karena itu sungguh-sungguh nyata, sedangkan pernyataan-perntyataan yang harus diterima secara iman dianggap sebagai sesuatu yang disangsikan.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan modern tidak diikat atau diganggu oleh kepercayaan kepada Kitab Suci. Ahli-ahli supaya menjalankan tugas-tugas mereka dengan rasa bebas. Akal manusia tidak dapat menjawab soal-soal pokok mengenai Tuhan Allah, mengenai asal manusia atau tujuan kehidupannya, jika tidak diterangi oleh pernyataan Tuhan Allah sendiri. Karena hanya Tuhanlah yang mengerti dari manakah manusia itu dan ke manakah dia.

KESIMPULAN
Pertama, perlu diterangkan sejelas-jelasnya bahwa dari pihak agama Kristen tiada satu keberatanpun terhadap pekerjaan yang diusahakan oleh ilmu pengetahuan. Mengejar ilmu pengetahuan secara teratur dan berani  tentu tidak bertentangan dengan menaruh kepercayaan akan pernyataan Tuhan Allah ala Yesus Kristus

Kedua, karena Allah adalah tidak lain dari pada Allah Bapa dari Tuhan Yesus yang disaksikan oleh Kitab Suci itu, maka hasil-hasil ilmu pengetahuan yang tepat dan benar itu mustahillah  bertentangan dengan kabar injil.

by : GI. Dominggus Taruk Tiku, M. Th.
Pelayan GKJ Buntudatu Klasis Mengkendek Toraja   

Jumat, Juni 19, 2015

Dengan adanya kesamaan gender, di mana pria dan wanita mendapat peluang yang sama dalam karir dan bidang kepemimpinan, maka ada hal menarik bahwa pria dan perempuan tanpa batas melakukan interaksi yang intens dalam tugas, yang bahkan interaksi itu melebihi interaksi dengan pasangan masing-masing di dalam rumah tangga, terutama waktu dan komunikasi. Laki-laki dan perempuan akhirnya menjadi sahabat. Kita umumnya sepakat persahabatan dengan lawan jenis itu wajar, walaupun masing-masing telah memiliki pasangan. Tetapi batas yang wajar dalam persahabatan itu seperti apa? Karena tidak sedikit pasangan masing-masing mengeluh bahwa sahabatnya lebih mendapat tempat dibandingkan dirinya sebagai pasangan.

Jadi walaupun hubungan persahabatan laki-laki dengan perempuan yang bukan hal aneh, tetapi tetap harus mendapatkan perhatian. Sekalipun pernikahan kita kuat, tapi perlu menjaga hubungan pernikahan dari segala bentuk godaan, cobaan, dan potensi perselingkuhan. Karena bukan tidak mungkin, perselingkuhan emosional berakhir dengan perselingkuhan yang sebenarnya.

Menurut Debbie L. Cherry bahwa perselingkuhan umumnya dimulai dari persahabatan yang tidak ada motif apapun. Artinya dimulai dengan murni persahabatan. Umumnya persahabatan terjalin di tempat kerja, rumah ibadah, sekolah. Bila tidak dibuatkan pagar perlindungan maka biasanya akan terbentuk persahabatan yang lebih akrab, mulai dari jalan bareng, percakapan-percakapan berdua, dilanjutkan dengan chatting lewat internet (email, yahoo messenger, atau facebook), chatting lewat sms atau bbm (blackberry messenger), lalu ada percakapan telepon yang lama. Tanpa disadari hal ini sudah memasuki hubungan yang lebih akrab bahkan memasuki perselingkuhan emosional walaupun belum melibatkan sentuhan fisik.

Kehancuran mulai terjadi ketika kedua insan berlainan jenis ini mulai bertukar informasi, pikiran-pikiran, perasaan-perasaan yang seharusnya informasi dan perasaan itu sebenarnya hanya eksklusif milik suami istri. Dan mulai menjadi buruk ketika tidak ada kegairahan dan menjaga jarak dengan pasangan dan mulai merindukan teman untuk diajak bicara daripada pasangannya sendiri. Puncaknya adalah persahabatan melewati batasnya dan mulai muncul masalah pernikahan yang sebenarnya tidak boleh ada yaitu rahasia dan bohong. Dan ketika kebohongan ini dimulai akan sulit dihentikan. Perselingkuhan fisik tinggal menunggu momen yang tepat dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

Karena perselingkuhan emosional tidak melibatkan masalah seks, maka banyak orang menganggap biasa-biasa saja dan mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa mereka hanya berteman biasa, tidak ada sentuhan-sentuhan, walaupun pergi berdua kami tidak melakukan hal yang salah. Mereka menganggap hubungan yang tidak melibatkan seks (platonic) adalah hal yang wajar. Tetapi bila sudah memasuki perselingkuhan umumnya pasangan yang tidak setia sudah mengesampingkan rasa bersalah.

Memang sebelum pernikahan kita mungkin memiliki teman berbeda jenis banyak sekali, tetapi ketika sudah menikah, maka pasangan kita adalah yang utama dari segala jenis hubungan dan harus dilindungi dari berbagai ancaman. Kata kunci untuk mengatasi masalah ini adalah kejujuran dalam menghadapi perselingkuhan emosional. Coba jujur dengan pertanyaan di bawah ini di mana mungkin Anda sudah melewati batas persahabatan. Bila jawabannya “ya” mulai segera menyadarinya:
1. Apakah percakapan dengan sahabat membahas hal yang seharusnya hanya percakapan dengan pasangan kita?
2. Apakah Anda merindukan sahabat Anda itu siang malam untuk bicara dan bertemu?
3. Apakah Anda mulai menarik diri atau menjauh dari pasangan Anda secara fisik dan emosional?
4. Apakah Anda mencoba mencari-cari alasan untuk bertemu dan berbicara dengan sahabat Anda?
5. Apakah Anda membagikan pikiran-pikiran, perasaan dan problem dengan sahabat Anda dan bukan dengan pasangan?
6. Apakah Anda mulai percaya bahwa teman Anda lebih mengerti Anda daripada pasangan Anda?
7. Apakah ada kata-kata saling menggoda dan minat secara seksual meningkat antara Anda dengan teman Anda?
8. Apakah Anda mencoba mencari cara untuk menyentuh teman Anda secara “benar”, misalnya gandeng tangannya waktu menyeberang, pegang bahunya kalau jalan di pinggir jalan dengan alasan supaya tidak tertabrak kendaraan, dan hal lainnya?
9. Apakah Anda mulai berdandan lebih lama atau memperhatikan penampilan sebelum bertemu sahabat Anda itu?
10. Apakah ada rahasia dalam hubungan pertemanan itu (berapa lama Anda menghabiskan waktu, apa yang Anda lakukan, dan apa yang Anda percakapkan?)

Lindungi Pernikahan Anda: Tidak ada suatu pernikahan yang kebal akan perselingkuhan. Semua kita (termasuk saya) bisa dalam ancaman untuk terjebak ke dalam perselingkuhan emosional. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam melindungi pernikahan pemimpin:
1. Berusaha jujur dengan diri sendiri dan pasangan Anda. Jika Anda tertarik dengan seseorang, akuilah itu kepada diri dan jika memungkinkan kepada pasangan. Kejujuran adalah kata kunci melindungi diri dari perselingkuhan.
2. Bersikap kritis terhadap film, majalah atau bentuk media apapun yang bertoleransi terhadap perselingkuhan.
3. Coba melihat hubungan Anda dalam perspektif pasangan Anda. Apakah pasangan Anda nyaman punya sahabat lawan jenis yang begitu dekat? Apa perasaan pasangan Anda jika mengetahui apa yang Anda lakukan?
4. Jangan menggoda secara seksual. Kebanyakan perselingkuhan dimulai dari godaan yang tidak ada rasa bersalahnya ("innocent flirting"), tetapi prinsip persahabatan itu jelas bahwa persahabatan tidak pernah melibatkan godaan secara seksual.
5. Jadikan pernikahan sebagai prioritas paling utama. Kita mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan pasangan kita.
6. Bertumbuh dalam kerohanian secara bersama-sama di mana saling mendoakan dan berdoa bersama-sama dalam keyakinan kita.
7. Cipatakan batas dalam bagaimana kita berinteraksi dengan teman kita yang berbeda jenis kelamin. Misalnya, Anda memutuskan untuk tidak mau berduaan untuk pergi ke suatu tempat dengan lawan jenis, sekalipun itu urusan bisnis.
8. Upayakan berteman dengan pasangan-pasangan bahagia yang tidak melakukan hal-hal aneh dalam pernikahan mereka.
Pemimpin dan siapa saja bisa melindungi pernikahan dari perselingkuhan emosional, tetapi itu melibatkan suatu komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan, dan adanya suatu komitmen untuk melindungi pernikahan. Keluarga kita adalah yang paling utama.

 by : Pdt. Dr.Daniel Ronda  
Rektor STT Jaffray Makassar






Baik Untuk Dibaca
Portal Sahabat 
Portal Inspirator & Kesaksian 
Portal Pemimpin

Komentar Facebook

We want You to read with Us again and again II Dapatkan Dua Buku Rohani format Pdf Gratis dari kami untuk semua pembaca, silahkan klik slider gambar di halaman beranda atau download via facebook di sisi kanan blog II Terimakasih atas Doa Semua maka Acara Seminar Keluarga dan Jemaat Oleh Pdt.Dr Julianto Simanjuntak (konselor Rohani) Dapat Berlangsung dengan Sukses!