• Gratis buku Rohani format Pdf.baik untuk gadget or laptop pembaca.

  • Situs ini menerima tulisan anda utamanya untuk membangun rohani setiap pembaca.

  • Klik disini untuk mendownload Alkitab dan Kidung Gereja (NKI)Android.

Jumat, Maret 27, 2015


Sebagian besar pasangan memasuki jenjang pernikahan secara alami. Karena sudah sewajarnya pria dan wanita yang dewasa menikah. Jarang sekali pasangan-pasangan yang sudah terlebih dahulu mempersiapkan diri, mempelajari secara khusus apa itu pernikahan: tujuan, tugas, tanggungjawab, visi dan sebagainya. Kebanyakan orang meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, tanpa mengetahui kebenaran yang pasti. Tidak heran jika banyak pernikahan yang kacau balau.
Patut digaris-bawahi bahwa pernikahan adalah untuk satu pria dan satu wanita, didasari rasa cinta dan saling percaya, berkomitmen seumur hidup untuk membina rumahtangga hingga maut memisahkan mereka berdua. Mereka menjadi satu daging yang tak terpisahkan karena persatuan suami istri merupakan gambaran Allah sendiri. Tujuan pernikahan adalah untuk mempermuliakan Tuhan dan jika memang ingin memiliki anak, maka tujuannya adalah membangun generasi Illahi.

Dengan konsep dasar ini maka ada berbagai “Jangan” yang harus dihindari:

1. Jangan memisahkan milik masing-masing.

Ada teman-teman wanita yang berprinsip bahwa uang istri adalah milik istri, sementara uang suami adalah uang istri juga. Alasannya, sebagai wanita harus berjaga-jaga, jika suatu saat suami macam-macam, wanita sudah ada pegangan. Artinya, sudah ada kecurigaan dan harapan akan perpecahan di masa yang akan datang. Hendaknya suami istri dengan terbuka mengelola bersama keuangan keluarga dan merasa sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Sebagai suami istri, susah dan senang seharusnya ditanggung bersama.

.
2. Jangan pernah berusaha mengubah pasangan kita.

Kesalahan terbesar kita adalah ingin mengubah orang lain. Tidak ada seorang pun yang bisa kita ubah, kecuali diri kita sendiri. Kita yang harus berubah! Karena itu jika kita tidak menyukai apa yang dilakukan pasangan kita, apa yang harus kita lakukan? Ubah cara pandang kita agar kita bisa menerimanya. Jika ada sifat buruk yang tidak kita sukai, sudah resiko harus kita terima. Bukankah ini pasangan pilihan kita sendiri?

Berdoalah! Doa mengubah banyak hal. Tidak hanya mengubah orang yang didoakan, namun mengubah orang yang mendoakan juga.

Saat pasangan melakukan hal yang baik sesuai keinginan kita, segera puji dia. Pujian senantiasa lebih efektif daripada cercaan.  Perlakukan pasangan kita dengan baik, seolah-olah dia adalah pria atau wanita idaman kita, maka secara bertahap dia akan berubah sesuai dengan yang kita harapkan.

.
3. Jangan pernah membandingkan pasangan kita atau pernikahan kita dengan orang lain.

Saat kita menikah, ibaratnya kita membangun sebuah negara yang baru. Setiap negara memiliki hukum dan undang-undang yang berbeda dengan negara lainnya. Karena itu saat menikah, buat peraturan, kesepakatan dan cara hidup yang sesuai dengan visi rumahtangga yang akan kita bangun dengan pasangan. Tidak perlu meniru orang lain bahkan kita tidak perlu mengikuti aturan di rumah orangtua masing-masing. Kita harus membuat undang-undang dan hukum baru untuk rumah tangga kita sendiri agar visi, cita-cita dan mimpi-mimpi kita dengan pasangan terealisasi.

.

4. Jangan pernah mengucapkan kata “Cerai”
.
Hidup bersama dengan pasangan pasti pernah mengalami gesekan. Kita datang dari keluarga, latar belakang, kebiasaan dan pengalaman yang berbeda. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun jangan pernah berpikir apalagi mengucapkan kata “Cerai” karena kita sudah berkomitmen seumur hidup dalam pernikahan dan hanya maut yang boleh memisahkan kita dengan pasangan kita.

Pasangan yang kerap mengucapkan kata “cerai” biasanya berakhir dengan perceraian. Firman Tuhan mengatakan berkat dan kutuk ada di dalam mulut kita.

.
5. Jangan menjawab saat pasangan sedang emosi.
.
Banyak pertengkaran meruncing dan menimbulkan sakit hati berkepanjangan karena salah kata. Hal ini biasa terjadi karena ketika salah satu pasangan sedang emosi, lalu yang lain menjawab. Suasana kian memanas karena ke dua belah pihak emosi.

Saat emosi, mudah sekali kita mengeluarkan kata-kata yang akan kita sesali kelak. Luka akibat keterlanjuran ini, apalagi yang bersifat melecehkan, sulit sekali dihilangkan. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

.
6. Jangan mengambil kesimpulan sebelum bertanya dengan jelas.
.
Banyak pasangan yang hubungannya dingin karena persepsi yang salah tentang pasangannya. Seorang suami yang sudah punya persepsi bahwa istrinya pelit, maka apa pun yang dilakukan akan dianggap pelit. Padahal sang suami belum menanyakan alasan dibalik keputusan istrinya.

Ada pula wanita yang selalu cemburu kepada suaminya. Pulang terlambat, langsung curiga. Timbul pertengkaran akibat pikiran-pikiran negatif. Saat mau bertanya, ternyata persepsi dan kesimpulannya salah. Beri kesempatan orang lain untuk menjelaskan alasan dan pemikirannya. Upaya sederhana ini dapat mengurangi ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Dari hasil penelitian, orang cenderung ingin menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sebaliknya, orang yang terus menerus dicurigai justru merasa tidak aman dan cenderung ingin melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Karena itu, bijaklah dalam bersikap.

.
7. Jangan mengungkit kesalahan-kesalahan lama.

.
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa setiap orang berubah, entah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Penyebab kita bertengkar karena kita melihat hal-hal yang tidak kita sukai. Tentunya harapan kita adalah melihat pasangan kita menjadi lebih baik. Oleh karena itu, setiap kita melihat perubahan positif, meski pun hanya sedikit, segera puji dia. Dari penelitian, pujian mendorong orang untuk melakukan lebih lagi hal yang dipuji. Sebaliknya, orang paling benci jika kesalahan-kesalahannya dulu selalu diungkit-ungkit. Hal ini menimbulkan sumber pertengkaran yang tidak pernah berakhir. Bersikaplah senantiasa bahwa pasangan kita sedang berubah menjadi lebih baik.

Biasakan jika yang jadi persoalan pulang terlambat, misalnya, jangan bahas diluar persoalan pulang terlambat. Dari pengalaman, tidak ada orang yang marah jika ditegur sesuai kesalahannya. Biasanya persoalan menjadi besar jika dikait-kaitkan dengan kesalahan sebelumnya atau peristiwa yang terjadi sebelumnya. “Kamu ini memang SELALU terlambat…” atau “Kamu ini memang TIDAK PERNAH punya perhatian terhadap keluarga..” Ini contoh-contoh kalimat yang mengaitkan masa lalu sehingga membuat masalah makin besar.

Yang harus dibahas hanya masalah pulang terlambat hari ini. Bukan yang kemarin atau dulu.

.
8. Jangan bertengkar di depan anak.


Saat anak-anak kecil, pertengkaran membuat anak merasa tidak aman. Anak cenderung merasa bersalah dan seolah-olah ‘didorong’ untuk memilih salah satu orangtuanya. Saat anak-anak dewasa, pertengkaran orangtua tidak menjadi teladan yang baik bagi mereka kelak dalam berumah tangga. Anak-anak membutuhkan keteladanan kita bagaimana cara membina rumahtangga yang harmonis.

Jika bertengkar, masuk kamar dan tutup pintu. Cukup suami istri yang tahu persoalannya. Jangan ceritakan ke orang lain meski dengan istilah ‘konseling atau curhat’. Semakin sering kita menceritakan masalah kita, maka masalah itu kian memburuk tanpa kita sadari. Tidak ada perbaikan kecuali ada kesediaan salah satu pihak untuk berkorban dan berubah terlebih dahulu dan jangan lupa berdoa.
Inilah sebagian ‘JANGAN’ yang harus dihindari dalam pernikahan. Pernikahan adalah hubungan yang harus diusahakan dan dibina seumur hidup. Tidak ada pernikahan yang bisa dinilai kesuksesannya hingga salah satu meninggal, lalu bisa dievaluasi perjalanan pernikahannya. Artinya setiap orang harus terus belajar dan membangun pernikahannya hingga akhir hidupnya.

Sesuatu yang menarik, ketika kita memperlakukan pasangan kita seolah-olah dia adalah pasangan yang paling ideal dan paling kita kagumi, secara bertahap, pasangan kita akan menjadi seperti itu. Hargai, hormati, kagumi dan perlakukan pasangan kita penuh kasih, maka kita pun akan menjadi orang yang bahagia. Prinsip dalam kehidupan ini sesuai Firman Tuhan adalah ‘Beri, maka kamu akan diberi’.
.
Dalam hidup ini tidak ada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan sebuah keluarga yang penuh kasih, saling menerima dan saling mendukung setiap anggotanya untuk menjadi pribadi yang terbaik sesuai rencana Tuhan dalam hidupnya. Itulah tujuan Tuhan menciptakan dan mempersatukan kita menjadi sebuah keluarga. Kebahagiaan tercipta karena kita mengusahakannya.

Selamat membangun keluarga bahagia. Tuhan memberkati.

.

                                         Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu,

                                          sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

                                              Hai suami-suami, kasihilah isterimu

                                          dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

                                                       The Book of Colossians

.

by : YennyIndra 











Baik Untuk Dibaca
Portal English 
Pemimpin 
Portal Pdt.Piter Pakka 

Jumat, Maret 20, 2015

Meskipun John M. Neale  percaya bahwa  teks ini berasal dari abad kedua belas, namun tidak ada naskah pada abad itu yang berisi teks " The Strife Is O'er, the Battle Done "  telah ditemukan. Berdasarkan sebuah himne Latin "finita iam sunt proelia", lagu " The Strife Is O'er, the Battle Done " pertama kali muncul dalam koleksi “Jesuit Symphonia Sirenum Selectarum” tahun 1695.

Menceritakan tentang Kematian Paskah,  himne ini menggambarkan  bagaimana Kristus menghadapi pertempuran terakhir melawan kekuatan jahat. Kristus keluar sebagai  pemenang dalam pertempuran itu dan kebangkitan-Nya menandai hasil yang menentukan. Setiap bait dimulai dengan beberapa aspek kebangkitan Kristus dan selanjutnya adalah untuk respon  pujian akan kemenangan tersebut.

Referensi lirik lagu “The Strife Is O'er, the Battle Done” perbaitnya diambil dari beberapa kitab yakni 
ayat  1 = 1 Kor. 15:20
ayat  2 = 2 Tim. 01:10, Kol 2:15
ayat  3 = Lukas 24:26
ayat  4 = Wahyu 01:18
ayat  5 = 1 Kor. 15:55
Namun Nyanyian Kemenangan Iman hanyalah sampai empat ayat saja yang diterjemahkan dari lirik terjemahan Francis Pott  dan dalam NKI 295 diberi  title “Peperangan, Siksa Tlah Lalulah”

Sebagai Penerjemah dari bahasa aslinya, Latin dan Siria ke bahasa Inggris,  Francis Pott (1832-1909) menerjemahkan teks tersebut sekitar  tahun 1859. Pott  kuliah di Brasenose College, Oxford, Inggris, dan berhasil mendapat dua gelar yakni B.A dan M.A. Pott diangkat menjadi Diaken tahun 1856 dan Imam pada tahun 1857 di Gereja Inggris. Gangguan pendengaran beratnya menyebabkan Ia  pensiun dari penggembalaan di Norhill  Ely (1866-1891). Selama pensiun ia mengabdikan dirinya untuk menata proses dalam ibadah dan bernyanyi sebagai panduan dalam gereja.

Musiknya sudah lama ada sebelum diterjemahkan Francis Pott yang lahir tanggal 29 Desember 1832  (admin: itulah sebabnya lagu ini tidak diketahui penciptanya = Anon). Asal usul lagu ini kuncinya terletak pada  paduan suara  “The Great Italian Renaissance” dengan komposer Giovanni Pierluigi da Palestrina (Palestrina, Italia, 1525). Salah satu komponis paling berbakat dari usianya, Giovani Palestrina banyak dipengaruhi oleh musik gereja  dari abad-abad sebelumnya. Dia mulai berlatih musik pada umur sembilan tahun ketika menjadi anggota paduan suara di Gereja Santa Maria Maggiori  kampung halamannya. Memasuki tahun 1544 ia menjadi seorang guru Vokal   dan pelatih organ di Katedral kampung halamannya, selama itu Palestrina  mulai menulis karyanya. Tahun 1551 Uskup tempat Palestrina berjemaat  menjadi Paus Julius III,  dan iapun dibawa  oleh Paus untuk menjadi  musisi  di  kota Roma.

Dekade pertamanya tinggal di kota Roma, Ia mengalami kesulitan dimana selama waktu itu ia kehilangan dua putranya, dua saudaranya dan istrinya yang meninggal pada tahun 1580. Palestrina kemudian menikah  lagi dengan janda kaya pengusaha bulu dan kulit pedagang, lalu  kemudian hidup membantu istrinya untuk memajukan usaha tersebut.
Karena kehebatannya dalam bidang musik ia pernah menjadi pengajar di Jesuit Seminari 1565-1571 dan pemimpin biduan di Capella Giulia di St Petrus dari 1571 sampai 1594. Ia pun akhirnya meninggal di kota Roma.

Simak Teks lagunya dalam Bahasa Inggris
The Strife Is O'er, the Battle Done
Alleluia, alleluia, alleluia!

The strife is o'er, the battle done;
the victory of life is won;
the song of triumph has begun.
Alleluia!

The powers of death have done their worst,
but Christ their legions has dispersed.
Let shouts of holy joy outburst.
Alleluia!

The three sad days are quickly sped;
he rises glorious from the dead.
All glory to our risen Head.
Alleluia!

He closed the yawning gates of hell;
the bars from heaven's high portals fell.
Let hymns of praise his triumph tell.
Alleluia!

Lord, by the stripes which wounded thee,
from death's dread sting thy servants free,
that we may live and sing to thee.
Alleluia!

Final Ending:
Alleluia, alleluia, alleluia!

Kutipan NKI No.295 (Sumber buku NKI @ Yayasan Kalam Hidup)
Peperangan, Siksa T’lah  Lalulah
Pep’rangan, siksa t’lah lalulah;
Ya, kemenangan termulia;
Dunia gemar dan soraklah:
“Haleluyah!”

Kuasa maut yang lama siksakan
Oleh Kristus t’lah dihancurkan
Bersoraklah! Hai, makhluk s’kalian:
“Haleluyah!”

Hari duka seg’ra lalulah
Tuhan berbangkit! Haleluyah!
Raja kita hidup s’lamanya!
“Haleluyah!”

Demi bilur-Mu, biar saleh-Mu
Dilepaskan dari sengat maut
Agar hidup dan memuji Hu;
“Haleluyah!”

Note:
- Dikelola dari berbagai sumber
- Jika Pembaca mempunyai referensi otentik tentang NKI no 295,kontak admin dan akan kami sertakan nama anda sebagai penyumbang tulisan.

By; Manasje Malan




Baik untuk dibaca
Portal EasyWorship
Portal Pdt.Piter Pakka'
Gaya Hidup Pemimpin





Jumat, Maret 13, 2015


(Menghadapi Paksaan Dari Kaum Gay : Berjuang atau Menghindar)
 What should we Christians do when a homosexual demands services? This has become a career-threatening choice, as the National Review writes:

    Christian-adoption and foster-care agencies have been forced to stop providing those services because they object to placing children in same-sex households. Other cases include a photographer, a baker, a florist, a bed-and-breakfast, a t-shirt company, a student counselor, the Salvation Army, and more. In each of these instances, there were plenty of other businesses available that were willing to provide similar services.

Newsperson, Kirsten Powers, a new convert to the Christian faith, does not see a problem here for Christians:

    It’s not clear why some Christian vendors are so confused about their role here. … Christianity doesn’t prohibit serving a gay couple getting married. … Christians serve unrepentant murderers through prison ministry. So why can’t they provide a service for a same-sex marriage?

This is a much debated issue today among Christians as we seek to faithfully navigate the new paths etched out by our culture. It raises the question, “WWJD” – “What would please our Savior?”

For one thing, we are not free to violate our conscience even if we are mistaken about the normative will of God:

    So whatever you believe about these things keep between yourself and God. Blessed is the one who does not condemn himself by what he approves. But whoever has doubts is condemned if they eat, because their eating is not from faith; and everything that does not come from faith is sin. (Romans 4:22-23).

Scripture argues that we have to be true to our conscience. Anything less is sin! Even if we violate what we mistakenly think is wrong, we have violated our relationship with God.

This is all fine, but what if we see a gay person bleeding to death. Are we not supposed to do anything about it if we think that aiding him is wrong? Admittedly, there are principles of truth and objective morality that must take precedence. Jesus’ Good Samaritan aided his enemy, the Jew.

However, this type of case is not at issue here. Instead, it’s usually a matter of baking a cake or photographing a gay wedding. Should the State compel the Christian to comply, or should our Constitutional right to freedom-of-religion preside?

Powers draws a false analogy between Christians ministering to murderers in prison and baking a cake to celebrate a gay marriage. These two are not equivalent. Ministering to a murderer is not the same thing as partaking in the murder or even celebrating it. It’s a matter of ministering to the person and not his actions. However, baking the cake for the gay wedding is supporting something Scripture finds unsupportable.

Similarly, many Christians readily bring meals to gay HIV patients. However, there is a difference here. Bringing meals does not contribute to an act that Christians regard as wrong. In contrast, helping a gay connect with other gays for sexual reasons would. In such a case, this activity would cause the Christian to share in the sin, something we cannot do, and it is something we cannot allow the government to force us to do. Many will choose prison over compliance.

Powers should not be surprised by this reasoning. Would she sell gasoline to Hitler to fuel his tanks? Would she sell guns to a drug dealer knowing that they will be used to kill the innocent? To do such would be to share in their sins.

Would she rent out a room at her B&B to a pedophile and his prey? Wouldn’t this represent complicity in his sin? Of course!

Where do we draw the line? Some cases are difficult; some aren’t. Should the Christian T-shirt maker be required to print a T-shirt reading, “Christ Kills” or even “Go Gay Pride?”  I think not! Such coercion would undermine the integrity of our nation and reject the very principles that had once made it great. It would also violate our sacred relationship with our Savior.

Meanwhile, in other Western nations, churches are being compelled to open their doors to gay marriage. This cannot be allowed! Not only would this represent of violation of the One we adore and His love for His church, it would also divide the church! I pray that we might see what is at stake!

 


by :  Pastor Daniel Mann







Baik Untuk Dibaca
Portal Sahabat
Flashback Songs
Portal English

Minggu, Maret 08, 2015


PGI telah merelease tema paskah untuk tahun 2015 yakni " Kristus Yang Bangkit, Mengutus Kita Mewujudkan Damai Sejahtera (Bdk Yoh 20:21)".
Tentunya ini merupakan bagian dari tugas kita umat pemercaya supaya bisa membawa rancangan damai sejahtera kepada semua orang. Dalam ini kasih karunia  Allah akan nyata bagi siapa saja yang percaya  dan bukan sebagai  sesuatu yang semu.
Admin melihat nats Yohanes 20:21 tertulis
Maka kata Yesus sekali lagi, "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." . Nats pengutusan ini sangat jelas untuk menjadi pelayanan kita di dunia. Selamat merayakan Paskah


Sumber Website PGI

By : Administrator

Baik Untuk Dibaca
Keluarga Cerdas 
Portal KIBAID 

Rabu, Februari 25, 2015

Suatu ketika ada seorang Ibu A datang ke kantor saya untuk minta konseling. Ia mencurigai bahkan menuduh suaminya berselingkuh. Dan perselingkuhan itu awalnya terjadi lewat perkenalan dunia maya yaitu media sosial facebook. Sekarang suaminya mulai kecanduan duduk di depan komputer sampai larut malam, dan mulai dingin kepada dirinya. Bahkan sudah berbohong dan sering keluar malam pada waktu-waktu tertentu di mana ternyata suami saling berkomunikasi via telepon dengan pasangan selingkuh dari dunia maya.

Dahulu, bila bicara selingkuh umumnya dimaksudkan adalah pertemuan dua lawan jenis secara rahasia, telepon sembunyi-sembunyi, dan memesan kamar hotel dengan nama samaran. Tetapi dalam dunia modern, perselingkuhan bukan hanya soal itu saja, ada juga disebut perselingkuhan maya (virtual adultery).

Dalam dunia teknologi informasi ini sangat mudah bagi pasangan untuk hidup secara terpisah. Dengan adanya teknologi ini seseorang dapat memenuhi segala imajinasi yang belum terpenuhi. Misalnya ada orang yang jelek rupanya (mohon maaf), bisa membuat dirinya menjadi pria muda, ganteng, kaya, dan pengusaha sukses. Seorang wanita biasa-biasa dapat mengubah dirinya menjadi cewek seksi, menarik, menikmati hidup dengan gaya hidup mewah. Itu semua dapat dipalsukan lewat profil yang kita imajinasikan. Misalnya di facebook, apa saja bisa kita isi tentang status kita. Kita bisa ganti foto dengan wajah ganteng atau artis cantik, dengan informasi pekerjaan dan pendidikan sesuai dengan imajinasi kita.

Bila di Barat, perempuan tergoda untuk menggunakan facebook di mana menurut penelitian bahwa usia wanita yang memakai facebook kebanyakan rata-rata 45-55 tahun. Para perempuan tengah baya ini terjebak dalam ketagihan menggunakan internet. Di Indonesia, menurut pengamatan saya para wanita tergoda memakai teknologi blackberry messenger. Banyak yang menjadi "autis" akan teknologi ini, artinya sudah tidak lagi mempedulikan dunia sekitarnya. Teknologi ini bisa mempertemukan kawan lama di sekolah, bahkan bisa melakukan percakapan tanpa batas dengan teman kantor atau usaha. Jadi bukan hanya media sosial saja yang menjadi ancaman, tetapi juga sms, bbm, yahoo messenger, dan berbagai teknologi lainnya.

Bahkan ada program maya yaitu namanya "Second Life" suatu Komunitas Dunia Maya 3D (3D Virtual World Community) di mana permainan game ini di dunia maya para pelaku yang mengakses program ini menciptakan avatar (istilah untuk karakter) dan mulai membuat suatu kehidupan nyata dalam imajinasi diri di dunia maya ini. Para avatar bisa melakukan "hubungan seks" (dalam dunia maya tentunya) walaupun sudah punya pasangan. Para pemain dalam "game" ini mulai menghidupi dunia maya yaitu dunia perselingkuhan dengan lawan mainnya. Tidak sedikit kemudian ditemukan, mereka mulai menghubungi satu dengan yang lain dan mulai berselingkuh secara nyata dalam dunia fisik yang nyata ini.

Umumnya penyesalan datang kemudian. Harus disadari bahwa ikatan emosional selalu mendahului ikatan fisik yaitu hubungan seks. Biasanya orang yang terjebak perselingkuhan maya tidak menyadarinya, di mana memang tidak bermaksud untuk selingkuh. Tetapi pikiran dan imajinasi yang tanpa batas membawa kepada godaan untuk mempraktekkannya di dunia nyata.

Melindungi pernikahan dari perselingkuhan maya: Sudah banyak buku soal bagaimana melindungi diri dari perselingkuhan fisik. Tetapi masih sedikit soal melindungi pernikahan dari perselingkuhan maya. Bagaimana melindunginya?

1. Menciptakan komunikasi sehat dengan pasangan dan selalu libatkan percakapan dalam hal apapun dengan pasangan.

2. Bila memiliki facebook, usahakan keduanya memilikinya dan masing-masing bisa mengaksesnya dengan memberikan kode passwordnya. Bila punya blackberry, jangan dikunci dengan password khusus. Usahakan sama-sama masuk dalam grup pertemanan yang sama. Kalau tidak memungkinkan, perlihatkan apa yang dipercakapkan dengan pasangan.

3. Taruh komputer di ruang terbuka dan laptop juga bisa diakses siapa saja termasuk anak-anak.

4. Jika menerima sms, email, bbm dari lawan jenis, ceritakan kepada pasangan Anda bahwa si A telah menjadi teman bbm, dan seterusnya.

5. Jangan menceritakan masalah-masalah emosional kepada orang lain yang merupakan rahasia pernikahan kita. Apalagi kalau pasangan Anda mulai tidak senang dengan penggunaan fb dan bbm, maka mulai hentikan karena itu sebagai peringatan bagi Anda. Jadikan itu "alarm" bagi kita!

6. Jangan bercanda seks dengan lawan jenis di dunia maya baik internet, sms, bbm baik secara vulgar maupun sindiran atau hanya implisit. Dan sangat tidak pantas bertukar gambar dan video porno dengan lawan jenis, walaupun mungkin tujuannya hanya untuk main-main dan hanya kesenangan.

7. Ciptakan atmosfer saling percaya, di mana pasangan Anda bisa membuka email, HP, bbm, surat-surat tagihan Anda. Bahkan ada teman saya seorang dokter, saling bertukar HP dengan istrinya sehingga bisa saling mengenal semua teman pasangan Anda.

Kunci semuanya adalah membangun pagar dan menggunakan semua teknologi informasi dengan bijak dan transparan bersama pasangan. Menyadari bahaya dan bertindak lebih dini dalam melindungi diri selalu lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.

(Sebagian ide diambil dari artikel yang bersumber di http://www.joymag.co.za/article.php?id=214)


by : Pdt. Dr. Daniel Ronda
Rektor STT Jaffray Makassar







Baik Untuk Dibaca
Portal KIBAID
Portal Flashback Songs

Jumat, Februari 13, 2015



Semua Bangun dengan senyum dihari yang special ini (14 februari). Bagi pasangan muda-mudi pastinya
sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk kado untuk sang kekasih.
Orang tua pun pastilah juga tidak mau ketinggalan untuk hari valentine, apalagi ada buah kekasih yang lahir pada hari special seperti ini.
Nah untuk hari special ini Longori Portal kembali mengupload buku rohani elektronik (e-book) untuk di download dalam gadget/laptop pembaca dalam format Pdf.

Tentunya ini seperti tahun lalu yakni berisi kumpulan tulisan artikel tahun 2014. Tidak semua kami masukkan kedalam, namun setidaknya ini baik untuk dibaca dalam waktu senggang ataukan sambil menunggu sesuatu.

Nah biar nyaman kami akan perlihatkan daftar isinya

Bab 1
Motivasi dan Inspirasi (by Yenny Indra)

SHOW ME YOUR FRIENDS……………………………………………………………..       
Ber-IMAN atau ke DOKTER?................................
FACEBOOK, BLACK BERRY…………………………………………………………….       
INFLUENCE ………………………………………………………………………………

Bab 2
Sejarah Part  Nyanyian Kemenangan Iman (by : Administrator)

NKI 304. “Hormat Diberi Bagi Allah”  Flashback ………………………
NKI. 303 “Rumah Bapa” Flashback…………………………………………………   
NKI 299 “Selalu Hu Gembalaku” Flashback  ……………………………………   
NKI 298 “Yesus Hidup” FlashBack ………………………………………………….   
NKI 297 “Kukirim Kau” Flashback …………………………………………………..   


Bab 3
Pemimpin Jemaat (by: Pdt John S. Dana)
PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI PELAYANAN YANG
MENANTANG…………………………………………………………………………..       
PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI SIKAP KERENDAHAN HATI DAN KETEGASAN DALAM PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN……………………………….

Bab 4
Bahan Kotbah Praktis (by : Pdt Aris M & Pdt Pither.P)
Menang Atas Prahara Kehidupan ………………………………………….       
Setia Dalam Penantian  …………………………………………………………       
Berdoa Bagi Bangsa   ……………………………………………………………..       
Kristen Hebat   ………………………………………………………………………       
Kepedulian Yesus Bagi Rumah Tangga Kristen  ……………………..


Bab 5
English Articles (by : Pastor Daniel Mann)

Jesus’ Resurrection is Historical Fact …………………………………       
Are Christians Idolators?  ………………………………………………….           
Is the Old Testament Reliable?  ………………………………………..       


Penutup


Kami berikan ini gratis, dengan harapan tidak untuk diperjualbelikan/ dibajak. Silahkan download dengan cara memilih dua link dibawah

Download Positive Drone.Pdf via facebook

Download Positive Drone.Pdf Via Google




Evangelism Unlimited
Administrator Longori Portal

Baik Untuk Dibaca
Portal Sahabat
Pdt.Aris Mangosa

Komentar Facebook

We want You to read with Us again and again II Tema Paskah PGI tahun 2015 yaitu "Kristus Yang Bangkit, Mengutus Kita Mewujudkan Damai Sejahtera (Bdk Yoh 20:21)" II Longori Portal Membuat Menu Baru Gaya Hidup Dalam Kekristenan untuk menggantikan menu yang statis selama ini