• Gratis buku Rohani format Pdf.baik untuk gadget or laptop pembaca.

  • Situs ini menerima tulisan anda utamanya untuk membangun rohani setiap pembaca.

  • Klik disini untuk mendownload Alkitab dan Kidung Gereja (NKI)Android.

Rabu, Februari 25, 2015

Suatu ketika ada seorang Ibu A datang ke kantor saya untuk minta konseling. Ia mencurigai bahkan menuduh suaminya berselingkuh. Dan perselingkuhan itu awalnya terjadi lewat perkenalan dunia maya yaitu media sosial facebook. Sekarang suaminya mulai kecanduan duduk di depan komputer sampai larut malam, dan mulai dingin kepada dirinya. Bahkan sudah berbohong dan sering keluar malam pada waktu-waktu tertentu di mana ternyata suami saling berkomunikasi via telepon dengan pasangan selingkuh dari dunia maya.

Dahulu, bila bicara selingkuh umumnya dimaksudkan adalah pertemuan dua lawan jenis secara rahasia, telepon sembunyi-sembunyi, dan memesan kamar hotel dengan nama samaran. Tetapi dalam dunia modern, perselingkuhan bukan hanya soal itu saja, ada juga disebut perselingkuhan maya (virtual adultery).

Dalam dunia teknologi informasi ini sangat mudah bagi pasangan untuk hidup secara terpisah. Dengan adanya teknologi ini seseorang dapat memenuhi segala imajinasi yang belum terpenuhi. Misalnya ada orang yang jelek rupanya (mohon maaf), bisa membuat dirinya menjadi pria muda, ganteng, kaya, dan pengusaha sukses. Seorang wanita biasa-biasa dapat mengubah dirinya menjadi cewek seksi, menarik, menikmati hidup dengan gaya hidup mewah. Itu semua dapat dipalsukan lewat profil yang kita imajinasikan. Misalnya di facebook, apa saja bisa kita isi tentang status kita. Kita bisa ganti foto dengan wajah ganteng atau artis cantik, dengan informasi pekerjaan dan pendidikan sesuai dengan imajinasi kita.

Bila di Barat, perempuan tergoda untuk menggunakan facebook di mana menurut penelitian bahwa usia wanita yang memakai facebook kebanyakan rata-rata 45-55 tahun. Para perempuan tengah baya ini terjebak dalam ketagihan menggunakan internet. Di Indonesia, menurut pengamatan saya para wanita tergoda memakai teknologi blackberry messenger. Banyak yang menjadi "autis" akan teknologi ini, artinya sudah tidak lagi mempedulikan dunia sekitarnya. Teknologi ini bisa mempertemukan kawan lama di sekolah, bahkan bisa melakukan percakapan tanpa batas dengan teman kantor atau usaha. Jadi bukan hanya media sosial saja yang menjadi ancaman, tetapi juga sms, bbm, yahoo messenger, dan berbagai teknologi lainnya.

Bahkan ada program maya yaitu namanya "Second Life" suatu Komunitas Dunia Maya 3D (3D Virtual World Community) di mana permainan game ini di dunia maya para pelaku yang mengakses program ini menciptakan avatar (istilah untuk karakter) dan mulai membuat suatu kehidupan nyata dalam imajinasi diri di dunia maya ini. Para avatar bisa melakukan "hubungan seks" (dalam dunia maya tentunya) walaupun sudah punya pasangan. Para pemain dalam "game" ini mulai menghidupi dunia maya yaitu dunia perselingkuhan dengan lawan mainnya. Tidak sedikit kemudian ditemukan, mereka mulai menghubungi satu dengan yang lain dan mulai berselingkuh secara nyata dalam dunia fisik yang nyata ini.

Umumnya penyesalan datang kemudian. Harus disadari bahwa ikatan emosional selalu mendahului ikatan fisik yaitu hubungan seks. Biasanya orang yang terjebak perselingkuhan maya tidak menyadarinya, di mana memang tidak bermaksud untuk selingkuh. Tetapi pikiran dan imajinasi yang tanpa batas membawa kepada godaan untuk mempraktekkannya di dunia nyata.

Melindungi pernikahan dari perselingkuhan maya: Sudah banyak buku soal bagaimana melindungi diri dari perselingkuhan fisik. Tetapi masih sedikit soal melindungi pernikahan dari perselingkuhan maya. Bagaimana melindunginya?

1. Menciptakan komunikasi sehat dengan pasangan dan selalu libatkan percakapan dalam hal apapun dengan pasangan.

2. Bila memiliki facebook, usahakan keduanya memilikinya dan masing-masing bisa mengaksesnya dengan memberikan kode passwordnya. Bila punya blackberry, jangan dikunci dengan password khusus. Usahakan sama-sama masuk dalam grup pertemanan yang sama. Kalau tidak memungkinkan, perlihatkan apa yang dipercakapkan dengan pasangan.

3. Taruh komputer di ruang terbuka dan laptop juga bisa diakses siapa saja termasuk anak-anak.

4. Jika menerima sms, email, bbm dari lawan jenis, ceritakan kepada pasangan Anda bahwa si A telah menjadi teman bbm, dan seterusnya.

5. Jangan menceritakan masalah-masalah emosional kepada orang lain yang merupakan rahasia pernikahan kita. Apalagi kalau pasangan Anda mulai tidak senang dengan penggunaan fb dan bbm, maka mulai hentikan karena itu sebagai peringatan bagi Anda. Jadikan itu "alarm" bagi kita!

6. Jangan bercanda seks dengan lawan jenis di dunia maya baik internet, sms, bbm baik secara vulgar maupun sindiran atau hanya implisit. Dan sangat tidak pantas bertukar gambar dan video porno dengan lawan jenis, walaupun mungkin tujuannya hanya untuk main-main dan hanya kesenangan.

7. Ciptakan atmosfer saling percaya, di mana pasangan Anda bisa membuka email, HP, bbm, surat-surat tagihan Anda. Bahkan ada teman saya seorang dokter, saling bertukar HP dengan istrinya sehingga bisa saling mengenal semua teman pasangan Anda.

Kunci semuanya adalah membangun pagar dan menggunakan semua teknologi informasi dengan bijak dan transparan bersama pasangan. Menyadari bahaya dan bertindak lebih dini dalam melindungi diri selalu lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.

(Sebagian ide diambil dari artikel yang bersumber di http://www.joymag.co.za/article.php?id=214)


by : Pdt. Dr. Daniel Ronda
Rektor STT Jaffray Makassar







Baik Untuk Dibaca
Portal KIBAID
Portal Flashback Songs

Jumat, Februari 13, 2015



Semua Bangun dengan senyum dihari yang special ini (14 februari). Bagi pasangan muda-mudi pastinya
sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk kado untuk sang kekasih.
Orang tua pun pastilah juga tidak mau ketinggalan untuk hari valentine, apalagi ada buah kekasih yang lahir pada hari special seperti ini.
Nah untuk hari special ini Longori Portal kembali mengupload buku rohani elektronik (e-book) untuk di download dalam gadget/laptop pembaca dalam format Pdf.

Tentunya ini seperti tahun lalu yakni berisi kumpulan tulisan artikel tahun 2014. Tidak semua kami masukkan kedalam, namun setidaknya ini baik untuk dibaca dalam waktu senggang ataukan sambil menunggu sesuatu.

Nah biar nyaman kami akan perlihatkan daftar isinya

Bab 1
Motivasi dan Inspirasi (by Yenny Indra)

SHOW ME YOUR FRIENDS……………………………………………………………..       
Ber-IMAN atau ke DOKTER?................................
FACEBOOK, BLACK BERRY…………………………………………………………….       
INFLUENCE ………………………………………………………………………………

Bab 2
Sejarah Part  Nyanyian Kemenangan Iman (by : Administrator)

NKI 304. “Hormat Diberi Bagi Allah”  Flashback ………………………
NKI. 303 “Rumah Bapa” Flashback…………………………………………………   
NKI 299 “Selalu Hu Gembalaku” Flashback  ……………………………………   
NKI 298 “Yesus Hidup” FlashBack ………………………………………………….   
NKI 297 “Kukirim Kau” Flashback …………………………………………………..   


Bab 3
Pemimpin Jemaat (by: Pdt John S. Dana)
PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI PELAYANAN YANG
MENANTANG…………………………………………………………………………..       
PEMIMPIN JEMAAT DIBERDAYAKAN MELALUI SIKAP KERENDAHAN HATI DAN KETEGASAN DALAM PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN……………………………….

Bab 4
Bahan Kotbah Praktis (by : Pdt Aris M & Pdt Pither.P)
Menang Atas Prahara Kehidupan ………………………………………….       
Setia Dalam Penantian  …………………………………………………………       
Berdoa Bagi Bangsa   ……………………………………………………………..       
Kristen Hebat   ………………………………………………………………………       
Kepedulian Yesus Bagi Rumah Tangga Kristen  ……………………..


Bab 5
English Articles (by : Pastor Daniel Mann)

Jesus’ Resurrection is Historical Fact …………………………………       
Are Christians Idolators?  ………………………………………………….           
Is the Old Testament Reliable?  ………………………………………..       


Penutup


Kami berikan ini gratis, dengan harapan tidak untuk diperjualbelikan/ dibajak. Silahkan download dengan cara memilih dua link dibawah

Download Positive Drone.Pdf via facebook

Download Positive Drone.Pdf Via Google




Evangelism Unlimited
Administrator Longori Portal

Baik Untuk Dibaca
Portal Sahabat
Pdt.Aris Mangosa

Minggu, Desember 28, 2014


Bertemu dan berpisah dengan beberapa Penulis membuat kami semakin termotivasi untuk memberitakan injil kepada siapa saja.
Dan di tahun ketiga ini telah banyak menyimpan cerita yang tidak sekedar naiknya rating pembaca di blog yang hampir 5 kali lipat (hanya kepuasan manusia), tetapi lebih dari itu hasil responden kami menyatakan bahwa dengan adanya tulisan di blog "Longori Portal" telah banyak menjadikan sesuatu lebih baik dan membawa perubahan bagi kalangan Jemaat  (tidak sebatas KIBAID) dimanapun secara keseluruhan. Kemuliaan bagiMu Tuhan.
Kami telah membuat banyak perubahan untuk mendukung misi pelayanan kami, tampilan muka, membuat portal-portal, mengganti motto, sampai setting baru beberapa keterangan dalam format bahasa Internasional, agar bisa menjangkau lebih global dan tidak tertutup.

Berikut hitungan mundur apa yang telah terjadi di blog ini, beberapa cerita KIBAID, Penulis dan apa saja sebatas Ingatan Administrator:

28 Januari 2014, publishan pertama untuk tahun ini dimana atas ijin seluruh penulis kami telah membuat (produk) sebuah buku Virtual dengan title "Still Alive". Buku virtual ini adalah yang pertama dan merupakan kumpulan tulisan tahun 2013 di Blog Longori Portal.

2 Februari 2014, Blog ini membuka Portal "Sahabat" untuk membantu kami dalam pelayanan penginjilan dan sekaligus menyeimbangkan konsep tulisan yang ada selama ini. Ada beberapa Penulis dalam portal ini di antaranya Pdt. Joko Khristiyanto Gembala GKII Semarang, Pdt Dr. Daniel Ronda Rektor STT Jaffray Makassar dan Pdt. Agutinus Genggong Gembala KIBAID Jemaat Pomalaa.
Tulisan awal "Gembala Yang Dirindukan Jemaatnya" menjadi sesuatu yang sangat mendapat tempat dihati pembaca, yang sebenarnya kalau dipahami (admin) tidak sebatas untuk gembala saja tapi kepada siapapun umat ketebusan tanpa kecuali. 
9 Februari 2014, Pdt.Dr. John S Dana menulis untuk pertama kalinya di tahun ini dengan title "Gereja Yang Bertumbuh Diperlengkapi Dari Surga Melalui Para Pemimpinnya"
14 Februari 2014, Pdt Aris Mangosa,STh, Gembala KIBAID Longori menulis dengan title " Takut Akan Tuhan"
18 Februari 2014, "Humility and how to Get It" adalah title awal tahun pertama dari Penulis  kalangan Akademis Amerika, Pastor Daniel Mann. Artikel-artikel beliau sementara yang paling banyak kami promosikan di Google + atau FB luar Indonesia termasuk ke Israel (he..he.. aneh mungkin?) agar setidaknya kami bisa menjangkau hal yang mungkin tidak terpikirkan, Thanks Pastor Daniel Mann atas supportnya.

25 Maret 2014, Hamba Tuhan (di Jemaat Paiman) sekaligus Dosen STT Kibaid Makale, Pdt Markus Lingga, MTh mempublish dengan titel "Diktat Kitab Wahyu Part 1".
Tulisan ini merupakan bagian dari buku yang telah ditulis dan telah dicetak. Karena Tulisan yang diberikan sebanyak 8 part, maka kami mengatur tanggal publishingnya dan menjadi standart untuk pengaturan artikel tampilan muka blog dalam tahun ini.
25 - 27 Maret 2014 diadakan Sidang Majelis Sinode (SMS) untuk gereja KIBAID

5 - 7 April 2014 diadakan pembekalan bagi Hamba Tuhan yang wanita (termasuk istri Hamba Tuhan) untuk kalangan KIBAID
23 April 2014, kami membuka layanan artikel Portal "Inspirasi dan kesaksian" yang berisi inspirasi dan motivasi kristen

13 Mei 2014, membuka layanan artikel portal "flashback songs" yang berisikan artikel sejarah lagu-lagu Nyanyian Kemenangan Iman dan Rohani
29 Mei 2014, Paskah Outdoor KIBAID Jemaat Longori yang dilaksanakan di Sungai Pertama desa Longori.

20 Juni 2014, Blog Longori Portal kehilangan seorang penulis "Pdt.John S. Dana", dosen STT Berita Hidup. Beliau sangat apresiasi terhadap blog pelayanan rohani ini, sehingga terkadang ikut dalam mempromosikan kepada jemaat dimana beliau berkotbah. Selamat Jalan Pak Pendeta, kami sangat kehilanganmu.
24 - 28 Juni 2014 Pertemuan Kaum Wanita Nasional KIBAID yang diadakan di kota Palu Sulawesi Tengah.
26 Juni 2014, "Kepedulian Yesus Bagi Rumah Tangga Kristen"  merupakan artikel satu-satunya dari  Pdt Piter Pakka. Namun title ini sepertinya mirip dengan tema natal nasional tahun 2014 yang keluar bulan Desember bukan? 

6 Juli 2014 HUT Gereja KIBAID yang ke 76
6 Juli 2014, Responden inisial "R" dari kota Jawa Timur sangat berterimakasih atas artikel-artikel Longori Portal karena hasil Print out yang dibagikan ke Hamba Tuhan, Majelis dan jemaat telah membawa iklim perubahan kearah Positif dan jemaat kembali bersatu. (Terimakasih infonya dan pertahankan terus)
14 Juli 2014, artikel "Semangat Pembangunan Pos PI Paiman" yang menceritakan tentang proses berlangsungnya pembangunan dan donatur yang telah turut membantu dalam pelayanan ini.
28 - 29 Juli 2014 Bina akrab PKM jemaat Longori yang dilaksanakan di dua tempat, Administrator mendapat kesempatan menjadi nara sumber dengan title " KIBAID Smart Level"
30 - 31 Juli 2014 diadakan Sekolah Injil Liburan (SIL) yang dipusatkan di gereja KIBAID Jemaat Pomalaa.

7 Agustus 2014  STT Kibaid Makale membuka kuliah Intensive class untuk Pegawai program S1 Pak yang mana perkuliahannya setiap Jumat dan Sabtu
12 Agustus 2014, Ibu Yenny Indra siap mendukung blog ini dalam bentuk tulisan motivasi Kristen, Beliau telah banyak membantu dalam memberikan aspirasi dalam bentuk aplikasi yang bisa diterapkan.
10 Oktober 2014, Artikel Tema Natal Nasional yang sempat mencapai 10.000-an pembaca dan menjadi trend mesin pencari.Itulah sebabnya sejak awal admin sengaja menaruh tulisan baik untuk dibaca tentang "Portal KIBAID" dan "Portal Nyanyian Kemenangan Iman" supaya setidaknya dari pengunjung berbagai denominasi dimanapun, pernah membaca atau melihat kata "KIBAID" yang juga ikut dalam proses penginjilan. 
20 Oktober 2014, Admin merubah motto di bawah title LONGORI PORTAL dari kalimat "Bagikan ke sahabat-sahabatmu/Share With Your Friends" menjadi "Penginjilan Tanpa Batas/Evangelism Unlimited". Tidak sebatas itu deskripsi blog kami rubah kedalam bahasa inggris untuk bisa melangkah ke lebih global dan menjangkau semua jiwa untuk keselamatan yang berasal dari Kristus. Thanks Yuli Retno bantuan translatenya.
25 Oktober 2014, Seminar sehari Departement Sekolah Minggu KIBAID buat guru-guru SM yang diadakan di Gedung STT Kibaid Makale

1 Desember 2014, Ujian Skripsi Perpanjangan Program S1 Teologia dan PAK yang dilaksanakan di STT Kibaid Makale
1-5 Desember 2014 Ujian Akhir Semester STT Kibaid Makale
4 Desember 2014, Natal Lokal KIBAID Jemaat Longori di  Sulawesi Tenggara
12 Desember 2014, Natal Lokal STT Kibaid Makale di Toraja Sulawesi Selatan
21 Desember 2014, Natal Sekolah Minggu Klasis Kolaka Bombana yang di tempatkan di
G. KIBAID Jemaat Longori
22 Desember 2014, Natal Pemuda  Klasis Kolaka Bombana yang di tempatkan di
G. KIBAID Jemaat Longori
26-29 Desember 2014, Natal Umum Gereja KIBAID di Kampus STT Kibaid yang dikoordinir oleh Pak Cristian Rajuni, dengan speaker Pdt.Sadrak Kurang, Pdt Rahel Rimpa, Pdt. Robert Sokoy, Pdt. Paulus Pabeno, Pdt. Philipus Patana dan Pdt. Aris Randan

Administrator sangat berterimakasih kepada seluruh Tim Penulis, Pembaca,Komentator blog,downloader, Group FB, Sahabat Google Plus, dan siapa saja yang pernah mendukung kami dalam bentuk apapun.
Kami tetap membuka layanan bagi penulis kalangan KIBAID untuk ikut andil dalam Penginjilan Tanpa Batas ini dan kami tetap akan membuka layanan bagi gereja lingkup KIBAID yang ingin dipromosikan dalam bentuk format online untuk menjangkau jiwa yang terhilang dihadapan Sang Juruselamat.

Kami telah berusaha yang terbaik di tahun 2014 namun merasa banyak kekurangan dan kesalahan yang kadang membuat pembaca tidak puas sehingga kami meminta maaf serta tetap berharap dukungan doanya.

Akhirnya  dengan tema "Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga", Segenap Tim Penulis mengucapkan Selamat Hari Natal 2014 Dan Tahun Baru 2015.

Evangelism Unlimited : Manasje Malan & Family

Jumat, Desember 05, 2014


Kamis, 4 Desember 2014, di pelataran halaman Gereja, kembali menjadi catatan penting lagi buat KIBAID Jemaat Longori. Hal ini karena pada hari tersebut Jemaat melaksanakan Natal untuk Lokal Longori. Mendukung konsep “Pemulihan Dalam Kasih” yang dikombinasikan dengan tema Nasional "Berjumpa Dengan Allah dalam Keluarga", maka acara dikemas sedikit berbeda dari tahun tahun sebelumnya.

Berbeda????

Dimotori oleh Bpk Yakob B. Pararuk dan  Pnt. Petrus Rimpun, acara natal ini dapat berlangsung dengan baik dan cukup diacungi jempol dari 7 gereja tetangga dengan berbagai denominasi, sehingga tentunya meninggalkan kesan dan cerita.
Yah Acara kali ini bukan hanya pegelaran Pujian PIG, Pujian dari undangan dan Kotbah Natal dengan pernak perniknya, namun juga diisi oleh tim Sekolah Minggu yang tampil dengan Pianika untuk membawakan beberapa lagu Natal. Awalnya penulis sebagai  salah satu Panitia agak ragu untuk hal ini ditampilkan, namun seiring dengan waktu selama kurang lebih 3 bulan, dengan kesabaran seorang pelatih  menghadapi anak-anak, maka keraguan itu menjadi pupus. Anak SM bisa secara berirama memainkan not-not diberikan secara simultan, bahkan sangat fantastis buat saya yang awam terhadap musik. Sebelum hari H-nya pun telah ditampilkan dalam ibadah jemaat pada tanggal 30 November sekaligus menjadi ajang gladi bersih untuk Natal Jemaat. Audiens sempat sangat hening ketika ini ditampilkan dalam dua kesempatan berbeda, semuanya dengan kesimpulan masing-masing, luar biasa, segala kemuliaan untuk Tuhan.


 Lanjut Untuk kelas remaja tidak ketinggalan mempersembahkan drama yang mengusung konsep Pemulihan Kasih, dimana seorang anak kehilangan rasa sayang dari orang tua karena kesibukan. Diisi dengan system Dubbing Suara, maka drama yang mirip pantomim ini sukses untuk  mengantar  kotbah Natal Oleh Pdt Agustinus Genggong, STh selama beberapa menit.




Mungkin yang kami ceritakan itu masih biasa saja bagi beberapa pembaca, namun satu lagi yang sedikit langka untuk kalangan gereja kami yang injili, yakni rangkaian iringan musik/lagu dalam acara natal  disertai tarian rebana. Dengan latihan secara terpisah  selama sebulan, akhir pekan menjelang natal, tarian ini langsung klop antara Lagu, Pemimpin Pujian, Pemain musik, Tarian dan Bunyi rebana. Hhmmm.... sesuatu yang baru buat jemaat, walau penulis pernah menyaksikan di lingkup KIBAID dengan hanya satu dua lagu saja. Tarian ini mirip dengan tampilan mingguan aliran kharismatik, semuanya tampil dengan performa terbaik dan jemaat pun menyambut positif dengan harapan tetap berkesinambungan. Semua peserta natal pulang dengan membawa kado natal yang membekas dihati, ini karena acara cukup apik dan talenta yang Tuhan bri digunakan secara maksimal.



Kembangkan dan teruskan  talenta yang ada padamu, karena semuanya itu untuk kemuliaan-Nya di tempat Maha Tinggi. Berdoa, cari dan bukalah kunci talenta itu, karena kelak "Rajamu" akan datang untuk melihat serta menambah hasilnya.

Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga, Hamba Tuhan, Jemaat Longori, dan Tim Penulis Longori Portal  mengucapkan selamat Natal tahun 2014 dan Menyongsong Tahun Baru 2015!



By : Admin Longori Portal Profile Penulis

Special Thanks buat
Sdr Yoel Palagda (Ex musik STT Jaffray) sebagai instruktur Pianika/musik/pujian PIG
Ny. Yuriksa Malan, Leader Musik dan Pujian Penyembahan
Pnt. Merry Modji sebagai pengasuh drama (koord. acara)
Dkn. Efrain Paguling, koord.Dubbing suara dan support Sekretaris
Ny. Yuli Retno sebagai instruktur tari dan musik rebana
Gembala, Tim Musik, Pemimpin Pujian,singers dan
Seluruh Jemaat Longori.


Silahkan Tonton Salah Satu Persembahan Anak Sekolah Minggu dari YouTube


Baik Untuk Dibaca
Portal EasyWorship
Portal Flashback Songs

Jumat, November 28, 2014


Sebagian orang yang berpikir bahwa mengejar prestasi, uang, jabatan dan popularitas itu tidak rohani. Mereka kuatir, jika kenikmatan dunia ini akan membuat mereka terlena dan hidup jauh dari kesucian.
.
Ada beberapa pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Tergantung dari kita sendiri ingin memilih yang mana. Sesuai dengan nilai-nilai, kepercayaan dan tujuan hidup kita masing-masing, demikian yang akan kita dapatkan di dunia ini.
.
Saya termasuk yang berprinsip bahwa hidup hanya sekali, jadi saya mendorong anak-anak saya untuk berprestasi sebaik mungkin dan raih mimpi setinggi-tingginya. Apa pun talenta dan mimpi yang Tuhan taruh di hati mereka, saya dorong untuk memanfaatkan dan merealisasikannya secara maksimal dengan tujuan untuk mempermuliakan nama Tuhan.
.
Saya percaya bahwa kita harus berusaha semaksimal mungkin melakukan apa yang kita bisa, -do our best-, dan berusaha menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing. Lalu kita memanfaatkan prestasi, uang, jabatan dan popularitas yang kita miliki untuk membuat perubahan yang baik dan memuliakan Nama Tuhan.
Tidak berarti orang berprestasi atau kaya atau populer lalu hidupnya tidak baik, lupa pada Tuhan. Buktinya Billy Graham meskipun populer, sukses, berprestasi, memiliki keluarga yang baik dan pelayanan yang sangat berhasil. Beliau menjadi penasehat beberapa Presiden Amerika. Secara tidak langsung beliau mempengaruhi dunia pula. Demikian pula Zig Ziglar, John Maxwell, Bill Hybells dan lain-lain yang mempengaruhi dunia menjadi lebih baik. Mereka berprestasi, sukses, populer dan memiliki keluarga serta kehidupan yang patut diteladani.
.
Sebaliknya, tidak sedikit orang-orang yang biasa-biasa saja: tidak sukses, tidak berprestasi justru selingkuh, rumah tangga kacau dan dalam pekerjaan tidak berhasil.
.
Sesungguhnya seseorang tetap hidup benar atau tidak, tergantung karakter, nilai-nilai hidup dan fondasi rohani yang dimilikinya. Jika orang itu memiliki fondasi dari ‘batu karang’ dan tetap memelihara hubungan pribadinya dengan Tuhan, entah kesuksesan atau kegagalan menimpanya, dia akan tetap berpegang pada kebenaran Firman Tuhan.
Kaya atau miskin, sukses atau gagal, populer atau tidak, itu bukan satu-satunya faktor penentu seseorang akan tetap hidup benar atau tidak.
Mengapa kita suka mengutip kata-kata orang yang sukses dan berprestasi? Karena pada dasarnya di dalam diri setiap manusia terdapat keinginan untuk maju.  Wallace D Wattles mengatakan, “Hidup tanpa perkembangan dan kemajuan adalah hidup yang tidak layak dijalani.”
Kita tertarik membaca kisah mereka yang hebat dan sukses, karena tanpa sadar, ingin menjadi seperti mereka.
.
Orang yang berprestasi dan hebat, saat mereka berbicara, banyak orang bersedia mendengarkannya. Ditulis di berbagai media. Disiarkan di televisi. Tentunya orang-orang seperti ini, punya kuasa untuk  mempengaruhi dan mengubah kehidupan banyak orang.
Sebaliknya, kita cenderung malas membaca atau mendengarkan orang yang kita tidak tahu prestasinya.
.
Seandainya saja, orang yang memiliki prestasi hebat seperti itu adalah orang-orang yang cinta Tuhan   dan memiliki hati yang penuh kasih ingin berjuang untuk memperbaiki kualitas hidup banyak orang. Tentunya akan efektif sekali bukan?
Mari kita lihat contoh-contoh di bawah ini.
Hampir semua orang di seluruh dunia mengenal Mother Teresa. Beliau melayani orang-orang yang paling miskin, diantara orang-orang miskin di India. Karena ketekunan, kasih dan ketulusan hatinya dalam melayani mereka, Tuhan mempromosikan Mother Teresa secara luar biasa. Orang-orang di seluruh dunia tertarik dengan apa yang dilakukannya. Maka banyak orang dari berbagai negara datang ke India untuk melihat dan ikut ambil bagian dalam pelayanannya.

Bahkan para pemimpin dunia dari Presiden, Menteri dan Tokoh-Tokoh penting dunia harus antri menunggu jadwal  bertemu  dengan Mother Teresa. Mereka bersedia menunggu berbulan-bulan, untuk berbicara selama 1 jam dengan beliau. Pengaruh beliau melintasi batas negara, bangsa bahkan agama. Luar biasa bukan?
Pemikiran dan kata-kata Mother Teresa dikutip di mana-mana dan mempengaruhi pemikiran serta hidup banyak orang di seluruh dunia. Mother Teresa tidak kaya. Tetapi prestasi dan popularitas Mother Teresa sudah mempengaruhi kehidupan banyak orang. Melalui hidup dan karyanya, orang-orang melihat Tuhan yang hidup.
.
Bill Gates dan Steve Jobs adalah dua tokoh dunia yang telah mempengaruhi cara hidup orang-orang di seluruh dunia saat ini. Hampir setiap orang di dunia memanfaatkan penemuan-penemuan mereka. Setiap kita menggunakan PC, laptop, internet, gadget dan telpon genggam, maka kita bersentuhan dengan penemuan-penemuan mereka. Prestasi mereka sudah mempengaruhi  bahkan mengubah cara hidup manusia pada jaman ini. Mereka orang-orang yang sangat sukses, kaya, populer dan memiliki jabatan yang tinggi. Kehidupan mereka ditulis dalam berbagai buku dan artikel.
Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates mendirikan yayasan pribadi terbesar di  dunia yang dikelola secara terbuka, yaitu The Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan ini memberikan sumbangan hingga milyaran dollar. Pada tahun 2010, pendirinya sudah memulai Komisi Pendidikan Kesehatan Profesional untuk Abad ke-21 berjudul “Transformasi pendidikan untuk memperkuat sistem kesehatan yang saling tergantung di dunia.”
Melalui program-program yang dimilikinya, yayasan ini sudah menolong jutaan orang di seluruh dunia.
Warren Buffet orang terkaya ke tiga di dunia saat ini, ikut memberikan sumbangan 10 juta lembar saham perusahaan Berkshire Hathaway miliknya pada yayasan ini. Saham itu bernilai 1.5 milyar dollar pada tahun 2006 dan nilai saham itu terus naik pada saat ini.
Jika Bill Gates bukan orang kaya dan tidak punya prestasi apa-apa, tentunya dia tidak akan bersahabat dengan Warren Buffett. Juga, tidak ada orang yang mau memberikan sumbangan sebesar itu pada orang yang tidak punya kredibilitas, prestasi serta kekayaan apa pun.
Justru karena Bill Gates adalah orang terkaya di dunia saat itu (sekarang orang ke dua terkaya di dunia), sudah teruji kredibilitas, prestasi dan kemampuannya maka Warren Buffett bersedia menyumbangkan saham yang sangat besar kepada yayasan ini. Tentunya hanya orang-orang dengan prestasi tertentu yang mampu mengelola uang sebesar ini dengan baik dan benar.
Bukankah kekayaan, prestasi dan popularitas seseorang menjadi jalan untuk membantu jutaan orang?
.
Artikel ini hanyalah sebuah pemikiran yang menurut saya menarik.
Anda boleh setuju atau tidak.
Silahkan Anda memilih:
Menjadi orang berprestasi, agar Anda memiliki  pengaruh untuk membuat perubahan yang baik demi mempermuliakan nama Tuhan,
Atau menjadi orang yang cinta Tuhan dengan prestasi rata-rata, sehingga tidak perlu mengalami dilemma dalam menjaga kekudusan.
Semuanya baik, tergantung tujuan hidup kita.
Pilihan sepenuhnya ada di tangan masing-masing!
.
                                                   Kamu adalah terang dunia.
                           Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
                                         Lagipula orang tidak menyalakan pelita
                                           lalu meletakkannya di bawah gantang,
                                                  melainkan di atas kaki dian
                                sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
                           Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
                                     supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
                                        dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
                                                 -The book of Matthew-
                                                               ~
                                        Apakah Tuhan berkenan jika kita mengejar
                                           Prestasi, Uang, Jabatan dan Popularitas?
                                                              Tentu saja!
                                            Tuhan mau kita mengerjakan yang terbaik,
                                                             -Do our best-
                                                   berusaha menjadi yang terbaik,
                                     di bidang kita masing-masing dan di mana pun kita berada.
                                                               Yang terpenting,
                                                       Tuhan ingin kita memanfaatkan
                                           Prestasi, Uang, Jabatan dan Popularitas kita untuk
                                                         Membuat PERUBAHAN
                                      agar dapat MEMBERKATI orang lain sebanyak mungkin,
                                       sehingga DUNIA di sekeliling kita menjadi LEBIH BAIK.
                                                       Melalui apa yang kita lakukan,
                                      Dunia bisa melihat Tuhan melalui kehidupan dan karya kita.
                                               Semakin hebat prestasi dan pengaruh kita,
                                           Semakin besar pula perubahan yang bisa kita buat,
                            Maka Nama Tuhan semakin dikenal dan dikagumi di area yang lebih luas.
                                                   Prestasi, Uang, Jabatan dan Popularitas
                                           Seharusnya dimanfaatkan semaksimal mungkin
                                                          Dengan tujuan untuk
                                          MEMPERMULIAKAN NAMA TUHAN.
                                                                -YennyIndra-

.
By: YENNY INDRA
Inspirator dan Motivator Kristen
.
Bibliografi:
- Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Bill_%26_Melinda_Gates_Foundation

Baik Untuk Dibaca
Portal Sahabat
Portal EasyWorship


Minggu, November 23, 2014

Artikel Ini Merupakan Lanjutan Artikel Diktat Kitab Wahyu Part I,II,III,IV,V,VI danVII
Pembaca bisa membaca secara lengkap dalam buku yang telah ditulis Penulis dengan menghubungi via email : markuslingga@yahoo.com
 
1.    Iblis Dikalahkan, 20:1-3.
Apabila pada ps. 19:11-21, Penunggang kuda putih itu mengalahkan segala manusia yang melawan Dia, maka pada bagian ini malaikatNya menangkap si Iblis.
Ps. 20:1, “Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari surga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ...”  Istilah “jurang maut” dapat dilihat dan dibandingkan dengan ps. 9:1 dan 11:7.  Ayat ini merupakan pembukaan dengan memakai kata-kata, “Lalu aku melihat ....”  Peristiwa yang terjadi pada ps. 19-21 terjadi secara berturut-turut.
Menurut Leon Morris, “rantai besar” itu merupakan kiasan, karena roh tidak dapat ditahan dengan rantai, tetapi sebenarnya kita tidak mengerti banyak mengenai rantai malaikat, sehingga lebih baik kita tidak memberi komentar.  Pada ps. 9:1-2, malaikat diberi kunci jurang maut untuk membuka, tetapi pada ayat ini, jurang maut itu adalah tempat untuk memenjarakan si Iblis selama kerajaan seribu tahun berlangsung.  Riwayat Iblis kemudian dilanjutkan pada ps. 20:7-10 (Hagelberg, 347).
Jurang maut adalah melambangkan suatu tempat tahanan yang menakutkan, yang sama sekali gelap, tanpa terang.  Rantai besar yang dipakai pada ayat ini adalah alat untuk mengekang aktivitas Iblis.  Iblis dirantai sama saja Iblis dikekang oleh Allah (Wongso, 746).
Ps. 20:2, “...ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, ...”  Iblis tidak ditanggap oleh Allah atau oleh Anak Domba, tetapi ia ditangkap oleh seorang malaikat yang namanya tidak jelas.  Istilah “naga” sudah ditulis pada ps. 12-13, sedangkan si ular tua ada pada Kej. 3:1-15.  Pada ayat ini muncul 4 sebutan untuk si Iblis: naga, ular tua, Iblis, dan Satan.
Masalah kerajaan seribu tahun, banyak orang menafsir ayat-ayat ini sesuai dengan pandangan teologinya sendiri, yang semestinya tidak demikian.  Tafsiran tidak boleh lahir dari teologi, tetapi sebaliknya  teologi lahir dari tafsiran.  Kalau istilah “seribu tahun” yang disebutkan 6 kali pada ps. 20:1-10 dibaca oleh orang tanpa praduga lebih dahulu, maka ia akan berpikir bahwa nanti pada kedatangan Kristus akan ada masa “seribu tahun” dan orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan dibangkitkan dan memerintah bersama-sama dengan Kristus dalam kerajaanNya.
Ada penafsir, seperti Ladd berkata bahwa akan ada masa panjang itu, tetapi mungkin angka seribu, yaitu 10 pangkat 3 suatu angka yang sempurna, tidak perlu diartikan secara harafiah.  Sebaiknya kita mengingat bahwa Dia yang mengilhamkan visi yang menentukan panjangnya masa kerajaan Mesias.
Dibaca sebagai sastera, memang angka “seribu” sempurna, tetapi jika dibaca sebagai nubuatan yang menceritakan panjangnya kerajaan Mesias, angka itu juga sempurna.  Jika kerajaan seribu tahun bukan harafiah dan sedang berlaku masa kini, maka ungkapan Iblis diikat harus dijelaskan, kapankah Iblis diikat? Kalau Iblis sudah diikat di dalam jurang maut dan dimeterai, mengapa pengaruhnya masih ada, bahkan makin kuat?  Ternyata ada empat kata kerja yang dipakai untuk menegaskan bahwa Iblis tidak menyesatkan manusia lagi: Iblis ditangkap, diikat, dilemparkan ke dalam jurang maut, dan jurang maut disegel.  Jelas sekali bahwa Iblis bukan sekadar dibatasi, tetapi sama sekali tidak dapat menyesatkan lagi.
Masa kerajaan seribu tahun, yang bersamaan dengan Iblis dirantai dan dilemparkan ke dalam jurang maut, bukan merupakan suatu kiasan yang menceritakan keadaan masa kini.  Masa kerajaan seribu tahun itu akan dimulai pada waktu Tuhan Yesus kembali ke dunia ini.  Beasley-Murray membahas masa kerajaan seribu tahun.  Dia menjelaskan bahwa pada dasarnya kerajaan seribu tahun adalah suatu masa di antara masa kini dengan masa penciptaan langit dan bumi baru, di mana Mesias akan memerintah di bumi ini.
Kitab Yehezkiel adalah kitab yang paling dengan kitab Wahyu 20:1-22:5.  Pada Yeh. 36-37, kerajaan Mesias diceritakan dengan perumpamaan mengenai kebangkitan Israel, di mana Israel akan dikumpulkan ke tanah Kanaan dalam keadaan percaya.  Ps. 38-39, terjadi sesudah waktu yang lama sekali.  Kedua pasal tersebut menceritakan tentang perang Gog dan Magog, yang disebutkan pada Wahyu 20:7-9.  Rupanya dengan perang tersebut kerajaan seribu tahun berakhir.  Pada Yeh. 40-48, dijelaskan tentang langit baru dan bumi baru (Hagelberg, 348-352).
Ps. 20:3, “lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.”  Selama seribu tahun, Iblis sama sekali tidak dapat menyesatkan bangsa-bangsa.  Ps. 20:7-9, menjelaskan tujuan Allah, mengapa Iblis dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

A.    Kerajaan Seribu Tahun, 20:4-15.
Kerajaan seribu tahun hanya diceritakan pada 12 ayat saja.  Tiga ayat yang menceritakan apa yang terjadi di dalam kerajaan itu, empat ayat menceritakan pemberontakan terakhir, dan lima ayat menceritakan penghukuman terakhir.  Ps. 20:4-6, menceritakan mengenai mereka yang bertakhta dalam kerajaan seribu tahun.
1.    Orang-Orang yang Memerintah dengan Tuhan Yesus Selama Seribu Tahun, 20:4-6.
Ps. 20:4, “Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.”
Siapakah yang duduk di atas takhta-takhta itu?  Sebagian besar penafsir mengartikannya sebagai himpunan dari jiwa-jiwa mereka yang dipenggal kepalanya.  Janji Allah kepada mereka yang menang, yang mati syahid pada masa kesengsaraan digenapi pada masa kerajaan seribu tahun.
Polikarpus sebagai Uskup di Smirna memahami akan hal tersebut, sehingga ia menerima kematiannya dengan semangat yang luar biasa.  Dalam Perjanjian Lama, istilah “menghakimi” berkaitan erat dengan memerintah.  Akan terjadi kebangkitan bagi jiwa-jiwa yang dilihat Yohanes untuk memerintah selama seribu tahun bersama dengan Kristus.
Para teolog yang menolak kerajaan seribu tahun berkata bahwa kalimat “mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun” berarti kita hidup kembali dalam Kristus, seperti yang dikatakan pada Yoh. 5:25, yakni kebangkitan secara rohani saat kita percaya kepada Tuhan Yesus.
Kerajaan seribu tahun sering disebut Millenium dari bahasa Latin: Mille artinya seribu dan annus artinya tahun.  Orang yang menganut paham bahwa tidak ada kerajaan seribu tahun disebut Amillenial.  Orang yang percaya bahwa Tuhan Yesus akan kembali ke bumi sebelum kerajaan seribu tahun secara harafiah disebut Pre-Millenial.  Dan orang yang percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang ke bumi sesudah kerajaan seribu tahun secara harafiah disebut Post-millenial.  Dave Hagelberg termasuk penganut paham Pre-millenial (Hagelberg, 356-358).
Ungkapan “memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun”, tidak berarti akan menjadi raja kecil di suatu negara kecil, tetapi orang-orang kudus berada di dalam Kristus, artinya kita akan turut memerintah bersama dengan Kristus di dalam kerajaan-Nya.
Ps. 20:5, “Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.”  Istilah “kebangkitan pertama” adalah menunjuk kebangkitan dari kematian secara harafiah, bukan sinonim dengan kebangkitan secara rohani (Guthrie, ed., 974).
Ayat ini menimbulkan permasalahan, apakah kerajaan seribu tahun hanya untuk mereka yang disebutkan pada ps. 20:4?  Bagaimana dengan umat Allah Perjanjian Lama?  Bagaimana dengan umat Allah masa kini, sebelum aniaya besar?  Menurut 1Tes. 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati di dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.  Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”  Tetapi sebelum diangkat, harus diubah lebih dahulu dalam sekejap mata menurut 1Kor. 15:51-52.  Ungkapan “orang-orang mati yang lain” yang tidak bangkit sebelum berakhir masa seribu tahun adalah menunjuk kepada orang-orang mati yang tidak percaya kepada Kristus (Hagelberg, 360-361).
Ps. 20:6, “Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.”  Ayat ini mirip dengan janji yang pernah diberikan kepada jemaat Smirna: “Barangsiapa menang ... tidak menderita apa-apa dari kematian kedua.”  Janji ini digenapi pada ps. 20:6. 
Jika ada kematian kedua berarti ada kematian yang pertama.  Kematian pertama adalah kematian yang kelihatan, yaitu kematian jasmani, sedangkan kematian kedua adalah menunjuk kepada hukuman kekal.  Jika ada kebangkitan pertama berarti ada juga kebangkitan kedua.  Kebangkitan pertama sudah jelas untuk orang-orang yang mati di dalam Kristus, sedangkan kebangkitan kedua adalah diperuntukan kepada orang-orang yang tidak mendapat bagian dalam kebangkitan pertama.

2.    Pemberontakan Terakhir, 20:7-10.
Ps. 20:7, “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, ...”  Istilah “jurang maut” bukan menunjuk kepada suatu lokasi, karena Setan bereksistensi dalam dunia rohani, bukan dunia materi.  Iblis dirantai berarti Iblis dikekang oleh Allah dalam segala aktivitasnya (Wongso, 732).
Iblis itu tidak bebas sendirinya, tetapi Allah sengaja melepaskan dia untuk sementara waktu, sehingga sekali lagi ia pergi menyesatkan bangsa-bangsa yang membuktikan bahwa Iblis memang kerjanya hanya tahu menyesatkan saja.
Ps. 20:8, “... dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.”  Istilah “Gog dan Magog” , nabi Yehezkiel sudah menubuatkan tentang peperangan Gog dan Magog.  Menurut Yeh. 38:2, Gog adalah raja agung dari negeri Mesekh dan Tubal.  Pada Kej. 10:2 dan 1Taw. 1:5, Magog adalah cucu nabi Nuh.  Pada Yeh. 38:2; 39:6, Magog adalah suku yang bermusuhan dengan umat Allah.  Di dalam surat yang dibuat dari tanah liat yang ditemui di Tel-el-Amarna, sebutan Gog menunjuk pada suku-suku yang berada di sebelah utara Israel (Hagelberg, 364).
Ps. 20:9, “Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, ...”  Adanya pemberontakan yang hebat, yang sifatnya massal diceritakan dengan satu kalimat.  Penyelesaiannya juga diceritakan dengan satu kalimat.  Kota yang dikasihi itu adalah menunjuk kepada kota Yerusalem, yang merupakan lawan kota Babel.  Ungkapan “perkemahan orang-orang kudus” menurut dugaan menunjuk kepada Yerusalem Surgawi (Guthrie, ed., 975).

3.    Penghakiman di Takhta Putih, 20:11-15.
Setelah pemberontakan yang paling akhir, maka terjadilah penghakiman yang terakhir.  Pada saat itu, langit dan bumi yang lama akan berakhir dan masa kerajaan seribu tahun juga berakhir.
Ps. 20:11, “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.”  Istilah “takhta putih” dalam bahasa Yunani thronon megan leukun terjemahannya takhta putih yang besar.  Kata thronon menunjuk kepada kedudukan seorang penguasa.  Siapa yang duduk di atas tempat itu akan menentukan makna dari tempat itu (Wongso, 737).
Ps. 20:12, “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.”  Istilah “orang-orang mati yang berdiri di depan takhta” adalah menunjuk kepada orang-orang yang telah mengalami kebangkitan kedua, berarti kebangkitan kedua dianggap sudah berlangsung pada ayat 12 (Guthrie, ed., 975).
Mereka disebut sebagai orang-orang mati yang berdiri karena mereka tidak percaya kepada Kristus (Hagelberg, 368).  Mereka dihakimi menurut catatan tentang segala perbuatan mereka.
Ps. 20:13, “Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.”  Ada penafsir yang menganggap ayat 13 kontra dengan ayat 11, tetapi sebenarnya tidak ada yang kontra, karena kitab Wahyu memakai bahasa apokaliptik yang memang agak lebih bebas dari pada peraturan logika dan waktu.
Ps. 20:14-15, “Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.  Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”  Ayat 14 hanya mengulangi ayat 13.  Istilah “maut” adalah mereka yang dipegang oleh kuasa maut.  Maut dan kerajaan maut merupakan kuasa yang terakhir yang harus dikalahkan oleh Yesus.
Ayat 15, merupakan ringkasan mengenai takhta putih.  Yang ditegaskan pada ayat ini ialah satu-satunya cara untuk lepas dari lautan api ialah nama kita harus tertulis dalam kitab kehidupan.  Orang yang tidak memunyai kewarganegaraan dalam kerajaan Allah akan dilemparkan ke dalam lautan api (Hagelberg, 370-371).

B.    Langit dan Bumi Baru, 21:1-22:5.
1.    Pendahuluan: Yerusalem Baru, 21:1-8.
Penglihatan yang terakhir ini terjadi sesudah penghukuman takhta putih dan juga sesudah kerajaan seribu tahun.  Langit dan bumi yang lama sudah tidak ada lagi.  Peralihan ini antara kerajaan seribu tahun dan kerajaan kekal (dengan langit baru dan bumi baru) juga diceritakan pada 1Kor. 15:24, “Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.”  Dalam penglihatan ini, Yerusalem baru menjadi pusat dari ciptaan yang baru (Hagelberg, 371-372).
Ps. 21:1, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.”  Ayat ini sudah dinubuatkan Yesaya pada ps. 65:17, Allah menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru.  Yohanes melihat bahwa “lautpun tidak ada lagi.”  Mengapa laut masih disebut, padahal laut sudah terhisap dalam istilah bumi?  Maounce mengatakan bahwa dalam firman Allah “laut” sering mengacu kepada orang-orang fasik, seperti pada Yes. 57:20; Why. 13:1, 6-7.
Inti dari ungkapan “laut pun tidak ada lagi” karena laut dianggap sebagai tempat dari segala yang jahat.  Pemikiran utama dari ungkapan ini ialah pengucilan Iblis dari orde kehidupan yang baru (Guthrie, ed., 976).
Ps. 21:2, “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.”  Kata “kudus” dan “baru” mengingatkan kita bahwa kota Babel adalah najis dan lama.  Kota itu berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya, seperti yang dituliskan pada Yes. 54:5.
Beasley-Murray mengatakan bahwa kota itu sebenarnya adalah gereja, yang berhias .... (Guthrie, ed., 976).  Istilah “bagaikan” mengingatkan kita bahwa pengantin perempuan itu adalah kiasan sama seperti ps. 17:18 yang menjelaskan bahwa pelacur besar itu adalah kiasan untuk kota Babel.
Ps. 21:3, “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”  Istilah “kemah” Yunanyinya skene artinya Allah tinggal bersama-sama manusia (Guthrie, ed., 976).  Pada Yoh. 1:14, dapat diterjemahkan, “Firman itu telah menjadi manusia dan berkemah di antara kita, ...” artinya Allah itu diam bersama-sama dengan manusia.
Ps. 21:4, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”  Ayat ini mirip dengan Yes. 25:8, “Ia akan meniadakan maut ...  Tuhan Allah akan menghapus air mata dari pada segala muka ....”  Pada ps. 7:17, kita dapat membaca bahwa Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka ....  Ayat ini menyatakan kepada jemaat-jemaat sebagai pembaca pertama suasana kerajaan Allah dan Kristus.  Ini menjadi penghiburan kepada jemaat-jemaat yang menghadapi aniaya, walaupun mereka menangis, tetapi di dalam kerajaan Allah semuanya sudah tidak ada lagi.
Ps. 21:5, “Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”   Apa yang dilihat oleh Yohanes adalah wujud nyata dari 2Kor. 5:17.
Ps. 21:6, “Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”  Ayat ini menggenapi Yes. 55:1.  Pada kitab Wahyu, ada dua minuman yang jauh berbeda.  Ada minuman dari cawan emas yang penuh dengan segala kenajisan dan kekejian percabulan pelacur besar dan ada minuman dari air kehidupan yang sifatnya Cuma-Cuma (Hagelberg, 377).
Ps. 21:7, “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.”  Ayat 6 menyebutkan apa yang disediakan bagi “orang yang haus”, sedang ayat 7 menyebutkan apa yang disediakan bagi setiap orang yang menang.  Istilah “anak” bukan menunjuk kepada anggota keluarga secara kelahiran, tetapi menunjuk pada anak yang sudah ditetapkan sebagai ahli waris oleh ayahnya (Ibid, 378).
Ps. 21:8, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua”
Istilah “penakut” pada konteks Wahyu ialah orang-orang yang takut kepada manusia, sehingga menyangkal Kristus, lalu menyembah Anti-Kristus.  “Orang yang tidak percaya”, termasuk orang-orang Kristen yang murtad dan hang kafir.  Orang “keji” adalah orang yang menyembah binatang itu (bnd 17:4) (Guthrie, ed., 977).  Orang-orang demikian mungkin masih ada pada awal kerajaan seribu tahun, mungkin juga mereka haus akan air kehidupan, tetapi oleh karena ikatan-ikatan lain, mereka tidak berhasil meninggalkan dosa-dosa mereka (Hagelberg, 378).
2.    Benteng dan pintu gerbang Yerusalem Baru, 21:9-21.
Ps. 21:9, “Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”  Di sini Yohanes dibawa oleh malaikat ke tempat yang tinggi untuk menyaksikan turunnya Yerusalem baru dari Surga ke bumi.  Penyingkapan tentang pengantin itu telah disebutkan pada ps. 19:7-9, di mana dikatakan bahwa dia telah mempersiapkan dirinya bagi suaminya.  Di sini janji itu digenapi, tetapi bukan dengan kiasan tentang pengantin, melainkan tentang kota Yerusalem.
Ps. 21:10, “Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari surga, dari Allah.”  Kota itu turun dari Surga.  Nampak di sini bahwa setelah kedatangan Kristus nanti, orang-orang percaya akan berada di bumi baru, bukan di Surga.  Justru itu bumi baru diciptakan.  Memang seperti kata Paulus pada Fil. 1:23, pada waktu kita meninggal kita akan ke Surga tanpa tubuh, tetapi setelah Yesus datang membangun kerajaan-Nya di bumi, orang-orang percaya akan ada di bumi tempat kerajaan Kristus (Surga ada di bumi) (Ibid, 380).
Kapankah Yerusalem dibentuk?  Mungkinkah kota ini yang dimaksudkan Yesus pada Yoh. 14:2-3?  Tidak jelas.  Kota itu terdiri atas emas tulen (21:18), pada ps. 22:2, di sana ada pohon kehidupan, yang berbuah dua belas kali setahun.
Ps. 21:11, “Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.”  Gambaran Yaspis tidak jelas, tetapi mungkin istilah batu-batuan itu menggambarkan kemuliaan Allah.
Ps. 21:12, “Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.”  Ayat 12-13 yang menyebutkan pintu-pintu gerbang Yerusalem baru sesuai dengan yang ditulis pada Yehezkiel ps. 48:31-34, hanya nabi Yehezkiel tidak menyebut 12 malaikat.  Temboknya yang besar lagi tinggi adalah gambaran fungsi ganda, yaitu untuk menahan di luar, mereka yang tidak mendapat berkat dan karunia kota itu dan untuk menjamin keamanan bagi penghuninya (Guthrie, ed., 977).
Ps. 21:13, “Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.”  Ayat ini menimbulkan problema, apakah orang-orang kudus dapat keluar masuk?  Apakah orang-orang non-kudus masih ada kemungkinan masuk kota kudus itu?  Karena kota itu memunyai 12 pintu gerbang.  Menurut Peter Wongso bahwa pintu-pintu itu bukan dipakai untuk keluar masuk, tetapi hanya melambangkan kesatuan orang-orang percaya dengan Kristus untuk selama-lamanya (Wongso, 771).
Ps. 21:14, “Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.”  Ada kesejajaran dengan 12 pintu gerbang yang bertuliskan 12 suku Israel dengan 12 batu dasar yang bertuliskan 12 rasul.  Dua belas batu dasar mengingatkan kita pada Ef. 2:20, “jemaat dibangun di atas dasar para rasul dan nabi.”  Dengan menyebut 12 suku Israel dan 12 rasul berarti Yerusalem dimaksudkan untuk Israel dan untuk jemaat Kristus Perjanjian Baru (Hagelberg, 382).
Ps. 21:15-16, “Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.  Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.”
Pada Yeh. 40-42, ada seorang malaikat yang mengukur Bait Allah dengan tongkat pengukur.  Pada Zakh. 2:1-2, tali pengukur dipakai untuk mengukur Yerusalem.  Mounce mengatakan biasanya panjang tongkat jaman itu kira-kira sepuluh meter.  Pada Yeh. 45:2; 48:20 disebutkan bahwa Bait Allah itu berbentuk empat persegi, tetapi baru pada ayat ini dikatakan panjangnya, lebarnya, dan tingginya sama.  Berarti Yerusalem baru berbentuk kubus.  Ukurannya dua belas ribu Mil atau kira-kira 18.000 Km.
Menurut Bauckhman, 12.000 Mil atau 18.000 Km adalah angka untuk umat Allah (144.000 = 12x12).  Ia mengamati bahwa angka 12 (12x12) dikalikan dengan 1.000 untuk menambah unsur keluasan, dengan demikian ukuran 12.000 Mil menjadi pernyataan bahwa kota adalah kota yang sangat luas bagi umat Allah tidak seperti Tanah Kanaan yang terbatas, dari Galilea sampai laut mati hanya 110 Km saja (Hagelberg, 383-385).
Ps. 21:17-18, “Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.  Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.”  Ukuran 144 hasta adalah menunjuk kepada ukuran lebar tembok bagian atas, bukan tingginya, karena panjang, lebar, dan tinggi kota Yerusalem adalah sama dengan 12.000 Mil.
Permata yaspis adalah melambangkan kemuliaan Allah, berarti kota Yerusalem penuh dengan dengan kemuliaan Allah, sampai temboknya pun menyatakan kemuliaan-Nya.  Lantai kota itu terbuat dari emas tulen.  Pada ps. 21:21, emas itu bagaikan kaca bening, berarti tembus cahaya, yang menekankan kemuliaan Allah yang luar biasa (Ibid, 385-386).
Ps. 21:19-20, “Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.”
Menurut seorang sarjana bernama Anathasius Kircher dari Mesir pada abad ke-17 bahwa batu permata yang diceritakan dalam daftar ini sama dengan batu permata yang melambangkan kedua belas rasi bintang (12 zodiak bintang dalam astrologi), tetapi urutan yang dipakai pada dua ayat ini berlawanan dengan urutan rasi bintang yang tradisional.
Menurut Leon Morris bahwa urutan dibalik untuk menandai bahwa rasi bintang harus ditolak oleh umat Allah (Ibid, 387-388).  Menurut rasi bintang: Yaspis melambangkan ikan (fish), nilam melambangkan air (water), mirah melambangkan kambing (goat), zamrud melambangkan manusia berkepala kuda (acher), unam melambangkan kalajengking (scorpion), sardis melambangkan timbangan (balance), ratna cempaka melambangkan anak dara (virgin), beril melambangkan singa (lion), krisolit melambangkan kepiting (crab), krisopras melambangkan kembar (twin), lazuardi melambangkan lembu emas (bull), dan kecubung melambangkan kambing putih (ram) (Wongso, 773).
Ps. 21:21, “Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.”  Mutiara dan emas pada ayat ini sulit dibayangkan.  Tidak ada orang di bumi ini yang memunyai emas murni, apalagi yang bagaikan kaca bening.

3.    Kemuliaan Yerusalem Baru, 21:22-27.
Ps. 21:22, “Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.”  Bait Suci dengan segala lambang-lambangnya sudah tidak ada lagi, sebab wujud dari lambang-lambang itu kini sudah hadir, yaitu pribadi Yesus Kristus sendiri.
Ps. 21:23, “Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.”  Bagi pembaca mula-mula dapat memahami kebiasaan orang-orang kafir, di mana matahari, bulan, dan benda-benda langit lainya adalah dijadikan ilah-ilah.  Semuanya itu sudah pudar karena ada kemuliaan yanga asli dari Allah sendiri.
Ps. 21:24, “Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; ...”  Ayat ini dilatarbelakangi dengan Yes. 60:3-11, di mana tema kesejajaran Yerusalem baru dengan Babel kembali diungkapkan di sini.  Pada ps. 17 dan 18, bangsa-bangsa dan raja-raja disesatkan dan dijadikan mabuk oleh kota Babel, tetapi pada masa kekekalan, bangsa-bangsa dan raja-raja yang ada menyerahkan kekayaan mereka kepadanya.
Keadaan rohani mereka yang ada di luar Yerusalem baru, yang membawa kekayaan mereka ke kota yang indah itu perlu dipikirkan.  Kita sudah melihat bahwa mereka yang menang akan didudukkan di atas takhta Tuhan Yesus dan akan memerintah atas bangsa-bangsa.  Ayat ini sulit karena orang-orang yang tidak percaya bersama dengan si Iblis serta pengikutnya sudah dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang.  Siapakah yang disebutkan pada ayat ini?
Keadaan orang-orang yang percaya yang tidak menang, yang tidak bertobat sesuai dengan tuntutan-tuntutan yang diungkapkan pada ps. 2 dan 3, tidak dibahas dalam kitab Wahyu.  Mungkinkah mereka akan seperti itu?  Mereka selamat, sehingga tidak dilemparkan ke dalam lautan api, tetapi mereka tidak meraih mahkota dan takhta.  Mereka menjadi warga dari kerajaan kekekalan, tetapi tanpa pahala. Mungkinkah ayat ini menjelaskan keadaan mereka?  Mereka berada di luar dari kota Yerusalem baru, mereka menikmati cahayanya, dan mereka membawa kekayaan mereka kepadanya, tetapi mereka tidak boleh tinggal di dalam Yerusalem baru (Hagelberg, 390).
Ps. 21:25-26, “... dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.”  Para pembaca di Smirna, mereka tidak menikmati apa yang disebut rasa aman.  Harta dan jiwa mereka selalu terancam.  Di Yerusalem baru nanti tidak ada lagi ancaman karena di sana tidak ada lagi musuh.
Ada penafsir yang mengatakan bahwa ayat 25 kontradiktif dengan ps. 7:15, “mereka akan melayani Dia siang malam”, sedang pada ps. 21:25, tidak ada lagi malam.  Sebenarnya tidak ada yang kontras, karena ps. 7:15 berbicara tentang masa kerajaan seribu tahun, sedangkan ps. 21:25 berbicara tentang masa kekekalan.  Ayat 26 hanya merupakan penegasan dari ayat 24.
Ps. 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.”  Ayat 27 menceritakan keadaan langit baru dan bumi baru nanti, yang tidak terhampiri segala yang najis dan yang jahat.  Ayat ini menegaskan kekudusan Yerusalem baru.

4.    Sungai kehidupan dan Hamba Anak Domba di Yerusalem Baru, 22:1-5.
Ps. 22:1, “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.”  Ayat ini diilhami kitab Yeh. 47:1-12, “air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci” yang mengalir menjadi sungai yang masuk ke laut mati, yang airnya menjadi tawar dan penuh dengan ikan.
Penglihatan Yehezkiel menunjuk kepada masa kerajaan seribu tahun, sedangkan 22:1 adalah masa kekekalan.  “Sungai air kehidupan” mengandung makna Roh Allah, kekudusan, dan kehidupan kekal pada Kel. 40:12, 30; Im. 14:8-9; Yes. 44:3, dsb.
Ps. 22:2, “Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.”  Ayat ini sama dengan ps. 21:24 menimbulkan pertanyaan tentang istilah “bangsa-bangsa.”  Pada Kej. 2:9; 3:22 “pohon kehidupan” disebutkan, Wahyu 2:7 ada buah pohon kehidupan disebutkan dan akan dimakan oleh mereka yang menang.
Pada ayat ini kelimpahan buah di kota Yerusalem baru diceritakan.  “Buah” itu adalah lambang atau menandai hidup kekal yang berkelimpahan.  Adanya kemungkinan bahwa bangsa-bangsa yang disebutkan pada ayat ini sama dengan ps. 21:24, atau mungkin bangsa-bangsa yang memberontak dan melawan Tuhan pada ps. 20:8, tetapi kemudian mereka bertobat.  Rupanya mereka ini tinggal diluar kota Yerusalem baru, mereka di bawah pemerintahan Anak Domba serta mereka yang duduk di atas takhtaNya.
Untuk apa mereka disembuhkan dengan daun pohon kehidupan?  Jika bagian ini menceritakan masa kekekalan, bagai mungkin masih ada penyakit?  Nas ini sangat sulit ditafsirkan ....  Menurut Beasley-Murray bahwa penyembuhan dari dedaunan itu harus diartikan dalam arti yang murni rohani.  Dalam kerajaan Allah, orang-orang kudus akan menerima makanan rohani dan penyembuhan luka-luka karena dosa (Guthrie, ed., 979).
Ps. 22:3, “Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, ...”  Ada beberapa pengertian tentang “tidak ada lagi laknat”, yaitu: Pertama, bahwa kutuk Allah yang ada dalam Kej. 3:14-19 akan ditiadakan.  Kedua, bahwa perintah untuk memusnahkan berhala serta segala bangsa yang menyembah berhala, akan ditiadakan.  Rupanya tafsiran kedua itu lebih kuat, seperti yang dikutip dari Zakh. 4:11 (Hagelberg, 394).
Ps. 22:4, “... dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.”  Pada ps. 1:16 dituliskan bahwa “wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik”,  tetapi di sini dikatakan bahwa mereka akan diam di Yerusalem baru akan melihat wajahNya.  Melihat wajah Allah adalah merupakan kerinduan umat Tuhan sepanjang masa.  Pada 3:12 dan 14:1 dituliskan bahwa mereka yang menang dan 144.000 orang Yahudi itu diberi nama baru yang tertulis pada dahi mereka.
Ps. 22:5, “Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”  Ayat ini merupakan penegasan ulang dari ps. 21:23.
Ungkapan “mereka akan memerintah sebagai raja ...” harus dikaitkan dengan ps. 20:4, berarti pemerintahan mereka tidak berakhir setelah kerajaan seribu tahun.  Rupanya yang diam di dalam Yerusalem baru adalah mereka yang menang (ps. 2 dan 3) dan akan memerintah sebagai raja selama-lamanya.  Kota Yerusalem akan menjadi pusat pemerintahan, yaitu menjadi ibu kota dari bumi baru itu.  Jika mereka memerintah di sana, mereka memerintah siapa?  Jelas orang-orang yang tidak percaya Yesus tidak ada lagi di sana.
Pada kitab Wahyu, mereka yang tidak setia sampai, mereka yang tidak melakukan pekerjaan-Nya sampai kesudahannya tidak dijelaskan.  Yang dijelaskan panjang lebar adalah mereka yang setia atau mereka yang menang, karena kitab Wahyu mendorong orang supaya menang bukan asal-asalan.
Barangkali orang-orang itu yang tidak menang, yang akan diperintah oleh mereka.  Mereka itu selamat, tetapi seperti keluar dari dalam api (1Kor. 3:15).  Mereka akan selamat dan diperbolehkan masuk kerajaan Allah, ke dalam langit baru dan bumi baru, tetapi tidak akan memerintah, melainkan akan diperintah (Hagelberg, 397-398).  Yang jelas ada orang yang selamat, tetapi seperti keluar dari dalam api.  Orang-orang seperti itu tidak begitu jelas ceritanya dalam kitab Wahyu, kecuali yang banyak dijelaskan adalah mereka yang menang.

C.    Penjelasan Akhir dari Penglihatan, 22:6-17.
Sesudah Yohanes mendapat penglihatan Yerusalem baru, penglihatan dan kesaksian itu dikuatkan oleh beberapa perkataan.  Perkataan yang pertama, diucapkan oleh malaikat yang muncul pada ps. 21:9.  Perkataan kedua, oleh Tuhan Yesus sendiri.  Dan yang ketiga, oleh rasul Yohanes.  Tidak mudah mengidentifikasi siapa yang berbicara pada ayat-ayat ini.  Pada bagian ini, ada 3 tema yang dibicarakan: Pertama, bahwa firman itu benar.  Kedua, bahwa Tuhan Yesus akan kembali secara mendadak.  Ketiga, bahwa ada pahala bagi setiap orang yang menuruti apa yang tertulis dalam kitab ini.
Bagian ini memunyai beberapa kesamaan dengan bagian pembukaan kitab Wahyu:
-    Nubuatan yang benar, 1:3 dan 22:6, 9-10, 18-19.
-    Panggilan Yohanes, 1:1, 9-10 dan 22:8-10.
-    Anjuran untuk membacakan kitab, 1:3, 11 dan 22:18.
-    Tujuan untuk membesarkan hati jemaat, 1:3 dan 22:7, 12, 14.
Ps. 22:6, “Lalu Ia berkata kepadaku: “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.”  Di sini ada mata rantai saluran ilham, yaitu dari Allah kepada malaikat-Nya, dan kepada hamba-hamba-Nya, mirip dengan ps. 1:1.
Ungkapan “apa yang harus segera terjadi” juga sudah diungkapkan pada ps. 1:1.  Sepanjang zaman, umat Kristen harus berjaga-jaga menantikan kedatangan Kristus.  Tanggal dan tahun kedatangan Kristus tidak diilhamkan supaya setiap generasi tetap berjaga-jaga (Hagelberg, 400).
Ps. 22:7, “Sesungguhnya Aku datang segera.  Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”  Rupanya yang berbicara pada ayat ini adalah Tuhan Yesus sendiri, karena ayat ini sama dengan ps. 1:3 yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri.  Bauckhman mengamati bahwa sama seperti 1:1 bergema pada ps. 22:6, demikian juga ps. 1:3 bergema pada ps. 22:7, untuk menandai bahwa ps. 22:6-9 merupakan penutup dari penglihatan Yerusalem baru dan sekaligus sebagai permulaan penutup kitab Wahyu (Ibid, 401).
Ps. 22:8-9, “Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.  Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!”
Ungkapan “dan aku, Yohanes” ditempatkan pada awal kalimat untuk memberikan tekanan bahwa Yohanes-lah yang menyaksikan dan melihat penglihan itu.  Kata “semuanya” pada ayat 8 menunjuk kepada seluruh isi kitab Wahyu.  Berarti segala perkataan kitab Wahyu berakhir di sini (Ibid, 402).  Ps. 22:8-9, menceritakan kekeliruan Yohanes dalam hal menyembah malaikat.
Ps. 22:10, “Lalu ia berkata kepadaku: “Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat.”  Pada kitab Daniel ps. 12:4, “Tetapi engkau Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah ... sampai akhir zaman.”  Kitab Wahyu jangan dimeteraikan, karena isi kitab Wahyu harus dituruti sebab waktunya sudah dekat (Ibid, 403).
Ps. 22:11, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”  Ayat ini mirip denan Daniel 12:10, “Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik ....”
Karena mendekat hari penghakiman, biarlah orang jahat terus berbuat jahat dan orang benar dan kudus semakin menguduskan dirinya.  Menurut Beasley-Murray, nas ini menantang manusia untuk mengoreksi dirinya.  Mereka yang berbuat jahat, boleh tetap berbuat jahat, tetapi hukuman sudah disediakan.  Orang kudus biarlah tetap kudus karena pahala mereka sudah sedia (Ibid, 404).
Ps. 22:12, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”  Ayat ini menekankan tema kitab Wahyu, Yesus akan datang segera untuk membawa upah.  Tuhan Yesus akan datang untuk menghancurkan musuhNya dan membagikan pahala bagi mereka yang setia.
Ps. 22:13-14, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”  Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.”  Di sini Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya bahwa Dia adalah sama dengan Allah (bnd 1:8; 21:6).  Dua hak dijanjikan kepada mereka yang memenuhi syarat ketaatan: Pertama, hak untuk pohon kehidupan.  Dan kedua, hak untuk masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Orang-orang yang tidak menang, hanya membawa kekayaan mereka ke kota itu (21:24, 26) dan hanya menikmati cahaya dari kota Yerusalem saja.  Ucapan bahagia ini adalah yang terakhir dari tujuh ucapan bahagia pada kitab Wahyu.  Ucapan bahagia ini mencerminkan ps. 1:3 karena ada janji kebahagiaan bagi orang yang menuruti apa yang tertulis pada kitab Wahyu.  Ayat ini berfungsi untuk mengingatkan pembaca akan janji itu (Ibid, 406-407).  “Membasuh jubah” artinya mereka yang menuruti perintahNya (Guthrie, ed., 980).
Ps. 22:15, “Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.”  Pada ps. 21:8 dijelaskan tentang orang-orang berdosa dan mereka berada dalam lautan api dan belerang, sedangkan ps. 22:15 dikatakan “orang-orang itu berada di luar.”
Menurut Hagelberg, maksud orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah percaya kepada Anak Domba, tetapi mereka ini tidak menang, mereka tidak meninggalkan dosa mereka, walaupun sudah diperingatkan.  Kasus ayat ini sama dengan ps. 21:24 (Hagelberg, 407).  Ada juga penafsir yang mengatakan bahwa ayat ini sama dengan kasus ps. 21:8 karena ps. 22:6-17 merupakan penegasan ulang atau merupakan kesimpulan atau penutup kitab Wahyu.
Ps. 22:16, “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”  Kitab Wahyu bukan karangan manusia, sehingga Tuhan Yesus menjelaskan bahwa Ia yang mengutus malaikat-Nya untuk memberi kesaksian dan dituliskan oleh Yohanes.  Istilah “tunas Daud”, yaitu penggenapan dari Yes. 11:1.  “Bintang Timur yang gilang gemilang” adalah penggenapan dari Bil. 24:17.  Sebutan “bintang timur” menjadi lambang pengharapan zaman Mesias yang akan mengakhiri zaman kelaparan (Ibid, 408).
Ps. 22:17, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”  Di sini Roh Kudus bersama dengan gereja memanggil Kristus  untuk datang ke bumi, sesuai dengan janjiNya.  “Barangsiapa yang mendengarnya”, yaitu setiap pribadi yang mendengar kata-kata nubuat ini.  Kata-kata ini mirip dengan “datanglah kerajaan-Mu” (Mat. 6:10).
“Barangsiapa yang haus dan mau”, yaitu ditujukan kepada siapa saja yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi yang terbuka kepada-Nya diajak datang dan mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.  Ayat ini menawarkan keselamatan dengan cuma-cuma.  Takhta dan mahkota tidak ditawarkan dengan cuma-cuma, tetapi hanya keselamatan saja karena keselamatan adalah kasih karunia.  Tawaran ini bukan kepada orang-orang yang ada di dalam Yerusalem baru, tetapi ditawarkan kepada orang-orang masa kini (Ibid, 409).
Bagian Penutup Kitab Wahyu
22:18-21

Bagian ini berfungsi sebagai penutup kitab Wahyu.  Pada bagian ini, Yohanes mengingatkan akan bahaya mengubah isi kitab ini.  Ini semacam kutuk terhadap orang yang mau mengubah penulisan ini.
Ps. 22:18, “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.”  Kata “aku” menunjuk kepada Yohanes yang memberi kesaksian.  “Perkataan-perkataan” adalah menunjuk kepada isi kitab Wahyu.  Menurut Mounce, pada waktu penerjemah selesai menerjemahkan Septuaginta (LXX), mereka mengucapkan suatu kutuk yang mirip dengan kutuk pada ayat ini (Ibid, 410).
Ps. 22:19, “Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”  Pada ps. 2:7, hak untuk makan buah pohon kehidupan merupakan pahala bagi yang menang, hak itu bukan menandai keselamatan, tetapi ketaatan.
Pada ps. 22:5, Yerusalem baru dihuni mereka yang sudah menang.  Mereka yang percaya kepada Kristus, tetapi tidak menang akan berada di luar Yerusalem baru.  Pemahaman tersebut dikuatkan oleh ps. 22:18-19.  “Makan buah pohon kehidupan dan tinggal di dalam kota kudus” merupakan pahala bagi mereka yang menang.  Jika seseorang mengurangi isi kitab Wahyu, maka pahalanya akan hilang, tetapi keselamatannya tidak hilang (Ibid, 411).
Ps. 22:20-21, “Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!  Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.”  Tuhan Yesus sendiri-lah yang bersaksi mengenai kitab Wahyu.  Ia menginginkan agar kedatangan-Nya selalu ada di depan mata kita.  Yohanes begitu rindu, sehingga ia berkata, Amin! datanglah Tuhan Yesus!
Salam ini mengingatkan kita bahwa nubuat ini adalah sepucuk surat, pelajaran-pelajarannya patut dimiliki secara pribadi.  Kitab Wahyu dimulai dengan gaya surat (1:4) dan diakhiri dengan gaya surat, yang mencantumkan ucapan berkat.  Dengan khidmat, kitab Wahyu ditutup dengan kata “Amin.”  Amin artinya benar dan pasti.



KEPUSTAKAAN
Alkitab Edisi Studi.  Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010.
Alkitab. TB. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2007.
Baxter, J.S.,  Menggali Isi Alkitab, Jilid 4 (Roma – Wahyu). Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1982.
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 2. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1996.
Graham, Billy,  Derap Kuda yang Sedang Mendekat. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1987.
Guthrie, D., ed.,  Tafsiran Alkitab Masa Kini, Jilid 3.  Jakarta: YKBK/OMF, 1988.
Hagelberg, Dave,  Tafsiran Kitab Wahy.  Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1997.
Handbook to the Bible: Pedoman Lengkap Pemahaman Alkitab. Bandung: Kalam Hidup, 2002.
Marshall, R.A.,  The New International Version: Interlinear Greek-English New Tetament. Michigan: Grand Rapids, 1984.
Newell, Lynne,  Kitab Daniel (Seri Tafsiran Alkitab). Malang: SAAT, 1996.
Scheunemann, D.,  Berita Kitab Wahyu. Malang: Gandum Mas, 1997.
Stott, John R.W.,  Bagaimana Pandangan Kristus akan Gereja. Malang: SAAT, 1990.
The Wycliffe Bible Commentary: Tafsiran Alkitab Wycliffe, Volume 3 Perjanjian Baru.  Malang: Gandum Mas, 2001.
Vien, W.E.,  Vine’s Expository Dictionary of Old and New Testament.  Lowa: World Bible Publishers, 1981.
Wongso, Peter,  Eksposisi Doktrin Alkitab: Kitab Wahyu.  Malang: SAAT, 1996.


by : Pdt Markus Lingga', MTh Profile Penulis
Dosen STT Kibaid Makale

Baik Untuk Dibaca
Diktat Kitab Wahyu Part 7 
Portal Pdt.John Dana 
Portal Pdt.Markus Lingga 
Portal Administrator 

Komentar Facebook

We want You to read with Us again and again II Kami telah membuat link download baru via FB, silahkan klik gadget diatas popular post sebelah kanan tampilan II Kami telah memperbaiki beberapa link yang selama ini bermasalah, kami mohon maaf