• Gratis buku Rohani format Pdf.baik untuk gadget or laptop pembaca.

  • Situs ini menerima tulisan anda utamanya untuk membangun rohani setiap pembaca.

  • STT Kibaid Tahun Ajaran 2015/2016 Kembali Menerima Mahasiswa Baru! Klik Untuk Info Lengkapnya .

Selasa, Mei 12, 2015

Andrew Carnegie, konglomerat pemilik Carnegie Steel Company, pabrik baja terbesar sekaligus dermawan besar di Amerika membuka rahasia kesuksesannya, bahwa semua orang yang sukses karena mereka membentuk Master Mind – penyatuan dua pikiran atau lebih dalam semangat keharmonisan dan kerja sama untuk mencapai tujuan yang pasti. Kuncinya ada di dalam “keharmonisan” sehingga Master mind ini akan menghasilkan sinergi yaitu gabungan  2 orang atau lebih yang kekuatannya melebihi jumlah kekuatan mereka satu persatu. Dalam Akitab diceritakan bahwa 1 orang dapat mengalahkan 1000 orang musuh sedangkan sinergi dari 2 orang bukannya mengalahkan 2000 orang musuh tetapi mereka mampu mengalahkan 10.000 orang musuh; inilah contoh sebuah sinergi.

Sinergi yang terpenting dan paling efektif adalah sinergi sebuah perkawinan antara suami dan istri. Hampir semua kepentingan suami dan istri merupakan kepentingan bersama dibandingkan sinergi dengan teman bisnis misalnya. ”Perkawinan adalah penyatuan yang paling penting yang bisa dialami seseorang sepanjang hidupnya,” kata Andrew Carnegie, “Penyatuan semacam ini tidak hanya mempertemukan pikiran suami dan istri tetapi juga menggabungkan kualitas spiritual dalam jiwa mereka. Keuntungan yang diberikan penyatuan semacam ini tidak hanya hadirnya kegembiraan dan kebahagiaan bagi suami dan istri, tetapi juga membuat anak-anak mereka diberkahi dengan karakter yang baik, dan memayungi mereka dengan landasan kehidupan yang berhasil. “

                    Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga,

                          permintaan mereka akan dikabulkan oleh BapaKu di surga.

                       Sebab dimana dua atau tiga orang  berkumpul dalam namaKu,

                                     disitu Aku ada di tengah-tengah mereka.

                                                    Matius 18 : 19 – 20


“Suami yang berhubungan baik dengan istrinya – dalam pengertian keharmonisan yang utuh, disertai dengan pemahaman dan kesatuan tujuan yang diinginkan bersama – memiliki suatu aset yang tak ternilai dalam hubungan ini, sehingga bisa mengangkatnya ke tingkat pencapaian yang lebih tinggi. Ketidakharmonisan antara suami istri adalah sesuatu yang tak termaafkan, apapun alasannya. Karena kondisi ini akan merusak peluang seseorang untuk meraih kesuksesan, meskipun ia memiliki segala sifat yang dibutuhkan untuk sukses,” kata Andrew Carnegie.



Para tokoh-tokoh dunia yang sukses memberikan kesaksian bahwa kesuksesan mereka karena dorongan istrinya; Thomas A. Edison dengan jujur mengakui bahwa istrinyalah sumber inspirasi terbesarnya. Mereka setiap hari melakukan pertemuan Master Mind, biasanya kegiatan ini terpusat pada pekerjaan sehari-hari Mr. Edison. Mrs. Edison memandang penting urusan ini karena ia sadar akan makna perhatiannya terhadap segala karya eksperimen Mr. Edison. Seringkali justru Mrs. Edisonlah yang memberikan kunci bagi persoalan yang belum bisa diatasi Edison.

Charles M. Schwab, tangan kanan Andrew Carnegie, yang menjabat Presiden United States Steel Corporation, meraih kesuksesan dan kemakmuran lewat hubungan Master Mind dengan Andrew Carnegie, ditambah hubungan serupa dengan istrinya yang lumpuh selama sebagian besar masa perkawinan mereka. Schwab tidak meninggalkan istrinya karena kekurangan itu, malahan tetap setia sampai istrinya meninggal. Ia yakin, kesetiaan adalah syarat pertama bagi terbentuknya karakter yang baik.

Sejarah mencatat majunya kekuatan militer Napoleon Bonaparte karena istri pertamanya, Josephine, yang menjadi sumber inspirasinya. Keberhasilan militer Napoleon melemah ketika ia membiarkan nafsu kekuasaannya mengalahkan Josephine sehingga tidak lama kemudian ia menderita kekalahan dan diasingkan di pulau St. Helena yang terpencil.

Banyak pula pengusaha modern ala “Napoleon” menderita kekalahan yang sama akibat kesalahan serupa. Tidak jarang para suami hanya mempertahankan hubungan Master Mind dengan sang istri sampai mereka meraih kekuasaan, ketenaran dan kekayaan. Setelah itu, mereka “menggadaikan” istri mereka demi model yang baru yang akhirnya membawa kehancuran, seperti yang dikupas oleh Andrew Carnegie. Hal ini memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah, saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

                                                  Kecantikan selalu menjanjikan.

                                        Namun tidak pernah memberikan apapun.

                                                              Simone Well


Seorang istri adalah orang yang memberi pengaruh lebih besar terhadap suaminya dibandingkan pengaruh yang ditimbulkan orang lain. Dan ia akan memiliki posisi tinggi jika ia membina hubungan sebaik-baiknya dengan suaminya. Istri yang bijak akan meluangkan waktu barang satu jam setiap hari untuk menjalin hubungan Master Mind dengan suaminya, membahas minat bersama secara terperinci dalam semangat cinta dan pemahaman. Cinta akan bersemi dengan baik jika suami dan istri memeliharanya dengan kemanunggalan tujuan. Istri yang mengingat hal ini, selamanya akan menjadi orang yang paling berpengaruh  dalam kehidupan suaminya.

“Seorang istri seharusnya menjadikan rumah sebagai tempat bagi suaminya untuk melepaskan diri dari tekanan persoalan bisnis atau pekerjaannya, dan menikmati kegembiraan yang hanya bisa diberikan oleh seorang istri yang penuh cinta, kasih dan pemahaman. Istri yang mentaati kebijakan ini akan menjadikannya sama bijaksananya dengan orang-orang arif, dan lebih kaya – dalam pengertian tertinggi – daripada kebanyakan ratu,” kata Andrew Carnegie, “Suami memegang tanggung jawab untuk memberi nafkah dan istri memiliki tanggung jawab untuk menyejukkan tekanan dan resistensi yang mungkin dihadapi sang suami ketika bekerja. Tanggung jawab terakhir menjadikan seorang istri bertugas merencanakan kehidupan rumah tangga yang menyenangkan, melalui aktivitas sosial apapun yang barangkali sesuai dengan minat suaminya.”

           Sebuah pernikahan yang berhasil membutuhkan perasaan jatuh cinta berulang-ulang

                                       pada orang yang sama yaitu pasangan kita.

                                                         Mignon McLaughlin

Di samping itu sinergi terbesar yang bisa dilakukan seorang manusia adalah sinergi dengan Tuhan sendiri. Tidak ada karya besar yang bisa dicapai tanpa hikmat dari Tuhan. Tuhanlah yang memberi kita gagasan, tujuan, maksud atau keinginan yang jelas tentang apapun ke dalam pikiran kita serta kebijaksanaan untuk melakukannya dengan benar.

Itulah sebabnya semua penemu dan negarawan besar, orang-orang yang hebat menurut ukuran dunia – Thomas Edison dan Abraham Lincoln berkali-kali gagal – tetapi mereka memiliki kepekaan untuk mengerti hikmat Tuhan serta mentaatinya sehingga menjadikan mereka orang-orang yang sukses. Thomas Stanley mengungkapkan bahwa  jutawan sukses Amerika yang benar-benar jutawan dilihat dari jumlah netto kekayaannya, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang biasa-biasa saja prestasi sekolahnya tetapi mereka hidup sesuai dengan standar kebenaran Alkitab meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya. Tidak ada karya besar tercipta tanpa penyertaan Tuhan.

Seseorang bisa memiliki otak yang besar dan pikiran yang bagus, kemampuan yang kuat dan bakat yang luar biasa tetapi ia bukan orang yang hebat jika tidak menggunakannya dengan cara yang hebat. Kualitas yang memungkinkan manusia menggunakan kemampuannya dengan cara yang hebatlah yang membuatnya hebat; dan kualitas itulah yang kita sebut kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah dasar esensial bagi keagungan dan diperoleh karena hikmat Tuhan. Kebijaksanaan adalah kekuatan untuk melihat hasil-hasil terbaik yang dituju dan cara-cara terbaik untuk mencapainya. Kebijaksanaan adalah kekuatan untuk melihat hal yang benar untuk dilakukan.

Malcolm Gladwell dalam bukunya yang baru “Outliers” mengadakan penelitian, apa rahasia orang-orang yang menjadi luar biasa prestasinya? Kesuksesan luar biasa ternyata tidak ditentukan oleh kecedasan seseorang. Albert Einstein memiliki IQ 150 sedangkan Chris Langan yang dikenal sebagai “The smartest man in America” memiliki IQ 195 bahkan nyaris tak terukur karena tingginya tetapi  Chris tidak menghasilkan penemuan yang diakui seperti Einstein karena dia tidak memiliki gelar resmi dari universitas maupun college. Kecerdasan tidak berbanding lurus dengan prestasi atau kesuksesan seseorang dalam hidup, perlu keadaan yang mendukung agar kesuksesan itu bisa muncul dan diterima masyarakat.

Apa rahasia Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia? Dia bukan orang yang paling cerdas di dunia justru ada spekulasi bahwa Gates menderita autis, bahkan dia drop-out dari Harvard University – artinya bukan gelar akademis seseorang yang mendukung kesuksesannya. Lalu apa rahasianya? Gates lahir pada saat yang tepat ketika era komputer dimulai. Seandainya saja dia lahir 5 tahun lebih awal maka kesempatan untuk belajar komputer saat dia di SMU tidak ada. Sebaliknya jika dia lahir 5 tahun lebih lambat, tentunya sudah ada orang lain yang memulai apa yang dia lakukan.

Untuk menutupi kesulitannya di sekolah publik maka Gates pindah ke sekolah swasta  “Lakeside School” yang eksklusif. Pada tahun 1967, para ibu-ibu di Klub ibu-ibu sekolah Lakeside, menggunakan uang hasil penjualan barang-barang bekas untuk memasang sebuah terminal komputer mentah ASR-33 yang dihubungkan dengan komputer General Electric Mark II yang berada di tempat lain sehingga para murid dapat bereksperimen dengan alat baru ini. Saat yang tepat sehingga Gates mendapat kesempatan belajar komputer saat dia sekolah disana. Jika Gates tetap sekolah di sekolah publik dan tidak pindah sekolah ke Lakeside School tentunya dia tidak punya kesempatan belajar komputer karena saat itu komputer adalah barang langka dan sangat mahal.

Kesimpulannya mencapai kesuksesan yang luar biasa bukanlah karena talenta tetapi lebih ditentukan karena kesempatan yang tepat. Sadarkah kita hanya Tuhan semata yang mengaturnya sehingga Gates lahir pada saat yang tepat, berada pada saat yang tepat dan mejadi orang yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan itu? Hal ini memberikan pemahaman baru bagi kita, bahwa kesempatan sukses ditentukan oleh Tuhan. Oleh karena itu jika kita bersinergi dengan Tuhan maka jaminan kesuksesan yang luar biasa ada di tangan kita. Sudahkah kita bersinergi denganNya?

by : YENNY INDRA

BIBLIOGRAFI:
–          The Master Key to Riches – Napoleon Hill
–          The Science of Being Great  –  Wallace D. Wattles.
–          Outliers  – Malcolm Gladwell





Baik Untuk Dibaca
Portal Pdt.John Dana
Inspirator dan Kesaksian
English Artickel

Sabtu, Mei 02, 2015

Seperti biasa saya membaca  teks NKI dan mendengarkan musik format midinya berulang-ulang untuk membayangkan apa yang di maksudkan oleh penulisnya. Dan saya sangat setuju lagu ini dipakai pada saat acara “Thanksgiving” atau “Wedding” di Eropa bahkan di negeri kita sebagai bentuk sukacita atas anugrah yang Tuhan berikan.
Ketika saya pelajari lebih lanjut, saya malah "merasa" keliru mendeskripsikan secara garis besar lagu  Nun danket alle Gott (Jerman) ini. Keliru karena saya membayangkan  kehidupan sukacita penulis dalam kondisi yang baik, namun ternyata tidak demikian. Kehidupan Penulis lebih banyak hidup dalam kondisi yang pahit dan memilukan apalagi saat-saat menulis lagu ini.

Lagu ini ditulis oleh Martin Rinkart sekitar tahun 1636 yang terinspirasi dalam kitab Apokrif (wiki:tulisan yang diragukan keasliannya) yakni Pengkhotbah 50: 22-24 dan  Alkitab 1 Tesalonika 5:18, yang berbunyi mengucap syukur dalam segala hal.

Setelah melewati sekolah Latin di Eilenburg,  Ia bergabung menjadi anggota paduan suara dari Sekolah St. Thomas di Leipzig. Disini Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya ke Universitas Leipzig sebagai mahasiswa theology dan lulus Sarjana Strata satu.

Bulan Maret 1610 ia menawarkan dirinya sebagai calon untuk jabatan diaken di Eilenburg, sebagai bentuk pengabdiannya kepada Dewan Kota tempat kelahirannya. Namun untuk menjadi bagian dari dewan kota Eilenburg, Ia harus menjalani terlebih dahulu uji coba di daerah lain. Tanggal 28 Mei 1611 Rainkart akhirnya menjadi diaken di Gereja St. Anne, di Neustadt  Eisleben dan kemudian tanggal 5 Desember 1613 menjadi Pendeta di Erdeborn dan Lyttichendorf (Lütjendorf), dekat Eisleben.  Karena prestasinya yang cukup baik ia akhirnya menjadi Pendeta di Dewan Kota Eilenburg pada bulan November 1617.

Ketika terjadi pertikaian di Eropa Tengah, Jerman adalah daerah tempat medan pertempuran (perang selama 30 tahun, 1618-1648). Salah satu kota di Jerman, Eilenburg menjadi kota perlindungan karena memiliki tembok penghalang.. Semua korban perang dilarikan ke kota ini sebagai perlindungan terakhir. Namun saking banyaknya korban yang masuk, membuat kota ini tidak muat lagi dan penuh sesak. Disinilah awal penderitaan Pendeta Rinkart, korban perang mulai berjatuhan sakit karena wabah dan pasokan makanan berkurang. Akibatnya banyak yang meninggal dan setiap hari Pendeta Rinkart memimpin upacara Kematian sekitar 40-50 orang. Semakin hari semakin parah, bahkan dalam sehari ia pernah memakamkan  sampai 4480 orang dalam satu parit panjang tanpa di upacarakan lagi. Seluruh korban yang meninggal sekitar 8.000 orang termasuk istri pertama Rinckart, yang meninggal 8 Mei 1637. (Saya tidak bisa membayangkan kengerian  yang dialami Rinkart).

Rinckart menulis dua bait pertama lagu ini, bukan sebagai sukacita  keberhasilannya dalam gereja namun ucapan syukur atas makan bersama keluarga dan doa di tengah kepahitan akibat gangguan perang . Pada akhir perang,  lagu “Nun danket alle Gott”  dinyanyikan untuk merayakan penandatanganan Perdamaian Westphalia yaitu perjanjian yang mengakhiri perang pada tahun 1648 . Rinckart meninggal pada tanggal 8 Desember 1649 dan dikuburkan di kota kelahirannya.

Seorang wanita Inggris Catherine Winkworth kemudian  menerjemahkan himne Jerman ini ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Now Thank We All Our God” yang kemudian diterjemahkan kedalam NKI no 294 “Sekarang Bri Syukur”.

Musik “Nun danket alle Gott” dibuat oleh Johann Crüger,  seorang komponis Jerman  terkenal sekitar tahun 1647. Crüger lahir pada tanggal  9 April 1598 di Groß Breesen (sekarang bagian dari Guben perbatasan Polandia) sebagai anak dari pemilik sebuah penginapan. Ia belajar di Lateinschule di Guben sampai tahun 1613, setelah itu ia melakukan perjalanan ke Sorau, ke Breslau dan akhirnya ke Regensburg, di mana ia menerima latihan pertama musiknya dari Paulus Homberger. Pada tahun 1615 ia pergi ke Berlin dan belajar teologi di Berlinisches Gymnasium zum Grauen Kloster. Pada tahun 1616 ia terlibat sebagai tutor rumah untuk keluarga von Blumenthal; muridnya termasuk Joachim Friedrich von Blumenthal. Mulai umur  40 tahun, ia menjadi guru di gimnasium Zum Grauen Kloster dan penyanyi dari Nikolaikirche, Berlin.

Crüger meninggal pada tanggal 23 February 1662  di kota  Berlin Jerman.


Simak Teksnya dalam bahasa Jerman
Nun dancket alle Gott

Mit Hertzen Mund vnd Händen
Der grosse Dinge thut
An vns vnd aller Enden
Der vns von Mutter Leib
Vnd Kindes Beinen an
Vnzehlig viel zu gut
Vnd noch j[e]tzund gethan.

Der ewig reiche Gott
Woll vns auff vnser Leben
Ein jmmer frölich Hertz
Vnd edlen Frieden geben:
Vnd vns in seiner Gnad
Erhalten fort vnd fort
Vnd uns aus aller Noth
Erlösen hier vnd dort.

Lob / Ehr v[n]d Preis sey Gott
Dem Vater vnd dem Sohne
Vnd dem der beyden gleich
Im höchsten Himmels Throne:
Dem dreymal einen Gott
Als Er vrsprünglich war
Vnd ist / vnd bleiben wird
Jetzund vnd jmmerdar.


Teks Bahasa Inggris
Now thank we all our God

Now thank we all our God, with heart and hands and voices,
Who wondrous things has done, in Whom this world rejoices;
Who from our mothers’ arms has blessed us on our way
With countless gifts of love, and still is ours today.

O may this bounteous God through all our life be near us,
With ever joyful hearts and blessèd peace to cheer us;
And keep us in His grace, and guide us when perplexed;
And free us from all ills, in this world and the next!

All praise and thanks to God the Father now be given;
The Son and Him Who reigns with Them in highest Heaven;
The one eternal God, whom earth and Heaven adore;
For thus it was, is now, and shall be evermore.


NKI N0 294 (Disadur dari buku Yayasan Kalam Hidup)
Sekarang B’ri Syukur

Sekarang b’ri syukur, besarkan nama Tuhan
Pemimpin hidupmu yang mendengar seruan
Yang oleh Anak-Nya memb’ri anugerah
Dan tak terbilang pun mujizat berkat-Nya.

Sempurna kaya-Nya, oleh-Nya diberkati
Segala anak-Nya dengan sejaht’ra hati
Roh Tuhan memberi kekuatan dan t’rang
Di atas bah’ya maut kuasa-Nya menang.

Muliakan Allahmu hai makhluk sekalian
Kepada arasy-Nya bubungkanlah pujian
Ya Bapa, Anak, Roh, ketiga yang esa
Engkaulah yang besar selama-lamanya.

Note:
- Dikelola dari berbagai sumber
- Jika Pembaca mempunyai referensi otentik tentang NKI no 294,kontak admin dan akan kami sertakan nama anda sebagai penyumbang tulisan.

By : Manasje Malan

Baik Untuk Dibaca
Sejarah Lagu-lagu NKI
Portal NKI 
Gaya Hidup Pemimpin  

Sabtu, April 25, 2015

Indonesia  : Ganti Kelamin dan Patologi.

Any discussion that trans-sexuality might be pathological is now frowned upon. Individual choice of sexuality now trumps every other consideration in public discussion, or lack of it. However, there is little talk about the long-range implications of choice.

Walt Heyer, in his 2006 book “Trading my Sorrows,” writes about his troubled experiences as a transsexual. The following was culled from his interview with LifeSiteNews.com:

• Heyer was a little boy growing up in California in the mid 1940s, interested in cowboys, cars and steel guitars when one day, his grandmother fancied that he wanted to be a girl. She naively made for him a purple chiffon evening dress that he would wear when he visited her. According to Walt, donning that purple chiffon dress triggered something that put him on a 35 year long path that led through a dark valley of “torment, disillusionment, regret, and sorrow.” His gender identity confusion led him into alcoholism, drug addiction, and attempted suicide…

• Ultimately, Walt would resort to vaginoplasty “gender reassignment surgery” to make himself appear like a woman, something that he came deeply to regret and that he now counsels gender confused individuals to steer clear of…

• Walt recounts that the purple dress was only the first of many influences in his life that made him ashamed of being male. There was the sexual molestation he suffered at the hands of his uncle that he says made him feel ashamed of his genitals. There was the severe discipline from his father—practically indistinguishable from physical abuse, he says—that made him feel incapable of being the boy his father wanted him to be. Walt remembers never feeling good enough for his parents, never being able to please them, and never receiving the affirmation that he greatly desired.

This story isn’t unusual and takes many painful permutations. Several women have “married” “women” who had originally been men. These men had had a sex change, and then subsequently met the love-of-their-life but now had the wrong sexual organs.

This is tragic, but it’s a tragedy that the power brokers of our society will no longer talk about. It has become politically incorrect, and any attempt to break through this barrier to a place of sanity is met with charges of “bigotry” and “hate-mongering.”

Author : Pastor Daniel Mann
Instructor at New York School of the Bible, New York








Good Artikel
Faced with Gay Coercion: Fight or Flight 
Portal NKI 
Inspirator dan Kesaksian 

Minggu, April 19, 2015

Di tahun 2006, publik Amerika dikejutkan oleh skandal seks yang dilakukan tokoh terkenal Pendeta Ted Haggard, seorang tokoh yang memiliki umat 14.000an dan juga dikenal dekat dengan mantan Presiden George W. Bush yang sekaligus menjadi penasehat presiden negara adidaya itu. Dikatakan menghebohkan, karena di samping Ted Haggard sudah punya istri, anak dan cucu, dia terlibat skandal di mana dia ketahuan menyewa PSK pria dan membelikan narkoba kepada PSK yang sekaligus pemijatnya. Perselingkuhan ini ketahuan setelah Ted sibuk berkampanye anti pernikahan sesama jenis di media, termasuk televisi. Pria PSK yang kebetulan menyaksikan hal ini di TV, yang kemudian dikenal bernama Mike Jones, kemudian menghubungi fihak media dan menyatakan bahwa Ted adalah teman kencannya. Kontan saja ini menghebohkan semua fihak, baik dari kaum agamawan dan orang yang beragama tentunya. Apalagi kaum yang menentang agama (baca: ateis) menjadikan skandal ini sebagai bahan lelucon dan olok-olok di berbagai media. Intinya mereka menertawakan dan membuktikan betapa munafiknya kaum rohaniwan dan agama sebetulnya tak lebih dari sebuah kemunafikan.

Ted kemudian berhenti dari kepemimpinan di gerejanya dan berbagai kepemimpinan lainnya. Dia mengikuti program konseling dan juga mengikuti beberapa mata kuliah di universitas yang berhubungan dengan konseling selama kurang lebih dua tahun.

Setelah lama tidak terdengar kabarnya, maka pertengahan tahun ini (2010), Ted Haggard kembali ke publik dengan melakukan tur pertobatan (repentance tour), mengumumkan pendirian gereja baru dan istrinya Gayle menerbitkan buku baru yaitu “Why I Stayed: The Choices I Made In My Darkest Hour” di mana istrinya ternyata mengampuni perselingkuhan suaminya dan tetap mempertahankan pernikahan. Ia pun mengklaim bahwa suaminya sudah sembuh dari sisi “gay” yang ada pada suaminya. Hal ini menarik publik Amerika yang ingin tahu mengapa Gayle rela kembali kepada suami yang mengkhianatinya. Ia pun diundang di berbagai TV nasional termasuk Oprah Winfrey’s Show, Larry King, Good Morning America, termasuk dibuatkan film dokumenter di HBO tentang kisah Ted Haggard.

Mengapa Gayle bisa megampuni? Walaupun saya belum membaca bukunya, ada beberapa petikan pelajaran yang bisa diambil dari kisah yang dituliskannya. Ini saya ambil dari beberapa wawancara yang ada di berbagai media:

Pertama, Gayle mengakui ternyata di awal pernikahannya, bahwa suaminya pernah mengaku punya hubungan homoseksual sebelumnya. Namun Gayle menganggap enteng masalah ini dan membuat hal ini seolah tidak ada. Ini mungkin pelajaran berharga bagi setiap pasangan untuk mengecek latar belakang masing-masing dan memperbaikinya sebelum sesuatunya terlambat dan akhirnya bisa menghancurkan pernikahan. Kebanyakan pasangan, terutama wanita, tidak percaya bila suaminya selingkuh dan malah menutupinya. Lebih baik diselesaikan dengan baik dan jika perlu mencari konselor untuk menyelesaikan masalah ini.

Kedua, Gayle bersedia mengampuni suaminya. Dalam bukunya tentu ia menggambarkan betapa sakitnya mendengar cerita-cerita skandal yang kemudian ternyata ada kebenarannya. Tetapi dalam kepedihannya ia mengampuni dan sejak skandal muncul, dia tidak pernah pisah ranjang. Ini tentu pelajaran berharga bahwa pengampunan penting dalam kehidupan rumah tangga, asalkan ada pengakuan dan penyesalan dari fihak yang berselingkuh. Memilih mengampuni memang langka dalam masyarakat independen seperti Amerika, tetapi nilai ini masih ada dan perlu dilakukan. Tidak ada orang yang sempurna dan semua orang punya kesalahan, termasuk di area seksual. Inilah merupakan kesimpulan yang diambil oleh Gayle dalam masa-masa sulitnya.  Publik menganggap aneh, tetapi bagi saya itu nilai yang harus dihidupkan.

Ketiga, Gayle memutuskan untuk tetap mencintai suaminya (choosing to love). Memilih untuk tetap menaruh cinta kepada suaminya walaupun dia sudah berbohong memang bukan hal mudah. Sejak awal dia sudah memilih tetap mencintai suaminya, memilih untuk berjuang (fight) untuk mempertahankan pernikahan dan keluarganya. Kita bisa belajar ternyata cinta bukan melulu perasaan, tetapi komitmen dan penggunaan akal budi untuk memilih bertahan di dalam kelebihan dan kekurangan pasangan. Tanpa pilihan yang jelas, maka kita akan terus hidup dalam kegelapan dan sakit hati yang berkepanjangan.

Yang terpenting tentunya bagaimana sang suami sendiri yang bersedia mengakui kesalahan dan komitmen untuk memperbaikinya.

by : Pdt.Dr. Daniel Ronda
Rektor STT Jaffray Makassar 







Baik Untuk Dibaca
Flashback Songs 
Portal Pdt.Markus Lingga 
Portal EasyWorship 


Senin, April 06, 2015

Kalimat dari title diatas adalah Slogan yang dikeluarkan oleh STT Kibaid yang berlokasi di Makale,Toraja, Sulawesi Selatan.Tentu slogan ini dibuat berdasarkan atas fakta lapangan yang telah mencetak banyak lulusan yang berkualitas, berdasarkan Alkitab dan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah.






Mengenal sedikit sejarah berdirinya STT Kibaid ini, dimulai didirikan oleh Pdt Benjamin Bokko' (Alm) dalam bentuk Kursus Alkitab.
Sejalan dengan tuntutan pelayanan, maka kursus ini ditingkatkan menjadi sekolah Alkitab KIBAID (SAK) pada tahun 1965 dengan lama pendidikan tiga tahun. Kemudian pada tahun 1968, ditingkatkan lagi menjadi Sekolah Theologia Kibaid (S.Th.K), dengan lama pendidikan lima tahun yakni empat tahun belajar formal dan praktek selama satu tahun.
Pada Sidang Majelis Sinode Gereja KIBAID tanggal 16 Januari 1993 di Ujungpandang (sekarang Makassar), diputuskan bahwa mulai tahun ajaran 1993/1994, Sekolah Theologia Kibaid ditingkatkan lagi menjadi Sekolah Tinggi Kibaid (STT Kibaid) dengan tiga program binaan yaitu :
Program Ijazah Teologi, Program Diploma Teologi dan Program Sarjana Teologi.
Sejak tahun 2004, STT Kibaid mendapat pengakuan resmi dari pemerintah dengan status terdaftar dari Dirjen Bimas Kristen Depertemen Agama untuk Stratum Satu Jurusan Teologi/Kependetaan dan Program Stratum Satu Jurusan Pendidikan Agama Kristen Nomor : DJ.III/Kep/HK.00.5/03/2004
Nah Tahun ajaran 2015/2016, STT Kibaid kembali mengajak seluruh Jemaat Tuhan dari berbagai Denominasi yang terpanggil untuk menjadi tenaga pelayan yang siap pakai dan berkualitas. Pembukaan pendaftaran akan dimulai pada tanggal 1 Juni - 24 Juli 2015 dan tentunya akan melalui proses seleksi sesuai jadwal yang dapat dilihat dalam brosur diatas (silahkan Klik gambarnya dan Save). Untuk Lebih Jelasnya silahkan hubungi kontak Via telp (0423)22473, 24603 (hunting) dan via email sttkibaid@yahoo.com. Sejumlah staf STT Kibaid akan berusaha melayani anda dengan terbuka.

Note:
Artikel ini sebagai informasi yang bisa di umumkan di gereja lokal tempat pembaca beribadah, Evangelism Unlimited! 

By : Pdt Markus Lingga,M.Th
Editing : Admin Longori Portal  









Baik Untuk Dibaca
Memilih Sekolah Teologi Yang Baik 
Portal KIBAID
Gaya Hidup Pemimpin

Sabtu, April 04, 2015


Markus 10:45; Roma 5:6-8; Yohanes 20:21

Beberapa waktu yang lalu,saya ada misi penginjilan di sebuah kampung X. Kampung ini mayoritas belum percaya kepada Kristus Sang Juruslamat. Ketika tim kami tiba di pondok-pondok terbuka pinggir jalan, umumnya kami hanya menemukan barang hasil kebun dan sawah yang ditempeli secarik kertas bertuliskan harga barang tersebut tanpa ada Penunggunya.

Saya mencoba untuk lebih masuk kedalam halaman si empunya pondok namuan hasilnya nihil. Akhirnya ada yang mengatakan bahwa si empunya sedang sibuk di ladang dan jika ingin beli taruh saja uangnya sesuai harga yang ditulis. Saya bertanya dalam hati bagaimana mungkin penduduk sini begitu percaya kepada pembeli sampai tidak menjaga barang dagangannya?

Tim kami pun akhirnya tiba di daerah persawahan menemui penduduk kampung yang lagi bekerja, dan kami mulai menjalankan misi penginjilan kami. Beberapa waktu berlalu dengan cepat dan saya terkejut dengan respon orang yang tidak percaya ini mengatakan sambil tersenyum sinis ; kelakuan dan sikap  kami jauh lebih baik dari warga gereja yang sering kami lihat . Banyak yang mengaku Kristen tapi kelakuannya tidak seperti yang diberitakan oleh banyak orang.

Saya tidak mau beradu argumen tentang pendapat penduduk tadi dan  merenungkannya sampai sekarang, apakah orang kristen begitu menempatkan dirinya sebagai seseorang yang paling eksklusif? Bebas bertindak semaunya dan kelak akan dihapuskan dosanya setiap saat? Saya tahu bahwa Kristus telah mati untuk menebus dosa dan menyelesaikan masalah yang membelenggu kita, namun setelah kita di ampuni masihkah kita senang kembali dalam kegelapan? Saya malah berfikir jika disuruh memilih, apakah kita seorang kristen yang ikut memikul salib ataukah orang kristen yang ikut menyalibkan Dia?

Sikap kita orang Kristen sekarang bisa saja menjadikan misi penginjilan itu menjadi kabur, sehingga cita-cita awal membawa rancangan damai sejahtera itu menjadi sesuatu yang semu. Sesuai tema Paskah PGI tahun 2015, hendaklah kita menjadi agen-agen pemberita injil yang sesungguhnya dan bisa menjadi saksi hidup
akan pengorbanan Kristus untuk menebus semua orang yang mau bertobat.

Selamat merayakan Paskah

by : Pdt Pither Pakka', MA 
Gembala Gereja KIBAID Jemaat Longori









Baik Untuk Dibaca
Tema Paskah PGI Tahun 2015
Gratis Buku Rohani Format Pdf
Portal EasyWorship

Komentar Facebook

We want You to read with Us again and again II Dapatkan Dua Buku Rohani format Pdf Gratis dari kami untuk semua pembaca, silahkan klik slider gambar di halaman beranda atau download via facebook di sisi kanan blog II Sekolah Tinggi Theologia (STT) Kibaid tahun ajaran 2015/2016 Kembali Menerima Mahasiswa Baru, Silahkan Klik Slider Gambar Di Halaman Beranda