• Gratis buku Rohani format Pdf.baik untuk gadget or laptop pembaca.

  • Situs ini menerima tulisan anda utamanya untuk membangun rohani setiap pembaca.

  • STT Kibaid Tahun Ajaran 2015/2016 Kembali Menerima Mahasiswa Baru! Klik Untuk Info Lengkapnya .

Jumat, Juli 03, 2015

STT Kibaid yang berlokasi di kota Makale, Toraja, pada tanggal 26 -29 Juli 2015, kembali mengadakan misi penginjilan  ke Klasis Kolaka-Bombana Sulawesi Tenggara. Misi Penginjilan ini beranggotakan 25 orang terdiri dari 4 Pendeta, 1 dokter dan selebihnya mahasiswa STT Kibaid sendiri.
Dipusatkan di Gereja KIBAID Jemaat Longori selama 3 hari dan Bombana 1 hari, tim ini membawa segudang bahan pelajaran rohani buat Jemaat berupa kotbah dan seminar serta bakti sosial. Untuk Seminar ini lebih banyak difokuskan pada sistem pengajaran kepada Penilik jemaat dan guru-guru sekolah minggu.
Suatu pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa buat Jemaat karena banyak ilmu yang didapatkan melalui sesi-sesi yang telah diatur.  Bukan hanya sekedar teori diatas kertas yang di persentasekankan secara bergantian oleh petinggi-petinggi STT Kibaid, namun juga diwujudkan dalam praktek oleh mahasiswa STT Kibaid.

Pdt.Titus,Pdt.Simon (ketua STT),Mahasisiwa STT & Jemaat Longori



Tim STTKibaid With Resmi Longori

Ini merupakan sebuah kolaborasi yang komplit dalam misi penginjilan penjangkauan jiwa sekaligus promo STT Kibaid sebagai sekolah alkitab yang peduli memberitakan keselamatan dari kristus kepada masyarakat.
Kotbah  diarahkan kepada seluruh jemaat untuk memberi pembekalan bagaimana menjadi jemaat yang Misioner (Visi misi KIBAID). Dalam bentuk ibadah KKR (kebaktian Kebangunan Rohani) antusias jemaat secara klasis Kolaka Bombana sangat positif, tentu ini merupakan poin tersendiri secara pelayanan.
Akhir dari kegiatan, tim STT kemudian berangkat melaksanakan misi penginjilan ke daerah Bombana (Pos Penginjilan KIBAID Cabang) untuk mengadakan pembekalan, bakti sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat.
Tidak ada kendala secara teknis ketika di Bombana karena masyarakat dan pemerintah daerah menerima dengan tangan terbuka bahkan banyak yang minta untuk didoakan.
Sukses STT Kibaid!

Thanks For
Pdt. Titus Sampe, M.Th ; Pdt.Dr Simon Runtun (Ketua STT), Pdt.Hendrik Sony M.Th, Pdt Dr. Wilayanto, dr. Elia Tombeg, Febe, Irna, Lisy, Bu'Serlin, Risma, Demar, Yunita, Yafet, Ishak, Ezra, Fandi, Linus, Martianus, Giwan, Mika, Juandi,Gabriel, Gayus, Charles, Ebenheizer dan Tim doa STT Kibaid.



Intip Galery Kegiatan STT di Klasis Kolaka Bombana
Kunjungan Tim STT Kibaid ke Pos PI Doule

Pengobatan Gratis di Pos PI Bombana


Salah satu Seminar yang dilaksanakan Tim STT Kibaid

Pujian STT Kibaid di GKJ Longori

Ibadah Pos PI Bombana



Ibadah GKJ Pomalaa




Evangelism Unlimited : Manasje Malan; Yuli Bonggatasik (Editor)
 
Baik Untuk Dibaca
Portal KIBAID
Portal Pdt.Markus Lingga

Kamis, Juni 25, 2015

PENDAHULUAN
Mengapa kita perlu mengetahui masalah ini? Mengingat karena terkadang seorang yang memiliki disiplin ilmu yang tinggi sehingga tidak lagi mempercayai isi Alkitab. Segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan oleh rasio sangat sulit diterima, sementara Alkitab menyatakan sesuatu yang secara pemikiran manusia sulit dipahami dan hanya dapat diterima melalui iman. Misalnya langit dan bumi berasal dari mana? Siapa yang menciptakan segala isinya? Mengapa terjadi.

Tidak dapat disangkal bahwa masalah ini selalu menggemparkan orang.  Pada Abad Pertengahan belum dirasakan adanya pertentangan antara iman dan ilmu pengetahuan.  Dengan ringkas  sekali boleh diterangkan bahwa ahli-ahli pikir pada Abad Pertengahan itu (termasuk Thomas Aquinas) berhasil untuk menyatupadukan ilmu pengetahuan dengan agama. Pada zaman itu ilmu pengetahuan mendasarkan diri atas azas-azas seperti diajarkan oleh Aristoteles, filsuf Yunani itu yang huidup pada tahun 384-322 sM. Di sini Thomas Aquinas dkk, memilih jalan yang bagus sekali. Akallah yang dianggap berkuasa penuh atau otonom atas lapangan ”natura” atau alam ini. Agamalah yang membuka rahasia dari alam atas. Dengan jalan ini seakan-akan ilmu pengtahuan diselaraskan dengan pengajaran Gereja dan tiada pertentangan.

Akan tetapi pada akhir Abad Pertengahan keselarasan itu mulaui runtuh, karena diserang dari dua pihak. Di saat pihak filsafat Aristoteles tidak lagi diterima umum. Dengan timbulnya ilmu-ilmu alam modern banyak pendapat yang sudah berabad-abad dipertahankan oleh ahli-ahli mulai disangsikan dan diganti oleh teori-teori baru yang berdasarkan experimen-experimen. Di lain pihak aliran reformasi mempunyai keyakinan bahwa pengajaran Gereja Roma menyimpang dari isi Kitab Suci dan perlu disesuaikan lagi dengan asal-usul agama Kristen.

Hal itu belum berarti bahwa pada waktu itu sudah timbul pertentangan hebat antara ilmu pengetahuan dan agam Kristen. Ahli-ahli pikir saat itu kebanyakan menerima pengajaran Gereja Roma Katolik atau Protestan seperti misalnya Descrates dan Newton. Akan tetapi lama kelamaan pertentang itu mulai dirasakan. Descrates (1596-1650) adalah bapak dari rasionalisme zaman baru. Dia tak mau menerima apapun juga kecuali kalau berdasarkan pengertian-pengertian akal yang jelas dan tepat. Mula-mula gama Kristen masih dipertahankan karena rupanya cocok dengan akal manusia. Tidak lama kemudian agama Kristen mulai ditolak karena rupanya tidak cocok dengan akal. Perkembangan ini memuncak pada abad ke-20.

Di jaman modern ini para ahli semakin mempermasalahkan antara iman dan ilmu pengetahuan. Apalagi ilmu pengetahuan semakin meningkat karena didukung oleh berbagai alat elektronika yang semakin berkembang pesat. Dalam situs-situs selalu memaparkan sesuatu yang masuk akal dan segala sesuatu yang tidak masuk akal sulit diterima.

“Apakah anda sungguh-sungguh yakin bahwa Yunus ditelan oleh ikan paus? Dan apakah anda sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus memberi makan 5000 dengan lima roti dan dua ikan?” seperti  inilah kecenderungan dan nada pertanyaan banyak orang dalam abad modern ini. Mereka yakin bahwa cerita-cerita kuno yang mengasyikkan untuk menyampaikan kebenaran rohani dan cerita-cerita itu tidak dimaksudkan untuk diterima dalam arti yang sebenarnya.


APAKAH ILMU PENGETAHUAN DAN IMAN ITU?
Sebelum uraian ini dilanjutkan, memang perlu diketahui  apa yang maksudkan dengan “ilmu pengetahuan” dan “iman atau kepercayaan”.

Ilmu pengetahuan  adalah suatu macam berpikirnya manusia. Dalam kamus bahasa Indonesia “ilmu pengetahuan” adalah gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan  sebab dan akibat. Hal itu akan disetujui oleh semua ahli pengetahuan. Tetapi perlu dikupas macam itu macam apa. Karena tidak semua pikiran manusia adalah bersifat atau bermutu ilmu pengetahuan. Ada juga pikiran-pikiran manusia yang untuk sementara boleh disebut “pikiran biasa” atau “pikiran sehari-hari”. Di sini perlu dihindari suatu salah paham. Berpikir sehari-hari itu mempunyai harganya sendiri atau nilainya sendiri dan tidak boleh dianggap rendah. Walaupun tinggi juga ilmu pengetahuan seorang ahli pikir, tetapi ahli pikir itu tetap dan senantiasa membutuhkan pikiran-pikiran yang biasa atau sehari-hari itu.

Berpikir yang bersifat ilmu pengetahuan itu seakan-akan menjauhkan diri dari kenyataan sekitarnya, kemudian berhadapan dengan suatu lapangan kenyataan yang tertentu atau dengan gejala-gajala yang tertentu dengan maksud menyelidiki segala sesuatu itu secara teratur dan tersusun. Dan di sini sudah dapat dinyatakan bahwa kemampuan itu sebaiknya dipergunakan oleh manusia, termasuk juga manusia yang beragama Kristen.

Adapun iman atau kepercayaan atau agama perlu juga diketahui  apa arti dari istilah itu. Menurut  W.R.F. Browning dalam buku Kamus Alkitab mengatakan, “pengertian modern mengenai iman adalah semacam pengetahuan yang lebih rendah atau penerimaan pendapat atau cerita yang tidak sepenuhnya dapat dibuktikan. Makna alkitabiah iman lebih terletak pada hakikat komitmen, meskipun  dalam kenyataan tersirat juga adanya dasar yang membuat iman tak dapat didukung dengan bukti historis secara meyakinkan.

Dalam PL, “iman”  menunjuk kepada perjanjian yang telah ditawarkan Allah kepada umat Israel di gunung Sinai. Sejak itualah umat Israel percaya bahwa Allah, Pencipta dunia ini, telah memberikan Taurat dan janji kepada mereka, bahwa kesetiaan mereka akan mendapat berkat. Tanpa iman seperti itu, umat Israel tidak akan bertahan hidup, sebagaimana diingatkan oleh para nabi (Yes 30:15-16).

Dalam PB, definisi klasik mengenai iman terdapat dalam Ibrani 11:1, yang menerangkan bahwa berdasar imannya orang percaya telah memegang segala realitas yang benar, sekalipun untuk sementara waktu belum terlihat. Realitas itu adalah: Pertama, seperti dalam PL, Allah adalah pencipta semesta alam (Ibr 11:3), dan Kedua, Allah adalah pemrakarsa  PL yang sekarang digenapi dalam penyelamatan yang dibawa Yesus sebagai yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr 12:2).

Jadi dalam PB objek iman itu adalah Allah yang telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Di kalangan orang Yahudi iman kepada Allah itu dianggap ada dengan sendirinya (Yoh 14:1), namun bagi orang bukan Yahudi, pertama-tama mereka harus percaya kepada Allah (1Tes 1:9), sebelum mereka dapat menerima  Kristus yang telah bangkit, yang menyatakan Allah itu.

Dalam PB penjelasan yang paling dalam mengenai iman terdapat dalam surat-surat Paulus yang menunjukkan bahwa iman tidak tinggal statis, iman itu bertumbuh (Flp 1:27; 2Kor 10:15) dan terlahir dalam kasih. Tanpa kasih, iman itu hampa.

ADAKAH ILMU PENGETAHUAN KRISTEN?
Sudah kita tahu bahwa segala sesuatu yang tidak masuk akal manusia sangat sulit diterima oleh ilmu pengetahan. Kemudian muncul pertanyaan, “adakah ilmu pengetahuan Kristen?” sudah dipaparkan bahwa seorang ahli pikir mau tidak mau memakai suatu titik berangkat atau pangkal pikiran,  kemudian pangkal pikiran itu mengemudikan seluruh jalan pikirannya.

Untuk orang Kristen tentu tidak ragu-ragu lagi. Orang-orang Kristen sudah mempunyai suatu keyakinan, yang tidak dibuat-buat sendiri, melainkan diterimanya dari terang Kitab Suci.menurut keyakinan itu Tuhan Allah menjadikan segala sesuatu dan menyelamatkan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Keselamatan itu dikerjakan oleh Tuhan Allah dengan jalan mengutus anak-Nya  yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Manusia yang adalah ciptaan Allah, berpaling dari Tuhannya, kemudia diselamatkan lagi oleh rahmat Tuhan yang tiada bandingnya.

Apakah ini berarti bahwa di samping ilmu pengetahuan bukan Kristen, ada ilmu pengetahuan Kristen?  Untuk menjawab pertanyaan ini harus dipahami dengan teliti dan sungguh supaya jangan muncul salah paham.

Pertama, perlu diterangkan bahwa tiada ilmu pengetahuan Kristen dengan arti bahwa ilmu pengetahuan itu seluruhnya berdasarkan kepercayaan akan Injil  Kristus.

Kedua, ilmu pengetahuan Kristen tidak berarti bahwa terdapat ilmu pengetahuan dari pihak ahli pikir Kristen yang berbeda seratus persen dengan ilmu pengetahuan yang diusahakan orang-orang bukan Kristen.

Akan tetapi dilihat dari sudut keyakinan Kristen dapat didirikan beberapa petujnjuk jalan yang selalu harus diperhatikan oleh ahli-ahli pikir yang hendak menerima terang Injil dalam usaha-usahanya.

Pertama, ahli pikir Kristen berkeyakinan bahwa alam semesta ini berasal dari pada tangan Tuhan .

Kedua, ahli pikir Kristen berkeyakinan bahwa Allahlah yang menentukan hukumNya atas segala sesuatu dan segala sesuatu itu tunduk kepada hukum Allah itu.

Ketiga, Orang Kristen berkeyakinan bahwadunia dan kehidupan manusia telah dirusakkan oleh dosadan dosa itu tidak terletak di dalam atau berasal dari salah satu lapangan yang tertentu, melainkan dosa itu merupakan suatu pemberontakan manusia seluruhnya melawan Tuhan Allah.

Keempat, seorang Kristen berkepercayaan bahwa dunia ini telah diselamatkan dari dosa oleh pekerjaan Tuhan Yesus Kristus dan akan disempurnakanNya pada hari terakhir.

ISI KITAB SUCI DAN HASIL-HASIL ILMU PENGETAHUAN
Tidak sedikit orang pada zaman modern yang menolak Kitab Suci karena menurut mereka sangat bertentangan dengan hasil-hasil ilmu pengetahuan modern. Dan memang menurut kesan yang pertama yang kita terima dari Kitab Suci seakan-akan berlawanan sekali dengan hasil-hasil ilmu itu. Misalnya yang merupakan kesukaran yaitu mengajarkan Kitab Suci tentang asal-usul dunia dan umat manusia apalagi cerita-cerita  mengenai terjadinya mujizat-mujizat dan pada umumnya yang disebut pandangan dunia dari Kitab Suci itu.

Mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan memang  tidak sedikit yang masih ragu-ragu. Tidak dapat disangkal. Memang juga selalu ada perbedaan antara gejala-gejala pada dirinya dan interpretasi dari gejala-gejala itu yang bersifat hiphotesa atau pengandaian. Tetapi hal yang lebih dahsyat lagi, yaitu Kitab Suci diberi tafsir yang tak sesuai dengan maksudnya.

Kitab suci tidak membahas bermacam-macam soal melainkan sebenarnya hanya satu soal saja, yaitu soal tentang hubungan antara Allah dan manusia, atau boleh dirumuskan juga: Kitab Suci hanya memberikan satu hal saja, yaitu pekerjaan Allah di dalam penciptaan dan menyelamatkan manusia.

Hal yang menimbulkan pertentangan antara iman dan ilmu pengetahuan adalah persoalan mengenai apakah hal-hal yang dapat dibuktikan secara ilmiah tetap benar dan nyata. Secara sadar atau tidak, beberapa orang mengakui bahwa kalau sebuah pernyataan tidak dapat dibuktikan dalam laboratorium dengan metode ilmu-ilmu alam, maka pernyataan itu lalu dianggap tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima sebagai sesuatu yang dapat dipercaya dan. Penemuan ilmu pengetahuan dianggap sebagai sesuatu yang objektif oleh karena itu sungguh-sungguh nyata, sedangkan pernyataan-perntyataan yang harus diterima secara iman dianggap sebagai sesuatu yang disangsikan.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan modern tidak diikat atau diganggu oleh kepercayaan kepada Kitab Suci. Ahli-ahli supaya menjalankan tugas-tugas mereka dengan rasa bebas. Akal manusia tidak dapat menjawab soal-soal pokok mengenai Tuhan Allah, mengenai asal manusia atau tujuan kehidupannya, jika tidak diterangi oleh pernyataan Tuhan Allah sendiri. Karena hanya Tuhanlah yang mengerti dari manakah manusia itu dan ke manakah dia.

KESIMPULAN
Pertama, perlu diterangkan sejelas-jelasnya bahwa dari pihak agama Kristen tiada satu keberatanpun terhadap pekerjaan yang diusahakan oleh ilmu pengetahuan. Mengejar ilmu pengetahuan secara teratur dan berani  tentu tidak bertentangan dengan menaruh kepercayaan akan pernyataan Tuhan Allah ala Yesus Kristus

Kedua, karena Allah adalah tidak lain dari pada Allah Bapa dari Tuhan Yesus yang disaksikan oleh Kitab Suci itu, maka hasil-hasil ilmu pengetahuan yang tepat dan benar itu mustahillah  bertentangan dengan kabar injil.

by : GI. Dominggus Taruk Tiku, M. Th.
Pelayan GKJ Buntudatu Klasis Mengkendek Toraja   

Jumat, Juni 19, 2015

Dengan adanya kesamaan gender, di mana pria dan wanita mendapat peluang yang sama dalam karir dan bidang kepemimpinan, maka ada hal menarik bahwa pria dan perempuan tanpa batas melakukan interaksi yang intens dalam tugas, yang bahkan interaksi itu melebihi interaksi dengan pasangan masing-masing di dalam rumah tangga, terutama waktu dan komunikasi. Laki-laki dan perempuan akhirnya menjadi sahabat. Kita umumnya sepakat persahabatan dengan lawan jenis itu wajar, walaupun masing-masing telah memiliki pasangan. Tetapi batas yang wajar dalam persahabatan itu seperti apa? Karena tidak sedikit pasangan masing-masing mengeluh bahwa sahabatnya lebih mendapat tempat dibandingkan dirinya sebagai pasangan.

Jadi walaupun hubungan persahabatan laki-laki dengan perempuan yang bukan hal aneh, tetapi tetap harus mendapatkan perhatian. Sekalipun pernikahan kita kuat, tapi perlu menjaga hubungan pernikahan dari segala bentuk godaan, cobaan, dan potensi perselingkuhan. Karena bukan tidak mungkin, perselingkuhan emosional berakhir dengan perselingkuhan yang sebenarnya.

Menurut Debbie L. Cherry bahwa perselingkuhan umumnya dimulai dari persahabatan yang tidak ada motif apapun. Artinya dimulai dengan murni persahabatan. Umumnya persahabatan terjalin di tempat kerja, rumah ibadah, sekolah. Bila tidak dibuatkan pagar perlindungan maka biasanya akan terbentuk persahabatan yang lebih akrab, mulai dari jalan bareng, percakapan-percakapan berdua, dilanjutkan dengan chatting lewat internet (email, yahoo messenger, atau facebook), chatting lewat sms atau bbm (blackberry messenger), lalu ada percakapan telepon yang lama. Tanpa disadari hal ini sudah memasuki hubungan yang lebih akrab bahkan memasuki perselingkuhan emosional walaupun belum melibatkan sentuhan fisik.

Kehancuran mulai terjadi ketika kedua insan berlainan jenis ini mulai bertukar informasi, pikiran-pikiran, perasaan-perasaan yang seharusnya informasi dan perasaan itu sebenarnya hanya eksklusif milik suami istri. Dan mulai menjadi buruk ketika tidak ada kegairahan dan menjaga jarak dengan pasangan dan mulai merindukan teman untuk diajak bicara daripada pasangannya sendiri. Puncaknya adalah persahabatan melewati batasnya dan mulai muncul masalah pernikahan yang sebenarnya tidak boleh ada yaitu rahasia dan bohong. Dan ketika kebohongan ini dimulai akan sulit dihentikan. Perselingkuhan fisik tinggal menunggu momen yang tepat dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

Karena perselingkuhan emosional tidak melibatkan masalah seks, maka banyak orang menganggap biasa-biasa saja dan mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa mereka hanya berteman biasa, tidak ada sentuhan-sentuhan, walaupun pergi berdua kami tidak melakukan hal yang salah. Mereka menganggap hubungan yang tidak melibatkan seks (platonic) adalah hal yang wajar. Tetapi bila sudah memasuki perselingkuhan umumnya pasangan yang tidak setia sudah mengesampingkan rasa bersalah.

Memang sebelum pernikahan kita mungkin memiliki teman berbeda jenis banyak sekali, tetapi ketika sudah menikah, maka pasangan kita adalah yang utama dari segala jenis hubungan dan harus dilindungi dari berbagai ancaman. Kata kunci untuk mengatasi masalah ini adalah kejujuran dalam menghadapi perselingkuhan emosional. Coba jujur dengan pertanyaan di bawah ini di mana mungkin Anda sudah melewati batas persahabatan. Bila jawabannya “ya” mulai segera menyadarinya:
1. Apakah percakapan dengan sahabat membahas hal yang seharusnya hanya percakapan dengan pasangan kita?
2. Apakah Anda merindukan sahabat Anda itu siang malam untuk bicara dan bertemu?
3. Apakah Anda mulai menarik diri atau menjauh dari pasangan Anda secara fisik dan emosional?
4. Apakah Anda mencoba mencari-cari alasan untuk bertemu dan berbicara dengan sahabat Anda?
5. Apakah Anda membagikan pikiran-pikiran, perasaan dan problem dengan sahabat Anda dan bukan dengan pasangan?
6. Apakah Anda mulai percaya bahwa teman Anda lebih mengerti Anda daripada pasangan Anda?
7. Apakah ada kata-kata saling menggoda dan minat secara seksual meningkat antara Anda dengan teman Anda?
8. Apakah Anda mencoba mencari cara untuk menyentuh teman Anda secara “benar”, misalnya gandeng tangannya waktu menyeberang, pegang bahunya kalau jalan di pinggir jalan dengan alasan supaya tidak tertabrak kendaraan, dan hal lainnya?
9. Apakah Anda mulai berdandan lebih lama atau memperhatikan penampilan sebelum bertemu sahabat Anda itu?
10. Apakah ada rahasia dalam hubungan pertemanan itu (berapa lama Anda menghabiskan waktu, apa yang Anda lakukan, dan apa yang Anda percakapkan?)

Lindungi Pernikahan Anda: Tidak ada suatu pernikahan yang kebal akan perselingkuhan. Semua kita (termasuk saya) bisa dalam ancaman untuk terjebak ke dalam perselingkuhan emosional. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam melindungi pernikahan pemimpin:
1. Berusaha jujur dengan diri sendiri dan pasangan Anda. Jika Anda tertarik dengan seseorang, akuilah itu kepada diri dan jika memungkinkan kepada pasangan. Kejujuran adalah kata kunci melindungi diri dari perselingkuhan.
2. Bersikap kritis terhadap film, majalah atau bentuk media apapun yang bertoleransi terhadap perselingkuhan.
3. Coba melihat hubungan Anda dalam perspektif pasangan Anda. Apakah pasangan Anda nyaman punya sahabat lawan jenis yang begitu dekat? Apa perasaan pasangan Anda jika mengetahui apa yang Anda lakukan?
4. Jangan menggoda secara seksual. Kebanyakan perselingkuhan dimulai dari godaan yang tidak ada rasa bersalahnya ("innocent flirting"), tetapi prinsip persahabatan itu jelas bahwa persahabatan tidak pernah melibatkan godaan secara seksual.
5. Jadikan pernikahan sebagai prioritas paling utama. Kita mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan pasangan kita.
6. Bertumbuh dalam kerohanian secara bersama-sama di mana saling mendoakan dan berdoa bersama-sama dalam keyakinan kita.
7. Cipatakan batas dalam bagaimana kita berinteraksi dengan teman kita yang berbeda jenis kelamin. Misalnya, Anda memutuskan untuk tidak mau berduaan untuk pergi ke suatu tempat dengan lawan jenis, sekalipun itu urusan bisnis.
8. Upayakan berteman dengan pasangan-pasangan bahagia yang tidak melakukan hal-hal aneh dalam pernikahan mereka.
Pemimpin dan siapa saja bisa melindungi pernikahan dari perselingkuhan emosional, tetapi itu melibatkan suatu komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan, dan adanya suatu komitmen untuk melindungi pernikahan. Keluarga kita adalah yang paling utama.

 by : Pdt. Dr.Daniel Ronda  
Rektor STT Jaffray Makassar






Baik Untuk Dibaca
Portal Sahabat 
Portal Inspirator & Kesaksian 
Portal Pemimpin

Senin, Juni 15, 2015

Ketika Putra Kerajaan Inggris Pangeran William menikah dengan Kate Middelton tahun 2011, keduanya memilih lagu "Guide Me, O Thou Great Jehovah" untuk menjadi salah satu lagu dalam mengiringi acara tersebut. Keduanya beralasan untuk memberi penghormatan kepada mendiang sang ibu, Lady Diana.Ternyata dalam acara pemakaman Lady Diana-pun, lagu ini juga dipilih Keluarga Kerajaan untuk dinyanyikan.
Lady Diana dikenal sebagai Princess of Wales setelah menikah dengan Pangeran Charles, dan title ini adalah jabatan untuk pewaris Britania Raya termasuk 15 negara persemakmuran. Demikian pula Pangeran Wiiliam yang konon lebih menyukai dipanggil Prince of Wales dibanding gelar kerajaan yang akan diberikan yakni Duke. Nama Wales adalah nama sebuah negara yang sama dengan sumber teks asli lagu ini.
Negara Wales menggunakan bahasa Welsh (bukan bahasa Inggris), berbatasan langsung dengan Inggris dan satu-satunya negara yang ikut bersama Inggris dalam semua group United Kingdom, Britania Raya dan Britania. Inggris mempunyai kekerabatan tersendiri dengan negara Wales yang sedikit berbeda dengan Schotlandia dan Irlandia Utara.

Teks aslinya dalam bahasa Welsh dengan title"Gweddi am Nerth i fyned trwy anialwch y Byd" menggambarkan bagaimana  pengalaman Umat Israel ketika mereka melalui padang gurun untuk melarikan diri dari perbudakan di Mesir, yang dipandu oleh tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari (keluaran 12-14).Selama perjalanan kebutuhan jasmani mereka disediakan oleh Allah termasuk Manna /roti hidup (terj.Peter William) sampai ke tanah kanaan.  Secara harfiah pada saat ini adalah bagaimana perjalanan orang Kristen selama hidup di dunia yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Orang percaya membutuhkan bimbingan Penebus yang jika taat maka akan berakhir di Gerbang Surga (Sungai Jordan).  


Ditulis oleh William Williams Pantecylyn yang dikenal dengan nama "Watts of Wales" lahir di Cefn-y-coed dekat Llandovery, Carmarthenshire tahun 1717 dari pasangan John dan Dorothy Williams. Awalnya William berkuliah di fakultas kedokteran, namun tidak selesai karena Ia beralih ke sekolah Teologia. Tamat dari pendidikan, William kemudian dilantik menjadi Diaken di salah satu Gereja Anglikan Inggris sekitar tahun 1740. Ketika William terlibat dalam gerakan Metodish tahun 1742, Ia kemudian ditolak menjadi Imam di gereja tempatnya mengabdi.

Suatu kali Ia mendengarkan kotbah Pdt. Howell Harris (Penghotbah keliling) dari gereja Methodis, William kemudian tertarik untuk ikut menyebarkan firman sambil berkeliling di Wales dan Inggris. Sambil berkotbah, William  banyak menulis teks rohani dan salah satu teksnya dalam bahasa Welsh adalah "Gweddi am Nerth i fyned trwy anialwch y Byd" yang dibuat sekitar tahun 1762 dan sebenarnya mempunyai 6 ayat teks . Teks ini diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan title"Guide Me, O Thou Great Jehovah".
Ayat satu di terjemahkan kedalam  bahasa Inggris oleh Peter Williams sekitar tahun 1771 dan mendorong William Williams  menerjemahkan ayat-ayat selanjutnya.Teks ini Kemudian diterjemahkan kedalam NKI no 293 dengan title "Pimpin Saya, Hua Allah".
W. Williams meninggal pada tanggal 11 Januari 1791 setelah melakukan pengalaman perjalanan memberitakan Firman sekitar 160.000 Km.

Musiknya ditulis Oleh John Hughes yang Lahir pada tanggal 22 November  1873 di Dowlais, Wales.Umur 12 tahun Ia Menjadi Penjaga Gerbang di Tambang batubara Llantwit Fardre, Glamorganshire. Karirnya meningkat menjadi Juru Tulis (Clerk) perusahaan tambang batubara di lembah Rhonda. Tahun 1905 Ia membuat nada untuk teks ini dan kemudian dikembangkan tahun 1907 pada saat Chapel Rhonda memiliki organ, itulah sebabnya musik ini dikenal dengan istilah "Cwm Rhondda". Hughes mempunyai chapel sendiri di Pontypridd dan sekaligus Ia menjadi Diaken disitu.
Ia meninggal pada tanggal 14 Mei 1932 sekaligus pemakamannya diupacarakan di chapelnya sendiri.



Simak Teks Aslinya dalam bahasa Welsh (Teks asli ini kemudian beberapa kali disempurnakan dalam bahasa Welsh)
Gweddi am Nerth i fyned trwy anialwch y Byd

1. Arglwydd, arwain trwy’r anialwch
Fi bererin gwael ei wedd,
Nad oes ynwy' nerth na bywyd
Fel yn gorwedd yn y bedd:
Hollalluog, hollalluog,
Ydyw’r Un a’m cwyd i’r lan.

2. Myfi grwydrais hir flynyddau,
Ac heb weled codi'r wawr;
Anobaithiais, heb dy allu,
Ddod o'r anial dir yn awr;
Dere dy hunan, dere dy hunan,
Dyna'r pryd y dof i maes.

3. Rho’r golofn dannos i’m harwain,
A’r golofn niwl y dydd;
Dal fi pan bwy’n teithio’r mannau
Geirwon yn fy ffordd y sydd:
Rho i mi fanna, rho i mi fanna,
Fel na bwyf i lwfwrhau.

4. Agor y ffynhonnau melys
Sydd yn tarddu o’r Graig i ma's;
'R hyd yr anial mawr canlyned
Afon iechydwriaeth gras:
Rho i mi hynny, rho i mi hynny,
Dim imi ond dy fwynhau.

5. Pan bwy’n myned trwy’r Iorddonen,
Angau creulon yn ei rym,
Ti est trwyddi gynt dy hunan,
Pam yr ofna'i bellach ddim?
Buddugoliaeth, buddugoliaeth,
Gwna imi waeddi yn y llif!

6. Mi ymddirieda' yn dy allu,
Mawr yw’r gwaith a wnest erioed:
Ti gest angau, ti gest uffern,
Ti gest Satan dan dy droed:
Pen Calfaria, Pen Calfaria,
Nac aed hwnw byth o’m cof.


Teks Bahasa Inggris
Guide me, O thou great Jehovah

1. Guide me, O thou great Jehovah,
Pilgrim through this barren land;
I am weak, but thou art mighty;
Hold me with thy powerful hand:
Bread of heaven, bread of heaven
Feed me till I want no more.
Feed me till I want no more.

2. Open thou the crystal fountain
Whence the healing stream shall flow;
Let the fiery, cloudy pillar
Lead me all my journey through:
Strong deliverer, strong deliverer
Be thou still my strength and shield.
Be thou still my strength and shield.

3. When I tread the verge of Jordan,
Bid my anxious fears subside;
Death of death, and hell's destruction,
Land me safe on Canaan's side:
Songs of praises, songs of praises
I will ever give to thee.
I will ever give to thee.



NKI 293" Pimpin Saya, Hua Allah" (kutipan @ Yayasan Kalam Hidup)

1. Pimpin saya hua Allah
    Pimpin saya yang lemah
    Dengan tangan yang berkuasa
    Jalan lurus ke surga
    Roti hidup, roti hidup
    Isikanlah nyawaku
    Isikanlah nyawaku.

2. Buka p’rigi air jernih
    Yang memuaskan dahaga
    Tiang awan, tiang api,
    Pimpin saya ke seb’lah
    Tuhan Allah, Tuhan Allah
    Jadi p’risai bagiku,
    Jadi p’risai bagiku.

3. Kalau arus sungai yordan
    Jadikan ketakutan
    Hu mengantar, Hu memimpin
    Ke negri perjanjian
    Puji Allah, puji Allah
    Tidak berkeputusan,
    Tidak berkeputusan.


Note:
Dikelola dari berbagai sumber
Jika Pembaca mempunyai referensi otentik tentang NKI no 293, kontak admin dan akan kami sertakan nama anda sebagai penyumbang tulisan.

By : Manasje Malan ; Yuli Bonggatasik (editor)

Baik Untuk Dibaca
Sejarah Lagu - Lagu NKI 
Portal Pdt.Piter Pakka 
Portal EasyWorship 

Sabtu, Juni 06, 2015


PENDAHULUAN
Sebagian dari kita para  orang tua memandang anak-anak kita  sebagai investasi  dan tempat berteduh di hari tua. Ada yang menganggap anak sebagai kebanggaan. Sebagian lagi memandangnya sebagai  milik pusaka Tuhan. Apa pun pandangan kita tentang anak, sangat mempengaruhi cara kita mendidik dan membesarkan anak.

            Di dalam keluarga,  nilai anak beragam sekali nilainya, sesuai dengan budaya keluarga dan masyarakat yang membentuk sang anak. Pada umumnya nilai anak didefinisikan dari sudut harapan-harapan atau tugas yang di bebankan kepada  keluarga dan sang anak sendiri.  

Jika anak adalah sumber investasi, anak disekolahkan tinggi-tinggi dan diberi modal usaha. Tapi untuk apa?  Apakah hanya supaya anak-anak kita bisa urus orang tua di waktu tua.

Berkat Terbesar Kedua

            Untuk membangun rumah yang baik, perlu arsitek.Membangun rumah tangga yang baik, perlu ahlinya. Mazmur 127:1. Mendidik anak yang tangguh, butuh orang tua yang tangguh dan  takut akan Tuhan (Mazmur 112;  128). Tujuan Allah membentuk keluarga adalah untuk membentuk satu masyarakat baru milik Allah, (jika diperkenan) melahirkan keturunan Ilahi – Maleakhi 2:15.

Menjadi mitra Allah menyelamatkan manusia berdosa.    Kalau kita mengerti hal ini maka kita akan mampu menilai Keluarga kita sebagai berkat Allah yang sangat indah, yang kedua setelah penebusan Kristus.

            Firman Tuhan menegaskan istri adalah kasih karunia, anak adalah pusaka.  Di sisi lain,  keluarga pada hakekatnya adalah kesaksian (Efesus 5:32) atau   gambaran ideal  hubungan Allah dan jemaat.  Jadi  sesungguhnya  keluargalah tempat pertama anak mengenal  Allah. Mengenal Allah dan menghormati Dia, adalah awal menjadi anak tangguh.

Bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa yang kokoh, tangguh, dan perkasa.Bangsa yang mengutamakan pendidikan, terutama pendidikan keluarga.Sejak dini anak mendapat pendidikan langsung dari orang tuanya.Mengapa mereka sangat peduli pada pendidikan anak yang dimulai dimulai dari rumah? Sebab mereka  mengerti (dari sejarah dan hukum Yahudi) bahwa  mereka adalah umat pilihan Allah, yang dipanggil menjadi saksi bagi bangsa lain. Apa yang terjadi pada anak-anak mereka dapat mempengaruhi seluruh  keluarga dan keturunan mereka kelak. Mereka punya “budaya malu” yang sangat kuat.Itu sebabnya mereka sangat mempedulikan kekerabatan dan memperhatikan keturunan.


Konsep Anak Tangguh

          Tangguh atau perkasa dalam bahasa aslinya ”gibbor” (Mazmur 112:2) berarti berani, kuat, mantap, berjiwa pahlawan dan bertanggung jawab.  Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Menurut Mazmur 112:1-3, untuk menghasilkan anak tangguh dibutuhkan kondisi atau atmosfer keluarga  yang:

Dipimpin orang  yang takut  akan Tuhan  (ayat 1)
Menyukai Firman dan menjadikannya  dasar hukum keluarga (ayat 1b). 
Mengutamakan keluarga dan pertumbuhan anak-anak di atas segala aktifitas lainnya (ayat 2). 


Penjelasannya:

1.      Keluarga dipimpin orang suami/ayah yang takut akan Tuhan

      Sebagian kita tanpa sadar mengadopsi nilai-nilai yang mengutamakan (bahkan kadang mendewakan):   kepandaian, ketrampilan, kesuksesan, kekayaan dan ke-tampanan/kecantikan. Juga jabatan, pangkat dan ketenaran.Nilai ini tentu tak sepenuhnya salah. Namun sangat tragis bila nilai utama, yaitu takut akan Tuhan tidak kita tanamkan dengan seksama.

      Nilai uang, pangkat dan popularitas masih menjadi urutan pertama yang ditanamkan sebagian  orang tua. Waktu saya memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah teologia, keluarga saya tegas menolak.Alasannya menjadi pendeta, dalam pandangan mereka, tidak banyak income. Bisa dimengerti cara berpikir orang tua di awal tahun 80-an. Tapi sampai sekarang ternyata  tidak sedikit orang tua mengarahkan  sekolah dan kerja anaknya hanya untuk menghasilkan uang yang banyak. Jangan heran, banyak orang tua yang masih keberatan jika anaknya memilih jurusan psikologi, psikiatri, atau jurusan yang dianggap “kering” uang masuk.

      Sangat menarik cara mertua saya mengajarkan takut akan Tuhan pada anak-anaknya. Waktu mertua saya dicalonkan jadi  bupati di sebuah kota di Sumatera Utara, ia bergumul karena ada “keharusan” memberikan amplop. Ia mengajak anak-anak berdoa lalu memutuskan  tidak menerima pencalonan itu. Cara lain adalah, dia menanamkan sikap antisuap. Sering para mahasiswanya yang masih aktif kirim hadiah ke rumah, dalam segala bentuk  semua dia tolak  dengan tegas. Ini adalah teladan yang langsung dapat dilihat anak-anak.


2.      Menjadikan firman sebagai kesukaan keluarga
Ayat  1 b: “yang SANGAT suka kepada segala perintahNya…”

      Firman itu harus ditanam di dalam hati anak-anak sejak masih di rumah (1 Korintus 3:6-7). Nilai itu ibarat benih, dan benih itu adalah Firman (Lukas 8:11). Penanaman nilai itu terus-menerus dan berdimensi banyak, seperti benih, lahan, cara, proses. Ada nilai yang hasilnya dapat dipetik dalam waktu yang relatif cepat seperti palawija, dan ada benih yang memerlukan waktu lama untuk dituai, seperti tanaman keras.Lahannya juga macam-macam (Matius 13:4-8).Cara menanam nilai juga bermacam-macam, disesuaikan dengan benih, kondisi, dan jenis lahan (orang yang ditanami).

      Tujuan pewarisan juga mencakup masa depan dan masyarakat yang lebih luas, yaitu menjadikan keluarga sebagai garam dan terang dunia (Matius 5:13-16), atau dalam bahasa sehari-hari Keluarga Berbudaya (Kristen).  Firman memang mengajar, tetapi teladan itulah yang menggerakkan orang untuk mematuhi atau menjalankannya.Lihat saja keluarga Abraham. Bapa orang percaya ini berhasil menjadi saksi dan alat Tuhan, karena berpegang  teguh pada janji Firman (Kejadian 12). Dia meneruskan nilai dan janji Tuhan pada keturunannya. 

      Berbicara dengan Tuhan menjadi menu utama Abraham. Saya bersyukur, setelah Ayah saya menerima Tuhan Yesus, dia langsung  mengajak kami mengadakan doa keluarga.  Kami merasakan bahwa sumber utama pemulihan keluarga, yang sebagian besar adalah pecandu narkoba, karena doa yang terus dilakukan di rumah. Demikian juga keluarga asal istri saya.Mereka punya kebiasaan bersekutu berdoa dua kali dalam sehari, pagi dan malam.

      Menghadirkan lingkungan yang berdoa menjadi sangat penting.  Pada suatu saat, mertua saya jalan dengan  anak nomor lima, Immanuel mengikuti pertemuan keluarga di rumah anak nomor tujuh bernama Sola Gratia. Keluar perumahan Alam Sutera, mobil yang dikendarai oleh ipar saya bernama Immanuel, diserempet oleh sebuah motor dengan dua muda-mudi. Mertua saya bilang, waktu itu ucapan yang keluar dari mulut Immanuel, “Tolong Tuhan Yesus.”


3.      Menjadikan Keluarga Pusat Aktifitas dan Mengutamakan Pertumbuhan Anak
      Ayat 2: Anak cucunya perkasa di bumi….

      Kata perkasa dalam bahasa Ibrani, berarti: berani, gagah, kuat, mantap dan berjiwa pahlawan serta bertanggung jawab. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan mendidik anak.Kita harus menentukan lingkungan tempat anak kita bertumbuh. Untuk itu pertimbangkanlah faktor geografi, di mana sebaiknya kita membeli rumah, di mana anak-anak sekolah, ke gereja mana mereka berbakti setiap minggu, dengan siapa mereka berteman, kepada siapa kita bisa menitipkan mereka, media apa yang kita gunakan, dan seterusnya. Keluarga, teman, media, pendidikan formal, gereja, pendapatan, guru formal maupun nonformal, dan geografi, semua itu akan mempengaruhi pembentukan anak yang tangguh.

      Anak-anak adalah pemberian Tuhan, mereka “bukan” anak kita.Kalau dilihat dari konsep ini, pendidikan anak-anak itu tidak lepas dari peran anugerah Tuhan.Artinya kita bisa saja salah mendidik.Kesulitan kita mendidik anak, itulah yang membuat kita semakin dekat kepada Tuhan.

Keluarga yang rusak tidak selalu menghasilkan keturunan yang tidak baik, keluarga yang baik juga tidak selalu menghasilkan keturunan yang baik semua.

Keturunan Abraham pun banyak yang rusak. Ada juga yang menjadi pelacur atau  raja yang jahat. Tetapi rencana Tuhan tidak bisa dibatalkan oleh kegagalan manusia.Rencana Tuhan untuk melahirkan Kristus melalui keturunan Abraham tidak bisa digagalkan oleh karena generasi di atasnya sudah gagal.Kita tidak bisa berbuat apa-apa terhadap generasi di atas kita, tetapi kita bisa mengubah generasi di bawah kita. 


Bagaimana membentuk anak Tangguh

Tidak ada jalan lain, memberi prioritas pada keluarga. Kalau ada tawaran kerja dengan gaji tinggi, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah tawaran ini akan membangun atau menghancurkan keluarga saya?”Tawaran bisnis, kerja dengan gaji puluhan juta (namun membuat Anda tidak pernah bertemu anak?).

Keluarga juga perlu menghadirkan lingkungan yang berkorban. Pengorbanan Ibu mertua  yang sedia meninggalkan pekerjaan demi mengasuh anak-anak, ditiru beberapa anak-anaknya, termasuk istri saya. Saya bersyukur, istri saya (Wita)  juga memilih jalan meninggalkan perkerjaan kantor yang mapan dan menarik. Demi  mengasuh kedua anak kami serta mendukung pelayanan suami, Wita mengorbankan pekerjaannya. Kami sadar, semua ini investasi jangka panjang.

Keluarga yang sehat menghasilkan keturunan yang sehat.Dalam suratnya Yohanes pernah menuliskan, “Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. (3 Yoh.1:4).  Marilah kita terus belajar memusatkan perhatian pada  pendidikan dan pertumbuhan anak kita. Supaya kita tidak menyesal di kemudian hari.Demikian juga keturunan kita tidak menyesalkan diri kita saat kita sudah tiada.Sebaliknya mereka bangga dan bersyukur punya leluhur seperti kita.

      Kondisi lingkungan anak-anak kita saat ini makin tidak kondusif, ada beberapa kondisi yang perlu kita ciptakan, yaitu:

1.      Orang tua yang hidup takut akan Tuhan. Beribadah  dan menyerahkan anak-anak dalam doa setiap hari. Hidup jujur dan saleh, baik dalam perkataan maupun perbuatan.Orang tua mengajarkan Firman kepada anak sebagai pedoman hidup.Menciptakan kebaktian keluarga yang hangat.

2.      Mengajar dengan hati dan mata.
Apa artinya? Anak-anak adalah sarana latihan untuk kesabaran orang tua.Lewat kesabaran yang dianugerahkan Allah dalam diri orang tua, anak-anak belajar bahwa orang tuanya sungguh-sungguh mengasihi mereka. Perasaan dikasihi akan menciptakan rasa hangat dalam hati anak. Itulah yang mereka perlukan untuk menghadapi dunia sekitar mereka yang penuh kekerasan.

3.      Mengajar dengan contoh (teladan). Keluarga bisa diumpamakan sebagai universitas yang dinamakan Universitas Keluarga.Dalam hal ini orang tua adalah dosen utama, dan Teladan Orang Tua adalah buku pegangan utama. Teladan akan lebih banyak berbicara pada anak daripada kata-kata, apalagi nasihat yang itu-itu saja. Anak di bawah 12 tahun rata-rata masih berpikir kongkret.Untuk mereka, teladan lebih bisa dihayati dibandingkan kata-kata.Untuk remaja, lebih baik orang tua memperbanyak diskusi, karena mereka membutuhkan penjelasan.

4.      Mengutamakan anak-anak dari sekian banyak prioritas, tidak mengorbankan anak dengan alasan apa pun. Banyak hal merebut perhatian dan energi orang tua setiap hari.Sebab itu, tekad untuk mengutamakan anak, lebih baik dibangun sejak dini.Orang tua perlu menyediakan waktu untuk anaknya, mulai dari ngobrol tiap hari, mencari keperluan mereka, sampai libur bersama.Semuanya perlu direncanakan.

5.      Untuk membangun lingkungan yang baik bagi pertumbuhan anak, kita memerlukan dana yang memadai. Terutama guna mencukupi sandang, pangan (gizi) anak, pendidikan, tempat tinggal, sampai rekreasi untuk mereka.Untuk memenuhi itu semua, kita perlu bekerja keras dengan bijaksana, sehingga tidak juga mengabaikan keluarga.

6.      Menyediakan kebutuhan emosi dan sarana rekreasi: termasuk game,  film serta internet yang sehat.  Berkomunikasi sesuai kebutuhan anak: makan bersama, bercerita, bermain bersama, bercanda dan sebagainya. Setiap anak punya kebutuhan bahasa cinta berbeda.

7.      Tinggal di lingkungan (rumah/kompleks) yang sehat dan cocok bagi anak. Geografi sangat penting.Anda perlu mencari tempat tinggal yang cocok untuk anak-anak bertumbuh.Hati-hati membeli rumah di dekat jalan raya yang ramai.Usahakan anak-anak punya teman bermain.Abraham diminta keluar dari kampungnya karena masyarakat Ur Kasdim waktu itu adalah penyembah berhala.

8.      Menyediakan sekolah yang cukup baik yang membuat anak-anak bertumbuh dan suka belajar. Bersahabatlah dengan guru dan teman anak-anak.

9.      Menyediakan lingkungan pembinaan iman dan pergaulan yang sehat buat anak. Ajak anak berbakti di gereja yang cocok untuk mereka, gereja yang memberi perhatian pada pelayanan anak.

10.  Upayakan berkomunikasi dengan anak secara rutin. Ajak mereka berdiskusi mengenai nilai-nilai yang dianut keluarga.Supaya tidak membosankan, kreatiflah dalam mendisiplin anak. Suatu kali Moze menegur saya, “Papa kalau mendisiplin hanya dua cara: tidak boleh nonton TV dan tidak boleh main gameboy. Padahal itu kesukaan saya. Cari cara lain dong, Pa. Tolong papa lebih kreatif mendisiplin saya.”

11.  Jika orang tua berbuat salah, jangan malu meminta maaf pada anak. Hal-hal ini membuat anak juga tidak akan ragu atau malu meminta maaf jika dia berbuat salah.


Memutuskan Rantai kebiasaan yang salah Orangtua
Ada beberapa kesalahan orang tua yang perlu disadari dan jangan diulangi, yaitu:

1.      Membeda-bedakan anak satu dengan lainnya (favoritism).

      Terkadang orang tua tidak menyadari kesalahan ini. Orang tua beranggapan sudah mengasihi anak sama rata. Tetapi sebenarnya tidak.Jika kita merenungkan dengan sadar, ternyata kita lebih sayang pada anak yang baik-baik dan tidak menyusahkan kita. Kemudian kalau marah kita akan bilang, “Mengapa kamu tidak bisa taat seperti adikmu?"

      Menjadi anak yang dibedakan dengan adik atau kakaknya sungguh tidak menyenangkan.Ada perasaan tertolak, tidak dikehendaki dan tidak berdaya.Sebagai anak, tentunya dia tidak menginginkan keadaan itu. Jika orang tua memelihara cara mendidik seperti itu, maka anak akan bertumbuh menjadi rendah diri.

2.      Membanding-bandingkan situasi anak sekarang dengan keadaan kita waktu seusia mereka (veteranism). Umumnya, orang tua mengganggap anak-anaknya lebih beruntung dibandingkan mereka dulu. Jika anak terus-menerus mendengar kalimat “kamu sekarang lebih enak, tidak seperti mama/papa dulu …” dia akan menyesali zaman di mana dia hidup. Seperti anak yang bertumbuh dengan dibeda-bedakan, anak yang demikian juga cenderung merasa tertolak karena dia tidak berdaya menghadapi zamannya sekarang.Cara mendidik seperti ini juga bermuara pada perasaan rendah diri si anak.

3.      Menganggap anak investasi dan sumber kebanggaan orang tua.

      Ini sebenarnya tidak salah, tetapi akan merusak jika kemudian ternyata anak sulit memenuhi keinginan orang tuanya. Sang ayah yang kemungkinan sudah mengeluarkan banyak biaya untuk anaknya, akan sering marah-marah dan menyalahkan anaknya. Lagi-lagi, perasaan tidak berdaya, sudah mengecawakan orang tua, dan berbagai perasaan negatif lainnya akan membuat anak tumbuh dengan harga diri yang rendah. 

      Memberi pendidikan yang baik pada anak adalah kewajiban orang tua. Kita cukup melakukan tugas kita dengan semestinya, maka anak akan mengerti bahwa orang tuanya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mereka, apa pun hasil yang mereka capai. Kita tidak perlu terus-menerus mengingatkan mereka untuk tidak mengecewakan orang tuanya.Jika kita didik anak-anak kita dengan baik, mereka sudah tahu semua itu. Dengan sendirinya, anak-anak juga akan berusaha menyenangkan orang tua mereka.

4.      Membiarkan anak  tumbuh begitu saja (tanpa pengarahan, tanpa teladan).

      Orang tua semestinya adalah guru pertama bagi anak-anak. Jika orang tua tidak hadir, anak-anak akan bingung menghadapi banyak pertanyaan yang muncul dalam pikirannya, berkaitan dengan hal-hal di sekitarnya. Andai pun kita tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, dengan hadir saja, mereka akan tahu bahwa orang tuanya mengasihi.

      Anak-anak memerlukan teladan yang baik sehingga mereka tahu harus bagaimana bersikap pada keadaan tertentu.Inilah yang membuat kepercayaan diri mereka tumbuh, mampu bertindak santun, tidak pemalu, dan bertanggung jawab.Karena itu, mereka membutuhkan pendampingan orang tua.

5.      Mengharapkan si anak kelak membalas jasa pada orang tua, menuntut anak memberikan sejumlah uang kepada orang tua. Salah satu tujuan pasangan ingin punya anak adalah agar ada yang memelihara mereka ketika tua.Ini wajar saja.Banyak orang menguatirkan masa tuanya. Tetapi sebenarnya, jika orang tua melakukan kewajibannya dengan semestinya, anak-anak secara sadar akan memelihara orang tuanya di masa sepuh mereka.

      Jika berkaitan dengan uang, tentu saja jika anak kita sudah berkeluarga, dia akan membicarakannya lebih dahulu dengan istrinya. Sebagai orang tua, jika memungkinkan, kita perlu menyimpan sebagian dana untuk masa tua kita. Dengan demikian kita tidak bergantung pada anak-cucu-mantu kita nantinya.

6.      Orang tua tidak kompak dan  sering cekcok.

      Jika ayah dan ibunya sering konflik, anak-anak akan tumbuh dengan perasaan tidak aman dan waswas. Apakah aku penyebab konflik mereka?Apakah salah saya?Mereka berpikir, akankah mama-papaku bercerai?Di mana saya tinggal jika mereka berpisah?

      Berbagai pertanyaan senada jika seringkali dipikirkan oleh anak-anak, mungkin tanpa disadari, akan menimbulkan ambiguitas, yaitu perasaan mendua. Di satu sisi anak-anak menyayangi orang tuanya, tetapi di sisi lain mereka tidak menyukai perasaan negatif yang disebabkan konflik orang tuanya. Perasaan ambigu itu sangat menyakitkan, khususnya jika mereka mengalaminya dari kanak-kanak.

Anak adalah milik pusaka dan istri kasih karunia.Tuhan memberkati kita di dalam dan melalui keluarga.Jabatan kita sebagai ayah/ibu dan suami/istri sangat istimewa dan tak tergantikan.Selama kita hidup keluarga wajib dirawat, dengan emosi, waktu, tenaga, lingkungan sehat dan finansial memadai.Keluarga menjadi poros aktifitas kita.  Anak dan pasangan tidak minta kita sempurna, tapi mereka berharap kita menjalankan fungsi kita sebaik-baiknya.

Author : Dr. Julianto Simanjuntak



Terapis keluarga dan kesehatan mental
Penulis 20 buku Konseling keluarga







Baik Untuk Dibaca
Portal Inspirasi dan Motivasi
Keluarga Cerdas

Selasa, Juni 02, 2015

3.    Seminar  Keluarga dan Jemaat

Tujuan awal seminar ini untuk memberikan pandangan bagaimana menjadi jemaat dan keluarga yang tangguh ditengah krisis “kepemimpinan” dan krisis “kehidupan keluarga Kristen”. Ketika panitia menawarkan konsep ini, jemaat pun memberikan respon positif dan terbuka, gayung bersambut dengan tema yang di bawakan oleh pemateri.


Diawali registrasi audiens, seminar jemaat Longori dimulai dari jam 09.00 Pagi sampai 17.00 sore, dibagi dalam 4 sesi utama. Sesi 1 dan 2 bertemakan   “Seni Pemulihan Diri dan Pohon Keluarga “ ; sesi 3 bertemakan “Seni Merawat Keluarga” dan sesi 4 bertemakan “Mencinta Hingga Terluka ‎: Cinta Kreatif dan Pemulihan Relasi”.

Semua tema diatas merupakan intisari tulisan beliau dalam beberapa buku yang telah ditulisnya. Tentu bagi yang kurang minat membaca buku akan sedikit lekat dan paham dalam pikiran.

Dalam jangka waktu yang cukup lama (pagi-menjelang malam), audiens tetap antusias mengikuti seminar ini, mulai dari kalangan pekerja, pelajar, wiraswasta, petani /peternak sampai jemaat yang mempunyai kehidupan dari berjualan dipasar. Tidak ada batasan untuk mengungkapkan keluhan  bahkan uneg-uneg selama ini, dengan bahasa sederhana dan contoh kasus yang diberikan narasumber, audiens serasa ikut terlibat pemulihan didalamnya.

Asik, Jadi Moderator Konselor Kristen

Sekilas tentang narasumber (Pdt.Dr. Julianto Simanjuntak)
               Julianto Simanjuntak mempunyai istri  Roswitha Ndraha dan dikaruniai dua putra  Josephus (21) dan Moze (17). Bekerja sebagai Terapis Keluarga dan kesehatan mental. Julianto Simanjuntak adalah direktur pelaksana program S2 Konseling STT Jaffray Jakarta dan Makassar
Rutin memberikan seminar pemberdayaan di bidang konseling dan Pendidikan di lebih 80 Kota dan 30 Propinsi serta manca negara.  Mereka berdomisili di Salatiga Jawa Tengah.


Pendidikan Julianto adalah bidang teologi di STT I3 (1988), S1 konseling pastoral dari UKSW Salatiga, MDiv bidang konseling dari STTRII Jakarta, MSI Sosiologi agama dari UKSW dan Doktor Teologi bidang konseling dari STT JAFFRAY Jakarta

         Mereka mendirikan LK3 dan Yayasan Pelikan dengan kerinduan (Visi) melihat berdirinya pusat konseling di setiap kota, tersedianya tenaga psikolog, psikiater dan konselor secara merata di Indonesia. Untuk itu mereka rutin memberi edukasi dengan menulis 20 lebih -buku konseling yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Penerbit Visi, dan Pelikan.

Julianto  Mendapatkan piagam penghagaan dari Ketua BNN (Badan Narkotika Nasional)  pada tahun 2006 atas kiprah pelayanan di antara keluarga pecandu narkoba. Sejak 2004 Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha  rutin memberikan pelatihan konseling keluarga dan kesehatan mental  di pelbagai Kota dan manca negara.

Nah Buat Pembaca yang rindu dilayani oleh salah satu konselor kristen bisa kunjungi situs www.pelikanindonesia.com, Tuhan Yesus memberkati


Special Thanx
Tuhan Yesus atas segalanya
Thanx for
Pdt. Dr Julianto Simanjuntak (Konselor Narasumber), Ratno Prasanto & David Tato (Koord), Yoel,Yuriska Malan, (team musik), Efrain Paguling(Backup), Yuli Malan& Yuli Mesak (acara), Yuli Ratno (tari latar team),  Petrus Rimpun & Otto Malan (transport), Petrus T (Around Feni Plant), Mathelda R, Maryam R, Rita Malan (Konsumsi), Manasje Malan,Pdt. Pither, Merry Eben (Moderator), Rinangsih Sanni, Arni David (Keuangan), all panitia dan Jemaat Longori yang berlelah dalam menyukseskan acara, Audiens tamu tanpa kecuali.

Artikel Sebelumnya
Ibadah Paskah Tahun 2015
Pra Paskah

By : Manasje Malan

Komentar Facebook

We want You to read with Us again and again II Dapatkan Dua Buku Rohani format Pdf Gratis dari kami untuk semua pembaca, silahkan klik slider gambar di halaman beranda atau download via facebook di sisi kanan blog II Terimakasih atas Doa Semua maka Acara Seminar Keluarga dan Jemaat Oleh Pdt.Dr Julianto Simanjuntak (konselor Rohani) Dapat Berlangsung dengan Sukses!